15 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mesair-Mekayat, Seni Burdah Loloan yang Hampir Punah

Eka Sabara by Eka Sabara
October 8, 2019
in Khas
Mesair-Mekayat, Seni Burdah Loloan yang Hampir Punah

Burdah Mesair - Mekayat Perkumpulan Burdah Mujahidin Kelurahan Loloan Barat

Saat ini seni burdah sudah merupakan hal yang langka dan sangat jarang sekali dipertunjukkan di acara-acara tradisi di guyup bugis melayu yang ada di Kabupaten Jembrana. Dari beberapa jenis seni Burdah yang dahulu sempat semarak di Jembrana yaitu Burdah Grubuk dari Desa Air Kuning, Burdah Angguk dari Desa Pengambengan dan Burdah Mesair- Mekayat, dan hanya burdah mesair-mekayat yang saat ini masih tetap dipertahankan dan dilestarikan di Kelurahan Loloan Barat.

Kelurahan Loloan Barat tetap bertahan perkumpulan burdah yang sebagian besar anggotanya sudah berusia diatas umur 50 tahunan. Bahkan para anggotanya terlihat aktif melatih generasi muda dalam bermain seni burdah.

“Bang Yik Man”, yang bernama lengkap H. Sayyid Usman Al Qadri yang juga merupakan generasi keenam keturunan dari Syarif Tua tokoh pendiri Loloan, dengan telaten memimpin perkumpulan Burdah Loloan yang bernama Perkumpulan Burdah Mujahidin Loloan Barat.




Ketua Burdah Mujahidin Loloan Barat H. Sayid Usman Al Qadri
Pada acara prosesi Ngelenggang di rumah salah seorang warga di kampong Cempake Loloan Barat
 
Bang Yik Man, panggilan akrab ketua Burdar Loloan Barat sebagai satu-satunya tokoh seniman penggiat dan pelestari Burdah mesair mekayat di kabupaten Jembrana

Mengapa Burdah Loloan ini sangat unik, karena tetap eksis dan bahkan mengkader beberapa generasi muda untuk ikut berlatih seni gendang burdah dan rebana di kelurahan Loloan Barat. Serta ditengah perkembangan irama kesenian yang ada saat ini, para generasi muda tampaknya terpanggil untuk ikut berlatih dalam rangka melestarikan kesenian burdah mesair-mekayat khas Loloan Barat ini.

Disini penulis mencoba mengupas Seni Burdah Loloan yang khas dan unik karena mempunyai makna yang cukup bernilai filosofi dan historis. Dan juga untuk menambah wawasan tentang kesenian burdah yang sangat jarang sekali didengar maupun diminati para generasi muda.

Mengapa Burdah Loloan dikatakan khas dan saat ini sudah langka, karena memiliki makna mesair mekayat, sebuah seni pembacaan syair – syair yang dapat menambah nilai-nilai filosofi keimanan seseorang yang mendengarkan, dan makna mekayat merupakan seni pembacaan hikayat para pendahulu di masa keemasan, dengan tujuan agar calon jabang bayi yang akan dilahirkan mempunyai sifat-sifat para pahlawan pendahulu, sifat sholeh serta arif bijaksana, bila bayinya laki-laki dan jika bayi perempuan agar menjadi sholeha dan beriman kelak saat tumbuh dewasa.

Dahulu ketika masyarakat Bugis Melayu Loloan hatinya sedang dilanda sertadiliputi perasaan resah gelisah dan khawatir akan nasib anak keturunannya pada saat itu, maka para sesepuh memainkan Burdah mesair-mekayat, sehingga bagi yang mendengarkan hantinya menjadi tentram dan damai.

Pada awal masuknya kedatangan orang Bugis- Makassar dan Melayu di Bali Barat, beberapa situasi serta kondisi yang dihadapi saat itu, dimana di satu sisi melawan penjajah, disisi lain juga sebagai pasukan inti kerajaan Jembrana yang mengharuskan berada di posisi terdepan dalam membela kerajaan Jembrana dari serangan kerajaan dari luar di masa-masa kerajaan. Para Prajurit Bugis Makassar Melayu Loloan, sebelum terjun ke pertempuran, malam harinya memainkan burdah mesair dan mekayat untuk menambah semangat serta memberikan kekuatan dalam menghadapi peperangan tersebut.

Perkembangan selanjutnya seni burdah mesair mekayat dirangkai dengan dalam bentuk ekspresi pembacaan Qasidah dengan syair-syair burdah yang terdapat dalam kitab Al Barzanji yang diiringi dengan menabuh rebana ukuran besar (jenis alat musik berbentuk lingkaran kulit yang berdiameter 50 cm dengan pelapis sisi dari bahan kayu. Seni burdah dimainkan dengan 10 orang sampai 12 orang, dengan membaca kitab Al Barzanji secara bergiliran.



Burdah Angguk Desa Pengambengan Yang Saat Ini Sudah Punah

Kata BURDAH sendiri merupakan kata serapan dalam bahasa arab, yang berarti Selimut adalah Sholawat dan Syair yang memuji keagungan serta kemuliaan akhlaq Nabi Muhammad SAW sebagai sang ROSUL AKHIIRUZ  ZAMAN.

Sebenarnya arti kata Burdah itu sendiri yang berarti selimut berasal dari serapan kosakata Bardan dalam bahasa arab yang berarti Dingin, karena dingin maka haruslah berselimut. Seni Burdah merupakan suatu Qasidah yang berisi syair tentang pujian/ sholawat kepada Nabi Muhammad S.A.W. syair – syair burdah diciptakan oleh Imam al Busiri dari Mesir. Burdah Loloan dimasa lampau merupakan tradisi budaya yang dilaksanakan dengan memakai tetabuhan rebana sambil mesair mekayat yang dimainkan oleh para datuk-datuk sesepuh Loloan.

Para  sesepuh  dan  datuk  datuk  di  Loloan  membaca  syair  burdah  dan menabuh rebana yang bertujuan  memohon   dan   mengharapkan   agar   senantiasa   ALLAH   SWT menyelimuti dengan rahmat dan pertolongan – Nya, serta mengharapkan agar SANG NABI MUHAMMAD SAW menyelimuti dengan syafaat pertolongannya. 

Menabuh rebana pada awalnya adalah bukan untuk menghibur diri, melainkan ada hikmah tersendiri dibalik hentakan irama tetabuhan rebana, dapat menggugah semangat pendengar dan penonton dari pembacaan syair syair yang menceritakan riwayat para pahlawan yang syuhada gugur membela panji-panji agama. Sehingga dengan ditabuhnya rebana dapat lah membangkitkan keberanian jiwa laskar pejuang pemegang tongkat keberlangsungan syari’at NABI MUHAMMAD SAW.

Tradisi yang tetap melestarikan seni burdah pada saat ngelenggang yaitu suatu prosesi selamatan kandungan yang telah berusia tujuh bulan. Pelaksanaan prosesi ngelenggan ini dilaksanakan  dengan posisi menidurkan sang ibu yang sedang hamil diatas geladak lantai rumah panggung (tidak boleh ditempat tidur/kasur), hanya beralaskan selembar kain, seluruh tubuh dilulurkan boreh pada malam hari bersama dengan suaminya.


Pada keesokan sepasang suami istri dimandikan dengan air kembang   tujuh   rupa   oleh sanak keluarganya.   Keseluruhan prosesi ini diiringi oleh tabuha rebana dibacakan burdah dengan syair syair antara  lain Parsi, Pa’antah, Rabbuna, Sultan Pahang (pa’ang), Sultan Ma’alaf, Cik Pekih, Angin-angin, Sri Goyang, Tarikh Banyuwangi, Cokkean, Masruh Mambang. Syair syair yang dibacakan pada saat ngelenggang selain Al Burdah (Burdah Barzanji) juga syair Parsi.

Syair Burdah dengan irama tetabuhan rebana adalah cikal bakal media kesenian budaya yang bernafaskan Islam diwilayah Jembrana, hingga saat ini yang masih terus mencoba bertahan dari arus zaman. Saat ini eksis dan berkembang di kelurahan Loloan Barat. Semarak dari kegiatan Burdah dapat terjadipada situasi dan kepentingan yang berbeda beda dari pihak yang mengundang perkumpulan burdah ini.

Tradisi dan seni Burdah Loloan telah menjadi cikal bakal seni dan budaya yang mampu menambah khazanah kebudayaan yang ada di Jembrana. [T]

Tags: burdahjembranaKampung LoloanMuslimseni muslim
Share200TweetSendShareSend
Previous Post

Solidaritas Senja #1 – Merajut Solidaritas, Membuka Perbincangan

Next Post

Film Pendek “The Umbrella”, Satu Tembakan Untuk Sebuah Kisah

Eka Sabara

Eka Sabara

Tinggal di Jembrana

Related Posts

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

LOMBA Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 menghadirkan beragam karya yang mencerminkan perkembangan seni...

Read moreDetails

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

Read moreDetails

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
0
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

Read moreDetails

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails
Next Post

Film Pendek “The Umbrella”, Satu Tembakan Untuk Sebuah Kisah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali
Panggung

Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali

KISAH CEO yang menyamar lazimnya identik dengan drama Korea yang dipenuhi ketegangan, romansa, dan konflik keluarga. Namun, cerita yang akrab...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026
Panggung

“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026

Gemuruh tiupan saksofon, dentuman drum, dan lengking gitar listrik memenuhi Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Senin (13/7/2026) malam. Melalui pertunjukan...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang
Pameran

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026
Khas

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

LOMBA Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 menghadirkan beragam karya yang mencerminkan perkembangan seni...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café
Budaya

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co