23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nasehat Seorang Kutu Buku Kepada Anak Lelakinya (Yang juga Mencintai Buku)

dr. Ketut Suantara by dr. Ketut Suantara
August 28, 2019
in Esai
Nasehat Seorang Kutu Buku Kepada Anak Lelakinya (Yang juga Mencintai Buku)

Dokter Suantara bersama anak lelakinya, Kak Abi

I am the master of my fate

I am the captain of my soul

                ( Invictus, karya William Ernest Henley )

Puisi ini mengilhami Nelson Mandela membebaskan negerinya Afrika selatan dari politik apartheid. Puisi ini juga dikutip dalam dua film holywood, salah satunya yang berjudul far and away yang dibintangi oleh pasangan Tom cruise dan Nicole kidman.

___

Hari sabtu sore itu saya dan si sulung Abisekha menikmati teh dan kudapan di teras belakang. Anak ini sangat dekat dengan saya karena kesamaan hobby diantara kami, yakni membaca. Kami ngobrol ngalor ngidul, tentang buku yang telah dibaca, teman wanita yang menarik hatinya, dan guru guru siapa yang disenangi, dan sebagainya.

Tiba tiba dia bertanya setengah serius. ”Ayah, kak Abi kalau sudah besar cocoknya jadi apa ya? Dokter atau ilmuwan? Kak Abi sangat suka membaca tentang ilmu pengetahuan alam, tubuh manusia dan juga cerita legenda dan sejarah, tapi tak begitu suka dengan matematika!” Ia menutup pertanyaannya dengan keluhan.

Abisekha baru kelas 5 SD, sudah beberapa kali lomba mewakili sekolahnya lomba sains. Bahkan sampai lolos ke final yang dilangsungkan di kota kota di jawa timur, Jember, Surabaya, Malang . untuk menyebut beberapa di antaranya.

Kegelisahan Abisekaha adalah kegelisahan saya puluhan tahun yang silam, saat seumuran dengan dia. Saya yang dibesarkan di lingkungan keluarga penggemar bacaan, dari baru bisa membaca sudah disediakan oleh keluarga. Bapak dengan koran korannya, kakak kakak yang sekolah di kota  rutin membawa bacaan saat pulang kampung, baik buku, majalah maupun tabloid.

Bahkan guru saya di SD dulu begitu menyayangi saya yang suka membaca. Begitu ada buku koleksi baru di perpustakaan, pasti tak boleh siswa lain yang membacanya lebih dulu dari saya. Kebetulan sekolah saya SD Inpres baru, saya angkatan pertama disana. Jadi buku perputakaan semuanya baru, dan sangat lengkap menurut saya. Bahkan bila dibandingkan buku yang ada di SD saat ini sekalipun. Dan kalau boleh sombong, tak satu pun buku itu yang tak saya baca.

Semua jenis bacaan saya baca, tabloid olahraga, cerita kepahlawanan, sejarah, cerita remaja bahkan saat SD saya sudah habiskan beberapa serial silat legendaris karya Asmaraman S Kho Ping Hoo. Tambah dewasa akhirnya pilihan bacaan mulai menyesuaikan, saat ini novel sastra, cerpen pilihan dan sedikit filsafat.

Dan saya menyadari dari keluasan minat saya pada jenis bacaan itulah yang mengantar saya hanya sampai ke titik ini. Seorang dokter umum yang hanya bisa berpraktek di desa. Karena saya merasakan minat saya pada bidang kesehatan tak melebihi minat saya bidang lain seperti yang saya sebutkan tadi. Dan saya tak ingin hal ini terjadi pada putra sulung saya.

Saya lupa apa yang saya jawab padanya sore itu. Tapi seandainya dia ingin mendiskusikan lagi hal itu, saya telah menyiapkan sebuah jawaban.


Penulis bersama anak lelakinya

Kak Abi, tentang pertanyaanmu itu, ayah mempunyai beberapa pertimbangkan. Mari kita sederhanakan jadi dua, kegemaranmu membaca, dan akan menjadi apa kau kelak nanti kalau sudah besar. Kak Abi, sebagai penggemar buku di negeri ini, bersiaplah menjadi kaum minoritas, kau mungkin akan kesepian sepanjang sisa hidupmu.

Sebuah survey menyebutkan indeks baca rakyat Indonesia ada di angka 0,001. Artinya dari seribu orang hanya satu yang suka membaca. Buktinya saat di sekolah, kau susah mencari teman yang mau mendengarkan ceritamu yang berat dari buku yang kau baca, hingga Pak Guru Yogi menawarkan dirinya untuk jadi teman bicaramu.

Ayah menyikapi situasi ini dengan coba menggeluti hobby lain di luar membaca, sekadar untuk lebih bisa bersosialisasi dan mencari teman. Kau tahu ayah menguasai banyak cabang olahraga kan, dan ayah juga dulu suka bertualang, mendaki gunung untuk mengeluarkan energi  terpendam, untuk mengimbangi kebiasaan membaca yang pasif.

Dan satu yang baru ayah sadari manfaatnya, dan belum sempat ayah praktekkan saat bersekolah dulu adalah belajar berorganisasi, beranikan diri untuk memimpin orang. Ini akan melatih keberanianmu nanti dan meningkatkan kepercayaan dirimu. Dan yang terpenting kau akan belajar untuk bekerjasama dengan orang lain.

Satu yang ayah syukuri dari kegemaranmu membaca adalah, kau sudah fokus pada beberapa jenis bacaan. Tidak seperti ayah dulu yang melahap semua jenis buku tanpa pandang bulu. Ayah ingat pesan seorang ilmuwan peraih Nobel yang ditulis di sebuah surat kabar, dan layak kau jadikan pedoman dalam melangkah ke depan nanti.

“Kalau anda ingin menjadi orang yang sukses dalam kehidupan, ada rahasianya. Kuasai satu bidang secara mendalam sehingga anda menjadi ahli yang profesional dan langka, lalu kuasai bidang lain secukupnya agar kau bisa bersosialisasi dengan teman teman anda”.

Jadikan ini sebagai cermin, Kak Abi.

Untuk profesi yang cocok untukmu nanti, ayah belum dapat memberikan gambaran yang jelas padamu. Itu perlu proses, dan kau harus mengetahui persis dimana minatmu yang terbesar lalu fokuslah pada yang itu, yang lain cukup kau kuasai sekedarnya. Tetapi ini juga tak bisa berlaku sepenuhnya nak. Kita tinggal di negara yang sistem pendidikannya masih merangkak, coba dan coba terus, tanpa visi yang jelas menurut ayah.

Dan yang merisaukan buat ayah, biaya pendidikan sangat meningkat dalam beberapa tahun belakangan. Dan seandainaya kau bermimpi menjadi dokter seperti ayah, tolong dipikirkan ulang impian itu. Sebagai perbandingan, antara harga makanan dan biaya kuliah kedokteran nanti, terjadi peningkatan yang tak masuk akal menurut ayah.

Harga satu bungkus nasi saat ayah kuliah dibandingkan sekarang paling naik 10 kali lipat, tapi uang spp per semester untuk kuliah seperti ayah, hampir naik 100 kali, apakah ini yang namanya inflasi, ayah kurang mengerti. Kenapa berbeda hampir 10 kali lipat antara peningkatan biaya pendidikan dan harga kebutuhan pangan.

Tapi kau jangan berkecil hati, ayah punya sedikit rahasia yang perlu kau ketahui. Sekarang belajarlah dengan giat. Fokuskan diri pada pelajaran pelajaran yang diujikan untuk mencari sekolah nanti. Misalnya matematika, ilmu pengetahuan alam, bahasa Inggris dan bahasa  Indonesia. Pelajaran lain cukup kau ketahui seperlunya. Berusahalah  mencari perguruan tinggi dengan jalur biasa, tanpa harus lewat jalur mandiri. Entah itu kedokteran, atau apapun nanti. Itu akan sangat melegakan ayah, ayah tak akan merogoh tabungan lebih dalam untuk mengantarkanmu ke bangku kuliah.

Dan begitu kau memilih kuliah sesuai dengan bidang yang kau sukai. Cukup sudah kewajiban ayah untuk pendidikanmu.Ayah cuma perlu melakukan 2D, doa dan menyiapkan dana. Begitu kau kuliah, hidup dan masa depan sudah jadi milikmu sendiri, tanggung jawabmu sendiri. Seperti puisi Invictus tadi “kau adalah nahkoda untuk bidukmu sendiri, dan kau adalah pemandu untuk jiwamu sendiri“

Sepertinya terlalu panjang lebar jawaban yang saya siapkan untuknya. Tapi saya yakin dia akan memahaminya sebagian, dan mengingat sebagian lainnya untuk kelak di kemudian hari. Tetapi setelah saya baca kembali tulisan ini, terlepas dari saya yang mulai pikun. Barangkali sebagian sudah saya sampaikan kepadanya, dan mulai direspon oleh otak kecilnya.

Saat awal tahun ajaran baru, dia naik kelas ke kelas 5. Begitu pulang sekolah dia menelpon saya yang sudah di Buleleng. “Ayah, Kak Abi terpilih menjadi ketua kelas yang baru,” ujarnya bangga.

”Siapa yang memilihmu, Nak? Pak Guru atau teman teman?” tanya saya memastikan.

“Saya ajukan diri, Yah, lalu ada tiga calon dan akhiirnya Abi yang dipilih sama teman-teman!” Begitu dia menutup pembicaraan. Selamat, Nak, kau sudah melakukan sebuah pelajaran yang ayah lewatkan waktu sekolah dulu…BERORGANISASI. [T]

Tags: Bukudokterkutu bukuPendidikan
Share64TweetSendShareSend
Previous Post

Kebebasan, Kedamaian dan Ketegangan

Next Post

Surat Setelah Hari Inagurasi

dr. Ketut Suantara

dr. Ketut Suantara

Dokter. Lahir di Tista, Busungbiu, Buleleng. Kini bertugas di Puskesmas Busungbiu 2 dan buka praktek di Desa Dapdaputih, Busungbiu

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Sampah Plastik & Puncak Kesadaran Ekologis

Surat Setelah Hari Inagurasi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co