2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mahasiswa, Agen Perubahan dan Pemimpin Masa Depan

Putu Susila Darma by Putu Susila Darma
August 29, 2019
in Esai
Mahasiswa, Agen Perubahan dan Pemimpin Masa Depan

Ilustrasi foto oleh Mursal Buyung

“Masa muda hanyalah untuk sesaat saja, namun sesaat sepercik masa yang akan menyertaimu sepanjang masa” -Raisa M. Gorbachev-

____

Begitulah sesungguhnya masa muda, kehidupan kita di masa muda akan membentuk diri kita siapa dimasa tua. Pemuda sangat diperbolehkan sekali mengambil tongkat estafet, bersemangat tinggi untuk bisa ambil bagian dalam perjalan bangsa ini ke depan. Dalam proses pembangunan masyarakat, bangsa dan negara, pemuda merupakan kekuatan dan agen perubahan sebagai perwujudan dari peran yang strategis dalam pembangunan nasional. Pemuda adalah aset bangsa yang tak ternilai harganya, ditangan pemudalah bangsa ini dipertaruhkan.

Seperti yang telah dikatakan oleh para pemikir dan orang bijaksana, bila kita ingin melihat kemajuan suatu bangsa maka lihatlah pemudanya. Di sinilah tidak jarang juga para tokoh nasional sering menggaungkan hebatnya peranan pemuda dalam membangun masyarakat dan bangsa. Ir. Soekarno sebagai founding father dan bapak proklamator sering kali mengobarkan semangatnya dengan berucap “Berikan aku 10 pemuda, maka akan ku guncangkan dunia ini”. Begitu hebatnya pandangan beliau tentang peranan pemuda dalam menggerakan dan mengawal berdirinya suatu kedaulatan bangsa. Kita perlu kembali lagi ke masa muda. Ketika itu kita hidup dengan penuh perasaan yang semangat dan menggebu-gebu oleh jiwa yang bersih tanpa intervensi apapun.

Sejarah telah membuktikan bahwa di tangan generasi mudalah perubahan-perubahan besar terjadi, dari zaman kolonialisme, hingga reformasi, pemudalah yang menjadi garda depan perubah kondisi bangsa. Lantas sekarang apa yang kita bisa lakukan dalam memenuhi peran tersebut? Jawabannya tak lain adalah dengan memperkaya diri kita dengan berbagai pengetahuan baik itu dari segi keprofesian maupun kemasyarakatan, dan tak lupa untuk mempelajari berbagai kesalahan yang pernah terjadi di generasi-generasi sebelumnya.

Pemuda apalagi yang menjadi seorang mahasiswa adalah sosok agen perubahan yang benar-benar diharapkan. Tentunya perubahan yang sesuai dengan ideologi yang kita anut dan kita anggap benar. Perubahan merupakan sebuah perintah yang diberikan oleh Tuhan. Mahasiswa adalah golongan yang harus menjadi garda terdepan dalam melakukan perubahan. Mahasiswa-mahasiswa yang telah sadar tersebut sudah seharusnya tidak lepas tangan begitu saja. Mereka tidak boleh membiarkan bangsa ini melakukan perubahan ke arah yang keliru. Merekalah yang seharusnya melakukan perubahan-perubahan tersebut.

Dalam melakukan perubahan haruslah dibuat metode yang tidak tergesa-gesa, dimulai dari ruang lingkup terkecil yaitu diri sendiri, lalu menyebar terus hingga akhirnya sampai ke ruang lingkup yang kita harapkan, yaitu bangsa ini. Jauhi diri Anda dari kebiasaan kelompok mahasiswa-mahasiswi kupu-kupu yang gemar kuliah pulang-kuliah pulang.Cobalah untuk tidak melewati hari-hari di kampus yang hanya full dengan tugas belajar secara teks books semata. Sebab suatu saat Anda akan tahu jawabannya bahwa di kehidupan nyata Anda tidak akan bisa membawa hapalan dari teks book itu saja.

Saya menyadari Anda sangat serius kuliah, mengerjakan semua yang diperintahkan setiap dosen, dengan harapan kuliah dapat selesai tepat waktu dan meraih prestasi akademik yang memuaskan. Anda tentu berharap nilai ini akan dapat digunakan menjadi pendongkrak untuk peningkatan karier Anda nantinya. Namun apakah Anda sadar sesungguhnya ada bagian yang hilang dari proses pencapaian harapan-harapan itu? Bahkan tempo hari sampai-sampai ada seorang mahasiswa yang gantung diri karena tertekan memikirkan kuliah. Bagaimana ini bisa terjadi? Betapa hebatnya luka batin dan pengaruh tekanan mental dapat mengakhiri nyawa seseorang. 

Mari berpikir lagi, saat ini mahasiswa benar-benar diharapkan menjadi manusia-manusia tangguh yang memiliki kemampuan dan akhlak mulia. Mahasiswa yang tangguh nantinya diharapkan dapat menggantikan generasi-generasi sebelumnya. Mahasiswa itu merupakan aset, cadangan, harapan bangsa untuk masa depan. Tak dapat dipungkiri bahwa seluruh organisasi yang ada akan bersifat mengalir, yaitu ditandai dengan pergantian kekuasaan dari golongan tua ke golongan muda, oleh karena itu kaderisasi harus dilakukan terus-menerus. Dunia kampus dan kemahasiswaannya merupakan momentum kaderisasi yang sangat sayang bila tidak dimanfaatkan.

Mahasiswa diharapkan untuk berperan sebagai penjaga nilai-nilai di masyarakat. Mahasiswa adalah insan akademis yang harus selalu berpikir ilmiah dalam mencari kebenaran. Mahasiswa harus memulainya dari hal tersebut, karena bila direnungkan kembali sifat nilai yang harus dijaga tersebut haruslah mutlak kebenarannya sehingga wajib untuk dijaga. Nilai yang harus dijaga adalah sesuatu yang bersifat benar mutlak, dan tidak ada keraguan lagi di dalamnya. Nilai itu jelaslah bukan hasil dari gagasan yang pragmatis, namun nilai itu haruslah bersumber dari suatu yang benar.

Namun seiring berjalannya waktu, proses kehidupan telah mematahkan jiwa-jiwa itu. Berbagai permasalahan generasi muda kerap muncul pada saat ini. Menurunnya jiwa idealisme, patriotisme, dan nasionalisme di kalangan masyarakat. Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya, tingginya angka putus sekolah yang diakibatkan oleh berbagai faktor yang bukan hanya merugikan generasi muda sendiri, tetapi juga merugikan seluruh bangsa. Kurangnya lapangan kerja atau kesempatan kerja serta tingginya tingkat pengangguran, masih banyaknya perkawinan di bawah umur, terutama di kalangan masyarakat pedesaan, meningkatnya kenakalan remaja dan termasuk penyalahgunaan narkotika kian marak menggerogoti masa depan pemuda kita.

Kebutuhan akan figur teladan bagi remaja sudah jauh dari nilai-nilai luhur yang seharusnya mereka contoh. Mereka hanya mendengar sekedar nasihat-nasihat bagus yang tinggal hanya kata-kata indah. Sikap apatis merupakan kecenderungan yang sering dilakukan untuk menolak dan merespon sesuatu, serta pada saat yang bersamaan tidak mau melibatkan diri di dalamnya. Sikap apatis ini terwujud di dalam tindakan acuhnya akan apa yang terjadi di masyarakat.

Kecemasan dan kurangnya harga diri. Kata stress atau frustrasi semakin umum dipakai kalangan remaja masa kini. Banyak kaum muda yang mencoba mengatasi rasa cemasnya dalam bentuk pelarian (memburu kenikmatan lewat minuman keras, obat penenang, dan lainnya). Ketidakmampuan untuk terlibat, kecenderungan untuk mengintelektualkan segala sesuatu dan pola pikir ekonomis, membuat para remaja sulit melibatkan diri secara emosional maupun efektif dalam hubungan pribadi dan dalam kehidupan di masyarakat. Persahabatan dinilai dengan untung rugi atau malahan dengan uang.

Perasaan tidak berdaya ini muncul pertama-tama karena teknologi semakin menguasai gaya hidup dan pola pikir masyarakat modern. Teknologi mau tidak mau menciptakan masyarakat teknokratis yang memaksa kita untuk pertama-tama berpikir tentang keselamatan diri kita di tengah-tengah masyarakat. Lebih jauh remaja mencari jalan pintas dengan menggunakan segala cara untuk tidak belajar tetapi mendapat nilai baik dalam ijazah. Sebagian besar tindakan-tindakan negatif anak muda dengan minumam keras, obat-obatan pada mulanya berawal dari hanya mencoba-coba dan akhirnya terus menerus terjadi tanpa ada akhir, dapatkah kita bayangkan apa yang akan terjadi pada kehidupan Anda? Kehidupan bangsa Anda? Kehidupan tanah air Anda bila ini terus terjadi?

Untuk meminimalisir masalah tersebut sesungguhnya Anda harus mampu mengubah paradigma Berpikir. Selain Anda harus belajar dengan tekun. Mahasiswa juga sebaiknya aktif dalam kegiatan organisasi. Organisasi merupakan sebuah sarana yang efektif  dalam mengkader generasi penerus bangsa untuk ke depan. Mahasiswa harus meyakini bahwa kampus bukan saja tempat menimba ilmu yang tidak terbatas hanya kepada pelajaran semata. Beranilah tinggalkan zona nyaman. Hal ini memang sangat berlaku dalam seluruh aspek kehidupan dalam meraih sukses. Belajarlah untuk keluar dari zona nyaman Anda mulai saat ini, berusahalah untuk melakukan hal-hal hebat yang belum pernah Anda lakukan sebelumnya.

Keputusan Anda dengan bergabung aktif dalam organisasi kemahasiswaan yang bersifat intra ataupun ektsra akan memberikan dampak positif pada perubahan yang wawasan, cara berpikir, pengetahuan, kepemimpinan serta menajemen kepemimpinan yang notabene tidak diajarkan dalam kurikulum normatif Universitas. Namun dengan aktif dalam kegiatan organisasi lah ilmu-ilmu kehidupan yang lain dapat diperoleh.

Pemahaman arti penting sebuah organisasi dan aktivitas organisasi mahasiswa adalah salah satu persoalan yang pertama-tama harus diluruskan. Adanya anggapan bahwa ber-organisasi berarti berdemonstrasi, atau berorganisasi khusunya di kampus tidak lebih dari sekadar membuang sebagian waktu, energi, ajang mencari kawan atau mencari jodoh merupakan bukti adanya kesalapahaman tentang presepsi sebagian mahasiswa tentang organisasi.

Sebenarnya organsiasi mahasiswa adalah wadah untuk terus meningkatan kualitas diri Anda. satu media yang dapat membentuk kematangan mahasiswa dalam hidup bermasyarakat. Melalui kegiatan organisasi mahasiswa akan senantiasa terus berinteraksi dan beraktualisasi, sehingga menjadi pribadi yang kreatif serta dinamis, dan lebih bijaksana dalam persoalan hidup yang mereka hadapi. Berdasarkan berbagai potensi dan kesempatan yang dimiliki oleh mahasiswa, tidak sepantasnyalah bila mahasiswa hanya mementingkan kebutuhan dirinya sendiri tanpa memberikan kontribusi terhadap bangsa dan Negara.

Berkotor-kotorlah! “Kampus, Sekolah, Kantor Sektor Publik, Perusahaan besar, dan Perusahaan kecil merupakan organisasi. Jadi jika Anda sebagai mahasiswa sudah bisa mempersiapkan diri sejak awal, dan terbiasa dibanting sana-sini, terbiasa belajar dimana-mana, berkeringat-keringat pada kegiatan BEM, OSIS, UKM, PRAMUKA, PMR, dan lain-lain.  Maka, Anda akan lebih mudah beradaptasi dalam institusi itu di kemudian hari. Tindakan Anda hampir sama dengan akumulasi SKS selama 5 semester. Mahasiswa itu sudah bukan siswa yang tugasnya hanya belajar saja, mahasiswa itu bukan lagi seperti burung beo, mahasiswa itu perlu kembali lagi memahami peran mendasarnya sebagai mahasiswa. Mahasiswa harus memiliki karakter dan mental yang kuat. [T]

Tags: kampusmahasiswaPendidikanPengetahuan
Share26TweetSendShareSend
Previous Post

Surat Setelah Hari Inagurasi

Next Post

Kota, Cinta, Spiritualisme, dan Lain-lain…..

Putu Susila Darma

Putu Susila Darma

Bernama lengkap I Putu Susila Darma. Magister Pendidikan Dasar yang lahir di Patas Gerokgak, Buleleng. Tinggal di Singaraja, Bali

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Kota, Cinta, Spiritualisme, dan Lain-lain…..

Kota, Cinta, Spiritualisme, dan Lain-lain…..

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co