24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

PMI : Mulih Nandur Bulih

Gus Surya Bharata by Gus Surya Bharata
May 30, 2020
in Esai
PMI : Mulih Nandur Bulih

Ilustrasi tatkala.co || Nana Partha

Mulih nandur bulih, sebuah ungkapan yang klise, artinya pulang menanam benih/bibit, biasanya benih padi. Tapi dalam konteks tulisan ini saya membacanya bibit lebih sebagai bibit tanaman dalam makna lebih luas.

Melihat fenomena pandemi global Covid19 di Indonesia yang dinyatakan pemerintah sebagai bencana nasional non alam membuat saya mulai belajar memperhatikan. Ya, memperhatikan berbagai informasi dampak dari pandemi yang diawali dari Kota Wuhan, China akhir Desember 2019.

Awalnya saya menganggap ini hal biasa saja, karena pasti akan berakhir atau berlalu dengan berbagai cerita seru bahkan sampai ke anak cucu nantinya. Karena covid19 mampu membuat dunia hampir “off” di segala bidang kehidupan tidak terkecuali ekonomi dan keuangan.

Akibat penyebarannya yang begitu masif lebih di 200 negara, wabah ini mengharuskan Pemerintah Indonesia memulangkan seluruh Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk kembali ke tanah air selama masa pandemi ini berlangsung. Mereka yang mengadu keberuntungan hidup di negeri seberang harus rela dirumahkan bahkan pulang kampung ke negara asal agar dapat memutus rantai penyebaran Covid19.

Praktis, ratusan ribu PMI yang dikenal pahlawan devisa ini harus angkat koper dari tempatnya bekerja di luar negeri menuju kampung halaman tercinta. Mereka pulang ke kampung, berkloter-kloter dengan fasilitasi pemerintah. Namun perjalanan pulang balik mereka di tanah air kali ini tidak seperti perjalanan saat mereka akan menikmati masa liburan lepas kontrak.

Ada beberapa protokol kesehatan yang harus mereka ikuti, mulai dari tes kesehatan cepat, Rapid Test, Swab dan karantina minimal selama 14 hari di tempat yang telah ditentukan pemerintah. Ini dilakukan, karena potensi PMI yang rentan akan membawa virus dari negara terdampak covid19. Akhirnya kebiajakan ini dilaksanakan mulai dari pusat hingga ke daerah.

Bali merupakan salah satu daerah yang ternyata mencatat 20 ribuan warganya menjadi PMI. Mereka sebagian besar bekerja di sektor wisata seperti kapal pesiar, hotel dan restoran. Ada juga viral di medsos yang bekerja di ladang, perkebunan dan peternakan. Mereka pulang harus turut aturan pemerintah.

Ada yang sementara dirumahkan, ada pula yang harus rela mencari pekerjaan baru di kampung halaman tercinta, dengan kata lain rela kehilangan pekerjaan.

Hal serupa juga dialami rekan-rekan, Saudara kita yang perusahaannya tutup akibat wabah yang belum diketemukan vaksinnya ini. Nyaris, angka pengangguran di Bali sudah di ujung tangga dasar menuju tangga atas. Kekuatan pemerintah dari pusat sampai daerah dalam menyediakan ketahanan pangan pun mulai memainkan kalkulator ketahanan pangannya.

Keberadaan masyarakat yang bertambah kuantitas berbanding lurus dengn kebutuhan konsumsi masyarakat akibat pandemi. Pertanyaanya apakah pemerintah  akan mampu menanggung selamanya?

Jawabannya sudah pasti tidak. Pemerintah kemungkinan hanya mampu membiayai selama 3 bulan saja, itupun bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan seperti dalam bentuk  bantuan langsung tunai, sembako, alat-alat kebersihan dan lain-lain.

Guna mengatasi pengangguran pasca daruat covid19 ini pemerintah mulai menerbitkan program pra kerja dan pelatihan yang dilaksanakan secara online bagi masyarakat angkatan kerja. Efektifkah?? Kita lihat saja nanti. Karena itu semua tergantung pada si pembuat program dan kesadaran si pelaksana program.

Akan menjadi lebih penting penanganan ketika kita dihadapkan pada para PMI yang sebagian besar usia produktif belum memiliki pekerjaan pasti di tanah kelahirannya nantinya. Mereka adalah masyarakat produktif yang dapat berproduktivitas tinggi manakala ada yang memfasilitasi prosesnya.

Ambilah contoh Bali. PMI asal Bali yang saat ini dirumahkan, kemungkinan sebagian akan tetap tinggal di Bali. Dalam artian mereka tidak berangkat lagi, dan akan cari kerja di Bali. Untuk itu pemerintah provinsi Bali mau tidak mau akan menyiapkan lapangan kerja baru bagi mereka. Pemerintah dalam hal ini tentunya tidak bisa sendiri. Peran masyarakat di sektor swasta pastinya dibangkitkan dan ambil bagian. Namun, apa yang mesti dikembangkan untuk digarap?

Di tengah upaya pemulihan sektor pariwisata yang menjadi andalan Bali hingga awal tahun 2020, nampak akan mengalami normal baru sebagai dampak pandemi ini. Normal baru sektor pariwisata memerlukan waktu pemulihan yang cukup panjang, mengingat kasus penyebaran covid19 melalui transmisi cukup tinggi baik di internal negara maupun di mancanegara.

Sementara peran sektor swasta pendukung pariwisata secara masif akan beralih haluan melakukan penyesuaian melalui normal baru juga. Penyesuaian yang sangat memungkinkan dikembangkan di Bali adalah sektor hulu yaitu pertanian. Sektor ini sebenarnya masih sangat potensial dikelola sebagai basis ketahanan pangan Bali di masa yang akan datang.

Kebijakan pemerintah provinsi Bali melalui Nangun Sat Kertih Loka Bali mengamanatkan terpenuhinya keutuhan pangan, sandang dan papan dalam jumlah dan kualitas yang memadai bagi krama Bali, tentunya saat inilah mulai menatanya. Bagaimana Bali menjadi daerah swasembada pangan, sehingga krama Bali tidak sulit mencari kebutuhan pokok.

Selain upaya pengembangan pertanian organik dan pertanian hydrophonic, pertanian perkotaan (urban farming) sudah bisa mulai digencarkan saat kondisi normal baru ini. 

Ini merupakan salah satu upaya membukakan lapangan kerja bagi Saudara PMI yang berkeiningan bekerja di rumah (Bali). Mereka dari sebelumnya Pekerja Migran Indonesia menjadi Petani Muda Inovaif, ya sama-sama PMI juga, tapi ini adalah PMI New Normal.

Maka dari itu, diperlukan regulator yang menjembatani antara supply and demand mengatasi lonjakan pegangguran pasca pandemi. Jika dalam hal pertanian pendukung ketahanan pangan, maka diperlukan lahan untuk bertani, tenaga kerja sebagai penggarap dan sarana kerja untuk bekerja, termasuk bibit, pupuk, irigasi, edukasi bahkan insentif. Hal ini bisa disediakan oleh pemerintah melalui kerjasama dengan masyarakat pemilik lahan dengan sistem bagi hasil.

Penyediaan bibit, pupuk, edukasi dan insentif sampai kurun waktu tertentu dapat disiapkan pemerintah melalui anggaran kegiatan padat karya, yang tidak hanya berupa pelatihan, akan tetapi sudah merupakan aksi.

Petani Muda Inovatif yang ingin mengabdikan diri membangun daerahnya akan bekerja keras, ikut membangun ketahanan pangan daerah. Mereka dalam satu kelompok dapat memilih sebagai petani yang akan mengerjakan lahan pertanian secara khusus,  atau sebagai petani yang akan mengerjakan lahan-lahan di perkotaan, seperti layanan pegembangan pertanian hidrophonic maupun urban farming.

Khusus yang urban farming sangat menarik sekali dikembangkan saat ini. Dimana masyarakat yang memiliki sedikit halaman rumah dapat produktif menghasilkan kebutuhan pangan keluarga seperti, tanaman buah dalam pot (tabulampot) dengan bantuan fasilitasi PMI New Normal.

Si pemilik rumah hanya menyediakan lahan dan media tanam. Sementara bibit dan pemeliharaan berkala akan dilakukan oleh kelompok Petani New Normal ini. Mereka diberi edukasi dan insentif oleh pemerintah untuk berproduksi melalui kerja bareng pemilik lahan/halaman. Hasilnya dapat dibagi dua atau dengan sistem bagi hasil. Tentunya sesuai  “SKB” alias syarat ketentuan berlaku.

Dengan demikian, edukasi, program padat karya ataupun sejenisnya yang saat ini digagas pemerintah dalam solusi mengatasi lonjakan angka penagangguran dapat diefektifkan dengan pola ini. Para PMI bekerja di kampung halamannya, kembali sebagai warga desa, krama desa pekraman, kembali dekat dengan keluarga membangun desa. Pasca pandemi ini  PMI bukanlah pengangguran, tetapi mereka adalah Petani Muda Inovatif alias PMI New Normal yang dititah alam untuk Mulih Nandur Bulih. [T]

Tags: Kreativitaspekerja migranpertanian
Share49TweetSendShareSend
Previous Post

Selain Ksatria (Dewa/Ngakan), Nusa Penida Tak Mengenal Triwangsa Lain?

Next Post

Sanggah Setengah Jadi dan Ritual yang Kembali Sederhana

Gus Surya Bharata

Gus Surya Bharata

Bertugas di Dinas Pendidikan Buleleng

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Sanggah Setengah Jadi dan Ritual yang Kembali Sederhana

Sanggah Setengah Jadi dan Ritual yang Kembali Sederhana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co