2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bentangan Lini Masa dari Bali hingga Papua — Catatan Dialog Seni Bali Gate#1

Dewa Purwita Sukahet by Dewa Purwita Sukahet
June 19, 2019
in Khas
Bentangan Lini Masa dari Bali hingga Papua — Catatan Dialog Seni Bali Gate#1

Ada pengetahuan baru yang tersaji dalam dialog seni dan sederet permasalah yang mencuat ke permukaan pada Bali Gate #1 di Bentara Budaya Bali, Minggu 16 Juni 2019. Sebagai inisiator event adalah Gurat Institute yang dimotori oleh I Wayan Seriyoga Parta, Made Susanta Dwitanaya, Savitri Sastrawan, Purwita Sukahet, dan I Wayan Nuriarta.

Bali Gate dalam konteks kesenian dimaksudkan untuk membangun wacana jaringan kesenian juga kebudayaan di Indonesia Timur dimana Bali menjadi pintu masuknya sekaligus sebagai mediator ke wilayah Barat Indonesia. Sesi pertama menampilkan pembicara I Ngurah Suryawan seorang antropologi, Basri Amin seorang Sosiolog dan I Wayan Seriyoga Parta yang berprofesi sebagai kurator. Akan tetapi pada saat pelaksaannya Basri Amin nampaknya berhalangan hadir karena adanya sesuatu dan lainnya, sehingga pembicara hanya dua yaitu I Ngurah Suryawan bersama I Wayan Seriyoga Parta yang dimoderatori oleh Purwita Sukahet.

I Ngurah Suryawan menyampaikan materi tentang kebudayaan Papua dari kacamata antropologi. Topiknya adalah mengenai Mambesak sebagai gerakan seni budaya Papua. Mambesak sendiri memiliki arti burung Cendrawasih dalam terminologi lokal Papua, group ini dibentuk oleh Arnold Clemens Ap, Sam Kapissa, Yowel Kafiar, Maethinny Sawaki. Ide dasarnya adalah mengangkat kesenian rakyat Papua yang berakar pada lagu dan tarian rakyat pada kehidupan sehari-hari masyarakat Papua.

Lambat laun, Mambesak menjadi kian populer dan membangkitkan semangat kesadaran masyarakat Papua tentang identitas budayanya, namun pada 26 April 1984, pimpinan Mambesak yaitu Arlod Ap ditembak di pantai Pasir Enam karena dianggap menyemai benih separatisme Papua. Dalam paper yang ditulis oleh Suryawan menyatakan bahwa aparat keamanan saati itu, Koppasandha (Kopassus) mencurigai gerakan kebudayaan Arnold Ap.

Suryawan memulai penelurusan melalui Mambesak yang kemudian memaparkan hasil risetnya di bumi Cendrawasih, dalam pemaparannya kita disodorkan ragam pengetahuan tentang Papua dan kebudayaannya. Dalam kritik perspektifnya ia juga menyatakan bahwa realitas yang ada kini adalah Papua telah terhubung atau tertautkan dengan dunia global seperti pembangunan, investasi, sampai pendatang. Kebudayan dalam pandangan kini juga memiliki konotasi sebagai sebuah “proyek” untuk kepentingan ekonomi politik yang nyatanya banyak merubah kebudayaan Papua selain pandangan romantisme ketika berbicara Papua pikiran kita hanya terfokus pada koteka.

Tidak hanya tentang kehidupan sosial budaya, Suryawan juga menemukan dan berinteraksi dengan seniman Papua yang selain membuat ornamen juga melukis. Dalam presentasinya, dapat dilihat lukisan yang bertemakan sosial dengan menampilkan potrait wajah-wajah masyarakat adat dan tema keagamaan yang unik. Bagaimana tidak, salah satu slide powerpoint Suryawan menampilkan lukisan interpretasi the last supper yang populer di tangan Leonardo da Vinci di buat di Papua. Dalam hal ini menunjukan bahwa perkembangan peradaban dipengaruhi oleh sejarah kontak dengan orang lain, agama (Zending, Misis, dan Islam).

I Wayan Seriyoga Parta memaparkan tentang program-program yang ia rancang selama ini baik di Gorontalo maupun di Bali. Dalam paparannya ia mengetengahkan topik “Bali Gate”, meneropong perkembangan medan seni rupa Indonesia Timur. Dalam pemaparannya ia juga menyatakan bahwa wacana ini penting untuk diungkapkan kembali karena menimbang ke-Indonesia-an dalam seni rupa selama ini hanya berpusaran dalam arus wilayah pulau Jawa dan Bali. Umumnya, masyarakat memandang seni rupa diluar konteks medan sosial seni rupa Bandung, Jakarta, Yogya, dan Bali sebagai “seni primitif” padahal dalam narasi-narasi kecil di luar wilayah tersebut memiliki potensi kuat untuk dikembangkan dalam wacana global art. Ia menyatakan bahwa potensi daerah dalam konteks seni rupa sangatlah beragam dan hal inilah yang belum tersentuh oleh pemikiran kreatif dalam hal pengembangannya.

Yoga Parta juga membahas melalui metode yang komparatif dalam event-event yang digaungkan sebagai program agar menyentuh persoalan tersebut. Sebagaimana event yang digagas oleh Galeri Nasional seperti Art-Chipelago, ArsTropika, Bumi Tadulako, (mo)dulanga Lipu, Tupalo, hingga seri Pameran Besar Seni Rupa Indonesia yang konsentrasi terhadap wacana kedaerahan.

Ia memaparkan beberapa kendala dan suka cita dalam menggerakkan event-event skala lokal-nasional sebagai perbandingan dalam mempertimbangkan kembali pentingnya kesadaran membangun wacana kedaerahan seperti event Makassar Biennale 2015, Celebes Art Link 2018, Makassar Art Initiative Movement 2019, dan yang teranyar adalah Connectedness di Santrian Gallery, dan Berawa Beach Art Festival 2019. Yoga Parta memaparkan tidak sedikit tantangan yang harus dihapadi dalam membangun sebuah event yang pada intinya membangun dan menggerakan jaringan seni rupa yang tertaut pada kewilayahan di Timur Indonesia.

Di dalam sesi diskusi, para peserta dialog seni ini menunjukan antusiasme, sekitar 30-an peserta diskusi yang hadir di Bentara Budaya Bali dari sore hari hingga malam. Seni ini membuka dua sesi diskusi yang dijatah tiga penanya atau penanggap di masing-masing sesi. Sesi pertama ada Iwan yang bergerak dalam bidang LSM yang konteks pertanyaannya mengenai strategi agar anak-anak muda dapat menyadari pentingnya kebudayaan sebagai sebuah ruh bagi pembangunan, selain itu dalam konteks Papua, adalah posisi adatnya yang dikomparasi dengan keadaan di Bali.

Di sisi lain ada Triakta Bagus Prasetya yang nampak risau dengan keterputusan informasi dari acara diskusi yang permasalahannya hanya selesai di ruang diskusi, terlebih dalam konteks wacana adalah bagaimana mengembangkan sayap informatif yang digaungkan dalam ruang diskusi agar mampu didengar oleh masyarakat luas. Kemudian disambung oleh Siswandewi yang menanyakan lebih dalam mengenai Mambesak Papua, dan cerminan psikologis seperti apa yang tersaji dalam aransemen musik maupun gerak-gerak tarian masyarakat Papua.
Sesi kedua dimulai oleh pertanyaa seorang perupa Gusti Wis perihal pentingnya identitas kelokalan di dalam membangun dan menggaungkan kedaerahan hingga sampai di dengar oleh masyarakat global. setelahnya adalah kawan dari Sumbawa bernama Golenk yang juga nampaknya sedikit gusar dengan kesejarahan Mambesak dalam membangun kesadaran kebudayaan lokal yang kemudian dianggap sparatis oleh pihak tertentu. Dan terakhir adalah Sudiani yang menanggapai betapa rumitnya permasalah yang dihadapi dalam pengembangan kebudayaan oleh daerah dalam konteks ini adalah Papua dan bagaimana relasi seniman muda dengan perupa senior di Papua.

Sesi diskusipun menjadi semakin hangat dengan tanggapan dan jawaban dari dua pembicara. Ada beberapa kata kunci yang muncul dalam dialog ini, seperti adanya “anomali” dalam pencarian identitas kelokalan dalam konteks Papua, seperti keinginan untuk mengangkat identitas komunal akan tetapi di sisi lain lebih mengasosiasikan diri dengan budaya luar sebagaimana musi rap yang sangat digemari di Bumi Cendrawasih. Kata kunci lainnya adalah “identitas x tourism”, “pentingnya pendidikan dan pengetahuan”, “survival dan pemetaan” dalam konteks kasus seni rupa Gorontalo dan Makassar yang memiliki potensi besar, “strategi” hingga “konvensi” yang harus dilakukan dalam wilayah akademik.

Bagaimanapun juga “after effect” atau “post-event” seringkali diabaikan, dua kata kunci ini menjadi penutup diskusi tentang bagaimana menyebarkan informasi kepada publik luas tentang apa yang telah terjadi pada momentum waktu juga peristiwa yang terjadi. Sebagaimana pemahaman baru tentang seni dan kebudayaan Papua yang telah disampaikan oleh I Ngurah Suryawan juga wacana “Bali Gate” yang digaungkan kembali oleh I Wayan Seriyoga Parta. Wacana akan menjadi besar ketika terjadi perbincangan juga perdebatan yang berkesinambungan sampai melahirkan wacana baru dan tercatat dalam lini masa, sebagaimana Bali Gate #1 menarik garis waktu dari Makassar-Gorontalo hingga Papua yang masuk dalam ranah dialog seni di Bali.

Pohmanis 2019

Share65TweetSendShareSend
Previous Post

Sampah Plastik & Puncak Kesadaran Ekologis

Next Post

Belajar dari Anak-Anak

Dewa Purwita Sukahet

Dewa Purwita Sukahet

Perupa, suka ngukur jalan, dan CaLis tanpa Tung

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Belajar dari Anak-Anak

Belajar dari Anak-Anak

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co