2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Laporan Pentas “The Seen and Unseen” dari Australia [2] – Kami Anak-anak, Maka Kami Dijaga

Amrita Dharma Darsanam by Amrita Dharma Darsanam
February 22, 2020
in Tualang
Laporan Pentas “The Seen and Unseen” dari Australia [2] – Kami Anak-anak, Maka Kami Dijaga

The Seen And Unseen pentas perdana pada tanggal 20 Februari jam 19.00 di Martyn Myer Arena, Victorian College of The Arts.

BACA JUGA:

  • Laporan Pentas “The Seen and Unseen” dari Australia [1] – Hari Pertama, Pesta Kecil di Taman

Hari-hari serius, menegangkan, sekaligus juga menyenangkan dalam proses pementasan The Seen And Unseen di Melbourne Australia, dimulai Senin 17 Februari 2020, setelah pada Minggu malam, kami, anak-anak Sanggar Bumi Bajra tertidur pulas, termasuk saya.

Pagi, terdengar pintu digedor. Seseorang membangunkan saya. Tapi saya masih ingin tidur. Perlahan suara itu semakin keras dan saya pun terbangun dengan mata masih mengantuk. Ini baru jam 7, dan kami memang berjanji kepada teman-teman akan bangun jam 7.  Ya, tapi ini jam 7 waktu Bali. Di Melbourne jam sudah menunjukkan pukul 10. Saya, juga anak-anak lain seperti kepupungan.

Setelah bangun dengan mata masih mengantuk, kami sarapan, lalu bersiap siap untuk olahraga pagi. Kami olahraga di taman yang kemarin kami kunjungi ketika baru tiba di Melbourne. Kami melakukan jogging, yoga, dan latihan akrobatik ditemani hangatnya matahari pagi. Setidaknya kami bisa mengahatkan tubuh dan menjaga stamina, karena cuaca dingin sekitar 20 derajat celcius.


Anak-anak Bumi Bajra pemanasan di taman menjelang latihan serius di Martin Myer Arena

Dua jam berlalu, olahraga selesai. Tubuh kami terasa hangat. Senin pagi itu sebenarnya masih bebas, artinya kami belum dijadwal latihan koreografi dan mencoba-coba panggung. Kami masih bisa duduk-duduk agak santai di pojokan gues house, di sebuah taman kecil dengan begitu banyak pepohonan.

Di tengah kami ada Ayu Laksmi (dalam film The Seen And Unseen berperan sebagai ibu Tantra dan Tantri). Kami menganggap Ayu Laksmi sebagai ibu kami, seperti juga Dayu Ani. Ibu Ayu Laksmi ngobrol bersama kami tentang banyak hal, terutama tentang bagaimana pentingnya kita bisa menguasai Bahasa Inggris dan informasi teknologi alias IT untuk bisa menguasai dunia di masa depan.

Sekitar jam 3 kami akan pergi ke Melbourne Central untuk membeli makanan. Kami berjalan sejauh 1,7 kilometer. Ditengah perjalanan ada seorang pengamen yang lihai memainkan perkusi. Kami tertarik, dan langsung menghampiri. Lima menit pertunjukan dan kami tiba-tiba diajak bermain bersama. Namanya Duckman, dia sangat ramah dengan pengunjung. Dan saya tertarik dengan kisah hidupnya yang tinggal sebatang kara karena dibuang oleh orangtuanya. Kami sempatkan berfoto dengannya. “Agar saya juga bisa terkenal,” katanya.

Setelah melihat pertunjukan yang cukup menarik, kami melanjutkan perjalanan. Sekitar 20 menit kami sampai. Satu jam kami habiskan untuk berbelanja. Lalu kami mengunjungi Victoria Museum walaupun tidak sampai ke dalam. Kami hanya mengabadikan moment diluar museum. Hari sudah malam, kami pun balik ke gues house dan langsung tertidur lelap.

Selasa 18 Februari 2020. Hari ketiga kami di Melbourne. Dan ini hari pertama kami latihan dengan sungguh-sungguh. Pada jam sembilan waktu setempat kami sudah siap untuk berangkat ke Martin Myer Arena untuk latihan dan mencoba setingan panggung. Saat itu hujan, dan udara sangat dingin. Kami harus membawa baju yang tebal supaya tidak kedinginan.

Jam 9.30 kami sudah sampai di Martin Myer. Kami langsung masuk studio. Di sini kami diperkenalkan dengan crew Asia Topa. Basa basi sedikit untuk menghangatkan suasana, karena diluar sangat dingin usai hujan. Setelah itu Kami pemanasan seperti biasa, mencoba latihan dari awal sampe akhir.

Kami juga diundang makan siang bersama team dari Teater Planet (Garin Nugroho) beserta team Asia Topa. Sangat senang karena dapat berkenalan dengan orang baru dengan obrolan yang mengesankan.

Sejam berlalu, kami langsung mencoba latihan di panggung. Kaget, saat latihan kami diawasi seorang petugas dari Australia. Istilahyang tepat sebenarnya kami dijaga, karena kami anak-anak. Orang itu mengamati, mengawasi dan mengingatkan kami jika setiap jam kami harus istirahat 10 menit.

Dayu Ani, sang koreagrafer mendampingi kami latihan

Dari Dayu Ani saya mendengar bahwa di Australia pekerjaan atau kegiatan  yang bersentuhan dengan anak-anak harus memiliki surat ijin dari pemerintah bahwa yang bersangkutan layak bekerja dengan anak-anak. Dan karena kami memang anak-anak, maka kami diawasi dan dijaga agar tak terjadi hal-hal yang membahayakan untuk anak-anak.

Saya terkesan, betapa seriusnya pemerintah Australia menjaga anak-anak, melindungi, dan mengawasinya, meski kami anak-anak dari Indonesia. Bayangan saya melayang ke Bali, ke sejumlah sekaa gong kebyar anak-anak yang pentas di Pesta Kesenian Bali. Mereka biasanya latihan sampai malam. Adakah mereka sudah mendapat perlindungan sebagai anak-anak?

Di Martin Myer Arena itu dua orang pengawas kemudian juga berkunjung. Mereka memastikan set panggung dan semuanya aman untuk anak-anak. Jam 6 latihan usai. Kami beristirahat untuk mempersiapkan hari yang lebih menegangkan, besoknya.


Latihan di Gedung Martin Myer Arena kami diawasi, tepatnya dijaga dan dilindungi petugas dari pemerintah Australia

Galungan

Besoknya, Rabu 19 Februari 2020, adalah Hari Raya Galungan. Dan untuk kali pertama saya merayakan Galungan di negara lain. Tentu saya tak dapat merasakan lawar, urutan, dan kuah jukut. Ada sedikit rasa sedih. Namun anak-anak Sanggar Bumi Bajra menyempatkan diri untuk maoton Galungan dengan banten yang sangat sederhana. Pagi hari ini kami juga sembahyang seperti biasa untuk memohon kelancaran dari pementasan The Seen And Unseen.

Dan tibalah saat yang benar-benar menegangkan. Rabu ini  adalah waktunya dress reherseal. Ya bisa dibilang pementasan pertama. Untuk persiapan, kami latihan sederhana di dalam kamar.


Dress reherseal, pementasan pertama kami di Martyn Myer Arena, Victorian College of The Arts, Australia

Sekitar satu jam kami selesai latihan. Jam 12.30 kami harus sudah berada di panggung untuk mencoba dress rehearsal. Mandi, makan kami lakukan dengan cepat, supaya tidak telat sampai disana. The Seen And Unseen pentas perdana pada tanggal 20 Februari jam 19.00 di Martyn Myer Arena, Victorian College of The Arts. Pementasan pun lancar.

Dan hari-hari lain masih menunggu, Kami selanjutnya pentaskan tanggal 22 – 23 Februari jam 17.00, tanggal 24 Februari jam  14.00, tanggal 26 – 28 Februari jam 19.00,  dan terakhir tanggal 29 Februari jam 13.00 dan 17.00. [T]

Tags: AustraliabaliDayu AnifilmFilm The Seen and Unseenseni pertunjukanTeater
Share120TweetSendShareSend
Previous Post

Laporan Pentas “The Seen and Unseen” dari Australia [1] – Hari Pertama, Pesta Kecil di Taman

Next Post

Ental Digital – [Perubahan Arus Tradisi]

Amrita Dharma Darsanam

Amrita Dharma Darsanam

Mahasiswa ISI Denpasar

Related Posts

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails
Next Post
Ental Digital – [Perubahan Arus Tradisi]

Ental Digital - [Perubahan Arus Tradisi]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co