12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

PMI : Mulih Nandur Bulih

Gus Surya Bharata by Gus Surya Bharata
May 30, 2020
in Esai
PMI : Mulih Nandur Bulih

Ilustrasi tatkala.co || Nana Partha

Mulih nandur bulih, sebuah ungkapan yang klise, artinya pulang menanam benih/bibit, biasanya benih padi. Tapi dalam konteks tulisan ini saya membacanya bibit lebih sebagai bibit tanaman dalam makna lebih luas.

Melihat fenomena pandemi global Covid19 di Indonesia yang dinyatakan pemerintah sebagai bencana nasional non alam membuat saya mulai belajar memperhatikan. Ya, memperhatikan berbagai informasi dampak dari pandemi yang diawali dari Kota Wuhan, China akhir Desember 2019.

Awalnya saya menganggap ini hal biasa saja, karena pasti akan berakhir atau berlalu dengan berbagai cerita seru bahkan sampai ke anak cucu nantinya. Karena covid19 mampu membuat dunia hampir “off” di segala bidang kehidupan tidak terkecuali ekonomi dan keuangan.

Akibat penyebarannya yang begitu masif lebih di 200 negara, wabah ini mengharuskan Pemerintah Indonesia memulangkan seluruh Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk kembali ke tanah air selama masa pandemi ini berlangsung. Mereka yang mengadu keberuntungan hidup di negeri seberang harus rela dirumahkan bahkan pulang kampung ke negara asal agar dapat memutus rantai penyebaran Covid19.

Praktis, ratusan ribu PMI yang dikenal pahlawan devisa ini harus angkat koper dari tempatnya bekerja di luar negeri menuju kampung halaman tercinta. Mereka pulang ke kampung, berkloter-kloter dengan fasilitasi pemerintah. Namun perjalanan pulang balik mereka di tanah air kali ini tidak seperti perjalanan saat mereka akan menikmati masa liburan lepas kontrak.

Ada beberapa protokol kesehatan yang harus mereka ikuti, mulai dari tes kesehatan cepat, Rapid Test, Swab dan karantina minimal selama 14 hari di tempat yang telah ditentukan pemerintah. Ini dilakukan, karena potensi PMI yang rentan akan membawa virus dari negara terdampak covid19. Akhirnya kebiajakan ini dilaksanakan mulai dari pusat hingga ke daerah.

Bali merupakan salah satu daerah yang ternyata mencatat 20 ribuan warganya menjadi PMI. Mereka sebagian besar bekerja di sektor wisata seperti kapal pesiar, hotel dan restoran. Ada juga viral di medsos yang bekerja di ladang, perkebunan dan peternakan. Mereka pulang harus turut aturan pemerintah.

Ada yang sementara dirumahkan, ada pula yang harus rela mencari pekerjaan baru di kampung halaman tercinta, dengan kata lain rela kehilangan pekerjaan.

Hal serupa juga dialami rekan-rekan, Saudara kita yang perusahaannya tutup akibat wabah yang belum diketemukan vaksinnya ini. Nyaris, angka pengangguran di Bali sudah di ujung tangga dasar menuju tangga atas. Kekuatan pemerintah dari pusat sampai daerah dalam menyediakan ketahanan pangan pun mulai memainkan kalkulator ketahanan pangannya.

Keberadaan masyarakat yang bertambah kuantitas berbanding lurus dengn kebutuhan konsumsi masyarakat akibat pandemi. Pertanyaanya apakah pemerintah  akan mampu menanggung selamanya?

Jawabannya sudah pasti tidak. Pemerintah kemungkinan hanya mampu membiayai selama 3 bulan saja, itupun bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan seperti dalam bentuk  bantuan langsung tunai, sembako, alat-alat kebersihan dan lain-lain.

Guna mengatasi pengangguran pasca daruat covid19 ini pemerintah mulai menerbitkan program pra kerja dan pelatihan yang dilaksanakan secara online bagi masyarakat angkatan kerja. Efektifkah?? Kita lihat saja nanti. Karena itu semua tergantung pada si pembuat program dan kesadaran si pelaksana program.

Akan menjadi lebih penting penanganan ketika kita dihadapkan pada para PMI yang sebagian besar usia produktif belum memiliki pekerjaan pasti di tanah kelahirannya nantinya. Mereka adalah masyarakat produktif yang dapat berproduktivitas tinggi manakala ada yang memfasilitasi prosesnya.

Ambilah contoh Bali. PMI asal Bali yang saat ini dirumahkan, kemungkinan sebagian akan tetap tinggal di Bali. Dalam artian mereka tidak berangkat lagi, dan akan cari kerja di Bali. Untuk itu pemerintah provinsi Bali mau tidak mau akan menyiapkan lapangan kerja baru bagi mereka. Pemerintah dalam hal ini tentunya tidak bisa sendiri. Peran masyarakat di sektor swasta pastinya dibangkitkan dan ambil bagian. Namun, apa yang mesti dikembangkan untuk digarap?

Di tengah upaya pemulihan sektor pariwisata yang menjadi andalan Bali hingga awal tahun 2020, nampak akan mengalami normal baru sebagai dampak pandemi ini. Normal baru sektor pariwisata memerlukan waktu pemulihan yang cukup panjang, mengingat kasus penyebaran covid19 melalui transmisi cukup tinggi baik di internal negara maupun di mancanegara.

Sementara peran sektor swasta pendukung pariwisata secara masif akan beralih haluan melakukan penyesuaian melalui normal baru juga. Penyesuaian yang sangat memungkinkan dikembangkan di Bali adalah sektor hulu yaitu pertanian. Sektor ini sebenarnya masih sangat potensial dikelola sebagai basis ketahanan pangan Bali di masa yang akan datang.

Kebijakan pemerintah provinsi Bali melalui Nangun Sat Kertih Loka Bali mengamanatkan terpenuhinya keutuhan pangan, sandang dan papan dalam jumlah dan kualitas yang memadai bagi krama Bali, tentunya saat inilah mulai menatanya. Bagaimana Bali menjadi daerah swasembada pangan, sehingga krama Bali tidak sulit mencari kebutuhan pokok.

Selain upaya pengembangan pertanian organik dan pertanian hydrophonic, pertanian perkotaan (urban farming) sudah bisa mulai digencarkan saat kondisi normal baru ini. 

Ini merupakan salah satu upaya membukakan lapangan kerja bagi Saudara PMI yang berkeiningan bekerja di rumah (Bali). Mereka dari sebelumnya Pekerja Migran Indonesia menjadi Petani Muda Inovaif, ya sama-sama PMI juga, tapi ini adalah PMI New Normal.

Maka dari itu, diperlukan regulator yang menjembatani antara supply and demand mengatasi lonjakan pegangguran pasca pandemi. Jika dalam hal pertanian pendukung ketahanan pangan, maka diperlukan lahan untuk bertani, tenaga kerja sebagai penggarap dan sarana kerja untuk bekerja, termasuk bibit, pupuk, irigasi, edukasi bahkan insentif. Hal ini bisa disediakan oleh pemerintah melalui kerjasama dengan masyarakat pemilik lahan dengan sistem bagi hasil.

Penyediaan bibit, pupuk, edukasi dan insentif sampai kurun waktu tertentu dapat disiapkan pemerintah melalui anggaran kegiatan padat karya, yang tidak hanya berupa pelatihan, akan tetapi sudah merupakan aksi.

Petani Muda Inovatif yang ingin mengabdikan diri membangun daerahnya akan bekerja keras, ikut membangun ketahanan pangan daerah. Mereka dalam satu kelompok dapat memilih sebagai petani yang akan mengerjakan lahan pertanian secara khusus,  atau sebagai petani yang akan mengerjakan lahan-lahan di perkotaan, seperti layanan pegembangan pertanian hidrophonic maupun urban farming.

Khusus yang urban farming sangat menarik sekali dikembangkan saat ini. Dimana masyarakat yang memiliki sedikit halaman rumah dapat produktif menghasilkan kebutuhan pangan keluarga seperti, tanaman buah dalam pot (tabulampot) dengan bantuan fasilitasi PMI New Normal.

Si pemilik rumah hanya menyediakan lahan dan media tanam. Sementara bibit dan pemeliharaan berkala akan dilakukan oleh kelompok Petani New Normal ini. Mereka diberi edukasi dan insentif oleh pemerintah untuk berproduksi melalui kerja bareng pemilik lahan/halaman. Hasilnya dapat dibagi dua atau dengan sistem bagi hasil. Tentunya sesuai  “SKB” alias syarat ketentuan berlaku.

Dengan demikian, edukasi, program padat karya ataupun sejenisnya yang saat ini digagas pemerintah dalam solusi mengatasi lonjakan angka penagangguran dapat diefektifkan dengan pola ini. Para PMI bekerja di kampung halamannya, kembali sebagai warga desa, krama desa pekraman, kembali dekat dengan keluarga membangun desa. Pasca pandemi ini  PMI bukanlah pengangguran, tetapi mereka adalah Petani Muda Inovatif alias PMI New Normal yang dititah alam untuk Mulih Nandur Bulih. [T]

Tags: Kreativitaspekerja migranpertanian
Share49TweetSendShareSend
Previous Post

Selain Ksatria (Dewa/Ngakan), Nusa Penida Tak Mengenal Triwangsa Lain?

Next Post

Sanggah Setengah Jadi dan Ritual yang Kembali Sederhana

Gus Surya Bharata

Gus Surya Bharata

Bertugas di Dinas Pendidikan Buleleng

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
Sanggah Setengah Jadi dan Ritual yang Kembali Sederhana

Sanggah Setengah Jadi dan Ritual yang Kembali Sederhana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co