2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Bakat Menggonggong”, Cerpen-Cerpen yang Mengonggong di Kepala

Wahyu Gitari Paramita by Wahyu Gitari Paramita
January 15, 2020
in Ulasan
“Bakat Menggonggong”, Cerpen-Cerpen yang Mengonggong di Kepala

Luar biasa. Dua kata itu yang bisa menggambarkan secara general bagaimana perasaan saya setelah membaca sebuah buku bersampul biru tua dengan sedikit hijau tosca terbitan Mojok yang sudah dicetak sebanyak 3 kali sejak tahun 2016.

Buku ini terdiri dari 14 cerpen buah karya Dea Anugrah. Judul buku kumpulan cerpen yang saya baca adalah “Bakat Menggonggong”. Jika dilihat dari fisik, buku ini sangat nyaman dibaca bagi saya,baik itu ketebalan bukunya, warna kertas, maupun font tulisan. Kesan saya melihat sampul pertama kali sebelum membuka isinya adalah buku ini cukup seram dan feeling saya mengatakan bahwa buku ini perlu dibaca sepenuh otak dan hati, terutama bagi saya yang jarang membaca.

Jadi secara otomatis tulisan yang saya buat ini mungkin bisa disebut ulasan sederhana sudah saya buat semampu saya.

Dalam kumpulan cerpen ini terdapat 14 judul cerpen diantaranya “Kemurkaan Pemuda E”, “Kisah Afonso”, “Kisah dan Pedoman”, “Kisah Sedih Kontemporer (VI)”, “Anjing Menggonggong,Kafilah Berlalu”, “Penembak Jitu”, “Kisah Sedih Kontemporer (XII)”, “Masalah Rumah Tangga”, “Kisah Sedih Kontemporer (XXIV)”, “Perbedaan Antara Baik dan Buruk”, “Sebuah Cerita Sedih”, “Gempa Waktu” dan “Omong Kosong yang Harus Ada”, “Tamasya Pencegah Bunuh Diri”, “Kisah Sedih Kontemporer (IX)”, dan “Acara Tengah Malam”.

Sungguh, setiap cerpen memiliki keunikannya masing-masing. Saya rasa banyak sekali cerpen yang menceritakan tentang pengalaman ataupun cerpen yang dibuat dengan mengadakan riset terlebih dahulu yang secara keseluruhan dibawakan layaknya menyampaikan sebuah presentasi kepada para pendengar, layaknya tour guide dalam setiap cerita. Salah satu keunikannya adalah menyebut kata “kita” untuk posisi pembaca yang menyebabkan saya sebagai pembaca menempatkan diri berada dalam cerita tersebut.

Cerpen pertama yang sangat membekas sekaligus menggonggong terus di kepala adalah “Kemurkaan Pemuda E”. Saya dibuat penasaran dan berpikir keras sejadi-jadinya di bacaan pertama karena hanya terus menggambarkan kegiatan Pemuda E sedetail detailnya termasuk saat membahas sandi buatan Pemuda E. Plotnya maju mundur sehingga saya seperti sepeda motor yang tengah melaju, kemudian melewatkan tanda arah, dan otomatis mundur lagi untuk mengetahui bagaimana cerita ini bisa berjalan.

Tentu yang menarik di sini adalah penggunaan kata “kita” yang saya sendiri baru pertama kali membaca. Seolah olah si pemandu cerita sedang mengajak kita tour di tengah pemutaran cerita Pemuda E dan saya merasa saya sedang berada di tenggah-tengah keberadaan si pencerita.

Lucunya dan menurut saya sangat nyelenah, Dea Anugrah memasukkan tulisan seperti promosi yang bertuliskan “Paket gratis memang hanya yang ini, tapi saya jamin paket berbayar tidak bakal mengecewakan anda. Kami punya koleksi menarik: Gelora seks pemuda e, Pemuda E dikeroyok…” Entah ini bagian dari skenario cerpen semata atau memang sedang promosi. Batas kenyataan dan imajinasi yang disampaikan di cerpen ini saya pikir kurang dari 1 mm.

Cerita kedua adalah “Kisah Alfonso” yang memiliki daya untuk menabrakkan imajinasi saya. Saya saat membaca selalu nyeletuk, “Hah, kok bisa?”. Si pencerita tampak membawakan cerita yang diselingi seperti perasaan dia sedang menceritakan pengalaman ketika ia harus mengikuti tour untuk membuat sebuah cerita nyang menembus dimensi lain cerita yang ingin disampaikan. Bayangkan, cerita yang disampaikan adalah kisah sang Alfonso, seorang penjelajah asal Eropa pada masa kerajaan di Tulang Bawang.

Tapi dengan santainya si pemandu cerita menabrak imajinasi tentang keadaan kerajaan di Lampung dan segala mitosnya tentang buaya putih besar bermata biru dengan kehadirannya dan rekan-rekan satu kerja menaiki perahu tour yang dalam 3 hari akan kembali ke Jakarta dalam rangka menulis sebuah cerita hebat. Seakan-akan kejadian zaman Alfonso dan mitosnya tak berjarak dengan masa kini, seperti menjadi satu. Memang saya tidak habis pikir, sangat di luar biasa.

Yang terakhir dari salah satu cerpen membekas di kepala berjudul “Kisah Sedih Kontemporer (IX)”. Saya pikir ini adalah puisi. Lagi lagi otak saya berputar putar, “kok bisa?” Sepenangkapan saya, cerpen ini dikemas melalui bentuk SMS. Inti cerita adalah si pria merasa perasaannya telah tenggelam dan pupus terhadap si wanita. Yang saya kagumi adalah bentuk cerpennya, melalui SMS. Brilian menurut saya. Saya seperti membaca kisah cinta ambyar yang ada di tread screenshoot chat Twitter.

Masih banyak cerpen yang sangat sangat membikin kepala berputar, cocok untuk olahraga otak dan otot dahi. Ada kebanggaan tersendiri setelah berhasil memahami walaupun hanya urutan ceritanya. Cerpen yang luar biasa. Apakah Dea Anugrah sebelum menulis kumpulan cerpen ini melakukan meditasi? Kata-kata pilihannya pun membuat saya benar benar terpukau shining shimmering splendid karena langka ditemukan di buku roman atau cerpen yang biasa saya baca. Yang bisa saya katakan adalah “Selamat” apabila kawan-kawan mulai penasaran membacanya. Saya jamin anda pun akan terpukau dengan kekhasan tulisan milik seorang Dea Anugrah.

Dalam bukunya, Dea menyertakan bonus puisi berjudul “Syarat” dan kutipan sebagai pembatas buku dan sebuah kutipan yang entah mengapa saya sangat menyukainya yang padahal itu hanya sekumpulan onggok kata. Lagi-lagi saya tidak sengaja memikirkan maksudnya. Tetapi, saya putus memikirkan ketika kembali melihat judul buku di sampul depan. “Bakat Menggonggong”, yang mungkin saja semua yang berusaha saya pikirkan dan bergumul di kepala hanyalah gonggongan belaka. [T]

Tags: BukuCerpenkumpulan cerpenresensi buku
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Imajinasi Tubuh dan Warga Aksara – Catatan Harian Sugi Lanus

Next Post

Budaya Mendidik Melalui Implementasi “Hidden Curriculum” di Luar Sekolah

Wahyu Gitari Paramita

Wahyu Gitari Paramita

Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Budaya Mendidik Melalui Implementasi “Hidden Curriculum” di Luar Sekolah

Budaya Mendidik Melalui Implementasi “Hidden Curriculum” di Luar Sekolah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co