6 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Panggilan Jiwa dari Batu Karang Art

Santana Ja Dewa by Santana Ja Dewa
September 13, 2020
in Khas
Panggilan Jiwa dari Batu Karang Art

MERASAKAN  “sense of purpose”,  menemukan panggilan jiwa sebagai pertanyaan dengan peran yang dilakoni. Pertempuran pertanyaan yang mengendap dipikiran, peran perupa dalam hal ini rasa “ berkesenian” mencuat meledak-ledak sementara terlalu sibuk akan kegiatan berkarya di luar tanah kelahiran. Tiada waktu sama sekali, belum lagi semangat yang sama dari lainya, ini penyebab mandeknya orgasme ide, akan tetapi sebagai yang lahir dan besar kata wajib terus membayangi, mengumpulkan momentum disaat yang tepat. 

Begitu yang terjadi di Komunitas Seni Rupa Nusa Penida, Batu Karang Art nama yang disahkan.  Nusa Penida sendiri menurut pengamatan para ahli pulau yang dikenal dengan aura spiritualnya muncul dari karang. Dialog terus mencuat merumuskan ide yang yang segar, dari sana spirit yang sama mendedikasikan diri berkesenian secara berkelompok, Pacul Sudiarsa, Ferri “ Roots “ Setiawan, Dewa Merta Nusa serta Pan Bayu Made Sumerta memproklamirkan diri menggelar exhibition. 

Panggilan Jiwa merujuk tema yang menghadirkan karya-karya perupa Nusa Penida lintas generasi secara karya ada realis, surealisme, abstrak, expressionis serta kombinasi tradisi poin yang disajikan sebanyak 28 karya.  Langkah progersif yang dilakukan ini adalah pionir dalam hal berkesenian. Kesibukan berkelana berpameran dimana-mana menerobos waktu dan ruang, benang merah dipertemukan dalam kesempatan yang sama. 

Menelisik pulau yang terletak di sebelah selatan Bali yang dikenal dengan berbagai sebutan tercatat dalam sejarah. Sesuai dengan buku karya Mangku Buda, Babad Nusa menceritakan Nusa Penida diambil dari kata Nusa dan Pandita. Dimana Nusa Penida notabene daerah aura spiritual yang kental.  Sementara Hindia- Belanda menyebut Nusa Penida sebagai The Bandit Island yang menglitimasi kekuasaannya bagi para bagundal-bagundal yang menentang kebijakan dikirim ke Nusa Penida.  Namun demikian, tidak sepenuhnya apa yang ada dalam catatan Belanda bisa dipercaya. Sebab ada kemungkinan politik wacana sengaja dihembuskan. 

Sudut pandang lain, I Ketut Sandika yang merupakan Dosen IHDN Denpasar berpandangan terlepas dari babad dan mitos, yang jelas citra Beliau “ Ratu Gede Mecaling “  akan selalu hadir dalam setiap alam pikir orang Bali dan Nusa. Tidak saja sebagai tokoh, tetapi bisa jadi sebagai ideologi Bhairawa yang teralienasi dengan paham baru. Sengaja ideologi tersebut mereka sebarkan di pulau yang sunyi, jauh dari hiruk pikuk pergumulan agama-agama baru yang sudah diracuni politik agama dan kekuasaan.

Spirit tersebut akan tetap ada di Nusa, sehingga banyak yang datang ingin menyelami dunia Bhairawa yang identik dengan digjaya dan wisesa. Hal inipun kebanyakan tidak diketahui oleh orang Nusa sendiri, bahwa mereka adalah pewaris sah tradisi Bahirawa Tantra dimana orangnya keras, tetapi dibaliknya ada sisi kelembutan yang luar biasa. Sebagaimana Hyang Bhairawa yang selalu menunjukkan kemurkaannya untuk melebur, dan penuh kelembutan ketika ia mencipta dan memelihara bumi. Nusa Penida, yakni pulau tua yang memberikan keseimbangan Bali dan Bhuwana. 

Sejarah Nusa Penida sangat panjang untuk ditelisik yang bisa dirangkum adalah spirit, Batu KarangArt membangun spiritualitas dari aura pulau Nusa Penida dalam medium kanvas. Panggilan jiwa adalah jawaban dari perupa dimana peran sebagai seniman mengvisualkan spirit didalamnya. 

Kultur, social, alam dan pariwisata itu circle didalamnya, begitu juga dengan keberadaan seni rupa itu sendiri seperti halnya daerah Ubud, Gianyar. kehadiran Walter Spier memberikan warna kesenirupaan perpaduaan seni modern dan tradisi. Kemasyuran nama Walter Spies telah tertulis dalam buku “ Bali Pariwisata Budaya dan Budaya Pariwisata ” karya penulis Perancis Michael Picard ( 2006 ) sempat diulas kiprah Walter Spies sebagai salah satu Pioneer Pariwisata Bali selama menetap di Ubud. Spies tiba di Bali dalam era penjajahan Belanda di tahun 1927 dan menetap belasan tahun di Bali. Selama periode itu Spies menjadi orang yang banyak mengetahui tentang Bali. Dia bahkan menjadi pemandu bagi para seniman, penulis tokoh lainnya yang berkunjung ke Bali.

Sementara  tokoh Puri Ubud kala itu Cokorda Gede Agung Sukawati mengembangkan tempat tinggal Walter Spies yang tak lain merupakan tempat miliknya menjadi Guest House. Seiring berjalannya waktu makin banyak wistawan asing yang berkunjung ke Gianyar khususnya Ubud, sehingga makin bertambah pula sarana dan prasarana penginapan yang dibangun oleh masyarakat setempat.

Apa yang terjadi di Nusa Penida ! kehadiran seni rupa setidaknya melengkapi kepariwisatan Nusa Penida itu sendiri, berkaca dari pengembangan seni dan pariwisata dimana dualitas dihadirkan. 

Dalam karya, Pacul Sudiarsa tetap setia pada abstrak, ia tetap saja menghadirkan nuansa tradisi membumbui tradisi yang kental ditengah masyarakat. Menarik disini. Pakumnya Pacul dari dunia kanvas terbentur kesibukan dunia pariwisata saat kondisi stagnan baru ia kembali ingat pada kawitannya yakni melukis. keceriaan warna yang dimainkan Pacul langkah yang berani combine sedikit warna gelap. 

Hal senada dengan Dewa Merta Nusa, abstrak tidak bisa dilepaskan begitu saja dan bagian dari identitas dirinya. Progesif percikan warna senja dengan kondisi alam Nusa Penida yang mengagumkan divisualkan. Sejuk, kalem kesan yang dihadirkan dalam karyanya. 

Beda halnya dengan Ferri Setiawan “ Roots “ kecenderungan mengarah pada ekspressionis mendistorsi kenyataan dengan efek-efek yang emosional.

Batu karang keras dan kering sudah akrab penduduk kehidupan keras mengingatkan manusia menjalani. Begitu juga kehidupan sebagai nelayan. Hidup dan besar lingkungan pesisir bagi Pan Bayu Made Sumerta bernostalgia kecenderungan ini diexpresikan dalam karyanya. Bermain abstrak dengan tambahan net atau jaring nelayan bagian dari identitas seorang Pan Bayu. Kepekaan Pan Bayu terhadap rutinitas nelayan dihadirkan dalam ranah seni rupa. Pan Bayu asalah salah satu perupa esentrik dalam berkarya. Jaring lusu tidak lagi digunakan nelayan disulap Pan Bayu sebagai bahan dasar lukisan. Sulit emang !

Ada sesuatu benturan disini, Pan Bayu tetap teguh mempertahankan prinsip dalam berkarya mengingat kehidupan pesisir membesarkannya. Setidaknya ada sesuatu ucapan terima kasih melalui karya. Sebagai seorang perupa berkewajiban berani tampil beda pendobrak hegomoni masyarakat. Lipatan semraut jaring ditempel dalam kanvas sedemikian rupa. Aroma laut disatukan di kanvas Pan Bayu telaten dan teliti menempel jaring. Karya Pan Bayu tidak jauh dari lingkungan pesisir namun tetap dengan gaya khas menjadi identitas abstrak. Sapuhan kuah dan goresan palet memainkan warna. Warna biru mendominasi menyesuaikan kehidupan pesisir mengagumkan. Warna biru tidak melulu mendombinasi karya Pan Bayu warna coklat hingga gelap seperti karyanya dibawah laut. [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dalam Bayang-bayang Rock Alternatif di Telinga Kirimu

Next Post

Kisah Seorang Penjudi

Santana Ja Dewa

Santana Ja Dewa

Pecinta kampung halaman. Tinggal di Sampalan, Nusa Penida

Related Posts

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
0
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

Read moreDetails

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

by Emi Suy
November 1, 2026
0
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

Read moreDetails

Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

by Wahyu Mahaputra
October 30, 2026
0
Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

SETIDAKNYA 7,05 juta wisatawan mancanegara melintasi pintu gerbang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai setiap tahunnya. Bali telah lama...

Read moreDetails

Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

by Nyoman Budarsana
October 30, 2026
0
Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

WAJAH-wajah polos penuh semangat memenuhi Jimbaran Hub, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Kamis pagi, 29 Oktober 2026. Sisa air hujan...

Read moreDetails

Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
0
Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

ALUNAN lembut gamelan gangsa dan moncong reong berpadu dengan tembang-tembang klasik nan sakral, menghadirkan suasana khidmat yang sarat nuansa spiritual....

Read moreDetails

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
0
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

Read moreDetails

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails
Next Post
Kisah Seorang Penjudi

Kisah Seorang Penjudi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

SARASWATI DI INDIA

— Catatan Harian Sugi Lanus, 31 Oktober 2026 * SEMINGGU menjelang Hari Saraswati, Sabtu, 31 Oktober 2026, saya masih keluyuran...

by Sugi Lanus
November 6, 2026
“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti
Ulas Musik

“Kozmic Blues”: Bertahan di Tengah Hidup yang Tak Pasti

ADA masa ketika kita merasa hidup sudah berjalan terlalu jauh, tetapi kita sendiri belum sampai ke mana-mana. Waktu terus bergerak,...

by Ahmad Sihabudin
November 6, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Libatkan Ratusan Kreator, Tarik Lebih dari 15.000 Pengunjung

SELAMA dua hari, Taman Pecangakan, Negara, menjelma menjadi ruang perjumpaan bagi ribuan orang dengan beragam gagasan dan karya kreatif. Musik...

by tatkala
November 6, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Karman dan Wajah di Balik Gorden

Ada orang yang berkeliaran di jalanan  dan  kita sebut “gila”, tetapi mungkin hanya terlalu lama sendirian. PAGI itu seorang ibu...

by Tri Nugroho Adi
November 6, 2026
Harmoni dan Ironi Pendidikan
Buku Tatkala

Harmoni dan Ironi Pendidikan

Judul: Harmoni dan Ironi Pendidikan Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. ISBN: Masih dalam...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India
Panggung

Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India

DI atas panggung di Bengaluru, dua tradisi pewayangan bertemu dalam satu cerita. Wayang boneka India membuka kisah, sementara wayang kulit...

by Nyoman Budarsana
November 5, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Daftar Hadir Terakhir Reuni

GEDUNG SMP negeri di kota Cilacap itu masih belum berubah. Bangunan tua dengan pintu dan jendela kayu jati yang besar...

by Chusmeru
November 5, 2026
Dari Sadap Nira ke Sadap Data
Bahasa

Dari Sadap Nira ke Sadap Data

DALAM beberapa kali kunjungan dan penelitian kebahasaan di Desa Pedawa, Buleleng, saya kagum pada kekayaan tradisi desa Bali Aga yang unik ini. Salah...

by I Made Sudiana
November 5, 2026
Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya
Buku Tatkala

Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya

Judul: Wacana Manggala Pewayangan - Dalang dan Kegelisahannya Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Gusti Made Darma Putra,...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Ketika “Sebentar” Jadi Kata Paling Mahal: Kelalaian jadikan Anak sebagai Korban

LINIMASA saya di bulan Oktober dipenuhi dua kabar yang membuat dada sesak. Dua-duanya soal anak kecil yang ditinggal orang tuanya....

by Fitria Hani Aprina
November 4, 2026
Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan
Ulas Pentas

Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan

PENTAS teater tubuh berlangsung dua malam di Gedung Kesenian Cak Durasim Taman Budaya Jawa Timur, 1-2 November 2026. Malam pertama...

by Silvester Petara Hurit
November 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Esai

Kuasa dalam Perjanjian Jual Beli Tanah dan Bangunan

PEMBERIAN kuasa adalah suatu perjanjian yang memberikan kekuasaan kepada seseorang untuk menerima dan melaksanakan suatu urusan atas nama pemberi kuasa...

by I Made Pria Dharsana
November 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co