14 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gaguritan

IDK Raka Kusuma by IDK Raka Kusuma
February 25, 2020
in Esai
Kekuasaan

Tahun berapa gaguritan pertama ditulis di Bali? Apa judul gaguritan itu? Siapa menulis? Di mana ditulis? Rentetan pertanyaan ini, sampai sekarang, belum ada jawaban yang pasti.

Walau demikian, sejarah yang belum jelas, tidak membuat keberadaan gaguritan terputus penciptaannya. Sejarah yang belum jelas, tidak membuat keberadaan gaguritan yang mengalir dari tangan pencipta gaguritan ke masyarakat. Tentu, masyarakat pembaca gaguritan. Sampai sekarang, gaguritan masih dicipta juga, masih dibaca.

Keajegan keberadaan gaguritan ini, mengherankan. Padahal, menulis gaguritan tidak mudah. Gaguritan, merupkan puisi yang ditulis dalam bentuk pupuh. Dan diikat oleh aturan dan bangun pupuh itu sendiri. Setiap pupuh punya aturan dan bangun tersendiri. Sulit membayangkan, pencipta gaguritan dalam kondisi terikat, mampu menciptakan puisi yang berbeda-beda aturan dan bangunnya dalam satu kondifikasi yang linier dan padu. Lagi pula, puisi yang diciptakan bukan sekadar puisi. Tetapi puisi yang indah, transparan dan berguna.

Tidak bisa dibayangkan, apakah pencipta gaguritan mencipta begitu saja setelah mood datang dan membuatnya in the mood. Suasana mana, menyebabkan pangrupak atau pena sang pencipta bergerak menggurat di atas lontar atau kertas. Bergerak tanpa berkesudahan. Bergerak menuruti suara yang membanjir dari jiwanya. Membanjir terus menerus selama proses penciptaan berlangsung.

Tidak bisa dibayangkan, apakah sebelum mencipta gaguritan, sang pencipta membuat kerangka terlebih dulu? Kemudian, berdasarkan kerangka itu, gaguritan dicipta hingga tuntas. Atau apakah sang pencipta gaguritan membuat konsep terlebih dulu. Konsep itu, lalu, ditulis kembali dengan melakukan revisi saat penciptaan berlangsung.

Di atas dinyatakan, gaguritan, puisi yang dicipta dalam bentuk pupuh. Pupuh yang ditulis dalam bentuk gaguritan ada sepuluh, yakni: maskumambang, Pucung, Ginanti, Mijil, Ginada, Ginanti, Sinom, Pangkur, Durma, Semarandana. Di antara sepuluh pupuh itu, ada dua pupuh punya sub bagian. Ginada terdiri dari Ginada Lumrah, Ginada Pasur, Ginada Candrawati. Sinom terdiri dari Sinom Lumrah, Sinom Uug Payangan, Sinom Silir.

Begitu beragamnya pupuh, tentu gaguritan yang dicipta jumlahnya puluhan bahkan ratusan. Benar. Walau demikian, gaguritan yang telah selesai dicipta alurnya (selalu) runut. Contoh, gaguritan Ni Candrawati, jumlah baitnya 58. Gaguritan Sampik, lebih dari 100 bait jumlahnya. Gaguritan Japatuan, jumlah baitnya 231. Tentang hal ini, walau jika dibayangkan berat adanya, ternyata pencipta gaguritan mencipta ciptaannya tetap runut, tanpa kesalahan membuat tidak bosan yang membaca. Ternyata juga, penukilan latar, pelukisan tokoh, perbedaan watak tokoh jika pelaku dalam gaguritan lebih dari satu, pemaparan situasi sosial, makna filosofisnya, utuh ada di dalam gaguritan.

Kenyataan tersebut menunjukkan, seseorang sangat mumpuni, cerdas dan berpengetahuan luas. Terutama pengetahuan bahasa, sastra, filsafat, psikologi, sosiologi, sejarah. Sekaligus, seseorang yang mempunyai kepiawaian meramu kepiawaiannya akan hal yang telah disebutkan itu menjadi karya sastra yang berwujud gaguritan. Bukan sekadar karya, tetapi karya yang indah dan berguna bagi kehidupan. Dan dalam kehidupan masyarakat disebut-sebut sebagai contoh perilaku atas apa yang dilakukan tokoh pada gaguritan bersangkutan.

Berbicara soal waktu penciptaan, bisa dipastikan tempo penyelesian penuntasan gaguritan lama bahkan sangat lama. Tempo yang demikian, pastilah menuntut kesabaran tinggi pencipta gaguritan. Juga, menuntut ketekunan yang intens, menuntut kesetiaan yang ajeg dan menuntut aktivitas cipta yang total. Sekaligus menuntut kesabaran yang tinggi dalam mencipta agar tidak dikalahkan oleh ambisi berlebihan untuk menyelesaikan gaguritan yang dicipta dengan tergesa-gesa.

Tempo yang lama dan sangat lama itu, dengan sendirinya menuntut kecermatan pencipta gaguritan. Kecermatan: memformulasikan beragam pupuh, situasi dan suasana, kondisi psikologi pelaku, adat istiadat dan kebiasaan, menjadi satu kesatuan yang utuh.

Tanpa bermaksud memuji, para pencipta gaguritan adalah orang-orang terpilih. Terpilih sebagai figur pencipta karya sastra yang seimbang bakat alam dan intelektualnya, yang ketangguhan fisik dan mentalnya luar biasa, yang menjunjung tinggi nilai moral dan norma peradaban yang mulia. [T]

Tags: gaguritansastrasastra bali
Share60TweetSendShareSend
Previous Post

Eksistensi Bangli dalam Bau Mistis

Next Post

Salam Konor dari Nusa Penida, Sebuah Alarm Autokritik

IDK Raka Kusuma

IDK Raka Kusuma

Lahir di Klungkung, 21 November 1957. Menulis dalam bahasa Bali dan Indonesia

Related Posts

Takdir dan Kehendak Bebas: Membaca Ulang Kehidupan melalui Pancakosha dan Peta Kesadaran Hawkins

by Agung Sudarsa
June 14, 2026
0
Takdir dan Kehendak Bebas: Membaca Ulang Kehidupan melalui Pancakosha dan Peta Kesadaran Hawkins

Antara Takdir dan Kebebasan: Pertanyaan Tua yang Tak Pernah Usai Sejak manusia mulai bertanya tentang dirinya sendiri, satu pertanyaan selalu...

Read moreDetails

Bung Karno dalam Puisi   

by I Nyoman Tingkat
June 13, 2026
0
Bung Karno dalam Puisi   

BUNG Karno adalah presiden Indonesia yang memiliki cita rasa seni yang tinggi. Dari 8 PresidenIndonesia,Bung Karno, Abdul Rachman Wahid (Gus...

Read moreDetails

Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

by Ahmad Prasetya Hady
June 12, 2026
0
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

SAYA menulis ini bukan hanya untuk diri saya sendiri, tetapi untuk banyak seniman yang mungkin merasakan hal yang sama. Mereka...

Read moreDetails

Bali Lupa Menyembuhkan Dirinya Sendiri

by Angga Wijaya
June 11, 2026
0
Bali Lupa Menyembuhkan Dirinya Sendiri

SUATU pagi di Ubud, seorang wisatawan asing duduk bersila di atas matras yoga. Ia memejamkan mata. Di hadapannya terbentang hamparan...

Read moreDetails

Tempe dan Ekonomi yang Teriris

by Dodik Suprayogi
June 11, 2026
0
Tempe dan Ekonomi yang Teriris

DI atas meja makan rumah tangga Indonesia, tempe bukan sekadar lauk pendamping yang hadir sebagai pelengkap nasi. Melainkan pilar ketahanan...

Read moreDetails

Pemerintah dan Komunitas, Dua Logika Tak Pernah Bertemu: Ketika Partisipasi Berhenti di Permukaan

by Chandra Manikan
June 10, 2026
0
Pemerintah dan Komunitas, Dua Logika Tak Pernah Bertemu: Ketika Partisipasi Berhenti di Permukaan

PERBEDAAN pandangan antara pemerintah dan komunitas, terutama komunitas orang muda sering dianggap sebagai persoalan komunikasi. Seolah-olah, jika dialog diperbaiki, maka...

Read moreDetails

‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan

by Agung Sudarsa
June 10, 2026
0
‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan

Dari Puputan Badung Menuju Perjuangan Zaman Kini PADA tanggal 20 September 1906, dunia menyaksikan sebuah peristiwa yang hingga kini masih...

Read moreDetails

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

by Abdul Karim Abraham
June 9, 2026
0
GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis...

Read moreDetails

Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

by I Nyoman Tingkat
June 9, 2026
0
Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni...

Read moreDetails

Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

by Dede Putra Wiguna
June 9, 2026
0
Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

 “Kalau menurutmu, apa yang paling menentukan nasib manusia?” tanya Wayan Tulus sambil memeriksa saluran air yang mengaliri sawahnya. Di sampingnya,...

Read moreDetails
Next Post
Salam Konor dari Nusa Penida, Sebuah Alarm Autokritik

Salam Konor dari Nusa Penida, Sebuah Alarm Autokritik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Takdir dan Kehendak Bebas: Membaca Ulang Kehidupan melalui Pancakosha dan Peta Kesadaran Hawkins
Esai

Takdir dan Kehendak Bebas: Membaca Ulang Kehidupan melalui Pancakosha dan Peta Kesadaran Hawkins

Antara Takdir dan Kebebasan: Pertanyaan Tua yang Tak Pernah Usai Sejak manusia mulai bertanya tentang dirinya sendiri, satu pertanyaan selalu...

by Agung Sudarsa
June 14, 2026
Tari Siwanataraja, Simbol Awal Penciptaan yang Selalu Hadir dalam Peed Aya Pesta Kesenian Bali
Panggung

Tari Siwanataraja, Simbol Awal Penciptaan yang Selalu Hadir dalam Peed Aya Pesta Kesenian Bali

Tari Siwanataraja selalu menjadi bagian penting dalam Peed Aya (Pawai Budaya) pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) setiap tahunnya. Tari yang...

by Nyoman Budarsana
June 14, 2026
Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti
Cerpen

Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you,...

by Bella Paring Gusti
June 13, 2026
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan
Puisi

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

by IRZI
June 13, 2026
Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan
Budaya

Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

BULELENG – TATKALA.CO | “Festival ini merupakan ruang bersama untuk menunjukkan potensi dan kreativitas masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita...

by tatkala
June 13, 2026
Karya Rupa Saka Rosanta, Dari Reinkarnasi, Pohon Kasih sampai Avatar Word
Ulas Rupa

Karya Rupa Saka Rosanta, Dari Reinkarnasi, Pohon Kasih sampai Avatar Word

Ida Kade Saka Rosanta, yang kerap dipanggil Gus Moyo memamerkan karya rupanya di Rumah Berdaya, jalan Raya Sesetan 280 Denpasar....

by Mas Ruscitadewi
June 13, 2026
Ketika Prasasti Keluar dari Kamus Arkeologi
Bahasa

Ketika Prasasti Keluar dari Kamus Arkeologi

SEJAK kapan sebuah kata harus tunduk pada makna yang kaku? Padahal, di tengah masyarakat, makna kata itu justru tumbuh dan...

by I Made Sudiana
June 13, 2026
‘Brown Sugar’ dari The Rolling Stones dan Ingatan Perbudakan
Ulas Musik

‘Brown Sugar’ dari The Rolling Stones dan Ingatan Perbudakan

MUSIK populer kerap dipahami sebagai hiburan ringan, namun sejarah menunjukkan bahwa ia sering kali menjadi medium artikulasi pengalaman sosial yang...

by Ahmad Sihabudin
June 13, 2026
Bung Karno dalam Puisi   
Esai

Bung Karno dalam Puisi   

BUNG Karno adalah presiden Indonesia yang memiliki cita rasa seni yang tinggi. Dari 8 PresidenIndonesia,Bung Karno, Abdul Rachman Wahid (Gus...

by I Nyoman Tingkat
June 13, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

SAYA menulis ini bukan hanya untuk diri saya sendiri, tetapi untuk banyak seniman yang mungkin merasakan hal yang sama. Mereka...

by Ahmad Prasetya Hady
June 12, 2026
Storynomics Tourism Berbasis Kearifan Lokal —Catatan dari PkM Undiksha di Komunitas Wanayana Kayoman dan Sekolah Adat Manik Empul, Desa Pedawa
Pendidikan

Storynomics Tourism Berbasis Kearifan Lokal —Catatan dari PkM Undiksha di Komunitas Wanayana Kayoman dan Sekolah Adat Manik Empul, Desa Pedawa

DESA Pedawa di Kecamatan banjar, Buleleng, yang dikenal dengan adat dan budaya yang unik kembali menjadi tujuan pengabdian akademik. Pada...

by tatkala
June 12, 2026
OSIS dan MPK SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Gelar Bakti Sosial di Yayasan Bali Baby Home dan Yayasan Sayangi Bali
Pendidikan

OSIS dan MPK SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Gelar Bakti Sosial di Yayasan Bali Baby Home dan Yayasan Sayangi Bali

Hari itu, Kamis, 11 Juni 2026, para siswa yang tergabung dalam OSIS dan MPK (Majelis Perwakilan Kelas) SMK Kesehatan Bali...

by Dede Putra Wiguna
June 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co