4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Revolusi Tidur

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ by dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ
June 5, 2020
in Esai
Ketidakpastian Pandemi: Dukungan Psikososial Vs Teori Konspirasi

Ilustrasi tatkala.co | Nana Partha

Mangan Koyo Ratu, Turu Koyo Asu

(Makan Bagai Raja, Tidur Bak Seekor Anjing)

-Tulisan di belakang truk jalur Denpasar-Gilimanuk


Hal yang paling sering kita bicarakan belakangan ini adalah tentang new normal atau kenormalan baru. Sebenarnya bisa saja kita maknai ini juga sebagai sebuah revolusi. Seperti kita ketahui, revolusi adalah perubahan tatanan sosial dan budaya yang terjadi secara mendadak. Bisa saja direncanakan atau sebenarnya dipaksa, seperti belakangan kita dipaksa membuat tatanan aktivitas baru, cara-cara interaksi baru agar kita tetap bisa survive.

Jadi kalau sebelumnya ada revolusi industri dan revolusi teknologi, mungkin sekarang yang terjadi adalah revolusi bumi. Bagaimana bumi membuat kita harus melakukan revolusi pada diri kita dengan tataran yang baru. Revolusi memang selalu tidak menyenangkan, rasanya seperti bangun tidur. Tak ada bangun tidur yang menyenangkan. Awalnya kita kaget tapi lama-lama mungkin saja kita akan bisa menikmatinya.

Tanpa kita sadari, sebenarnya revolusi tengah berjalan di tempat tidur. Kalau dulu pekerja keras dan orang sukses selalu diasosiasikan berada di kantor yang megah, sebenarnya kini bisnis-bisnis besar justru dijalankan oleh anak-anak muda dari laptop di atas tempat tidur secara daring (online). Segala kebutuhan pun bisa dipesan secara daring dari tempat tidur.

Kumbakarna

Bicara tentang revolusi dan tidur, ada cerita yang sering saya ingat yaitu tentang Kumbakarna, sosok yang kontroversial, maha sakti dan diceritakan mempunyai kemampuan tidur yang sangat panjang dan sulit dibangunkan.

Dalam pikiran saya, andaikan Kumbakarna tidak bangun mungkin perang yang terjadi di Alengka tidak akan sedahsyat seperti apa yang diceritakan sekarang.  Hari ini dan sebelumnya kita melihat bagaimana muncul meme-meme yang beredar bagaimana pandemi Covid-19 mustinya bisa lewat, berjalan mulus tanpa banyak menimbulkan korban andaikan kita semua melakukan kegiatan di rumah saja.

Andaikan semua penduduk bisa tidur-tiduran saja di rumah mungkin saja penyebaran Covid-19 tidak akan semasif sekarang. Bisa jadi ini adalah revolusi tidur, ketika semua orang tidur-tiduran penyebaran Covid-19 akan mereda.

Tapi tentu saja tidak bisa demikian, karena kita punya kebutuhan, kita perlu beraktivitas dan tentu saja akhirnya kita harus menjalani new normal. Kesehatan jiwa sebetulnya sangat berhubungan dengan tidur. Tanpa kita sadari sebenarnya sepertiga dari kehidupan kita isi dengan tidur. Jadi kalau umur kita 90 tahun, 30 tahun  kita dihabiskan dengan tidur.

Pil Tidur

Tidur banyak gunanya, di antaranya untuk me-restore memori atau ingatan dan mengoptimalkan hormon-hormon dan zat yang mengatur metabolisme tubuh kita. Tidur sangat dipengaruhi oleh pemikiran. Ketika pandemi Covid-19 seperti sekarang banyak orang menjadi sulit tidur.

Padahal sebenarnya, orang yang mengalami gangguan tidur tidak memerlukan pil tidur. Tetapi kita harus mencari sumbernya. Hampir sebagian besar insomnia atau gangguan tidur itu sumbernya adalah pada gangguan mental misalnya gangguan kecemasan, gangguan depresi ataupun hal lainnya.

Seringkali kita berpikir mudah. Karena tidak bisa tidur kita butuh obat tidur. Padahal kalau kita berusaha mengatasi gangguan cemas-nya, gangguan depresi-nya barulah kemudian kita bisa secara natural tidur kembali. Ada yang kemudian mencoba obat-obat herbal yang diiklankan di media sosial, ada juga yang berusaha mati-matian untuk tidur.

Padahal kita tahu tidur bukan diusahakan, tetapi dia terjadi begitu saja. Ketika kita normal, kita bisa tidur tanpa kita rencanakan dan bangun juga tanpa perencanaan. Alangkah nikmatnya jika seperti itu. Tapi sering kali yang bertemu dengan saya justru para klien yang berusaha mati-matian bahkan “membeli” tidurnya.

Sleep Hygiene

Langkah awal yang paling mudah tentu saja adalah melakukan Sleep Hygiene atau memperbaiki hygiene tidur kita. Hal-hal yang mudah adalah memotong waktu berbaring kita di tempat tidur dan tidak tidur. Seringkali kesalahan orang yang mengalami sulit tidur adalah mengembalikan atau memaksa tidurnya di jam-jam yang seharusnya.

Misalnya walaupun tidak mengantuk karena sudah jam 9 malam kemudian tetap berbaring. Ya, namanya tidak mengantuk tentu sulit untuk tidur. Di situlah kita tersiksa, bolak-balik badan, pikiran mengembara kemana-mana tentang yang dulu-dulu ataupun yang akan datang dan membuat diri kita trauma.

Selalu melihat jam, mengurangi jam waktu bangun kita dengan hari itu; “Wah, tinggal 4 jam bagaimana tidur 4 jam bagaimana besok saya akan bisa beraktivitas”. Kita sedang memberi makan kecemasan kita dan tentu saja mengakibatkan makin sulit tidur. Jadi, tidurlah hanya saat kita mengantuk. Ketika sudah mengantuk berbaringlah. Kalau ngantuknya hilang bangunlah. Tetaplah beraktivitas sebagaimana mestinya.

Di saat hendak tidur, persiapkan tempat tidur yang nyaman. Jadikan tempat tidur hanya untuk tidur, jangan melakukan aktivitas lain misalnya membaca, menonton atau mengobrol di tempat tidur. Bila perlu sementara hilangkan atau jauhkan jam dinding di kamar kita. Itu hanya akan membuat diri kita makin cemas. Lakukan hal-hal tadi, berusaha untuk rileks, nyaman, dan fokus hanya suara nafas kita, hadir di saat itu

Hal di atas adalah upaya mandiri memperbaiki sleep hygiene tadi. Tetapi kalau hal-hal tadi tidak bisa membantu ada baiknya kita berkonsultasi, dan penting sekali untuk tidak menyalahgunakan pil tidur. Dengan berkonsultasi ke psikiater kita jadi tahu sumber-sumber penyebab kita tidak bisa tidur. Kalau memang gangguan cemas, cemasnya diatasi dan apabila mengalami gangguan depresi, depresinya  yang diatasi.

Hal-hal itu akan sangat bermanfaat bagi kita. Ini yang saya namakan dengan revolusi tidur, revolusi yang bisa kita mulai dari tempat tidur. Dengan awal tidur yang baik keesokan harinya kita merasa segar dan bisa beraktivitas dengan normal. Ingatan kita baik, fungsi-fungsi hormon dalam tubuh kita baik yang membat kita siap menghadapi perubahan apapun yang terjadi dalam hidup kita. Jadi untuk menyambut new normal mari melakukan revolusi yang dimulai dari tempat tidur kita. Salam mantap jiwa. [T]

Tags: kesehatan jiwanew normlapandemirevolusitidur
Share41TweetSendShareSend
Previous Post

Hati-Hati, Jangan “Mati” Karena Ekspektasi

Next Post

Soekarno: Pemimpin yang Mendengarkan Ahli Bahasa dan Sastra

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

Psikiater di Klinik Utama Sudirman Medical Center (SMC) Denpasar, Founder Rumah Berdaya, Pegiat kesehatan jiwa di Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) simpul Bali dan Komunitas Teman Baik

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Soekarno: Pemimpin yang Mendengarkan Ahli Bahasa dan Sastra

Soekarno: Pemimpin yang Mendengarkan Ahli Bahasa dan Sastra

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co