12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Permainan Berbahaya Itu, Bernama Seks

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
January 13, 2020
in Esai
Saat Raga Sakit, Biarkan Pikiran Tetap Sehat –Cerita Tentang Pasien Cuci Darah

“Pengalaman tidak salah. Hanya penilaian anda yang salah dengan mengharapkan darinya apa yang tidak ada dalam kuasanya”. (Leonardo da Vinci)

Sebuah adagium terkenal berbunyi, “Dalam kehidupan ini, ada tiga godaan terbesar bagi laki-laki, yaitu harta, tahta dan wanita”. Meski sebuah pepatah umumnya lahir dari pengalaman panjang kehidupan manusia di bumi, namun ia pun tak pernah bebas dari sifat kenisbian. Dalam pekan terakhir ini, seorang laki-laki WNI diseret ke ruang dingin penjara di kota Manchester, Inggris, gara-gara sejumlah pria, bukan wanita.

Sebagian besar pembaca pastilah telah ikut menyimak kasus menggeparkan yang disebut-sebut sebagai skandal seks terbesar sepanjang sejarah dunia, atau setidaknya dalam catatan kejahatan seks dalam sejarah kriminal Inggris. Dari jumlah korban dan periode waktu terpidana melakukan aksi kejahatan seksnya, skandal ini layak disegani oleh pemerhati dan para ahli di bidang kriminologi. Berbagai sumber menyebutkan tak kurang dari 130 laki-laki telah menjadi korban perkosaan berantainya, dalam kurun waktu sepuluh tahun yang tersembunyi tak diketahui. Kenapa mesti wanita dalam adagium namun pria pada faktanya?

Kita seharusnya perlu merasa bersalah kepada kaum hawa, karena seenaknya menempatkan mereka sebagai aib perusak kehidupan lelaki bersanding dengan ambisi uang dan kekuasaan. Namun, demikianlah produk dari sebuah kultur paternalistik yang cenderung arogan dan mau menang sendiri, melahirkan sikap diskriminatif yang sedemikian vulgar. Atau mungkin saja hanya untuk merangkai frase yang lebih dramatis dan emosional, dengan menempatkan sosok wanita yang di satu saat dipersalahkan sebagai pelacur dan penggoda iman, namun di saat lain dipuja layaknya seorang dewi dan ibu yang bergelimang kasih, entahlah! Maka sesekali akan ada kisah seperti ini untuk mengajari kita agar lebih bijak sejak dalam pikiran. Bukanlah wanita sebetulnya sumber petaka itu, namun dorongan seksual yang liar dan ugal-ugalan. Salahkan seorang homoseksual?

Dalam pelajaran-pelajaran ilmu kesehatan jiwa (psikiatri), homoseksualitas (gay atau lesbi) tak digolongkan sebagai kelainan kejiwaan, melainkan hanya disebut sebagai orientasi seksual. Mereka hidup normal dalam interaksi sosial dalam masyarakat seperti halnya kelompok heteroseksual dan berbeda hanya pada orientasi seksualnya. Mereka pun bisa memiliki kelebihan dan prestasinya melampaui kaum heteroseksual yang umumnya kita anggap “normal”. Kita kan sudah tahu bersama, penyanyi terhebat sepanjang masa Elton John, lelaki berkebangsaan Inggris ini pun seorang gay yang secara terbuka di tahun 2005 mengumumkan pernikahannya dengan belahan jiwanya, pria bernama David Furnish.

Beberapa artis top dunia juga mengakui dirinya gay seperti vokalis band legendaris Queen, mendiang Freedy Mercury, juga penyanyi latin ganteng Ricky Martin dan masih banyak lagi. Pengakuan sebagai homoseksual di kalangan atlet pun telah menimbulkan sensasi masyarakat dunia. Yang cukup menonjol adalah perenang laki-laki peraih lima emas Olimpiade asal Australia yang dijuluki “torpedo” yaitu Ian Thorpe. Dan jangan lupa, manusia paling jenius sepanjang sejarah, Leonardo da Vinci pun disebut-sebut adalah seorang gay. Meski banyak pula kalangan yang menentang anggapan ini, namun orang-orang yang percaya akan hal ini memang memiliki alasan yang cukup kuat. Begitupun, pemuda modis Reynhard Sinaga, WNI yang menjadi pemicu tulisan ini adalah seorang akademisi cerdas yang seharusnya tak lama lagi meraih gelar doktornya.

Mengapa kisah-kisah di atas menjadi sensasional? Pastilah karena satu alasan sederhana, yaitu karena persepsi kita soal normal selalu berdasarkan atas kecenderungan umum. Sering kali kita sulit menerima sesuatu yang beda, mungkin ini memang bakat primordialisme yang telah terbawa secara genetik. Meski dari sudut pandang sains, homoseksualitas bukanlah satu kelainan atau penyakit, namun faktanya, dalam cara pandang tradisional (beberapa agama) hal ini dipandang sebagai dosa, aib yang tak boleh diberikan ruang. Jelas ini sebuah ketidakadilan yang dapat berdampak pada tindakan intimidatif dalam bentuk persekusi terhadap mereka.

Fenomena ini mirip dengan stigma “manak salah” pada kasus kembar bunching di satu tempat di Buleleng yang berimbas pada perlakuan kurang etis/manusiawi terhadap ibu dan kedua bayinya. Seharusnya dalam beragama pun kita masih bisa memakai akal sehat, bukankah kelahiran bayi kembar bunching atau takdir seorang homoseksual pun merupakan kehendak Tuhan? Ini perlu dipahami, sebab homoseksualitas dominan karena bawaan bukan akibat dampak lingkungan. Maka dalam hal ini, cukup relevan ucapan sang jenius Leonardo da Vinci, “Pengalaman tidak salah. Hanya penilaian anda yang salah dengan mengharapkan darinya apa yang tidak ada dalam kuasanya”. Ia yang hampir sempurna karena otak kanan dan kirinya yang begitu seimbang, ia menghasilkan karya-karya lukisan paling fenomenal sepanjang masa dan menciptakan dasar-dasar teknologi mekanika yang hebat, tak pernah berambisi pada kesempurnaan dunia.

Seks telah menjadi daya tarik bukan saja karena skandal-skandal yang telah dibuatnya, juga bagi seseorang yang bernama Sigmund Freud. Berkat kecermatannya menelisik fenomena seks, ia menghasilkan sebuah karya monumental yang terkenal, Psikoanalisis Freud. Ia menemukan peran penting dari ketidaksadaran beserta insting-insting seks dan agresi yang ada di dalamnya dalam pengaturan tingkah laku manusia. Freud menyebutkan, libido atau dorongan seks merupakan energi ketidaksadaran psikologi, maka ia dapat bertentangan dengan prilaku yang beradab. (Baca “Moral Kita Dalam Mentimun”). Ia pun menemukan, kepribadian seseorang, baik dalam hal seksualitas maupun dalam kehidupan sosial lain ditentukan pula oleh kepuasan pada fase-fase perkembangan masa kecilnya yang berkaitan dengan organ genitoanal (seks dan anal).

Kehebohan kasus “predator seks’ yang dipidanakan kepada Reynhard Sinaga, telah menciptakan terpaan angin kencang buat mereka yang hidup sebagai gay. Entah dalam gunjingan yang vulgar maupun tersembunyi. Sepenuhnya kejadian ini harus dilihat sebagai sebuah kejahatan karena libido yang tak terkelola dengan baik, yang selalu berulang dan bukan sama sekali karena seseorang telah ditakdirkan sebagai homoseks. [T]

Tags: Seksualitassex
Share101TweetSendShareSend
Previous Post

Susah Senang Pengalaman Pertama dengan Orang-Orang Baru #Catatan Lomba Musikalisasi Puisi di Undiksha

Next Post

Lomba Musikalisasi Puisi Dies Natalis Undiksha: FBS dan FE Baik, FHIS Mengejutkan

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
Lomba Musikalisasi Puisi Dies Natalis Undiksha: FBS dan FE Baik, FHIS Mengejutkan

Lomba Musikalisasi Puisi Dies Natalis Undiksha: FBS dan FE Baik, FHIS Mengejutkan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co