2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Permainan Berbahaya Itu, Bernama Seks

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
January 13, 2020
in Esai
Saat Raga Sakit, Biarkan Pikiran Tetap Sehat –Cerita Tentang Pasien Cuci Darah

“Pengalaman tidak salah. Hanya penilaian anda yang salah dengan mengharapkan darinya apa yang tidak ada dalam kuasanya”. (Leonardo da Vinci)

Sebuah adagium terkenal berbunyi, “Dalam kehidupan ini, ada tiga godaan terbesar bagi laki-laki, yaitu harta, tahta dan wanita”. Meski sebuah pepatah umumnya lahir dari pengalaman panjang kehidupan manusia di bumi, namun ia pun tak pernah bebas dari sifat kenisbian. Dalam pekan terakhir ini, seorang laki-laki WNI diseret ke ruang dingin penjara di kota Manchester, Inggris, gara-gara sejumlah pria, bukan wanita.

Sebagian besar pembaca pastilah telah ikut menyimak kasus menggeparkan yang disebut-sebut sebagai skandal seks terbesar sepanjang sejarah dunia, atau setidaknya dalam catatan kejahatan seks dalam sejarah kriminal Inggris. Dari jumlah korban dan periode waktu terpidana melakukan aksi kejahatan seksnya, skandal ini layak disegani oleh pemerhati dan para ahli di bidang kriminologi. Berbagai sumber menyebutkan tak kurang dari 130 laki-laki telah menjadi korban perkosaan berantainya, dalam kurun waktu sepuluh tahun yang tersembunyi tak diketahui. Kenapa mesti wanita dalam adagium namun pria pada faktanya?

Kita seharusnya perlu merasa bersalah kepada kaum hawa, karena seenaknya menempatkan mereka sebagai aib perusak kehidupan lelaki bersanding dengan ambisi uang dan kekuasaan. Namun, demikianlah produk dari sebuah kultur paternalistik yang cenderung arogan dan mau menang sendiri, melahirkan sikap diskriminatif yang sedemikian vulgar. Atau mungkin saja hanya untuk merangkai frase yang lebih dramatis dan emosional, dengan menempatkan sosok wanita yang di satu saat dipersalahkan sebagai pelacur dan penggoda iman, namun di saat lain dipuja layaknya seorang dewi dan ibu yang bergelimang kasih, entahlah! Maka sesekali akan ada kisah seperti ini untuk mengajari kita agar lebih bijak sejak dalam pikiran. Bukanlah wanita sebetulnya sumber petaka itu, namun dorongan seksual yang liar dan ugal-ugalan. Salahkan seorang homoseksual?

Dalam pelajaran-pelajaran ilmu kesehatan jiwa (psikiatri), homoseksualitas (gay atau lesbi) tak digolongkan sebagai kelainan kejiwaan, melainkan hanya disebut sebagai orientasi seksual. Mereka hidup normal dalam interaksi sosial dalam masyarakat seperti halnya kelompok heteroseksual dan berbeda hanya pada orientasi seksualnya. Mereka pun bisa memiliki kelebihan dan prestasinya melampaui kaum heteroseksual yang umumnya kita anggap “normal”. Kita kan sudah tahu bersama, penyanyi terhebat sepanjang masa Elton John, lelaki berkebangsaan Inggris ini pun seorang gay yang secara terbuka di tahun 2005 mengumumkan pernikahannya dengan belahan jiwanya, pria bernama David Furnish.

Beberapa artis top dunia juga mengakui dirinya gay seperti vokalis band legendaris Queen, mendiang Freedy Mercury, juga penyanyi latin ganteng Ricky Martin dan masih banyak lagi. Pengakuan sebagai homoseksual di kalangan atlet pun telah menimbulkan sensasi masyarakat dunia. Yang cukup menonjol adalah perenang laki-laki peraih lima emas Olimpiade asal Australia yang dijuluki “torpedo” yaitu Ian Thorpe. Dan jangan lupa, manusia paling jenius sepanjang sejarah, Leonardo da Vinci pun disebut-sebut adalah seorang gay. Meski banyak pula kalangan yang menentang anggapan ini, namun orang-orang yang percaya akan hal ini memang memiliki alasan yang cukup kuat. Begitupun, pemuda modis Reynhard Sinaga, WNI yang menjadi pemicu tulisan ini adalah seorang akademisi cerdas yang seharusnya tak lama lagi meraih gelar doktornya.

Mengapa kisah-kisah di atas menjadi sensasional? Pastilah karena satu alasan sederhana, yaitu karena persepsi kita soal normal selalu berdasarkan atas kecenderungan umum. Sering kali kita sulit menerima sesuatu yang beda, mungkin ini memang bakat primordialisme yang telah terbawa secara genetik. Meski dari sudut pandang sains, homoseksualitas bukanlah satu kelainan atau penyakit, namun faktanya, dalam cara pandang tradisional (beberapa agama) hal ini dipandang sebagai dosa, aib yang tak boleh diberikan ruang. Jelas ini sebuah ketidakadilan yang dapat berdampak pada tindakan intimidatif dalam bentuk persekusi terhadap mereka.

Fenomena ini mirip dengan stigma “manak salah” pada kasus kembar bunching di satu tempat di Buleleng yang berimbas pada perlakuan kurang etis/manusiawi terhadap ibu dan kedua bayinya. Seharusnya dalam beragama pun kita masih bisa memakai akal sehat, bukankah kelahiran bayi kembar bunching atau takdir seorang homoseksual pun merupakan kehendak Tuhan? Ini perlu dipahami, sebab homoseksualitas dominan karena bawaan bukan akibat dampak lingkungan. Maka dalam hal ini, cukup relevan ucapan sang jenius Leonardo da Vinci, “Pengalaman tidak salah. Hanya penilaian anda yang salah dengan mengharapkan darinya apa yang tidak ada dalam kuasanya”. Ia yang hampir sempurna karena otak kanan dan kirinya yang begitu seimbang, ia menghasilkan karya-karya lukisan paling fenomenal sepanjang masa dan menciptakan dasar-dasar teknologi mekanika yang hebat, tak pernah berambisi pada kesempurnaan dunia.

Seks telah menjadi daya tarik bukan saja karena skandal-skandal yang telah dibuatnya, juga bagi seseorang yang bernama Sigmund Freud. Berkat kecermatannya menelisik fenomena seks, ia menghasilkan sebuah karya monumental yang terkenal, Psikoanalisis Freud. Ia menemukan peran penting dari ketidaksadaran beserta insting-insting seks dan agresi yang ada di dalamnya dalam pengaturan tingkah laku manusia. Freud menyebutkan, libido atau dorongan seks merupakan energi ketidaksadaran psikologi, maka ia dapat bertentangan dengan prilaku yang beradab. (Baca “Moral Kita Dalam Mentimun”). Ia pun menemukan, kepribadian seseorang, baik dalam hal seksualitas maupun dalam kehidupan sosial lain ditentukan pula oleh kepuasan pada fase-fase perkembangan masa kecilnya yang berkaitan dengan organ genitoanal (seks dan anal).

Kehebohan kasus “predator seks’ yang dipidanakan kepada Reynhard Sinaga, telah menciptakan terpaan angin kencang buat mereka yang hidup sebagai gay. Entah dalam gunjingan yang vulgar maupun tersembunyi. Sepenuhnya kejadian ini harus dilihat sebagai sebuah kejahatan karena libido yang tak terkelola dengan baik, yang selalu berulang dan bukan sama sekali karena seseorang telah ditakdirkan sebagai homoseks. [T]

Tags: Seksualitassex
Share101TweetSendShareSend
Previous Post

Susah Senang Pengalaman Pertama dengan Orang-Orang Baru #Catatan Lomba Musikalisasi Puisi di Undiksha

Next Post

Lomba Musikalisasi Puisi Dies Natalis Undiksha: FBS dan FE Baik, FHIS Mengejutkan

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Lomba Musikalisasi Puisi Dies Natalis Undiksha: FBS dan FE Baik, FHIS Mengejutkan

Lomba Musikalisasi Puisi Dies Natalis Undiksha: FBS dan FE Baik, FHIS Mengejutkan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co