2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mencari Ulama yang Ulama

Jaswanto by Jaswanto
May 2, 2019
in Esai
Siapa Orang yang Paling Baik?

Salah satu tanda akhir zaman adalah adanya orang yang banyak beribadat tapi jahil, dan ulama (ahli agama) tapi fasik (justru menyalahi ajaran agama). -HR. Ibn ‘Ady

Kita tidak pernah tahu pasti apakah Hari Kiamat benar-benar sudah dekat atau tidak. Namun, yang nyata, belakangan ini, seperti didemonstrasikan di depan mata kita, kegairahan beribadat tak jarang berjalan beriringan dengan pikiran fanatik, cupet, mau menang sendiri, dan menyalah-nyalahkan pandangan orang yang berbeda pendapat.

Di sisi lain, Nabi Muhammad Saw. telah bersabda di awal tulisan ini, bahwa kita dipaksa untuk menelan kenyataan bahwa keulamaan tak selalu berjalan beriring dengan moralitas luhur. Malah, seperti Haidar Bagir dalam esainya yang berjudul Cinta sebagai Asas Agama menuliskan, masyarakat dibuat skeptis terkait moral para ulamanya. Entah dalam hal hidup bermewah-mewahan dengan menjual keulamaannya kepada publik atau kekuasaan, entah menjual diri demi meraih kekuasaan atau jabatan, tak terkecuali juga popularitas.

Itu semua, menurut saya, dilakukan untuk menyenangkan massa dengan materi dan gaya berdakwah yang banal, atau dengan membenar-benarkan posisi politik penguasa atau orang yang telah menyuguhinya berbagai fasilitas, sambil menyesat-nyesatkan musuh si penguasa atau orang tersebut. Padalah, menurut Candra Malik: Dakwah itu merangkul, bukan memukul. Dakwah itu mengajak, bukan mengejek. Dakwah itu mengobati, bukan menyakiti. Dakwah itu menyenangkan, bukan menegangkan. Dakwah itu menentramkan, bukan menyeramkan. Dan yang paling penting, dakwah itu membahagiakan, bukan membahayakan.

Di samping beribadah, seorang ulama juga harus berilmu. Ini jugalah latar kenapa Nabi secara demonstratif memilih duduk di masjid bersama jamaah yang mendiskusikan ilmu ketimbang semata-mata memperbanyak ibadah. Akan tetapi, bukan berarti beribadah tak penting, tetapi bahwa membanyak-banyakkan ibadah tanpa disertai wawasan cukup dan pikiran terbuka justru bisa melipatgandakan kerusakan akibat semangat kesalehan yang sering tak terkendali.

Dalam mencari ilmu pun, niatnya harus mencari ridho Allah, bukan apa-apa. Seperti kata Imam Abu Hamid Al-Ghozali, dalam Bidayatul Hidayah, menuliskan: Sesungguhnya engkau, dalam mencari ilmu, apabila berniat untuk bersaing mencari popularitas, kebanggaan atau untuk mengungguli teman-teman sebayanya dan supaya mendapat simpati dari orang banyak, maka engkau sebenarnya telah berusaha menghancurkan agamamu, merusak dirimu sendiri, dan menjual kebahagiaan akhirat dengan kesenangan dunia.

Ibarat seorang pedagang, maka transaksi yang telah engkau buat itu sia-sia dan perdagangan yang engkau tangani itu tidak membawa keuntungan. Sedangkan orang yang mengajarmu (gurumu) itu dianggap membantumu melakukan kemaksiatan yang juga akan merasakan kerugian. Guru yang demikian itu laksana orang yang menjual segala pedang kepada penjahat.

Di era zaman kacau ini, dunia yang sedang meluruh ini, di negeri yang tuna budaya ini, umat harus berhati-hati memilih ulama panutannya dalam belajar agama; jangan tertipu oleh kepiawaian berpidato dan materi dakwah yang sekadar menghibur atau memanas-manasi demi memuasi nafsu angkara orang banyak.

***

Semua Muslim saya kira sepakat bahwa mengupayakan kebaikan dan menolak kemungkaran adalah kewajiban bagi setiap Muslim. Terkait dengan hal itu, Haidar Bagir mengungkapkan, ada dua hal lagi yang sangat penting untuk dibahas. Pertama, apakah menolak kemungkaran—betapapun memang merupakan suatu kewajiban—harus selalu dilakukan dengan represi/persekusi, bahkan sikap-sikap kasar? Kedua, bagaimana kita harus mengintegrasikan gagasan tentang nahi mungkar ini dengan gagasan dakwah, yang malah mempromosikan kelemahlembutan?

Bagi saya, kedua pertanyaan ini menjadi sangat penting sebagai pertimbangan kita dalam memilih ulama untuk kita jadikan guru spiritual kita semua. Sebab, di Indonesia ini, akhir-akhir ini banyak sekali ulama yang seperti dikatakan oleh Nabi, “…ulama (ahli agama) tapi fasik (justru menyalahi ajaran agama)”.

Seorang ulama—yang menjadi guru bagi umat—seharusnya sudah menyelesaikan masalah dengan dirinya sendiri, mengalahkan ego dalam dirinya. Sebab, seperti kata Syaikh Badiuzzaman Said Nursi dalam Risalah Ana at-Thabi’ah, “ego” adalah kunci untuk membuka perbendaharaan nama-nama Allah yang tersembunyi dan rahasia alam yang terkunci. Ia merupakan misteri yang menakjubkan dan teka-teki yang mengherankan. Namun dengan memahami subtansi “ego”, misteri menakjubkan tersebut akan terungkap dan teka-teki mengherankan itupun akan tersingkap. Akan tetapi, “ego” juga merupakan benih yang menjadi asal-muasal pohon zaqqum yang menakutkan.

Sejalan dengan itu, Ali bin Abi Thalib pernah menyatakan, “Betapa mudah mengungkapkan kebenaran, tetapi betapa sulit melaksanakannya… Hanya orang-orang yang mampu membenahi dirinyalah yang dapat membenahi masyarakatnya.”

Seolah menyimpulkan itu semua, Ibn Taimiyah yang menjadi patron banyak kelompok “keras” di kalangan umat Islam, menyatakan, “Orang yang ingin beramar makruf nahi mungkar semestinya memiliki tiga bekal: ilmu, kelemahlembutan, dan kesabaran.” Kepemilikan ilmu diperlukan agar orang memahami persoalan yang dihadapi sebelum melancarkan kegiatan nahi mungkar itu sendiri. Lalu, kelemahlembutan harus mewarnai proses menolak kemungkaran itu sendiri. Artinya, sikap sabar harus dirawat sesudahnya untuk memastikan bahwa kita terus memelihara ketelatenan untuk melakukannya dengan penuh kebijakan, begitu kata Haidar Bagir dalam esainya yang berjudul Dakwah dalam Menolak Kemungkaran.

Saudara-saudaraku semuanya, marilah kita mencari ulama yang ulama—yang benar-benar ulama. Bukan ulama yang berbaju partai, atau yang sukanya saling menyalahkan, tidak punya jiwa kelemahlembutan, kesabaran, dan sukannya membikin kegaduhan, sedikit-sedikit marah-marah, sampai sumpah-sumpah pakai Al-Qur’an segala, atau ulama yang berani menyuruh-nyuruh Tuhan untuk memberikan azab kepada sesama manusia. Carilah ulama yang ulama. [T]

Tags: agamakemanusiaanMuslimPolitikulama
Share28TweetSendShareSend
Previous Post

Wine dari Anggur Lokal Bali & Harapan kepada Gubernur Bali

Next Post

“Coac-tail Effect & Koster Effect” -Catatan atas Kemenangan PDIP pada Pileg 2019 di Bali

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
“Coac-tail Effect & Koster Effect” -Catatan atas Kemenangan PDIP pada Pileg 2019 di Bali

"Coac-tail Effect & Koster Effect" -Catatan atas Kemenangan PDIP pada Pileg 2019 di Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co