3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pandemi dan Gangguan Kecemasan Gelombang Kedua

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ by dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ
June 12, 2020
in Esai
Ketidakpastian Pandemi: Dukungan Psikososial Vs Teori Konspirasi

Ilustrasi tatkala.co | Nana Partha

Ada hal yang sampai sekarang sebenarnya tidak ingin saya bahas tetapi keadaan ini masih perlu mendapatkan perhatian yaitu pandemi Covid-19. Pandangan menarik yang saya lihat, tampaknya pandemi Covid-19 ini akan berlangsung lama dan mengubah cukup banyak tatanan kehidupan kita. Termasuk mungkin saja akan mengubah jenis dan konten gangguan mental yang terjadi di sekitar kita. Saya seperti juga Anda juga akan menjadi saksi atas perubahan-perubahan ini.

Dari sisi kesehatan mental, sebenarnya tanpa pandemi ini pun Indonesia khususnya Bali mempunyai pekerjaan rumah yang cukup banyak tersisa. Di Indonesia untuk gangguan mental emosional diatas usia 18 tahun terjadi pada 6% penduduk dan PR-nya adalah 91% di antaranya belum mendapatkan pertolongan.

Jadi kalau ada 10 orang belum tentu ada 1 orang depresi yang mendapatkan pertolongan. Untuk gangguan jiwa berat atau skizofrenia, provinsi Bali saat ini masih menjadi peringkat pertama di Indonesia persentase penduduk yang mengalami skizofrenia, yaitu 11 per 1000 dari rumah tangga warga Bali mengalami skizofrenia. Tentu saja sebagian diantaranya tidak diobati, dan masih ada yang terpasung.

Data diatas ada tanpa peran pandemi Covid-19. Bagaimana setelah itu? Keadaan terkini, dari beberapa hal yang diungkapkan teman sejawat saya jumlah gangguan mental yang kini meningkat pesat adalah hal-hal yang menyangkut gangguan kecemasan, gangguan kecanduan dan gangguan depresi. Angka yang terlihat gangguan-gangguan tersebut meningkat hingga dua kali lipat bahkan lebih.

Tipe Gangguan Kecemasan

Saya ingin membahas soal kecemasan yang sebelumnya pada kolom Jumat Mantap Jiwa (Jumanji) beberapa kali saya singgung. Mari kita lihat dari tipe-tipe sumber kecemasan. Ada dua tipe gangguan kecemasan. Pertama, Precrastination. Gangguan ini terjadi pada orang-orang yang terlalu cepat bertindak atau mengambil keputusan, sembrono. Hanya melihat sebagian data kemudian mengambil kesimpulan. Sering membuat kesalahan, sering cepat berubah dalam mengambil keputusan dan hal itu menyebabkan pengambilan keputusan yang terlalu dini.

Misalnya ada orang punya deadline satu bulan tapi dari sekarang sudah dikerjakan bahkan tiga minggu sebelumnya sudah selesai. Kelihatannya memang rajin, tetapi itu sebenarnya ingin menuntaskan kecemasannya dengan lebih cepat. Daripada saya cemas sebulan lebih baik saya kerjakan lebih awal, itu yang ada dalam pikirannya.

Bagaimana hal seperti ini jika dikaitkan dengan pandemi Covid-19? Biasanya ketika awal mendapatkan informasi tentang pandemi, bahayanya dia sudah mengisolasi dirinya atau tinggal di rumah bahkan sebelum ada anjuran pemerintah. Dan ketika keadaan sudah agak membaik tetapi belum benar-benar baik, dia juga sudah menyelesaikan isolasi dirinya di rumah. Paling cepat bekerja dan sebagainya.

Ciri lainnya, sangat terpengaruh dari pemberitaan media yang dia baca. Biasa terpengaruh oleh teori-teori konspirasi sehingga cenderung terlalu lebay tapi kadang terlalu abai. Hal ini sering saya temui pada klien di tempat praktik saya, gangguan kecemasan sering terjadi pada orang-orang seperti ini. Sangat reaktif terhadap penberitaan dan sangat reaktif terhadap perubahan.

Sekarang ini yang perlu mendapat perhatian kita bersama adalah soal ancaman the second wave atau gelombang kedua Covid-19. Kalau kita katakan sementara minggu lalu atau dua minggu lalu pandemi cukup mereda dan kita membicarakan new normal, kinikok kelihatannya cukup menaik dan beberapa hari yang lalu justru terjadi peningkatan tertinggi selama pandemi di Indonesia.

Pada orang-orang tipe ini akan segera mengalami kecemasan dan jika tidak ditangani akan mengalami gangguan kecemasan. Tipe gangguan kecemasan kedua yakni Procrastination. Itu kebalikan dari tipe pertama, justru selalu menunda-nunda. Jadi kalau ada tugas sering dikerjakan pada last minute atau menit-menit terakhir. Sangat perfeksionis, hasilnya harus bagus, dikerjakan tetapi hasil pekerjaan itu tidak dikumpul-kumpul. Selalu menunda, berharap ketika last minute ada energi yang luar biasa untuk menyelesaikan hal itu. Merasa semuanya ada dalam kendali dia.

Kita tahu bahwa dalam kehidupan kita ada hal-hal berada di dalam kendali kita dan ada yang berada di luar kendali kita, misalnya wabah ini. Bagaimana orang lain bersikap terhadap wabah adalah di luar kendali kita. Bagaimana keputusan pemerintah mengatur diri kita itu adalah juga di luar kendali kita.

Orang-orang pada tipe ini akan sangat terganggu dengan apa pun yang pemerintah lakukan. Sangat terganggu atas respon orang lain menghadapi pandemi. Tentu saja, sangat telat menghadapi perubahan. Ada juga klien yang saya temui mengalami gangguan kecemasan di mana dari awal sampai sekarang masih mengisolasi diri. Jadi ketika hendak berkonsultasi dengan saya masih secara daring (online) dan sampai saat strict melakukan isolasi diri di rumah.

Dan, sangat terpengaruh oleh pemberitaan, melihat atau membaca kenaikan orang yang positif terjangkit virus Corona. Jadi selalu update tentang hal itu. Ini tentu bisa menyebabkan kecemasan yang berujung pada gangguan kecemasan.

Gangguan yang Meningkat

Dua sumber tadi menyebabkan angka gangguan kecemasan di masyarakat meningkat. Sayangnya, tidak banyak yang mencari pertolongan sehingga gangguan kecemasannya akan memburuk. Ada juga tipe gangguan mental yang akhir-akhir ini sangat meningkat yaitu kecanduan, baik kecanduan zat berupa alkohol. Selain itu peningkatan kecanduan nikotin, dan juga psikotropika atau narkotika.

Juga kecanduan perilaku, misalnya kecanduan internet dan kecanduan game online karena di masa pandemi kehidupan sosial dibatasi jadi akhirnya kecanduan yang muncul berhubungan dengan teknologi.

Sebenarnya kecanduan ada hubungannya dengan kecemasan. Ketika kita mengalami kecemasan, kita berusaha mengobati diri kita sendiri dengan minum alkohol yang eksesif dengan jumlah yang luar biasa dan tergantung mood kita. Bahayanya adalah ketika kita mengalami kecanduan seperti ini menyebabkan paranoid, kita makin curiga dan memilih informasi hanya yang kita inginkan saja.

Makanya tak heran orang-orang seperti ini sangat mempercayai teori konspirasi, yaitu bagaimana dia tidak percaya bahwa pandemi Covid-19 adalah sesuatu yang nyata sehingga mengabaikan data-data ilmu pengetahuan. Kemudian merangkai rangkaian pikiran-pikirannya sendiri dan sering mencetuskan hal-hal emosional di media sosial. Hal ini harus kita sikapi bersama karena kalau tidak maka angka gangguan kecemasan akan makin tinggi.

Kemarin saya bertemu klien seperti ini yang mengatakan bahwa konspirasi terkait Covid-19 sudah semakin besar, karena kini orang-orang yang bicara di YouTube dan media sosial tentang teori konspirasi di-take down oleh penyelenggara media sosial.

Menurut dia hal itu makin menguatkan adanya konspirasi. Padahal sebenarnya kalau dipikir dengan perspektif lain hal itu adalah usaha yang sangat baik untuk membatasi informasi yang tidak benar, sehingga masyarakat dapat merespon dengan baik ketika menghadapi pandemi.

Ilmu Pengetahuan Sejati

Tapi apapun itu, sebenarnya pandemi ini bukan soal kita takut atau tidak takut, bukan soal cemas atau tidak cemas. Orang cemas pun bisa mengalami Covid-19, dan orang yang tidak cemas pun bisa mengalaminya. Tetapi bagaimana kita fokus pada hal-hal yang bisa kita kendalikan, dan bisa pasrah atau memaklumi untuk hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan.

Seperti ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan yang sejati harus kita percayai karena dia tidak mengenal apapun pandangan politik kita, apapun agama kita, ataupun latar belakang kita. Ketika kita bicara soal ilmu pengetahuan sejati, itu terjadi tanpa melihat latar belakang kita.

Sama halnya dengan gravitasi. Anda boleh berbeda agama, berbeda ras, berbeda latar belakang atau berbeda pandangan politik, tapi karena gravitasi itu bersifat nyata kita semua mengalami gravitasi. Entah kita percaya atau tidak percaya akan gravitasi, kita tetap mengalami gravitasi. Hal yang sama berlaku pada pandemi Covid-19. Mudah-mudahan the second wave tak seburuk yang kita bayangkan dan kita semua tetap berada dalam keadaan mantap jiwa dan raga. [T]

Tags: kesehatankesehatan jiwapandemi
Share115TweetSendShareSend
Previous Post

Kegelisahan, Pengalaman Empirik, dan Kecintaan Terhadap “Natah Palekadan” – Pengantar Buku Orang Desa Bicara Desa

Next Post

Nusa Penida, Kecamatan Rasa Kepulauan – Istimewakah?

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

Psikiater di Klinik Utama Sudirman Medical Center (SMC) Denpasar, Founder Rumah Berdaya, Pegiat kesehatan jiwa di Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) simpul Bali dan Komunitas Teman Baik

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Nusa Penida, Kecamatan Rasa Kepulauan – Istimewakah?

Nusa Penida, Kecamatan Rasa Kepulauan - Istimewakah?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co