3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perlindungan

IGA Darma Putra by IGA Darma Putra
April 30, 2019
in Esai
Swastyastu, Nama Saya Cangak

Perlindungan adalah power. Kekuatan!

Singa yang kuat, melindungi hutan agar tidak dijarah oleh penebang liar. Hutan kuat dan lebat, melindungi singa supaya tidak diburu oleh pemburu. Bayangkan jika keduanya kerjanya hanya ribut-ribut tidak karuan. Singa menyalahkan hutan, dan hutan menyalahkan singa. Keduanya bukan tidak mungkin hanya akan tinggal cerita.

Bagi yang suka sendiri, teman adalah juga perlindungan. Seekor ular berbakti kepada Siwa dengan teguh. Karena keteguhan itulah, ular diijinkan untuk melilit pada lehernya. Burung Garuda yang mestinya memakan ular, justru memberi hormat kepadanya.

Sri Rama berteman dengan pasukan kera. Yang dengan setia membantu merebut kembali Sita. Jangankan sungai-sungai atau tembok tetangga yang tidak seberapa tinggi. Bahkan lautan pun diseberangi.

Karna? Ia selalu dihina karena oleh kebanyakan orang, karenaayahnya adalah seorang kusir. Tapi Duryodhana tidak begitu, ia menjadikan Karna temannya dan menghormatinya sebagai manusia. Dalam satu pustaka kakawin memang disebut, tingkahning suta manuteng bapa. Artinya, perilaku anak sesuai perilaku ayahnya. Apa benar begitu? Karena konon, tiap-tiap manusia membawa hasil perbuatannya pada masa dahulu. Hasil itu dinikmati hari ini. Gitu katanya.

Seorang anak berlindung pada orang tuanya. Maka orang tua juga mesti memperhatikan anaknya. Jangan sampai anak-anak mengalami kekerasan fisik maupun psikis. Jangan sampai anak-anak jadi bulan-bulanan zombie tukang sodomi.

Tapi bukan berarti anak-anak tidak boleh dimarahi. Hanya orang tua lemah lunglai yang tidak berani memarahi anaknya jika salah. Dalam pendidikan, reward and punishment itu biasa saja. Keduanya adalah modal ilmu pendidikan.

Bagi lelaki, diragukan kelelakiannya adalah kelemahan. Makanya bagi para lelaki jaman dahulu yang diragukan, disediakan pustaka untuk memperbesar apa yang dianggapnya kecil dan memperkuat apa yang dianggapnya lemah. Ingin tahu?

Ada sebuah pustaka yang menyebut ilmu bernama Aji Montong. Aji Montong ini menjelaskan tentang cara-cara memperbesar dan memperkuat. Isinya kurang lebih menunjukkan bahan-bahan yang digunakan untuk menyukseskan tujuan itu. Bahannya ada beberapa, seperti: minyak burung bulus, getah sirih, dan getah waduri. Agar lebih afdol, konon pembuatannya pada hari kliwon. Kliwon itu adalah perhitungan hari yang dimulai dari umanis, kemudian setelahnya adalah paing, pon, wage dan terakhir adalah kliwon. Jadi kliwon datang setiap lima hari sekali.

Agama adalah perlindungan, karena ia menyediakan kekuatan. Ia bisa diibaratkan sebagai panglima perang yang siap melindungi orang-orang dari ketidakyakinan terhadap ini dan itu. Ia juga adalah jawaban atas pertanyaan-pertanyaan sulit itu dan ini. Tapi apapun yang terlalu kuat jika tidak dilandasi oleh moral, dia bisa menjadi racun yang siap membunuh siapa saja.

Ilmu pengetahuan juga adalah perlindungan. Dia menjadi pelindung karena ia adalah kekuatan sekaligus teman. Ia kuat karena segala pengetahuan memungkinkan orang menggenggam dunia. Ia teman, karena kemanamu pergi ia akan ikut tanpa ketahuan. Jadi belajarlah yang rajin.

Uang itu juga perlindungan. Karena ia bisa mengontrol siapa saja yang tergila-gila padanya. Bayangkan, sebuah negara bisa hancur karenanya. Ideologi yang dibuat-buat, juga runtuh di hadapannya. Perbanyaklah uang, sambil tidak lupa menabung. Karena menabung pangkal kuat. Apalagi jika umur sudah mulai bertambah. Pasti ada keperluan ini dan itu yang terencana dan mendadak.

Senyum juga perlindungan. Bagi orang yang sedih, jika tidak ingin diketahui, ia bisa tersenyum-senyum. Mulut tersenyum, hati menangis. Orang bahkan bisa tersenyum lebarrr sekaliiiselebar lengkung katulistiwa di lautan lepas sambil menggerutu dalam hati. Tidak hanya tersenyum, orang bisa juga tertawa terbahak-bahak, tapi hatinya tidak. Bagi mereka yang tidak terlatih melihat dan merasakan, yang dinikmatinya hanyalah senyum dan tawa jadi-jadian.

Pura-pura adalah perlindungan. Jika kita ditanya ini dan itu, kita boleh menjawab sekenanya tapi logis. Kalau mau, boleh juga menjawabnya dengan milyaran kata-kata yang bisa dikatakan. Ingat, hati-hatilah memilih kata-kata. Soalnya, kata-kata haruslah yang terpilih. Kalau tidak, nanti tidak terlihat kecerdasan yang kau miliki. Setelah itu, cobalah untuk bercerita banyak hal tentang ini yang begitu, dan itu yang begini. Kita juga dipersilahkan untuk bercerita tentang segala sesuatu yang tidak benar-benar kita ketahui. Istilah Balinya mamongah.

Masih banyak lagi yang bisa dijadikan perlindungan. Tapi pertanyaannya, berlindung dari apa ya? Agar jelas, saya akan uraikan segala yang harus diwaspadai sehingga kita mesti punya perlindungan. Jadi begini kawan-kawan.

Yang harus diwaspadai adalah musuh. Ada berbagai musuh memang yang kita ajak hidup di dunia ini. Musuh-musuh itu adalah:

1] Keinginan. Hati-hati dengannya, karena menurut orang bijaksana, keinginan bahkan lebih banyak dari rerumputan. Ia bisa tumbuh berkembang dengan pesat dan lebat. Setelah satu, tumbuh dua. Setelah dua jadi empat. Setelah empat berlipat-lipat.

2] Rakus. Ini namanya sudah di atas dari keinginan. Dari sekian banyak keinginan, ada saja pastinya yang sudah tercapai. Tapi pencapaian itu dirasa kurang terus. Mendapat satu ingin dua. Dapat dua ingin empat. Dapat empat ingin berlipat-lipat.

3] Marah. Apalagi point satu ini. Dia sangatlah berbahaya. Soalnya kalau sudah marah. Kewarasan jadi hilang. Matahari tidak lagi menerangi, tapi membakar. Perut terasa diputar-putar. Pikiran semerawut. Kebijaksanaan hilang. Maka wajarlah oleh para petapa, dianjurkan untuk tidak marah-marah. Apalagi sering marah tidak jelas. Bukannya ditakuti, tapi diajak ke sebuah rumah untuk mengobati sakit pikiran itu.

4] Bingung. Apalagi yang lebih membingungkan dari pada kebingungan? Kalau sudah bingung, utara jadi selatan, timur jadi barat. Atas jadi bawah. Kepala bukan untuk berpikir, tapi untuk berjalan. Seperti lagu-lagu, kaki di kepala, kepala di kaki. Tapi ini bukan gerakan yoga. Kebingungan bisa disebabkan karena point ketiga di atas. Bisa juga disebabkan oleh point kelima di bawah ini.

5] Mabuk. Ini juga musuh. Karena selain membuat bingung, mabuk juga membuat pusing. Saat pusing, dunia ini baru benar-benar terasa berputar. Kalau dipikir-pikir aneh juga. Jika otak sedang sadar, dunia yang konon berputar ini, kita rasakan berhenti. Tapi kalau mabuk, dunia yang awalnya dirasa diam, malah berputar. Bagaimana ini?

6] Iri. Kalau yang ini, sudah tidak asing lagi. Semua manusia memilikinya tanpa terkecuali. Sayangnya, tidak semua manusia menyadari apa yang ia miliki. Ia akan sadar, kalau sudah melihat orang-orang sekitarnya ngomong kene keto tentangnya. Tapi dia sendiri tidak sadar kalau ia juga termasuk golongan nyinyir. Banyak orang nyinyir. Konyolnya, orang-orang nyinyir itu hanya bisa ngomong. Tapi karyanya hanya seperempat dari yang dinyinyirinya.


CANGAK YANG LAIN:

  • Swastyastu, Nama Saya Cangak
  • Pemimpin dan Pandita
  • Aturan Mati
  • Muka Gua
  • Siapa yang Tahu?
  • Panduan Nyepi ala Cangak
  • Kembali
  • Yang Kita Cari Adalah Hening
  • Siang Malam Berpikir Sendiri
  • Teman Tidak Makan Teman
  • Menerima Tanpa Terlena

Tapi saya haruslah maklum. Soalnya, yang begitu-begitu pasti mengira dirinya kritis terhadap lingkungan. Yang dimaksud lingkungan, ya segala situasi dan kondisi. Baik itu sistem kepemerintahan, politik, agama, sampai moksa. Tapi karena semua orang punya benih nyinyir, kalau ada orang melakukannya anggap saja dia sedang melakukan swadharma.

Swa artinya sendiri, dharma boleh diartikan kewajiban atau tugas. Karena itu tugas sendiri, mestinya juga bisa dinikmati sendiri. Awakta rumuhun warah ring hayu [dirimu dulu ajarkan yang baik-baik]. Tentu saja itu berlaku untuk saya.

Cara kerjanya memang begitu, siapa yang berkata, dialah yang pertama-tama kena. Kurang konyol apalagi cara kerja dunia ini? Karena konyol, mari tertawakan sajalah. Sambil tertawa, saya ingin menyampaikan bahwa saya juga punya kekuatan. Bagi Cangak, kemampuan terbang adalah kekuatan. Saya bisa berpindah dengan mudah dari satu telaga ke telaga lainnya.

Karena itulah, saya ingin berbagi kemampuan itu kepada ikan-ikan di sini. Bagi mereka yang memiliki kekuatan, memang semestinya melindungi yang lemah. Lihatlah, air sudah semakin surut tapi kalian belum juga mau tahu. Janganlah asik sendiri. Kalau tidak, telaga ini akan jadi kuburan masal. Memang, kalau kematian itu tidak bisa dihindari. Tapi bertahan hidup juga penting.

Saya juga tidak akan bicara lagi. Soalnya kalian sudah sangat tahu kalau hidup ini adalah aliran suka-duka. Meski konon suka duka seperti musim yang terus berganti, keduanya seringkali sulit diatasi. Tidakkah kalian pernah memikirkannya? [T]

Tags: faunafilsafatrenungansastra
Share21TweetSendShareSend
Previous Post

Diskusi Lontar di Kantor Staf Khusus Presiden RI

Next Post

Penerimaan dan Memaafkan Diri

IGA Darma Putra

IGA Darma Putra

Penulis, tinggal di Bangli

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Penerimaan dan Memaafkan Diri

Penerimaan dan Memaafkan Diri

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co