26 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Panggilan Jiwa dari Batu Karang Art

Santana Ja Dewa by Santana Ja Dewa
September 13, 2020
in Khas
Panggilan Jiwa dari Batu Karang Art

MERASAKAN  “sense of purpose”,  menemukan panggilan jiwa sebagai pertanyaan dengan peran yang dilakoni. Pertempuran pertanyaan yang mengendap dipikiran, peran perupa dalam hal ini rasa “ berkesenian” mencuat meledak-ledak sementara terlalu sibuk akan kegiatan berkarya di luar tanah kelahiran. Tiada waktu sama sekali, belum lagi semangat yang sama dari lainya, ini penyebab mandeknya orgasme ide, akan tetapi sebagai yang lahir dan besar kata wajib terus membayangi, mengumpulkan momentum disaat yang tepat. 

Begitu yang terjadi di Komunitas Seni Rupa Nusa Penida, Batu Karang Art nama yang disahkan.  Nusa Penida sendiri menurut pengamatan para ahli pulau yang dikenal dengan aura spiritualnya muncul dari karang. Dialog terus mencuat merumuskan ide yang yang segar, dari sana spirit yang sama mendedikasikan diri berkesenian secara berkelompok, Pacul Sudiarsa, Ferri “ Roots “ Setiawan, Dewa Merta Nusa serta Pan Bayu Made Sumerta memproklamirkan diri menggelar exhibition. 

Panggilan Jiwa merujuk tema yang menghadirkan karya-karya perupa Nusa Penida lintas generasi secara karya ada realis, surealisme, abstrak, expressionis serta kombinasi tradisi poin yang disajikan sebanyak 28 karya.  Langkah progersif yang dilakukan ini adalah pionir dalam hal berkesenian. Kesibukan berkelana berpameran dimana-mana menerobos waktu dan ruang, benang merah dipertemukan dalam kesempatan yang sama. 

Menelisik pulau yang terletak di sebelah selatan Bali yang dikenal dengan berbagai sebutan tercatat dalam sejarah. Sesuai dengan buku karya Mangku Buda, Babad Nusa menceritakan Nusa Penida diambil dari kata Nusa dan Pandita. Dimana Nusa Penida notabene daerah aura spiritual yang kental.  Sementara Hindia- Belanda menyebut Nusa Penida sebagai The Bandit Island yang menglitimasi kekuasaannya bagi para bagundal-bagundal yang menentang kebijakan dikirim ke Nusa Penida.  Namun demikian, tidak sepenuhnya apa yang ada dalam catatan Belanda bisa dipercaya. Sebab ada kemungkinan politik wacana sengaja dihembuskan. 

Sudut pandang lain, I Ketut Sandika yang merupakan Dosen IHDN Denpasar berpandangan terlepas dari babad dan mitos, yang jelas citra Beliau “ Ratu Gede Mecaling “  akan selalu hadir dalam setiap alam pikir orang Bali dan Nusa. Tidak saja sebagai tokoh, tetapi bisa jadi sebagai ideologi Bhairawa yang teralienasi dengan paham baru. Sengaja ideologi tersebut mereka sebarkan di pulau yang sunyi, jauh dari hiruk pikuk pergumulan agama-agama baru yang sudah diracuni politik agama dan kekuasaan.

Spirit tersebut akan tetap ada di Nusa, sehingga banyak yang datang ingin menyelami dunia Bhairawa yang identik dengan digjaya dan wisesa. Hal inipun kebanyakan tidak diketahui oleh orang Nusa sendiri, bahwa mereka adalah pewaris sah tradisi Bahirawa Tantra dimana orangnya keras, tetapi dibaliknya ada sisi kelembutan yang luar biasa. Sebagaimana Hyang Bhairawa yang selalu menunjukkan kemurkaannya untuk melebur, dan penuh kelembutan ketika ia mencipta dan memelihara bumi. Nusa Penida, yakni pulau tua yang memberikan keseimbangan Bali dan Bhuwana. 

Sejarah Nusa Penida sangat panjang untuk ditelisik yang bisa dirangkum adalah spirit, Batu KarangArt membangun spiritualitas dari aura pulau Nusa Penida dalam medium kanvas. Panggilan jiwa adalah jawaban dari perupa dimana peran sebagai seniman mengvisualkan spirit didalamnya. 

Kultur, social, alam dan pariwisata itu circle didalamnya, begitu juga dengan keberadaan seni rupa itu sendiri seperti halnya daerah Ubud, Gianyar. kehadiran Walter Spier memberikan warna kesenirupaan perpaduaan seni modern dan tradisi. Kemasyuran nama Walter Spies telah tertulis dalam buku “ Bali Pariwisata Budaya dan Budaya Pariwisata ” karya penulis Perancis Michael Picard ( 2006 ) sempat diulas kiprah Walter Spies sebagai salah satu Pioneer Pariwisata Bali selama menetap di Ubud. Spies tiba di Bali dalam era penjajahan Belanda di tahun 1927 dan menetap belasan tahun di Bali. Selama periode itu Spies menjadi orang yang banyak mengetahui tentang Bali. Dia bahkan menjadi pemandu bagi para seniman, penulis tokoh lainnya yang berkunjung ke Bali.

Sementara  tokoh Puri Ubud kala itu Cokorda Gede Agung Sukawati mengembangkan tempat tinggal Walter Spies yang tak lain merupakan tempat miliknya menjadi Guest House. Seiring berjalannya waktu makin banyak wistawan asing yang berkunjung ke Gianyar khususnya Ubud, sehingga makin bertambah pula sarana dan prasarana penginapan yang dibangun oleh masyarakat setempat.

Apa yang terjadi di Nusa Penida ! kehadiran seni rupa setidaknya melengkapi kepariwisatan Nusa Penida itu sendiri, berkaca dari pengembangan seni dan pariwisata dimana dualitas dihadirkan. 

Dalam karya, Pacul Sudiarsa tetap setia pada abstrak, ia tetap saja menghadirkan nuansa tradisi membumbui tradisi yang kental ditengah masyarakat. Menarik disini. Pakumnya Pacul dari dunia kanvas terbentur kesibukan dunia pariwisata saat kondisi stagnan baru ia kembali ingat pada kawitannya yakni melukis. keceriaan warna yang dimainkan Pacul langkah yang berani combine sedikit warna gelap. 

Hal senada dengan Dewa Merta Nusa, abstrak tidak bisa dilepaskan begitu saja dan bagian dari identitas dirinya. Progesif percikan warna senja dengan kondisi alam Nusa Penida yang mengagumkan divisualkan. Sejuk, kalem kesan yang dihadirkan dalam karyanya. 

Beda halnya dengan Ferri Setiawan “ Roots “ kecenderungan mengarah pada ekspressionis mendistorsi kenyataan dengan efek-efek yang emosional.

Batu karang keras dan kering sudah akrab penduduk kehidupan keras mengingatkan manusia menjalani. Begitu juga kehidupan sebagai nelayan. Hidup dan besar lingkungan pesisir bagi Pan Bayu Made Sumerta bernostalgia kecenderungan ini diexpresikan dalam karyanya. Bermain abstrak dengan tambahan net atau jaring nelayan bagian dari identitas seorang Pan Bayu. Kepekaan Pan Bayu terhadap rutinitas nelayan dihadirkan dalam ranah seni rupa. Pan Bayu asalah salah satu perupa esentrik dalam berkarya. Jaring lusu tidak lagi digunakan nelayan disulap Pan Bayu sebagai bahan dasar lukisan. Sulit emang !

Ada sesuatu benturan disini, Pan Bayu tetap teguh mempertahankan prinsip dalam berkarya mengingat kehidupan pesisir membesarkannya. Setidaknya ada sesuatu ucapan terima kasih melalui karya. Sebagai seorang perupa berkewajiban berani tampil beda pendobrak hegomoni masyarakat. Lipatan semraut jaring ditempel dalam kanvas sedemikian rupa. Aroma laut disatukan di kanvas Pan Bayu telaten dan teliti menempel jaring. Karya Pan Bayu tidak jauh dari lingkungan pesisir namun tetap dengan gaya khas menjadi identitas abstrak. Sapuhan kuah dan goresan palet memainkan warna. Warna biru mendominasi menyesuaikan kehidupan pesisir mengagumkan. Warna biru tidak melulu mendombinasi karya Pan Bayu warna coklat hingga gelap seperti karyanya dibawah laut. [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dalam Bayang-bayang Rock Alternatif di Telinga Kirimu

Next Post

Kisah Seorang Penjudi

Santana Ja Dewa

Santana Ja Dewa

Pecinta kampung halaman. Tinggal di Sampalan, Nusa Penida

Related Posts

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
0
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

Read moreDetails

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails
Next Post
Kisah Seorang Penjudi

Kisah Seorang Penjudi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono
Ulas Rupa

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

by Jaswanto
September 26, 2026
Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka
Ulas Musik

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran
Esai

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan
Esai

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12
Ulas Film

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998
Ulas Film

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar
Khas

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

by Jaswanto
September 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co