12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perlindungan

IGA Darma Putra by IGA Darma Putra
April 30, 2019
in Esai
Swastyastu, Nama Saya Cangak

Perlindungan adalah power. Kekuatan!

Singa yang kuat, melindungi hutan agar tidak dijarah oleh penebang liar. Hutan kuat dan lebat, melindungi singa supaya tidak diburu oleh pemburu. Bayangkan jika keduanya kerjanya hanya ribut-ribut tidak karuan. Singa menyalahkan hutan, dan hutan menyalahkan singa. Keduanya bukan tidak mungkin hanya akan tinggal cerita.

Bagi yang suka sendiri, teman adalah juga perlindungan. Seekor ular berbakti kepada Siwa dengan teguh. Karena keteguhan itulah, ular diijinkan untuk melilit pada lehernya. Burung Garuda yang mestinya memakan ular, justru memberi hormat kepadanya.

Sri Rama berteman dengan pasukan kera. Yang dengan setia membantu merebut kembali Sita. Jangankan sungai-sungai atau tembok tetangga yang tidak seberapa tinggi. Bahkan lautan pun diseberangi.

Karna? Ia selalu dihina karena oleh kebanyakan orang, karenaayahnya adalah seorang kusir. Tapi Duryodhana tidak begitu, ia menjadikan Karna temannya dan menghormatinya sebagai manusia. Dalam satu pustaka kakawin memang disebut, tingkahning suta manuteng bapa. Artinya, perilaku anak sesuai perilaku ayahnya. Apa benar begitu? Karena konon, tiap-tiap manusia membawa hasil perbuatannya pada masa dahulu. Hasil itu dinikmati hari ini. Gitu katanya.

Seorang anak berlindung pada orang tuanya. Maka orang tua juga mesti memperhatikan anaknya. Jangan sampai anak-anak mengalami kekerasan fisik maupun psikis. Jangan sampai anak-anak jadi bulan-bulanan zombie tukang sodomi.

Tapi bukan berarti anak-anak tidak boleh dimarahi. Hanya orang tua lemah lunglai yang tidak berani memarahi anaknya jika salah. Dalam pendidikan, reward and punishment itu biasa saja. Keduanya adalah modal ilmu pendidikan.

Bagi lelaki, diragukan kelelakiannya adalah kelemahan. Makanya bagi para lelaki jaman dahulu yang diragukan, disediakan pustaka untuk memperbesar apa yang dianggapnya kecil dan memperkuat apa yang dianggapnya lemah. Ingin tahu?

Ada sebuah pustaka yang menyebut ilmu bernama Aji Montong. Aji Montong ini menjelaskan tentang cara-cara memperbesar dan memperkuat. Isinya kurang lebih menunjukkan bahan-bahan yang digunakan untuk menyukseskan tujuan itu. Bahannya ada beberapa, seperti: minyak burung bulus, getah sirih, dan getah waduri. Agar lebih afdol, konon pembuatannya pada hari kliwon. Kliwon itu adalah perhitungan hari yang dimulai dari umanis, kemudian setelahnya adalah paing, pon, wage dan terakhir adalah kliwon. Jadi kliwon datang setiap lima hari sekali.

Agama adalah perlindungan, karena ia menyediakan kekuatan. Ia bisa diibaratkan sebagai panglima perang yang siap melindungi orang-orang dari ketidakyakinan terhadap ini dan itu. Ia juga adalah jawaban atas pertanyaan-pertanyaan sulit itu dan ini. Tapi apapun yang terlalu kuat jika tidak dilandasi oleh moral, dia bisa menjadi racun yang siap membunuh siapa saja.

Ilmu pengetahuan juga adalah perlindungan. Dia menjadi pelindung karena ia adalah kekuatan sekaligus teman. Ia kuat karena segala pengetahuan memungkinkan orang menggenggam dunia. Ia teman, karena kemanamu pergi ia akan ikut tanpa ketahuan. Jadi belajarlah yang rajin.

Uang itu juga perlindungan. Karena ia bisa mengontrol siapa saja yang tergila-gila padanya. Bayangkan, sebuah negara bisa hancur karenanya. Ideologi yang dibuat-buat, juga runtuh di hadapannya. Perbanyaklah uang, sambil tidak lupa menabung. Karena menabung pangkal kuat. Apalagi jika umur sudah mulai bertambah. Pasti ada keperluan ini dan itu yang terencana dan mendadak.

Senyum juga perlindungan. Bagi orang yang sedih, jika tidak ingin diketahui, ia bisa tersenyum-senyum. Mulut tersenyum, hati menangis. Orang bahkan bisa tersenyum lebarrr sekaliiiselebar lengkung katulistiwa di lautan lepas sambil menggerutu dalam hati. Tidak hanya tersenyum, orang bisa juga tertawa terbahak-bahak, tapi hatinya tidak. Bagi mereka yang tidak terlatih melihat dan merasakan, yang dinikmatinya hanyalah senyum dan tawa jadi-jadian.

Pura-pura adalah perlindungan. Jika kita ditanya ini dan itu, kita boleh menjawab sekenanya tapi logis. Kalau mau, boleh juga menjawabnya dengan milyaran kata-kata yang bisa dikatakan. Ingat, hati-hatilah memilih kata-kata. Soalnya, kata-kata haruslah yang terpilih. Kalau tidak, nanti tidak terlihat kecerdasan yang kau miliki. Setelah itu, cobalah untuk bercerita banyak hal tentang ini yang begitu, dan itu yang begini. Kita juga dipersilahkan untuk bercerita tentang segala sesuatu yang tidak benar-benar kita ketahui. Istilah Balinya mamongah.

Masih banyak lagi yang bisa dijadikan perlindungan. Tapi pertanyaannya, berlindung dari apa ya? Agar jelas, saya akan uraikan segala yang harus diwaspadai sehingga kita mesti punya perlindungan. Jadi begini kawan-kawan.

Yang harus diwaspadai adalah musuh. Ada berbagai musuh memang yang kita ajak hidup di dunia ini. Musuh-musuh itu adalah:

1] Keinginan. Hati-hati dengannya, karena menurut orang bijaksana, keinginan bahkan lebih banyak dari rerumputan. Ia bisa tumbuh berkembang dengan pesat dan lebat. Setelah satu, tumbuh dua. Setelah dua jadi empat. Setelah empat berlipat-lipat.

2] Rakus. Ini namanya sudah di atas dari keinginan. Dari sekian banyak keinginan, ada saja pastinya yang sudah tercapai. Tapi pencapaian itu dirasa kurang terus. Mendapat satu ingin dua. Dapat dua ingin empat. Dapat empat ingin berlipat-lipat.

3] Marah. Apalagi point satu ini. Dia sangatlah berbahaya. Soalnya kalau sudah marah. Kewarasan jadi hilang. Matahari tidak lagi menerangi, tapi membakar. Perut terasa diputar-putar. Pikiran semerawut. Kebijaksanaan hilang. Maka wajarlah oleh para petapa, dianjurkan untuk tidak marah-marah. Apalagi sering marah tidak jelas. Bukannya ditakuti, tapi diajak ke sebuah rumah untuk mengobati sakit pikiran itu.

4] Bingung. Apalagi yang lebih membingungkan dari pada kebingungan? Kalau sudah bingung, utara jadi selatan, timur jadi barat. Atas jadi bawah. Kepala bukan untuk berpikir, tapi untuk berjalan. Seperti lagu-lagu, kaki di kepala, kepala di kaki. Tapi ini bukan gerakan yoga. Kebingungan bisa disebabkan karena point ketiga di atas. Bisa juga disebabkan oleh point kelima di bawah ini.

5] Mabuk. Ini juga musuh. Karena selain membuat bingung, mabuk juga membuat pusing. Saat pusing, dunia ini baru benar-benar terasa berputar. Kalau dipikir-pikir aneh juga. Jika otak sedang sadar, dunia yang konon berputar ini, kita rasakan berhenti. Tapi kalau mabuk, dunia yang awalnya dirasa diam, malah berputar. Bagaimana ini?

6] Iri. Kalau yang ini, sudah tidak asing lagi. Semua manusia memilikinya tanpa terkecuali. Sayangnya, tidak semua manusia menyadari apa yang ia miliki. Ia akan sadar, kalau sudah melihat orang-orang sekitarnya ngomong kene keto tentangnya. Tapi dia sendiri tidak sadar kalau ia juga termasuk golongan nyinyir. Banyak orang nyinyir. Konyolnya, orang-orang nyinyir itu hanya bisa ngomong. Tapi karyanya hanya seperempat dari yang dinyinyirinya.


CANGAK YANG LAIN:

  • Swastyastu, Nama Saya Cangak
  • Pemimpin dan Pandita
  • Aturan Mati
  • Muka Gua
  • Siapa yang Tahu?
  • Panduan Nyepi ala Cangak
  • Kembali
  • Yang Kita Cari Adalah Hening
  • Siang Malam Berpikir Sendiri
  • Teman Tidak Makan Teman
  • Menerima Tanpa Terlena

Tapi saya haruslah maklum. Soalnya, yang begitu-begitu pasti mengira dirinya kritis terhadap lingkungan. Yang dimaksud lingkungan, ya segala situasi dan kondisi. Baik itu sistem kepemerintahan, politik, agama, sampai moksa. Tapi karena semua orang punya benih nyinyir, kalau ada orang melakukannya anggap saja dia sedang melakukan swadharma.

Swa artinya sendiri, dharma boleh diartikan kewajiban atau tugas. Karena itu tugas sendiri, mestinya juga bisa dinikmati sendiri. Awakta rumuhun warah ring hayu [dirimu dulu ajarkan yang baik-baik]. Tentu saja itu berlaku untuk saya.

Cara kerjanya memang begitu, siapa yang berkata, dialah yang pertama-tama kena. Kurang konyol apalagi cara kerja dunia ini? Karena konyol, mari tertawakan sajalah. Sambil tertawa, saya ingin menyampaikan bahwa saya juga punya kekuatan. Bagi Cangak, kemampuan terbang adalah kekuatan. Saya bisa berpindah dengan mudah dari satu telaga ke telaga lainnya.

Karena itulah, saya ingin berbagi kemampuan itu kepada ikan-ikan di sini. Bagi mereka yang memiliki kekuatan, memang semestinya melindungi yang lemah. Lihatlah, air sudah semakin surut tapi kalian belum juga mau tahu. Janganlah asik sendiri. Kalau tidak, telaga ini akan jadi kuburan masal. Memang, kalau kematian itu tidak bisa dihindari. Tapi bertahan hidup juga penting.

Saya juga tidak akan bicara lagi. Soalnya kalian sudah sangat tahu kalau hidup ini adalah aliran suka-duka. Meski konon suka duka seperti musim yang terus berganti, keduanya seringkali sulit diatasi. Tidakkah kalian pernah memikirkannya? [T]

Tags: faunafilsafatrenungansastra
Share21TweetSendShareSend
Previous Post

Diskusi Lontar di Kantor Staf Khusus Presiden RI

Next Post

Penerimaan dan Memaafkan Diri

IGA Darma Putra

IGA Darma Putra

Penulis, tinggal di Bangli

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
Penerimaan dan Memaafkan Diri

Penerimaan dan Memaafkan Diri

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co