4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mesair-Mekayat, Seni Burdah Loloan yang Hampir Punah

Eka Sabara by Eka Sabara
October 8, 2019
in Khas
Mesair-Mekayat, Seni Burdah Loloan yang Hampir Punah

Burdah Mesair - Mekayat Perkumpulan Burdah Mujahidin Kelurahan Loloan Barat

Saat ini seni burdah sudah merupakan hal yang langka dan sangat jarang sekali dipertunjukkan di acara-acara tradisi di guyup bugis melayu yang ada di Kabupaten Jembrana. Dari beberapa jenis seni Burdah yang dahulu sempat semarak di Jembrana yaitu Burdah Grubuk dari Desa Air Kuning, Burdah Angguk dari Desa Pengambengan dan Burdah Mesair- Mekayat, dan hanya burdah mesair-mekayat yang saat ini masih tetap dipertahankan dan dilestarikan di Kelurahan Loloan Barat.

Kelurahan Loloan Barat tetap bertahan perkumpulan burdah yang sebagian besar anggotanya sudah berusia diatas umur 50 tahunan. Bahkan para anggotanya terlihat aktif melatih generasi muda dalam bermain seni burdah.

“Bang Yik Man”, yang bernama lengkap H. Sayyid Usman Al Qadri yang juga merupakan generasi keenam keturunan dari Syarif Tua tokoh pendiri Loloan, dengan telaten memimpin perkumpulan Burdah Loloan yang bernama Perkumpulan Burdah Mujahidin Loloan Barat.




Ketua Burdah Mujahidin Loloan Barat H. Sayid Usman Al Qadri
Pada acara prosesi Ngelenggang di rumah salah seorang warga di kampong Cempake Loloan Barat
 
Bang Yik Man, panggilan akrab ketua Burdar Loloan Barat sebagai satu-satunya tokoh seniman penggiat dan pelestari Burdah mesair mekayat di kabupaten Jembrana

Mengapa Burdah Loloan ini sangat unik, karena tetap eksis dan bahkan mengkader beberapa generasi muda untuk ikut berlatih seni gendang burdah dan rebana di kelurahan Loloan Barat. Serta ditengah perkembangan irama kesenian yang ada saat ini, para generasi muda tampaknya terpanggil untuk ikut berlatih dalam rangka melestarikan kesenian burdah mesair-mekayat khas Loloan Barat ini.

Disini penulis mencoba mengupas Seni Burdah Loloan yang khas dan unik karena mempunyai makna yang cukup bernilai filosofi dan historis. Dan juga untuk menambah wawasan tentang kesenian burdah yang sangat jarang sekali didengar maupun diminati para generasi muda.

Mengapa Burdah Loloan dikatakan khas dan saat ini sudah langka, karena memiliki makna mesair mekayat, sebuah seni pembacaan syair – syair yang dapat menambah nilai-nilai filosofi keimanan seseorang yang mendengarkan, dan makna mekayat merupakan seni pembacaan hikayat para pendahulu di masa keemasan, dengan tujuan agar calon jabang bayi yang akan dilahirkan mempunyai sifat-sifat para pahlawan pendahulu, sifat sholeh serta arif bijaksana, bila bayinya laki-laki dan jika bayi perempuan agar menjadi sholeha dan beriman kelak saat tumbuh dewasa.

Dahulu ketika masyarakat Bugis Melayu Loloan hatinya sedang dilanda sertadiliputi perasaan resah gelisah dan khawatir akan nasib anak keturunannya pada saat itu, maka para sesepuh memainkan Burdah mesair-mekayat, sehingga bagi yang mendengarkan hantinya menjadi tentram dan damai.

Pada awal masuknya kedatangan orang Bugis- Makassar dan Melayu di Bali Barat, beberapa situasi serta kondisi yang dihadapi saat itu, dimana di satu sisi melawan penjajah, disisi lain juga sebagai pasukan inti kerajaan Jembrana yang mengharuskan berada di posisi terdepan dalam membela kerajaan Jembrana dari serangan kerajaan dari luar di masa-masa kerajaan. Para Prajurit Bugis Makassar Melayu Loloan, sebelum terjun ke pertempuran, malam harinya memainkan burdah mesair dan mekayat untuk menambah semangat serta memberikan kekuatan dalam menghadapi peperangan tersebut.

Perkembangan selanjutnya seni burdah mesair mekayat dirangkai dengan dalam bentuk ekspresi pembacaan Qasidah dengan syair-syair burdah yang terdapat dalam kitab Al Barzanji yang diiringi dengan menabuh rebana ukuran besar (jenis alat musik berbentuk lingkaran kulit yang berdiameter 50 cm dengan pelapis sisi dari bahan kayu. Seni burdah dimainkan dengan 10 orang sampai 12 orang, dengan membaca kitab Al Barzanji secara bergiliran.



Burdah Angguk Desa Pengambengan Yang Saat Ini Sudah Punah

Kata BURDAH sendiri merupakan kata serapan dalam bahasa arab, yang berarti Selimut adalah Sholawat dan Syair yang memuji keagungan serta kemuliaan akhlaq Nabi Muhammad SAW sebagai sang ROSUL AKHIIRUZ  ZAMAN.

Sebenarnya arti kata Burdah itu sendiri yang berarti selimut berasal dari serapan kosakata Bardan dalam bahasa arab yang berarti Dingin, karena dingin maka haruslah berselimut. Seni Burdah merupakan suatu Qasidah yang berisi syair tentang pujian/ sholawat kepada Nabi Muhammad S.A.W. syair – syair burdah diciptakan oleh Imam al Busiri dari Mesir. Burdah Loloan dimasa lampau merupakan tradisi budaya yang dilaksanakan dengan memakai tetabuhan rebana sambil mesair mekayat yang dimainkan oleh para datuk-datuk sesepuh Loloan.

Para  sesepuh  dan  datuk  datuk  di  Loloan  membaca  syair  burdah  dan menabuh rebana yang bertujuan  memohon   dan   mengharapkan   agar   senantiasa   ALLAH   SWT menyelimuti dengan rahmat dan pertolongan – Nya, serta mengharapkan agar SANG NABI MUHAMMAD SAW menyelimuti dengan syafaat pertolongannya. 

Menabuh rebana pada awalnya adalah bukan untuk menghibur diri, melainkan ada hikmah tersendiri dibalik hentakan irama tetabuhan rebana, dapat menggugah semangat pendengar dan penonton dari pembacaan syair syair yang menceritakan riwayat para pahlawan yang syuhada gugur membela panji-panji agama. Sehingga dengan ditabuhnya rebana dapat lah membangkitkan keberanian jiwa laskar pejuang pemegang tongkat keberlangsungan syari’at NABI MUHAMMAD SAW.

Tradisi yang tetap melestarikan seni burdah pada saat ngelenggang yaitu suatu prosesi selamatan kandungan yang telah berusia tujuh bulan. Pelaksanaan prosesi ngelenggan ini dilaksanakan  dengan posisi menidurkan sang ibu yang sedang hamil diatas geladak lantai rumah panggung (tidak boleh ditempat tidur/kasur), hanya beralaskan selembar kain, seluruh tubuh dilulurkan boreh pada malam hari bersama dengan suaminya.


Pada keesokan sepasang suami istri dimandikan dengan air kembang   tujuh   rupa   oleh sanak keluarganya.   Keseluruhan prosesi ini diiringi oleh tabuha rebana dibacakan burdah dengan syair syair antara  lain Parsi, Pa’antah, Rabbuna, Sultan Pahang (pa’ang), Sultan Ma’alaf, Cik Pekih, Angin-angin, Sri Goyang, Tarikh Banyuwangi, Cokkean, Masruh Mambang. Syair syair yang dibacakan pada saat ngelenggang selain Al Burdah (Burdah Barzanji) juga syair Parsi.

Syair Burdah dengan irama tetabuhan rebana adalah cikal bakal media kesenian budaya yang bernafaskan Islam diwilayah Jembrana, hingga saat ini yang masih terus mencoba bertahan dari arus zaman. Saat ini eksis dan berkembang di kelurahan Loloan Barat. Semarak dari kegiatan Burdah dapat terjadipada situasi dan kepentingan yang berbeda beda dari pihak yang mengundang perkumpulan burdah ini.

Tradisi dan seni Burdah Loloan telah menjadi cikal bakal seni dan budaya yang mampu menambah khazanah kebudayaan yang ada di Jembrana. [T]

Tags: burdahjembranaKampung LoloanMuslimseni muslim
Share200TweetSendShareSend
Previous Post

Solidaritas Senja #1 – Merajut Solidaritas, Membuka Perbincangan

Next Post

Film Pendek “The Umbrella”, Satu Tembakan Untuk Sebuah Kisah

Eka Sabara

Eka Sabara

Tinggal di Jembrana

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post

Film Pendek “The Umbrella”, Satu Tembakan Untuk Sebuah Kisah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co