24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perlindungan

IGA Darma Putra by IGA Darma Putra
April 30, 2019
in Esai
Swastyastu, Nama Saya Cangak

Perlindungan adalah power. Kekuatan!

Singa yang kuat, melindungi hutan agar tidak dijarah oleh penebang liar. Hutan kuat dan lebat, melindungi singa supaya tidak diburu oleh pemburu. Bayangkan jika keduanya kerjanya hanya ribut-ribut tidak karuan. Singa menyalahkan hutan, dan hutan menyalahkan singa. Keduanya bukan tidak mungkin hanya akan tinggal cerita.

Bagi yang suka sendiri, teman adalah juga perlindungan. Seekor ular berbakti kepada Siwa dengan teguh. Karena keteguhan itulah, ular diijinkan untuk melilit pada lehernya. Burung Garuda yang mestinya memakan ular, justru memberi hormat kepadanya.

Sri Rama berteman dengan pasukan kera. Yang dengan setia membantu merebut kembali Sita. Jangankan sungai-sungai atau tembok tetangga yang tidak seberapa tinggi. Bahkan lautan pun diseberangi.

Karna? Ia selalu dihina karena oleh kebanyakan orang, karenaayahnya adalah seorang kusir. Tapi Duryodhana tidak begitu, ia menjadikan Karna temannya dan menghormatinya sebagai manusia. Dalam satu pustaka kakawin memang disebut, tingkahning suta manuteng bapa. Artinya, perilaku anak sesuai perilaku ayahnya. Apa benar begitu? Karena konon, tiap-tiap manusia membawa hasil perbuatannya pada masa dahulu. Hasil itu dinikmati hari ini. Gitu katanya.

Seorang anak berlindung pada orang tuanya. Maka orang tua juga mesti memperhatikan anaknya. Jangan sampai anak-anak mengalami kekerasan fisik maupun psikis. Jangan sampai anak-anak jadi bulan-bulanan zombie tukang sodomi.

Tapi bukan berarti anak-anak tidak boleh dimarahi. Hanya orang tua lemah lunglai yang tidak berani memarahi anaknya jika salah. Dalam pendidikan, reward and punishment itu biasa saja. Keduanya adalah modal ilmu pendidikan.

Bagi lelaki, diragukan kelelakiannya adalah kelemahan. Makanya bagi para lelaki jaman dahulu yang diragukan, disediakan pustaka untuk memperbesar apa yang dianggapnya kecil dan memperkuat apa yang dianggapnya lemah. Ingin tahu?

Ada sebuah pustaka yang menyebut ilmu bernama Aji Montong. Aji Montong ini menjelaskan tentang cara-cara memperbesar dan memperkuat. Isinya kurang lebih menunjukkan bahan-bahan yang digunakan untuk menyukseskan tujuan itu. Bahannya ada beberapa, seperti: minyak burung bulus, getah sirih, dan getah waduri. Agar lebih afdol, konon pembuatannya pada hari kliwon. Kliwon itu adalah perhitungan hari yang dimulai dari umanis, kemudian setelahnya adalah paing, pon, wage dan terakhir adalah kliwon. Jadi kliwon datang setiap lima hari sekali.

Agama adalah perlindungan, karena ia menyediakan kekuatan. Ia bisa diibaratkan sebagai panglima perang yang siap melindungi orang-orang dari ketidakyakinan terhadap ini dan itu. Ia juga adalah jawaban atas pertanyaan-pertanyaan sulit itu dan ini. Tapi apapun yang terlalu kuat jika tidak dilandasi oleh moral, dia bisa menjadi racun yang siap membunuh siapa saja.

Ilmu pengetahuan juga adalah perlindungan. Dia menjadi pelindung karena ia adalah kekuatan sekaligus teman. Ia kuat karena segala pengetahuan memungkinkan orang menggenggam dunia. Ia teman, karena kemanamu pergi ia akan ikut tanpa ketahuan. Jadi belajarlah yang rajin.

Uang itu juga perlindungan. Karena ia bisa mengontrol siapa saja yang tergila-gila padanya. Bayangkan, sebuah negara bisa hancur karenanya. Ideologi yang dibuat-buat, juga runtuh di hadapannya. Perbanyaklah uang, sambil tidak lupa menabung. Karena menabung pangkal kuat. Apalagi jika umur sudah mulai bertambah. Pasti ada keperluan ini dan itu yang terencana dan mendadak.

Senyum juga perlindungan. Bagi orang yang sedih, jika tidak ingin diketahui, ia bisa tersenyum-senyum. Mulut tersenyum, hati menangis. Orang bahkan bisa tersenyum lebarrr sekaliiiselebar lengkung katulistiwa di lautan lepas sambil menggerutu dalam hati. Tidak hanya tersenyum, orang bisa juga tertawa terbahak-bahak, tapi hatinya tidak. Bagi mereka yang tidak terlatih melihat dan merasakan, yang dinikmatinya hanyalah senyum dan tawa jadi-jadian.

Pura-pura adalah perlindungan. Jika kita ditanya ini dan itu, kita boleh menjawab sekenanya tapi logis. Kalau mau, boleh juga menjawabnya dengan milyaran kata-kata yang bisa dikatakan. Ingat, hati-hatilah memilih kata-kata. Soalnya, kata-kata haruslah yang terpilih. Kalau tidak, nanti tidak terlihat kecerdasan yang kau miliki. Setelah itu, cobalah untuk bercerita banyak hal tentang ini yang begitu, dan itu yang begini. Kita juga dipersilahkan untuk bercerita tentang segala sesuatu yang tidak benar-benar kita ketahui. Istilah Balinya mamongah.

Masih banyak lagi yang bisa dijadikan perlindungan. Tapi pertanyaannya, berlindung dari apa ya? Agar jelas, saya akan uraikan segala yang harus diwaspadai sehingga kita mesti punya perlindungan. Jadi begini kawan-kawan.

Yang harus diwaspadai adalah musuh. Ada berbagai musuh memang yang kita ajak hidup di dunia ini. Musuh-musuh itu adalah:

1] Keinginan. Hati-hati dengannya, karena menurut orang bijaksana, keinginan bahkan lebih banyak dari rerumputan. Ia bisa tumbuh berkembang dengan pesat dan lebat. Setelah satu, tumbuh dua. Setelah dua jadi empat. Setelah empat berlipat-lipat.

2] Rakus. Ini namanya sudah di atas dari keinginan. Dari sekian banyak keinginan, ada saja pastinya yang sudah tercapai. Tapi pencapaian itu dirasa kurang terus. Mendapat satu ingin dua. Dapat dua ingin empat. Dapat empat ingin berlipat-lipat.

3] Marah. Apalagi point satu ini. Dia sangatlah berbahaya. Soalnya kalau sudah marah. Kewarasan jadi hilang. Matahari tidak lagi menerangi, tapi membakar. Perut terasa diputar-putar. Pikiran semerawut. Kebijaksanaan hilang. Maka wajarlah oleh para petapa, dianjurkan untuk tidak marah-marah. Apalagi sering marah tidak jelas. Bukannya ditakuti, tapi diajak ke sebuah rumah untuk mengobati sakit pikiran itu.

4] Bingung. Apalagi yang lebih membingungkan dari pada kebingungan? Kalau sudah bingung, utara jadi selatan, timur jadi barat. Atas jadi bawah. Kepala bukan untuk berpikir, tapi untuk berjalan. Seperti lagu-lagu, kaki di kepala, kepala di kaki. Tapi ini bukan gerakan yoga. Kebingungan bisa disebabkan karena point ketiga di atas. Bisa juga disebabkan oleh point kelima di bawah ini.

5] Mabuk. Ini juga musuh. Karena selain membuat bingung, mabuk juga membuat pusing. Saat pusing, dunia ini baru benar-benar terasa berputar. Kalau dipikir-pikir aneh juga. Jika otak sedang sadar, dunia yang konon berputar ini, kita rasakan berhenti. Tapi kalau mabuk, dunia yang awalnya dirasa diam, malah berputar. Bagaimana ini?

6] Iri. Kalau yang ini, sudah tidak asing lagi. Semua manusia memilikinya tanpa terkecuali. Sayangnya, tidak semua manusia menyadari apa yang ia miliki. Ia akan sadar, kalau sudah melihat orang-orang sekitarnya ngomong kene keto tentangnya. Tapi dia sendiri tidak sadar kalau ia juga termasuk golongan nyinyir. Banyak orang nyinyir. Konyolnya, orang-orang nyinyir itu hanya bisa ngomong. Tapi karyanya hanya seperempat dari yang dinyinyirinya.


CANGAK YANG LAIN:

  • Swastyastu, Nama Saya Cangak
  • Pemimpin dan Pandita
  • Aturan Mati
  • Muka Gua
  • Siapa yang Tahu?
  • Panduan Nyepi ala Cangak
  • Kembali
  • Yang Kita Cari Adalah Hening
  • Siang Malam Berpikir Sendiri
  • Teman Tidak Makan Teman
  • Menerima Tanpa Terlena

Tapi saya haruslah maklum. Soalnya, yang begitu-begitu pasti mengira dirinya kritis terhadap lingkungan. Yang dimaksud lingkungan, ya segala situasi dan kondisi. Baik itu sistem kepemerintahan, politik, agama, sampai moksa. Tapi karena semua orang punya benih nyinyir, kalau ada orang melakukannya anggap saja dia sedang melakukan swadharma.

Swa artinya sendiri, dharma boleh diartikan kewajiban atau tugas. Karena itu tugas sendiri, mestinya juga bisa dinikmati sendiri. Awakta rumuhun warah ring hayu [dirimu dulu ajarkan yang baik-baik]. Tentu saja itu berlaku untuk saya.

Cara kerjanya memang begitu, siapa yang berkata, dialah yang pertama-tama kena. Kurang konyol apalagi cara kerja dunia ini? Karena konyol, mari tertawakan sajalah. Sambil tertawa, saya ingin menyampaikan bahwa saya juga punya kekuatan. Bagi Cangak, kemampuan terbang adalah kekuatan. Saya bisa berpindah dengan mudah dari satu telaga ke telaga lainnya.

Karena itulah, saya ingin berbagi kemampuan itu kepada ikan-ikan di sini. Bagi mereka yang memiliki kekuatan, memang semestinya melindungi yang lemah. Lihatlah, air sudah semakin surut tapi kalian belum juga mau tahu. Janganlah asik sendiri. Kalau tidak, telaga ini akan jadi kuburan masal. Memang, kalau kematian itu tidak bisa dihindari. Tapi bertahan hidup juga penting.

Saya juga tidak akan bicara lagi. Soalnya kalian sudah sangat tahu kalau hidup ini adalah aliran suka-duka. Meski konon suka duka seperti musim yang terus berganti, keduanya seringkali sulit diatasi. Tidakkah kalian pernah memikirkannya? [T]

Tags: faunafilsafatrenungansastra
Share21TweetSendShareSend
Previous Post

Diskusi Lontar di Kantor Staf Khusus Presiden RI

Next Post

Penerimaan dan Memaafkan Diri

IGA Darma Putra

IGA Darma Putra

Penulis, tinggal di Bangli

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Penerimaan dan Memaafkan Diri

Penerimaan dan Memaafkan Diri

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co