2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bentangan Lini Masa dari Bali hingga Papua — Catatan Dialog Seni Bali Gate#1

Dewa Purwita Sukahet by Dewa Purwita Sukahet
June 19, 2019
in Khas
Bentangan Lini Masa dari Bali hingga Papua — Catatan Dialog Seni Bali Gate#1

Ada pengetahuan baru yang tersaji dalam dialog seni dan sederet permasalah yang mencuat ke permukaan pada Bali Gate #1 di Bentara Budaya Bali, Minggu 16 Juni 2019. Sebagai inisiator event adalah Gurat Institute yang dimotori oleh I Wayan Seriyoga Parta, Made Susanta Dwitanaya, Savitri Sastrawan, Purwita Sukahet, dan I Wayan Nuriarta.

Bali Gate dalam konteks kesenian dimaksudkan untuk membangun wacana jaringan kesenian juga kebudayaan di Indonesia Timur dimana Bali menjadi pintu masuknya sekaligus sebagai mediator ke wilayah Barat Indonesia. Sesi pertama menampilkan pembicara I Ngurah Suryawan seorang antropologi, Basri Amin seorang Sosiolog dan I Wayan Seriyoga Parta yang berprofesi sebagai kurator. Akan tetapi pada saat pelaksaannya Basri Amin nampaknya berhalangan hadir karena adanya sesuatu dan lainnya, sehingga pembicara hanya dua yaitu I Ngurah Suryawan bersama I Wayan Seriyoga Parta yang dimoderatori oleh Purwita Sukahet.

I Ngurah Suryawan menyampaikan materi tentang kebudayaan Papua dari kacamata antropologi. Topiknya adalah mengenai Mambesak sebagai gerakan seni budaya Papua. Mambesak sendiri memiliki arti burung Cendrawasih dalam terminologi lokal Papua, group ini dibentuk oleh Arnold Clemens Ap, Sam Kapissa, Yowel Kafiar, Maethinny Sawaki. Ide dasarnya adalah mengangkat kesenian rakyat Papua yang berakar pada lagu dan tarian rakyat pada kehidupan sehari-hari masyarakat Papua.

Lambat laun, Mambesak menjadi kian populer dan membangkitkan semangat kesadaran masyarakat Papua tentang identitas budayanya, namun pada 26 April 1984, pimpinan Mambesak yaitu Arlod Ap ditembak di pantai Pasir Enam karena dianggap menyemai benih separatisme Papua. Dalam paper yang ditulis oleh Suryawan menyatakan bahwa aparat keamanan saati itu, Koppasandha (Kopassus) mencurigai gerakan kebudayaan Arnold Ap.

Suryawan memulai penelurusan melalui Mambesak yang kemudian memaparkan hasil risetnya di bumi Cendrawasih, dalam pemaparannya kita disodorkan ragam pengetahuan tentang Papua dan kebudayaannya. Dalam kritik perspektifnya ia juga menyatakan bahwa realitas yang ada kini adalah Papua telah terhubung atau tertautkan dengan dunia global seperti pembangunan, investasi, sampai pendatang. Kebudayan dalam pandangan kini juga memiliki konotasi sebagai sebuah “proyek” untuk kepentingan ekonomi politik yang nyatanya banyak merubah kebudayaan Papua selain pandangan romantisme ketika berbicara Papua pikiran kita hanya terfokus pada koteka.

Tidak hanya tentang kehidupan sosial budaya, Suryawan juga menemukan dan berinteraksi dengan seniman Papua yang selain membuat ornamen juga melukis. Dalam presentasinya, dapat dilihat lukisan yang bertemakan sosial dengan menampilkan potrait wajah-wajah masyarakat adat dan tema keagamaan yang unik. Bagaimana tidak, salah satu slide powerpoint Suryawan menampilkan lukisan interpretasi the last supper yang populer di tangan Leonardo da Vinci di buat di Papua. Dalam hal ini menunjukan bahwa perkembangan peradaban dipengaruhi oleh sejarah kontak dengan orang lain, agama (Zending, Misis, dan Islam).

I Wayan Seriyoga Parta memaparkan tentang program-program yang ia rancang selama ini baik di Gorontalo maupun di Bali. Dalam paparannya ia mengetengahkan topik “Bali Gate”, meneropong perkembangan medan seni rupa Indonesia Timur. Dalam pemaparannya ia juga menyatakan bahwa wacana ini penting untuk diungkapkan kembali karena menimbang ke-Indonesia-an dalam seni rupa selama ini hanya berpusaran dalam arus wilayah pulau Jawa dan Bali. Umumnya, masyarakat memandang seni rupa diluar konteks medan sosial seni rupa Bandung, Jakarta, Yogya, dan Bali sebagai “seni primitif” padahal dalam narasi-narasi kecil di luar wilayah tersebut memiliki potensi kuat untuk dikembangkan dalam wacana global art. Ia menyatakan bahwa potensi daerah dalam konteks seni rupa sangatlah beragam dan hal inilah yang belum tersentuh oleh pemikiran kreatif dalam hal pengembangannya.

Yoga Parta juga membahas melalui metode yang komparatif dalam event-event yang digaungkan sebagai program agar menyentuh persoalan tersebut. Sebagaimana event yang digagas oleh Galeri Nasional seperti Art-Chipelago, ArsTropika, Bumi Tadulako, (mo)dulanga Lipu, Tupalo, hingga seri Pameran Besar Seni Rupa Indonesia yang konsentrasi terhadap wacana kedaerahan.

Ia memaparkan beberapa kendala dan suka cita dalam menggerakkan event-event skala lokal-nasional sebagai perbandingan dalam mempertimbangkan kembali pentingnya kesadaran membangun wacana kedaerahan seperti event Makassar Biennale 2015, Celebes Art Link 2018, Makassar Art Initiative Movement 2019, dan yang teranyar adalah Connectedness di Santrian Gallery, dan Berawa Beach Art Festival 2019. Yoga Parta memaparkan tidak sedikit tantangan yang harus dihapadi dalam membangun sebuah event yang pada intinya membangun dan menggerakan jaringan seni rupa yang tertaut pada kewilayahan di Timur Indonesia.

Di dalam sesi diskusi, para peserta dialog seni ini menunjukan antusiasme, sekitar 30-an peserta diskusi yang hadir di Bentara Budaya Bali dari sore hari hingga malam. Seni ini membuka dua sesi diskusi yang dijatah tiga penanya atau penanggap di masing-masing sesi. Sesi pertama ada Iwan yang bergerak dalam bidang LSM yang konteks pertanyaannya mengenai strategi agar anak-anak muda dapat menyadari pentingnya kebudayaan sebagai sebuah ruh bagi pembangunan, selain itu dalam konteks Papua, adalah posisi adatnya yang dikomparasi dengan keadaan di Bali.

Di sisi lain ada Triakta Bagus Prasetya yang nampak risau dengan keterputusan informasi dari acara diskusi yang permasalahannya hanya selesai di ruang diskusi, terlebih dalam konteks wacana adalah bagaimana mengembangkan sayap informatif yang digaungkan dalam ruang diskusi agar mampu didengar oleh masyarakat luas. Kemudian disambung oleh Siswandewi yang menanyakan lebih dalam mengenai Mambesak Papua, dan cerminan psikologis seperti apa yang tersaji dalam aransemen musik maupun gerak-gerak tarian masyarakat Papua.
Sesi kedua dimulai oleh pertanyaa seorang perupa Gusti Wis perihal pentingnya identitas kelokalan di dalam membangun dan menggaungkan kedaerahan hingga sampai di dengar oleh masyarakat global. setelahnya adalah kawan dari Sumbawa bernama Golenk yang juga nampaknya sedikit gusar dengan kesejarahan Mambesak dalam membangun kesadaran kebudayaan lokal yang kemudian dianggap sparatis oleh pihak tertentu. Dan terakhir adalah Sudiani yang menanggapai betapa rumitnya permasalah yang dihadapi dalam pengembangan kebudayaan oleh daerah dalam konteks ini adalah Papua dan bagaimana relasi seniman muda dengan perupa senior di Papua.

Sesi diskusipun menjadi semakin hangat dengan tanggapan dan jawaban dari dua pembicara. Ada beberapa kata kunci yang muncul dalam dialog ini, seperti adanya “anomali” dalam pencarian identitas kelokalan dalam konteks Papua, seperti keinginan untuk mengangkat identitas komunal akan tetapi di sisi lain lebih mengasosiasikan diri dengan budaya luar sebagaimana musi rap yang sangat digemari di Bumi Cendrawasih. Kata kunci lainnya adalah “identitas x tourism”, “pentingnya pendidikan dan pengetahuan”, “survival dan pemetaan” dalam konteks kasus seni rupa Gorontalo dan Makassar yang memiliki potensi besar, “strategi” hingga “konvensi” yang harus dilakukan dalam wilayah akademik.

Bagaimanapun juga “after effect” atau “post-event” seringkali diabaikan, dua kata kunci ini menjadi penutup diskusi tentang bagaimana menyebarkan informasi kepada publik luas tentang apa yang telah terjadi pada momentum waktu juga peristiwa yang terjadi. Sebagaimana pemahaman baru tentang seni dan kebudayaan Papua yang telah disampaikan oleh I Ngurah Suryawan juga wacana “Bali Gate” yang digaungkan kembali oleh I Wayan Seriyoga Parta. Wacana akan menjadi besar ketika terjadi perbincangan juga perdebatan yang berkesinambungan sampai melahirkan wacana baru dan tercatat dalam lini masa, sebagaimana Bali Gate #1 menarik garis waktu dari Makassar-Gorontalo hingga Papua yang masuk dalam ranah dialog seni di Bali.

Pohmanis 2019

Share65TweetSendShareSend
Previous Post

Sampah Plastik & Puncak Kesadaran Ekologis

Next Post

Belajar dari Anak-Anak

Dewa Purwita Sukahet

Dewa Purwita Sukahet

Perupa, suka ngukur jalan, dan CaLis tanpa Tung

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Belajar dari Anak-Anak

Belajar dari Anak-Anak

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co