12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hati-Hati, Jangan “Mati” Karena Ekspektasi

Putu Sulistyawati by Putu Sulistyawati
June 5, 2020
in Esai
Hati-Hati, Jangan “Mati” Karena Ekspektasi

[Ilustrasi foto: Mursal Buyung]

Matahari terbit di ufuk timur. Sinarnya memeluk tubuh tanpa bertanya. Dan ini salah satu pertanda bahwa hari akan dimulai.

Sebagai manusia biasa yang tak luput dari dosa, rasa malas adalah hal yang wajar menyerang di pagi hari. Terutama bagi kaum rebahan alias kaum – kaum yang senang berdiam diri dikasur tanpa mengenal waktu sambil memainkan gadgetnya. Kebiasaan ini tentu buruk dari norma yang ada, tapi tetap dinikmati oleh pecintanya. Angan – angan, cita – cita, tujuan, harapan hanya akan jadi bayangan semu apabila rasa itu menyelimuti terus menerus. Maka, mari sudahi.

Bergegaslah menyambut hari baru dengan semangat baru. Walau segala aktivitas saat ini harus dilakukan dari rumah atau Bahasa kerennya adalah (Work From Home) termasuk sekolah dan kuliah tapi hal ini jangan sampai memutus rantai semangat dan kegigihan  dalam meraih mimpi dan harapan.

Berbicara masalah harapan, mimpi, cita – cita dan tujuan. Setiap manusia mempunyai mimpi, harapan, tujuan dan cita – citanya masing – masing. Misal, ada yang sedari kecil bercita – cita menjadi dokter, ada yang saat ini mempunyai mimpi jadi pedagang sukses. Ada juga yang mempunyai tujuan agar mantan kekasihnya menyesal telah meninggalkannya dan ada pula yang berharap agar lekas bersama sang pujaan hati. Ups.

Memang benar apa yang dikatakan Giring Nidji dalam penggalan lagunya yang berjudul Laskar Pelangi yaitu “mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia”. Sebelum menjadi seseorang yang berhasil, tentu harus memiliki tujuan, cita – cita, harapan dan mimpi ataupun sebuah perencanaan untuk kedepan sebagai pijakan melangkah. Perencanaan ini akan menjadi landasan dan sebuah cacatan dalam mewujudkan mimpi yang dibuat agar menjadi kenyataan.

Mewujudkan dan mengaktualisakikan mimpi atau harapan yang dibuat bukan sebuah perkara mudah. Bukan juga layaknya jalan tol yang lurus tanpa hambatan. Tapi lebih rumit dan berat dari apa yang dibayangkan. Layaknya mendaki sebuah gunung, dan gunung itu adalah gunung Mahameru. Untuk mencapai puncak, para pendaki harus melewati banyak rintangan. Optimis, kerja keras, ambisi, usaha, tenaga dan doa, semuanya dikerahkan demi mimpi itu terwujud.

Namun, manusia lupa. Ia hanya bermimpi yang indah – indahnya saja, berangan – angan pada kebahagiaan, sehingga ia lupa bahwa dibalik suka ada duka, mereka beriringan dan tak dapat dilepaskan. Ia lupa bahwa kehidupan adalah sebuah proses pembelajaran yang tiada henti. Proses pendewasaan bagi setiap manusia di bumi.

Tak jarang manusia sakit hati, putus asa dan ada pula yang sampai depresi saat mimpi yang ia buat tak terwujud atau melenceng dari perencanaan dan pijakan awal yang ia buat. Ini merupakan sebuah perencanaan yang tidak sesuai. Dalam hal ini, bukan mimpi atau harapan  kita buat itu yang salah, melainkan ekspektasi kita terlalu tinggi yang tak sesuai dengan kenyataan yang ada.

Bukan mimpi kita yang menyakiti kita, tapi ekspektasi yang kita buat sendirilah yang menyakiti diri, karena Kita hanya berpatokan pada kesenangan, dan kebahagiaan, lalu lupa akan kesedihan dan kekecewaan. Padahal mereka selalu berjalan beriringan. Seperti yang dikatakan oleh Cahyo Satria Wijaya dalam bukunya yang berjudul “You Are What You Think, You Are What You Believe” bahwa hidup tidak hanya hitam dan putih, namun penuh dengan beragam warna. Berbagai situasi dan kondisi hidup, entah itu senang, susah atau biasa –biasa aja semua harus bisa dan siap kita hadapi.

 Pada saat adanya sebuah situasi yang tidak jelas arahnya, manusia cenderung menerka-nerka dan merajutnya sendiri akan seperti apa hasil dan keberhasilan yang ia dapatkan. Tak jarang ia menggantungkan ekspektasinya sangat tinggi untuk apa yang akan diraih. Dan saat hasilnya tidak sesuai dengan bayangan, maka ia akan hancur karena ekspektasi tidak sama dengan realita.

Dr. Gerard May dalam bukunya The Awakened Heart mengatakan bahwa harapan dan ekspektasi itu berbeda. Harapan merupakan sebuah pandangan umum memaknai suatu hasil yang dilihat dari berbagai sudut pandang, mulai dari kepentingan diri sendiri, melibatkan dan juga mempertimbangkan kepentingan orang disekitar yang tak terlepas dari kodrat manusia sebagai homosocius atau mahluk sosial.

Sedangkan ekspektasi lebih bersifat Egosentris. Buktinya saat kita berekspektasi, kita akan sulit untuk bisa merasionalkan kepentingan orang disekitar kita, padahal orang lain ini mungkin bisa menjadi factor penggagal dalam mencapai hasil yang diinginkan. Maka dari itu acapkali ekspektasi justru membawa kekecewaan karena kita seakan sedang menggunakan kacamata kuda.

Maka ketika kita ber-ekspektasi sebaiknya sewajarnya saja. Agar sakit yang ada nanti, tidak terlalu perih dihati ketika menghadapi sebuah realita. Dalam hal ini bukan berarti kita harus menghapus ekspektasi, namun kita harus banyak belajar bagaimana cara menyeimbangkannya dengan harapan dan pemikiran logis.

Sebagai manusia biasa, sedih, kekecewaan, patah hati, pengkhianatan, kebahagiaan, kesenangan adalah hal yang wajar dan harus siap dihadapi. Karena itu semua adalah proses. Proses menuju puncak keberhasilan. Harapan boleh tinggi, mimpi pun boleh melampaui tapi siapkan diri untuk sebuah proses dalam meraihnya. You will find your way, and never give up. [T]

Tags: ekspektasipandemiWork From Home
Share30TweetSendShareSend
Previous Post

Metamorfosis Moda Transportasi Laut Nusa Penida: Dari Perahu Meolah, Bermesin, hingga Fast Boat

Next Post

Revolusi Tidur

Putu Sulistyawati

Putu Sulistyawati

Lahir di Tista 16 Januari 1999. Mahasiswa prodi Pendidikan Sejarah / Sejarah, Sosiologi dan Perpustakaan, Undiksha Singaraja

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Ketidakpastian Pandemi: Dukungan Psikososial Vs Teori Konspirasi

Revolusi Tidur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co