2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nasehat Seorang Kutu Buku Kepada Anak Lelakinya (Yang juga Mencintai Buku)

dr. Ketut Suantara by dr. Ketut Suantara
August 28, 2019
in Esai
Nasehat Seorang Kutu Buku Kepada Anak Lelakinya (Yang juga Mencintai Buku)

Dokter Suantara bersama anak lelakinya, Kak Abi

I am the master of my fate

I am the captain of my soul

                ( Invictus, karya William Ernest Henley )

Puisi ini mengilhami Nelson Mandela membebaskan negerinya Afrika selatan dari politik apartheid. Puisi ini juga dikutip dalam dua film holywood, salah satunya yang berjudul far and away yang dibintangi oleh pasangan Tom cruise dan Nicole kidman.

___

Hari sabtu sore itu saya dan si sulung Abisekha menikmati teh dan kudapan di teras belakang. Anak ini sangat dekat dengan saya karena kesamaan hobby diantara kami, yakni membaca. Kami ngobrol ngalor ngidul, tentang buku yang telah dibaca, teman wanita yang menarik hatinya, dan guru guru siapa yang disenangi, dan sebagainya.

Tiba tiba dia bertanya setengah serius. ”Ayah, kak Abi kalau sudah besar cocoknya jadi apa ya? Dokter atau ilmuwan? Kak Abi sangat suka membaca tentang ilmu pengetahuan alam, tubuh manusia dan juga cerita legenda dan sejarah, tapi tak begitu suka dengan matematika!” Ia menutup pertanyaannya dengan keluhan.

Abisekha baru kelas 5 SD, sudah beberapa kali lomba mewakili sekolahnya lomba sains. Bahkan sampai lolos ke final yang dilangsungkan di kota kota di jawa timur, Jember, Surabaya, Malang . untuk menyebut beberapa di antaranya.

Kegelisahan Abisekaha adalah kegelisahan saya puluhan tahun yang silam, saat seumuran dengan dia. Saya yang dibesarkan di lingkungan keluarga penggemar bacaan, dari baru bisa membaca sudah disediakan oleh keluarga. Bapak dengan koran korannya, kakak kakak yang sekolah di kota  rutin membawa bacaan saat pulang kampung, baik buku, majalah maupun tabloid.

Bahkan guru saya di SD dulu begitu menyayangi saya yang suka membaca. Begitu ada buku koleksi baru di perpustakaan, pasti tak boleh siswa lain yang membacanya lebih dulu dari saya. Kebetulan sekolah saya SD Inpres baru, saya angkatan pertama disana. Jadi buku perputakaan semuanya baru, dan sangat lengkap menurut saya. Bahkan bila dibandingkan buku yang ada di SD saat ini sekalipun. Dan kalau boleh sombong, tak satu pun buku itu yang tak saya baca.

Semua jenis bacaan saya baca, tabloid olahraga, cerita kepahlawanan, sejarah, cerita remaja bahkan saat SD saya sudah habiskan beberapa serial silat legendaris karya Asmaraman S Kho Ping Hoo. Tambah dewasa akhirnya pilihan bacaan mulai menyesuaikan, saat ini novel sastra, cerpen pilihan dan sedikit filsafat.

Dan saya menyadari dari keluasan minat saya pada jenis bacaan itulah yang mengantar saya hanya sampai ke titik ini. Seorang dokter umum yang hanya bisa berpraktek di desa. Karena saya merasakan minat saya pada bidang kesehatan tak melebihi minat saya bidang lain seperti yang saya sebutkan tadi. Dan saya tak ingin hal ini terjadi pada putra sulung saya.

Saya lupa apa yang saya jawab padanya sore itu. Tapi seandainya dia ingin mendiskusikan lagi hal itu, saya telah menyiapkan sebuah jawaban.


Penulis bersama anak lelakinya

Kak Abi, tentang pertanyaanmu itu, ayah mempunyai beberapa pertimbangkan. Mari kita sederhanakan jadi dua, kegemaranmu membaca, dan akan menjadi apa kau kelak nanti kalau sudah besar. Kak Abi, sebagai penggemar buku di negeri ini, bersiaplah menjadi kaum minoritas, kau mungkin akan kesepian sepanjang sisa hidupmu.

Sebuah survey menyebutkan indeks baca rakyat Indonesia ada di angka 0,001. Artinya dari seribu orang hanya satu yang suka membaca. Buktinya saat di sekolah, kau susah mencari teman yang mau mendengarkan ceritamu yang berat dari buku yang kau baca, hingga Pak Guru Yogi menawarkan dirinya untuk jadi teman bicaramu.

Ayah menyikapi situasi ini dengan coba menggeluti hobby lain di luar membaca, sekadar untuk lebih bisa bersosialisasi dan mencari teman. Kau tahu ayah menguasai banyak cabang olahraga kan, dan ayah juga dulu suka bertualang, mendaki gunung untuk mengeluarkan energi  terpendam, untuk mengimbangi kebiasaan membaca yang pasif.

Dan satu yang baru ayah sadari manfaatnya, dan belum sempat ayah praktekkan saat bersekolah dulu adalah belajar berorganisasi, beranikan diri untuk memimpin orang. Ini akan melatih keberanianmu nanti dan meningkatkan kepercayaan dirimu. Dan yang terpenting kau akan belajar untuk bekerjasama dengan orang lain.

Satu yang ayah syukuri dari kegemaranmu membaca adalah, kau sudah fokus pada beberapa jenis bacaan. Tidak seperti ayah dulu yang melahap semua jenis buku tanpa pandang bulu. Ayah ingat pesan seorang ilmuwan peraih Nobel yang ditulis di sebuah surat kabar, dan layak kau jadikan pedoman dalam melangkah ke depan nanti.

“Kalau anda ingin menjadi orang yang sukses dalam kehidupan, ada rahasianya. Kuasai satu bidang secara mendalam sehingga anda menjadi ahli yang profesional dan langka, lalu kuasai bidang lain secukupnya agar kau bisa bersosialisasi dengan teman teman anda”.

Jadikan ini sebagai cermin, Kak Abi.

Untuk profesi yang cocok untukmu nanti, ayah belum dapat memberikan gambaran yang jelas padamu. Itu perlu proses, dan kau harus mengetahui persis dimana minatmu yang terbesar lalu fokuslah pada yang itu, yang lain cukup kau kuasai sekedarnya. Tetapi ini juga tak bisa berlaku sepenuhnya nak. Kita tinggal di negara yang sistem pendidikannya masih merangkak, coba dan coba terus, tanpa visi yang jelas menurut ayah.

Dan yang merisaukan buat ayah, biaya pendidikan sangat meningkat dalam beberapa tahun belakangan. Dan seandainaya kau bermimpi menjadi dokter seperti ayah, tolong dipikirkan ulang impian itu. Sebagai perbandingan, antara harga makanan dan biaya kuliah kedokteran nanti, terjadi peningkatan yang tak masuk akal menurut ayah.

Harga satu bungkus nasi saat ayah kuliah dibandingkan sekarang paling naik 10 kali lipat, tapi uang spp per semester untuk kuliah seperti ayah, hampir naik 100 kali, apakah ini yang namanya inflasi, ayah kurang mengerti. Kenapa berbeda hampir 10 kali lipat antara peningkatan biaya pendidikan dan harga kebutuhan pangan.

Tapi kau jangan berkecil hati, ayah punya sedikit rahasia yang perlu kau ketahui. Sekarang belajarlah dengan giat. Fokuskan diri pada pelajaran pelajaran yang diujikan untuk mencari sekolah nanti. Misalnya matematika, ilmu pengetahuan alam, bahasa Inggris dan bahasa  Indonesia. Pelajaran lain cukup kau ketahui seperlunya. Berusahalah  mencari perguruan tinggi dengan jalur biasa, tanpa harus lewat jalur mandiri. Entah itu kedokteran, atau apapun nanti. Itu akan sangat melegakan ayah, ayah tak akan merogoh tabungan lebih dalam untuk mengantarkanmu ke bangku kuliah.

Dan begitu kau memilih kuliah sesuai dengan bidang yang kau sukai. Cukup sudah kewajiban ayah untuk pendidikanmu.Ayah cuma perlu melakukan 2D, doa dan menyiapkan dana. Begitu kau kuliah, hidup dan masa depan sudah jadi milikmu sendiri, tanggung jawabmu sendiri. Seperti puisi Invictus tadi “kau adalah nahkoda untuk bidukmu sendiri, dan kau adalah pemandu untuk jiwamu sendiri“

Sepertinya terlalu panjang lebar jawaban yang saya siapkan untuknya. Tapi saya yakin dia akan memahaminya sebagian, dan mengingat sebagian lainnya untuk kelak di kemudian hari. Tetapi setelah saya baca kembali tulisan ini, terlepas dari saya yang mulai pikun. Barangkali sebagian sudah saya sampaikan kepadanya, dan mulai direspon oleh otak kecilnya.

Saat awal tahun ajaran baru, dia naik kelas ke kelas 5. Begitu pulang sekolah dia menelpon saya yang sudah di Buleleng. “Ayah, Kak Abi terpilih menjadi ketua kelas yang baru,” ujarnya bangga.

”Siapa yang memilihmu, Nak? Pak Guru atau teman teman?” tanya saya memastikan.

“Saya ajukan diri, Yah, lalu ada tiga calon dan akhiirnya Abi yang dipilih sama teman-teman!” Begitu dia menutup pembicaraan. Selamat, Nak, kau sudah melakukan sebuah pelajaran yang ayah lewatkan waktu sekolah dulu…BERORGANISASI. [T]

Tags: Bukudokterkutu bukuPendidikan
Share64TweetSendShareSend
Previous Post

Kebebasan, Kedamaian dan Ketegangan

Next Post

Surat Setelah Hari Inagurasi

dr. Ketut Suantara

dr. Ketut Suantara

Dokter. Lahir di Tista, Busungbiu, Buleleng. Kini bertugas di Puskesmas Busungbiu 2 dan buka praktek di Desa Dapdaputih, Busungbiu

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Sampah Plastik & Puncak Kesadaran Ekologis

Surat Setelah Hari Inagurasi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co