25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Revolusi Tidur

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ by dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ
June 5, 2020
in Esai
Ketidakpastian Pandemi: Dukungan Psikososial Vs Teori Konspirasi

Ilustrasi tatkala.co | Nana Partha

Mangan Koyo Ratu, Turu Koyo Asu

(Makan Bagai Raja, Tidur Bak Seekor Anjing)

-Tulisan di belakang truk jalur Denpasar-Gilimanuk


Hal yang paling sering kita bicarakan belakangan ini adalah tentang new normal atau kenormalan baru. Sebenarnya bisa saja kita maknai ini juga sebagai sebuah revolusi. Seperti kita ketahui, revolusi adalah perubahan tatanan sosial dan budaya yang terjadi secara mendadak. Bisa saja direncanakan atau sebenarnya dipaksa, seperti belakangan kita dipaksa membuat tatanan aktivitas baru, cara-cara interaksi baru agar kita tetap bisa survive.

Jadi kalau sebelumnya ada revolusi industri dan revolusi teknologi, mungkin sekarang yang terjadi adalah revolusi bumi. Bagaimana bumi membuat kita harus melakukan revolusi pada diri kita dengan tataran yang baru. Revolusi memang selalu tidak menyenangkan, rasanya seperti bangun tidur. Tak ada bangun tidur yang menyenangkan. Awalnya kita kaget tapi lama-lama mungkin saja kita akan bisa menikmatinya.

Tanpa kita sadari, sebenarnya revolusi tengah berjalan di tempat tidur. Kalau dulu pekerja keras dan orang sukses selalu diasosiasikan berada di kantor yang megah, sebenarnya kini bisnis-bisnis besar justru dijalankan oleh anak-anak muda dari laptop di atas tempat tidur secara daring (online). Segala kebutuhan pun bisa dipesan secara daring dari tempat tidur.

Kumbakarna

Bicara tentang revolusi dan tidur, ada cerita yang sering saya ingat yaitu tentang Kumbakarna, sosok yang kontroversial, maha sakti dan diceritakan mempunyai kemampuan tidur yang sangat panjang dan sulit dibangunkan.

Dalam pikiran saya, andaikan Kumbakarna tidak bangun mungkin perang yang terjadi di Alengka tidak akan sedahsyat seperti apa yang diceritakan sekarang.  Hari ini dan sebelumnya kita melihat bagaimana muncul meme-meme yang beredar bagaimana pandemi Covid-19 mustinya bisa lewat, berjalan mulus tanpa banyak menimbulkan korban andaikan kita semua melakukan kegiatan di rumah saja.

Andaikan semua penduduk bisa tidur-tiduran saja di rumah mungkin saja penyebaran Covid-19 tidak akan semasif sekarang. Bisa jadi ini adalah revolusi tidur, ketika semua orang tidur-tiduran penyebaran Covid-19 akan mereda.

Tapi tentu saja tidak bisa demikian, karena kita punya kebutuhan, kita perlu beraktivitas dan tentu saja akhirnya kita harus menjalani new normal. Kesehatan jiwa sebetulnya sangat berhubungan dengan tidur. Tanpa kita sadari sebenarnya sepertiga dari kehidupan kita isi dengan tidur. Jadi kalau umur kita 90 tahun, 30 tahun  kita dihabiskan dengan tidur.

Pil Tidur

Tidur banyak gunanya, di antaranya untuk me-restore memori atau ingatan dan mengoptimalkan hormon-hormon dan zat yang mengatur metabolisme tubuh kita. Tidur sangat dipengaruhi oleh pemikiran. Ketika pandemi Covid-19 seperti sekarang banyak orang menjadi sulit tidur.

Padahal sebenarnya, orang yang mengalami gangguan tidur tidak memerlukan pil tidur. Tetapi kita harus mencari sumbernya. Hampir sebagian besar insomnia atau gangguan tidur itu sumbernya adalah pada gangguan mental misalnya gangguan kecemasan, gangguan depresi ataupun hal lainnya.

Seringkali kita berpikir mudah. Karena tidak bisa tidur kita butuh obat tidur. Padahal kalau kita berusaha mengatasi gangguan cemas-nya, gangguan depresi-nya barulah kemudian kita bisa secara natural tidur kembali. Ada yang kemudian mencoba obat-obat herbal yang diiklankan di media sosial, ada juga yang berusaha mati-matian untuk tidur.

Padahal kita tahu tidur bukan diusahakan, tetapi dia terjadi begitu saja. Ketika kita normal, kita bisa tidur tanpa kita rencanakan dan bangun juga tanpa perencanaan. Alangkah nikmatnya jika seperti itu. Tapi sering kali yang bertemu dengan saya justru para klien yang berusaha mati-matian bahkan “membeli” tidurnya.

Sleep Hygiene

Langkah awal yang paling mudah tentu saja adalah melakukan Sleep Hygiene atau memperbaiki hygiene tidur kita. Hal-hal yang mudah adalah memotong waktu berbaring kita di tempat tidur dan tidak tidur. Seringkali kesalahan orang yang mengalami sulit tidur adalah mengembalikan atau memaksa tidurnya di jam-jam yang seharusnya.

Misalnya walaupun tidak mengantuk karena sudah jam 9 malam kemudian tetap berbaring. Ya, namanya tidak mengantuk tentu sulit untuk tidur. Di situlah kita tersiksa, bolak-balik badan, pikiran mengembara kemana-mana tentang yang dulu-dulu ataupun yang akan datang dan membuat diri kita trauma.

Selalu melihat jam, mengurangi jam waktu bangun kita dengan hari itu; “Wah, tinggal 4 jam bagaimana tidur 4 jam bagaimana besok saya akan bisa beraktivitas”. Kita sedang memberi makan kecemasan kita dan tentu saja mengakibatkan makin sulit tidur. Jadi, tidurlah hanya saat kita mengantuk. Ketika sudah mengantuk berbaringlah. Kalau ngantuknya hilang bangunlah. Tetaplah beraktivitas sebagaimana mestinya.

Di saat hendak tidur, persiapkan tempat tidur yang nyaman. Jadikan tempat tidur hanya untuk tidur, jangan melakukan aktivitas lain misalnya membaca, menonton atau mengobrol di tempat tidur. Bila perlu sementara hilangkan atau jauhkan jam dinding di kamar kita. Itu hanya akan membuat diri kita makin cemas. Lakukan hal-hal tadi, berusaha untuk rileks, nyaman, dan fokus hanya suara nafas kita, hadir di saat itu

Hal di atas adalah upaya mandiri memperbaiki sleep hygiene tadi. Tetapi kalau hal-hal tadi tidak bisa membantu ada baiknya kita berkonsultasi, dan penting sekali untuk tidak menyalahgunakan pil tidur. Dengan berkonsultasi ke psikiater kita jadi tahu sumber-sumber penyebab kita tidak bisa tidur. Kalau memang gangguan cemas, cemasnya diatasi dan apabila mengalami gangguan depresi, depresinya  yang diatasi.

Hal-hal itu akan sangat bermanfaat bagi kita. Ini yang saya namakan dengan revolusi tidur, revolusi yang bisa kita mulai dari tempat tidur. Dengan awal tidur yang baik keesokan harinya kita merasa segar dan bisa beraktivitas dengan normal. Ingatan kita baik, fungsi-fungsi hormon dalam tubuh kita baik yang membat kita siap menghadapi perubahan apapun yang terjadi dalam hidup kita. Jadi untuk menyambut new normal mari melakukan revolusi yang dimulai dari tempat tidur kita. Salam mantap jiwa. [T]

Tags: kesehatan jiwanew normlapandemirevolusitidur
Share41TweetSendShareSend
Previous Post

Hati-Hati, Jangan “Mati” Karena Ekspektasi

Next Post

Soekarno: Pemimpin yang Mendengarkan Ahli Bahasa dan Sastra

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

Psikiater di Klinik Utama Sudirman Medical Center (SMC) Denpasar, Founder Rumah Berdaya, Pegiat kesehatan jiwa di Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) simpul Bali dan Komunitas Teman Baik

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Soekarno: Pemimpin yang Mendengarkan Ahli Bahasa dan Sastra

Soekarno: Pemimpin yang Mendengarkan Ahli Bahasa dan Sastra

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co