17 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Panggilan Jiwa dari Batu Karang Art

Santana Ja Dewa by Santana Ja Dewa
September 13, 2020
in Khas
Panggilan Jiwa dari Batu Karang Art

MERASAKAN  “sense of purpose”,  menemukan panggilan jiwa sebagai pertanyaan dengan peran yang dilakoni. Pertempuran pertanyaan yang mengendap dipikiran, peran perupa dalam hal ini rasa “ berkesenian” mencuat meledak-ledak sementara terlalu sibuk akan kegiatan berkarya di luar tanah kelahiran. Tiada waktu sama sekali, belum lagi semangat yang sama dari lainya, ini penyebab mandeknya orgasme ide, akan tetapi sebagai yang lahir dan besar kata wajib terus membayangi, mengumpulkan momentum disaat yang tepat. 

Begitu yang terjadi di Komunitas Seni Rupa Nusa Penida, Batu Karang Art nama yang disahkan.  Nusa Penida sendiri menurut pengamatan para ahli pulau yang dikenal dengan aura spiritualnya muncul dari karang. Dialog terus mencuat merumuskan ide yang yang segar, dari sana spirit yang sama mendedikasikan diri berkesenian secara berkelompok, Pacul Sudiarsa, Ferri “ Roots “ Setiawan, Dewa Merta Nusa serta Pan Bayu Made Sumerta memproklamirkan diri menggelar exhibition. 

Panggilan Jiwa merujuk tema yang menghadirkan karya-karya perupa Nusa Penida lintas generasi secara karya ada realis, surealisme, abstrak, expressionis serta kombinasi tradisi poin yang disajikan sebanyak 28 karya.  Langkah progersif yang dilakukan ini adalah pionir dalam hal berkesenian. Kesibukan berkelana berpameran dimana-mana menerobos waktu dan ruang, benang merah dipertemukan dalam kesempatan yang sama. 

Menelisik pulau yang terletak di sebelah selatan Bali yang dikenal dengan berbagai sebutan tercatat dalam sejarah. Sesuai dengan buku karya Mangku Buda, Babad Nusa menceritakan Nusa Penida diambil dari kata Nusa dan Pandita. Dimana Nusa Penida notabene daerah aura spiritual yang kental.  Sementara Hindia- Belanda menyebut Nusa Penida sebagai The Bandit Island yang menglitimasi kekuasaannya bagi para bagundal-bagundal yang menentang kebijakan dikirim ke Nusa Penida.  Namun demikian, tidak sepenuhnya apa yang ada dalam catatan Belanda bisa dipercaya. Sebab ada kemungkinan politik wacana sengaja dihembuskan. 

Sudut pandang lain, I Ketut Sandika yang merupakan Dosen IHDN Denpasar berpandangan terlepas dari babad dan mitos, yang jelas citra Beliau “ Ratu Gede Mecaling “  akan selalu hadir dalam setiap alam pikir orang Bali dan Nusa. Tidak saja sebagai tokoh, tetapi bisa jadi sebagai ideologi Bhairawa yang teralienasi dengan paham baru. Sengaja ideologi tersebut mereka sebarkan di pulau yang sunyi, jauh dari hiruk pikuk pergumulan agama-agama baru yang sudah diracuni politik agama dan kekuasaan.

Spirit tersebut akan tetap ada di Nusa, sehingga banyak yang datang ingin menyelami dunia Bhairawa yang identik dengan digjaya dan wisesa. Hal inipun kebanyakan tidak diketahui oleh orang Nusa sendiri, bahwa mereka adalah pewaris sah tradisi Bahirawa Tantra dimana orangnya keras, tetapi dibaliknya ada sisi kelembutan yang luar biasa. Sebagaimana Hyang Bhairawa yang selalu menunjukkan kemurkaannya untuk melebur, dan penuh kelembutan ketika ia mencipta dan memelihara bumi. Nusa Penida, yakni pulau tua yang memberikan keseimbangan Bali dan Bhuwana. 

Sejarah Nusa Penida sangat panjang untuk ditelisik yang bisa dirangkum adalah spirit, Batu KarangArt membangun spiritualitas dari aura pulau Nusa Penida dalam medium kanvas. Panggilan jiwa adalah jawaban dari perupa dimana peran sebagai seniman mengvisualkan spirit didalamnya. 

Kultur, social, alam dan pariwisata itu circle didalamnya, begitu juga dengan keberadaan seni rupa itu sendiri seperti halnya daerah Ubud, Gianyar. kehadiran Walter Spier memberikan warna kesenirupaan perpaduaan seni modern dan tradisi. Kemasyuran nama Walter Spies telah tertulis dalam buku “ Bali Pariwisata Budaya dan Budaya Pariwisata ” karya penulis Perancis Michael Picard ( 2006 ) sempat diulas kiprah Walter Spies sebagai salah satu Pioneer Pariwisata Bali selama menetap di Ubud. Spies tiba di Bali dalam era penjajahan Belanda di tahun 1927 dan menetap belasan tahun di Bali. Selama periode itu Spies menjadi orang yang banyak mengetahui tentang Bali. Dia bahkan menjadi pemandu bagi para seniman, penulis tokoh lainnya yang berkunjung ke Bali.

Sementara  tokoh Puri Ubud kala itu Cokorda Gede Agung Sukawati mengembangkan tempat tinggal Walter Spies yang tak lain merupakan tempat miliknya menjadi Guest House. Seiring berjalannya waktu makin banyak wistawan asing yang berkunjung ke Gianyar khususnya Ubud, sehingga makin bertambah pula sarana dan prasarana penginapan yang dibangun oleh masyarakat setempat.

Apa yang terjadi di Nusa Penida ! kehadiran seni rupa setidaknya melengkapi kepariwisatan Nusa Penida itu sendiri, berkaca dari pengembangan seni dan pariwisata dimana dualitas dihadirkan. 

Dalam karya, Pacul Sudiarsa tetap setia pada abstrak, ia tetap saja menghadirkan nuansa tradisi membumbui tradisi yang kental ditengah masyarakat. Menarik disini. Pakumnya Pacul dari dunia kanvas terbentur kesibukan dunia pariwisata saat kondisi stagnan baru ia kembali ingat pada kawitannya yakni melukis. keceriaan warna yang dimainkan Pacul langkah yang berani combine sedikit warna gelap. 

Hal senada dengan Dewa Merta Nusa, abstrak tidak bisa dilepaskan begitu saja dan bagian dari identitas dirinya. Progesif percikan warna senja dengan kondisi alam Nusa Penida yang mengagumkan divisualkan. Sejuk, kalem kesan yang dihadirkan dalam karyanya. 

Beda halnya dengan Ferri Setiawan “ Roots “ kecenderungan mengarah pada ekspressionis mendistorsi kenyataan dengan efek-efek yang emosional.

Batu karang keras dan kering sudah akrab penduduk kehidupan keras mengingatkan manusia menjalani. Begitu juga kehidupan sebagai nelayan. Hidup dan besar lingkungan pesisir bagi Pan Bayu Made Sumerta bernostalgia kecenderungan ini diexpresikan dalam karyanya. Bermain abstrak dengan tambahan net atau jaring nelayan bagian dari identitas seorang Pan Bayu. Kepekaan Pan Bayu terhadap rutinitas nelayan dihadirkan dalam ranah seni rupa. Pan Bayu asalah salah satu perupa esentrik dalam berkarya. Jaring lusu tidak lagi digunakan nelayan disulap Pan Bayu sebagai bahan dasar lukisan. Sulit emang !

Ada sesuatu benturan disini, Pan Bayu tetap teguh mempertahankan prinsip dalam berkarya mengingat kehidupan pesisir membesarkannya. Setidaknya ada sesuatu ucapan terima kasih melalui karya. Sebagai seorang perupa berkewajiban berani tampil beda pendobrak hegomoni masyarakat. Lipatan semraut jaring ditempel dalam kanvas sedemikian rupa. Aroma laut disatukan di kanvas Pan Bayu telaten dan teliti menempel jaring. Karya Pan Bayu tidak jauh dari lingkungan pesisir namun tetap dengan gaya khas menjadi identitas abstrak. Sapuhan kuah dan goresan palet memainkan warna. Warna biru mendominasi menyesuaikan kehidupan pesisir mengagumkan. Warna biru tidak melulu mendombinasi karya Pan Bayu warna coklat hingga gelap seperti karyanya dibawah laut. [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dalam Bayang-bayang Rock Alternatif di Telinga Kirimu

Next Post

Kisah Seorang Penjudi

Santana Ja Dewa

Santana Ja Dewa

Pecinta kampung halaman. Tinggal di Sampalan, Nusa Penida

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Kisah Seorang Penjudi

Kisah Seorang Penjudi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bali Dilucuti Berkali-kali: Dari Krisis Moneter hingga Krisis Bahan Bakar
Esai

Bali Dilucuti Berkali-kali: Dari Krisis Moneter hingga Krisis Bahan Bakar

SUASANA di sekitar Lapangan Puputan padat seperti biasa ketika saya dan rekan-rekan tim lainnya mengakhiri tugas di salah satu kawasan...

by Pande Susan
October 17, 2026
Krisis BBM dan Ujian Transportasi Publik Bali
Esai

Krisis BBM dan Ujian Transportasi Publik Bali

Ada yang berbeda dari jalanan Denpasar pada pertengahan Oktober ini. Jalan-jalan yang biasanya dipenuhi sepeda motor dan mobil terlihat lebih...

by Angga Wijaya
October 17, 2026
Panduan Lumut — Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir
Buku Tatkala

Panduan Lumut — Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir

Judul: Panduan Lumut -- Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Putri Wijaya ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 17, 2026
Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM
Esai

Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM

LIMA hari sudah antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) memenuhi SPBU di Pulau Bali. Antrean itu tidak hanya...

by I Wayan Artika
October 16, 2026
Ketika BBM Mengusik Kebutuhan Dasar: Membaca Bali dari Kaca Mata Maslow
Esai

Ketika BBM Mengusik Kebutuhan Dasar: Membaca Bali dari Kaca Mata Maslow

BAYANGKAN seorang tenaga medis yang baru saja menerima panggilan darurat. Seorang pasien membutuhkan pertolongan segera dan sudah terbaring di meja...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 16, 2026
Mengantre Bensin, Merayakan Kekalahan
Esai

Mengantre Bensin, Merayakan Kekalahan

ADA kejanggalan ketika mendapatkan bensin harus dirayakan sebagai sebuah kemenangan. Warga rela mengantre berjam-jam, menanti hingga dini hari, bahkan mengorbankan...

by Dede Putra Wiguna
October 16, 2026
Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali
Bahasa

Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali

SECARA pribadi, saya sebisa mungkin menghindari antrean BBM di Bali saat ini. Saya pernah berada di posisi itu dahulu, dan...

by I Made Sudiana
October 16, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Selembar Kain di Antara Aku dan Dunia: Ritual Menutup Gorden Ketika Senja

Ada sebuah tindakan kecil yang hampir selalu kita lakukan tanpa pernah bertanya mengapa. Ketika sore mulai turun, cahaya matahari perlahan...

by Tri Nugroho Adi
October 16, 2026
Hukum Tanah Air Bali
Buku Tatkala

Hukum Tanah Air Bali

Judul: Hukum Tanah Air Bali Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Made Pria Dharsana ISBN: Masih dalam proses Tebal:...

by Buku Tatkala
October 17, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Kemping yang Mencekam

LIBUR semester telah tiba. Mahasiswa dan anak sekolah dapat bersantai. Agung Santoso berencana memanfaatkan libur itu bersama keluarga. Ia ingin...

by Chusmeru
October 15, 2026
𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈
Pameran

𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈

Menteri Luar Negeri India, 𝐃𝐫. 𝐒. 𝐉𝐚𝐢𝐬𝐡𝐚𝐧𝐤𝐚𝐫, 12 Oktober 2026, membuka pameran 𝑁𝑖𝑟ā𝑚𝑎𝑦ā𝑡𝑎: 𝐻𝑒𝑎𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑎𝑛𝑑 𝑊𝑒𝑙𝑙𝑏𝑒𝑖𝑛𝑔 𝑖𝑛 𝑆𝑜𝑢𝑡ℎ 𝐴𝑠𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑒𝑥𝑡𝑠...

by tatkala
October 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co