2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Surat Setelah Hari Inagurasi

I Wayan Artika by I Wayan Artika
August 29, 2019
in Esai
Sampah Plastik & Puncak Kesadaran Ekologis

Kepada

Yth. Kawan, Sahabat, Teman

Cerita-cerita haru tentang inagurasi SMA/SMK Negeri Bali Mandara sering saya tahu dari media sosial. Tahun pelajaran 2019/2020 saya hadir dan menulis nama pada no urut 1 daftar hadir undangan VIP. Di antara karangan bunga “Selamat dan Sukses” di depan hall saya disapa oleh Pak Darta, sang “eksekutor”, yang memungkinkan ide Bapak Gubernur Mangku Pastika (kala itu) jadi nyata. Lahan gersang di bebukitan Air Sanih, lontar dan intaran, sahabat kemarau, menjadi saksi. Di lahan inilah keringat dan air mata para guru muda, barisan perintis itu menjadi oase, sejak itu dan hingga hari ini, tempat ratusan siswa miskin yang akan tiba tiap tahun, berjuang bersama meretas kemiskinan pada jalur pendidikan berkualitas tinggi.

Pagi itu (28/8/2019) kursi orang tua siswa yang diinagurasi, baru terisi beberapa. Di belakang saya seorang ibu (janda) dari Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan. “Anak Ibu di sini?” Sapa saya. Dia menjawab, “Nggih, Pak”. Kami bercerita tentang pohon lempeni yang ia bawa ke sekolah, yang wajib jadi “oleh-oleh” kepada alam Air Sanih, sahabat anak mereka dalam tiga tahun ke depan.

Saya tidak suka mengikuti upacara. Kali ini saya terhormat “diajak” dalam ikhtiar mulia.

Tiada perlu saya cerita kualitas acara yang menjadi bukti kerja (belajar) siswa dan guru yang dilandasi konsep “Pendidikan Berbasis Kesadaran”, sebagaimana diungkap lagi dengan lebih jelas pada sambutan Pak Darta, senantiasa tutur sapa yang sederhana, mendasar, hakiki, bernas, dan sama sekali amat jauh dari jemawa, yang mungkin boleh dilakukan karena sekolah Bali Mandara menapaki pencapaian-pencapaian internasional.

Di luar upacara inagurasi ini, saya termasuk orang awam yang sangat sering terlibat. Saya mengajari siswa menulis dan membaca buku. Saya pahami, Sekolah Bali Mandara (SMA/SMK) adalah jawaban nyata gugatan Paulo Freire di Brazil. Romo Mangun menyelenggarakan Sekolah Mangunan, Butet Manurung mendirikan Sekola Rimba, dan Bapak Mangku Pastika membangun Sekolah Bali Mandara. Maka yang membedakan di antara ketiganya adalah karena keberpihakan politik.

Ghalibnya orang miskin tersisih, pun dalam pendidikan. Sampai-sampai mereka merasa tidak punya hak untuk sekolah. Konsep “Sekolah Bali Mandara”, sekolah berkualitas super dan holistik untuk masyarakat miskin, sama sekali bukan “edukasi belas kasihan” tetapi disiapkan dengan penghormatan tinggi kepada masyarakat miskin di Bali.

Siapapun tidak sanggup melakukan proses panjang pembangunan SDM yang berasal dari kaum miskin dan marginal, sampai ada hasil nyata, kecuali politisi. Politik adalah kendaraan atau jalan bebas hambatan bagi segala kemuliaan dan kejahatan sosial. Sekolah Bali Mandara sejak dirintis hampir 10 tahun silam dan hingga hari ini, dan selanjutnya, adalah proyek politik yang sangat mulia.

Ketika saya makan bersama Pak Darta di kantin sekolah, beliau mengatakan, kurang lebih, program Sekolah Bali Mandara, sebagai bukti bahwa negara hadir di dalam kehidupan masyarakat miskin. Kehadiran negara yang seperti kata-kata Pak Darta, bagi saya, rakyat tidak bernama, sudah cukup melegakan karena serasa menjadi penebus perasaan bersalah karena segala ketidakberdayaan (saya).

Hadir di antara orang tua miskin yang mungkin menjadi hari pertama kali mereka duduk dalam segala suasana kehormatan, kemuliaan, ketulusan, saya merasakan segala kesahajaan, seperti terlihat pada sandal jepit, pakain, kebaya, dan kehadiran mereka secara umum. Kini mereka menyaksikan uluran tangan negara dengan “mengadopsi” anak-anak masa depan mereka, selama tiga tahun dalam sistem pendidikan dengan tiga pilar “The Caling”. “Foundation”, dan “Kesadaran”.

Saya mengira ungkapan kehidupan dua wakil siswa, hanya akan menjadi klise dan normatif, di atas panggung besar, dengan bidikan ratusan kamera di hadapannya. Ternyata saya salah.

Tidak berlebihan jika saya harus menangis dan hampir semua hadirin, ketika seorang siswi dari Tabanan mengenang masa kecilnya, dengan ASI diganti air gula (jika itu ada) dan diasuh oleh neneknya karena ibundanya entah kemana dan suatu hari harus menyaksikan ayahnya sudah jadi mayat karena gantung diri di gubuknya. Atau cerita keluarga yang disampaikan oleh wakil siswa lainnya, yang sampai saat ini harus menyimpan rasa rindu panjangnya untuk bisa melihat wajah ibunda.

Ketika saya menjadi salah seorang tim wawancara, tahap akhir PPDB tahun pelajaran ini, memang banyak cerita hidup tragis yang dialami calon siswa. Saya menyimpulkan. Mereka memang miskin secara terminologi ekonomi. Mereka juga miskin dan tertindas secara sosiologis, struktural, dan kultural. Mereka menjalani kemiskinan dimensi ganda. Maka untuk membantu mereka bebas maka generasinya tidak boleh lagi miskin dan di sini yang diperlukan adalah pembangunan karakter mereka, yang menempati dimensi rohani dan intelektual.

Maka bagi siswa dan orang tua, demikianlah sikap saya yang dinyatakan dengan tegas dalam surat ini, Hari Inagurasi adalah garis batas antara masa lalu dan masa yang akan bergerak ke depan. Maka sejatinya seluruh tangis kesedihan sudah habis di Hari Inagurasi. Tidak ada lagi air mata ketika kendaraan-kendaraan murahan dan sepeda motor tua yang dikendarai oleh orang tua bergerak meninggalkan lapangan parkir sekolah.

Lupakan kemiskinan itu, sayang.

Mari kita tanam pohon lempeni yang dibawa oleh ibu seorang janda dari Desa Pujungan, bersama ratusan pohon lain, yang akan menaungi Bukit Air Sanih. [T]

Ruang Jurusan Bahasa, Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha

29 Agustus 2019

Tags: kemiskinanPendidikanSMAN Bali Mandara
Share315TweetSendShareSend
Previous Post

Nasehat Seorang Kutu Buku Kepada Anak Lelakinya (Yang juga Mencintai Buku)

Next Post

Mahasiswa, Agen Perubahan dan Pemimpin Masa Depan

I Wayan Artika

I Wayan Artika

Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum. | Doktor pengajar di Fakultas Bahasa dan Seni, Undiksha Singaraja. Penulis novel, cerpen dan esai. Tulisannya dimuat di berbagai media dan jurnal

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Mahasiswa, Agen Perubahan dan Pemimpin Masa Depan

Mahasiswa, Agen Perubahan dan Pemimpin Masa Depan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co