23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kota, Cinta, Spiritualisme, dan Lain-lain…..

Angga Wijaya by Angga Wijaya
August 29, 2019
in Esai
Kota, Cinta, Spiritualisme, dan Lain-lain…..

“Dua Kota Dua Ingatan” adalah buku kumpulan puisi kedua saya setelah buku kumpulan puisi perdana “Catatan Pulang” terbit pada Januari 2018. Buku ini awalnya naskah kumpulan puisi yang saya ikut sertakan dalam sayembara manuskrip puisi pada Juli 2018 oleh Penerbit Basabasi, sebuah penerbitan bergengsi di Yogyakarta. Alhamdulillah, Puji Tuhan, naskah yang saya kirim lolos dalam proses kurasi dan diterbitkan menjadi buku pada Mei 2019.

Ada 63 puisi dalam buku ini dengan beragam tema; kota, cinta, ingatan masa lalu dan juga spiritualisme. Ada kebanggaan tersendiri ketika penyair menerbitkan buku puisi; berbagi karya kepada khayalak ramai, tak sekadar proses dokumentasi. Lebih dari itu, penerbitan buku puisi merupakan pembuktian eksistensi seorang penyair. Karya puisi menunjukkan seberapa besar konsistensi dalam menulis dan ‘merekam’ pengalaman batin penyair.

Puisi-puisi yang saya tulis lahir di sela-sela kesibukan sebagai wartawan lepas dan pengajar jurnalistik di sebuah SMA. Ia menjadi “oase” di tengah kegersangan rutinitas; puisi menjadi media ekspresi atas berbagai kegelisahan dan ketakjuban yang saya rasakan. Ketika menyelesaikan sebuah puisi misalnya, saya merasakan kelegaan dan kepuasan batin yang sulit digambarkan dengan kata-kata. Terlebih jika puisi tersebut dimuat di koran atau media daring, senang sekali rasanya.

Puisi juga menjadi alternatif ketika kegelisahan atau ketakjuban atas fenomena yang terjadi di sekitar tak cukup dituliskan dalam sebuah berita, atau esai yang juga saya tekuni sejak lama. Menulis bagi saya adalah sebuah terapi dan katarsis, terlebih jika kita mengalami sebuah situasi yang menekan batin atau keadaan psikologis yang kurang mengenakkan yang bisa menganggu keseharian kita.

Saya menulis puisi sejak 2001, saat  duduk di bangku SMA. Adalah sebuah keberuntungan ketika itu saya mengenal Nanoq da Kansas; penyair, sutradara , wartawan dan seorang petani  di Negara, Jembrana, kampong halaman saya. Ia mengajari saya menulis puisi dan mengenalkan berbagai pemikiran baru melalui buku-buku di perpustakaan pribadinya yang saya baca dengan penuh gairah.

Saya masih ingat, saat puisi-puisi saya dimuat pertama kali di sebuah koran lokal perasaan saya senang sekali. Kegairahan menulis puisi bertambah besar seiring waktu dan puisi-puisi saya mulai menghiasi rubrik sastra di berbagai media baik cetak dan (belakangan) media daring selain beberapa antologi bersama. Setamat SMA dan saat menjadi mahasiwa saya tetap menulis puisi bahkan hingga saat menjadi wartawan.

Wartawan kini yang menulis karya sastra masih jarang, berbeda dengan zaman dahulu. Melalui peluncuran buku kumpulan puisi “Dua Kota Dua Ingatan” ini saya hendak mengajak kawan-kawan wartawan dan masyarakat pada umumnya untuk mulai menulis, apa pun bentuknya.. Dunia literasi di Indonesia kini mulai menunjukkan gejala yang menggembirakan; banyak komunitas sastra dan budaya yang tumbuh tak hanya di kota besar tapi juga di kota kecil dan memberikan ruang yang cukup luas untuk penulis bergaul, belajar dan tumbuh bersama.

Komunitas sastra banyak juga kita temui di ruang digital; grup-grup di media sosial memberi kesempatan penulis pemula belajar dan bereksperimen. Lomba dan sayembara sastra juga makin marak sebagai ajang pembuktian layak atau tidaknya sebuah karya sastra baik itu puisi, cerpen , novela dan novel. Ditambah, penerbit mayor ataupun indie yang tumbuh subur membuat kesempatan untuk menerbitkan buku semakin besar.

Menulis karya sastra, apalagi bisa menerbitkan buku juga menjadi nilai tambah bagi seorang wartawan. Pemikiran-pemikirannya makin tersebar luas, ia bisa menjadi penulis  atau  intelektual yang buku-bukunya dibaca banyak orang. Hanya saja, waktu kadang menjadi alasan klasik mengapa wartawan tidak bisa menulis tulisan selain berita; dikejar deadline, belum lagi jika media tempat wartawan bekerja mengharuskan ia “merangkap” menjadi marketing yang membuat beban kerja bertambah sehingga tak terpikir lagi untuk menulis tulisan non-berita atau sekadar mengikuti lomba jurnalistik misalnya.

Namun, bagi saya, hal itu semestinya tidak menjadi pembenar. Menulis tak mesti dimulai dengan hal-hal yang berat; bisa menulis seperti status atau story di media sosial, hanya saja lebih diperpanjang dan secara intens dilakukan dan dilatih. Menulis buku harian adalah awal yang baik untuk memulai kebiasaan menuangkan pikiran dan perasaan melalui tulisan; hal-hal sederhana tentang rutinitas sehari-hari, perasaan senang atau galau yang menghinggapi, atau kesan usai membaca buku, bepergian keluar kota atau menonton film.

Pun, hal-hal konyol yang mungkin bagi orang lain tak dianggap penting. Semua sah-sah saja untuk ditulis. Kebiasan menulis buku harian akan memperkaya kosa-kata. Dan, jangan heran ketika suatiu hari tiba-tiba kita mampu menulis puisi atau cerpen (bahkan novel) yang indah. Semua bisa dimulai dengan langkah kecil; menulis buku harian, atau jika itu dianggap jadul, buku agenda.

Menulis adalah pekerjaan menyenangkan yang membuat kita “abadi”. Seperti kata Pramoedya Ananta Toer: ”Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” [T]

Tulisan ini akan disampaikan pada Diskusi dan Peluncuran Buku Kumpulan Puisi “Dua Kota Dua Ingatan” karya Angga Wijaya dan Buku Kumpulan Cerpen “Cetik Taluh” karya I Gede Sarjana Putra di Kubu Kopi-Renon, Denpasar, 31 Agustus 2019

Tags: Bukukumpulan puisipeluncuran bukuPuisi
Share58TweetSendShareSend
Previous Post

Mahasiswa, Agen Perubahan dan Pemimpin Masa Depan

Next Post

Istilah-istilah Awam Kasus Medis yang Keliru

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Saat Raga Sakit, Biarkan Pikiran Tetap Sehat –Cerita Tentang Pasien Cuci Darah

Istilah-istilah Awam Kasus Medis yang Keliru

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co