4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Film Pendek “The Umbrella”, Satu Tembakan Untuk Sebuah Kisah

Putu Kusuma Wijaya by Putu Kusuma Wijaya
October 8, 2019
in Ulasan

— Selasa, 9 Oktober 2019, pukul 20.15 dalam Minikino Film Week (MFW) 5, program Out Of Ordinary, Rumah Film Sang Karsa, Sutradara hadir —-

Ketika film masih diabadikan dengan bahan baku celeloid, sebuah pengambilan gambar terpanjang untuk 35 mm kurang dari 4 menit. Untuk 16 mm, bisa sampai 9 menit. Ini karena dalam satu kaleng film 35 mm berisi material selama 5 menit dan 16 mm selama sepuluh menit, Di potong sana sini, jadi yang benar-benar bisa digunakan mengabadikan  ya seperti angka di atas.

Jaman digital saat ini, pembuat film bisa melakukan apa saja, karena kamera bisa terus berputar semampu data dan baterai menampung. Garin Nugroho mengabadikan drama NYAI yang dua jam pertunjukkan teater itu hanya dengan satu kali tembakan (Shot) Kamera bergerak ke berbagai arah mengabadikan permainan aktor dan aktrisnya. Pembuatan sangat menegangkan karena sekali saja ada kesalahan maka seluruh rentetan adegan harus diulang kembali.                              

Menyaksikan film tanpa sebuah potongan (editing) mengantarkan kepada pengalaman lain. Mata mengamati banyak hal dan penonton diajak untuk bermeditasi, terbang bersama pikirannya. Di jaman yang serba cepat, orang disajikan kotoran audio visual. Cut, Cut dan Cut. Potong sana potong sini. Waktu bekerja di televisi, ada pakem kalau gambar tidak boleh terpaku lebih dari 5 detik. Maka tontonlah acara televisi. Gambar berkelebat secepat kilat dari berbagai sisi. Seakan tak mempunyai rasa percaya diri.

The Umbrella movement adalah gerakan menentang keputusan China Daratan akan Hong Kong. Gerakan ini bergitu masif dan Hong Kong yang telah tumbuh menjadi kota yang penuh energi kebebasan tidak mau tunduk dengan segala peraturan kaku. Kemudian gelombang unjuk rasa yang terjadi akibat penolakan RUU extradisi yang melumpuhkan bandara kota dan kenekatan para mahasiswa melawan itu, mengguncangkan dunia. Anak muda benteng terakhir melawan  ketidakberesan. Adalah gambar yang sempat kita saksikan di media,  kala payung payung  puluhan ribu warga Hong Kong,  itu berkembang menantang hujan dan pemegang keputusan pada gerangan demonstrasi di Hong Kong beberapa waktu silam.

Film pendek The Umbrella sutradara Tseng Hing Wang Eric

Waktu demonstrasi  mahasiswa melanda Indonesia,menentang RUU KUHP dan KPK,  maka mahasiswa Bali tidak diam. Mereka berteriak juga. Di kota kecil nan damai Singaraja ada juga yang memompa semangat ini. Tak pernah ada demostrasi besar di kota kecil ini.  Pada hari yang sama, di media sosial ada tulisan dari mahasiswa kota yang menasehati agar tidak perlu ikut-ikutan melakukan demonstrasi. Katanya, kasihan orang tua kita yang sudah membiayai kita kuliah dan harusnya kita semua belajar agar cepat lulus. Tugas Mahasiswa adalah belajar bukan berdemonstrasi.

Tugas mahasiswa lain dengan tugas anak muda generasi penerus bangsa. Tugas Mahasiswa mengembalikan uang kuliah yang dibiayai orang tua, dan mencari pekerjaan setelah itu. Tugas Generasi muda penerus bangsa melawan apa yang dirasakan menyimpang. Menjaga negeri karena suatu saat nanti akan menjadi penerus. Membela apa yang benar dan mencari hal-hal baru dalam ilmu pengetahuan. Memang tak pernah ada orang besar lahir di kota yang kecil dan damai. Orang besar lahir dari kota yang penuh penderitaan.

Segala ilustrasi di atas semua terangkum dalam film pendek luar biasa sutradara Hong Kong Tseng Hing Weng Eric. THE UMBRELLA yang malam ini akan diputar di Rumah Sang karsa di dalam program OUT OF ORDINARY pada pukul 20,15 malam nanti 8/10/2019.

Film berdurasi 21.59 menit ini hanya terdiri dari satu shot (tembakan)  Tersebutlah sebuah apartemen mahasiswa dengan segala persoalannya. Hubungan cinta, belajar, kunjungan teman, keluarga. Sutradara menyuruh penontonnya memilih jendela mana yang akan dilihat. Seorang mahasiswa datang terluka dan mengambil payung. Yang lainnya menangis karena ditinggal pacar. Dalam menit-menit pertengahan kemudian kita tergiring ke sebuah suasana. Untuk apa tinggal di dalam apartemen dalam situasi seperti ini. Ratusan ribu orang di jalan meneriakkan hak mereka dan kita  menarik lagi selimut nyaman tebal berbulu domba.

Lagu No Woman No Cry Bob Marley telah dengan sangat bagus disalah artikan oleh penyanyi café-café negeri ini. Mereka mendendangkan bak seorang yang patah hati. Katanya kalau tidak ada wanita, tidak ada tangisan. Ini dihubungkan menjadi lagu cinta. Lagu legendaris No Woman No Cry diciptakan oleh BOB MARLEY., tetapi pada tahun 80 an, sebelum musik raggae merajalela, yang memperkenalkan lagu ini  ke Indonesia adalah grup BONEY M dari Belanda.  Mereka menyanyikan lagu ini demikian manisnya. Seperti menyanyikan Halo-Halo Bandung dengan rasa lagu-lagunya Yuni Shara.

Barulah ketika nama Bob Marley mendunia, kita mengerti bahwa ini adalah lagu tentang perjuangan. No Woman No Cry, tak hanya wanita yang bisa menangis. Diceritakannlah kala mereka melalukan perlawanan akan kemunafikan parlemen dan dengan bubur hangat yang dibagi-bagi tetap berteriak melawan hal yang dilakukan semena-mena. Saya harus tetap berpijak pada kebenaran. Kata sang Maestro. Semuanya akan baik-baik saja.

Sutradara film UMBRELLA  Tseng Hing Wang Eric akan melintasi jalan berliku-liku memabukkan menuju kota kecil nan damai Singaraja dan akan duduk di rumah film Sang Karsa nanti malam. Dia akan memaparkan keberaniannya membuat film hanya dengan satu tembakan (shot) juga  tentu akan banyak bercerita tentang arti sebuah perlawanan. Keberanian dan pergerakan demonstrasi para mahasiswa Hong Kong mendesak pemegang keputusan lebih mendengar aspirasi.  P:erjuangan melawan ketidakadilan, tugas anak muda yang terpanggil menjadi tulang punggung penerus bangsa. [T]

Tags: film pendekMinikinoMinikino Film WeekRumah Film Sang Karsa
Share24TweetSendShareSend
Previous Post

Mesair-Mekayat, Seni Burdah Loloan yang Hampir Punah

Next Post

Rupa Kawanku: Jalan Hidup Fotografi Doni Balak

Putu Kusuma Wijaya

Putu Kusuma Wijaya

Pembuat film. Pengelola Rumah Film Sang Karsa di Jalan Singaraja-Seririt KM 13.2, Kaliasem, Buleleng

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Rupa Kawanku: Jalan Hidup Fotografi Doni Balak

Rupa Kawanku: Jalan Hidup Fotografi Doni Balak

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co