13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Diskusi Mahasiswa Kok Kayak Debat Politik? – Ini 3 Resep Agar Tak Kayak Gitu

Ahmad Anif Alhaki by Ahmad Anif Alhaki
March 20, 2019
in Kuliner
Diskusi Mahasiswa Kok Kayak Debat Politik? – Ini 3 Resep Agar Tak Kayak Gitu

Kadang-kadang diskusi itu membuat aku bahagia dan merasa bangga menjadi mahasiswa. Tapi kenapa yaa? Kok sekarang ini aku merasakan diskusi mahasiswa di sekitarku malah kayak debat politik begitu jadinya… Kenapa sih? Apa gara-gara musim politik kalik yaa?

Mahasiswa memang sudah identik dengan diskusi. Aku rasa tidak ada satu mahasiswa pun yang tidak pernah berdiskusi. Entah itu berdiskusi tentang politik panas seperti politik tempur saat sekarang, entah itu berdiskusi tentang materi kuliah yang maha-berat dan diajarkan oleh dosen yang maha-kaku, atau bisa juga berdiskusi tentang seberapa banyaknya sabun mandi dihabiskan untuk “nganu-nganu” selama musim horny. (Nah, hayoo… siapa yang keseringan hornyy???).

Begitulah kira-kira pemahaman sementara dari aku, seorang mahasiswa yang sedang berpura-pura candu diskusi dengan tema berat-berat, padahal kalau dalam bahasa Ingrisnya: ora ngerti opo-opo… AH, SIAALAN!

Begini sajalah rekan-rekanku sekalian: aku kira diskusi di kalangan mahasiswa itu sudah lama menjadi gaya hidup untuk eksis di antara mahasiswa-mahasiswi yang lainnya. TERUSS??? Artinya begini, gaya hidup seperti itu efektif untuk meningkatkan kualitas otak dan mental mahasiswa, apalagi diskusinya sambilan ngopi dan ngerokok kretek yang ada cengkihnya gitu. Aduuh… 100% dijamin mantap di mata yang punya warung kopi.

Sebuah analogi terbaruku mengatakan begini: kalau mahasiswa tanpa diskusi itu sama dengan nasi bungkus tanpa pelanggan, lama-kelamaan nasi bungkus itu bisa basi. Begitu pun mahasiswa, kalau tidak ada diskusinya, lama-kelamaan bisa kayak nasi basi itu. Hehehee… Artinya gimana tuh? Ya, cari tahu sajalah sendiri yaa…

Aku sendiri orangnya tidak tahan berlama-lama di suatu tempat kalau tidak ada kegiatan diskusinya. Misalnya begini, yang lumayan sering kualami, aku sedang kumpul-kumpul sama teman-teman seperkuliahan, dan teman-temanku itu malah sibuk sendiri dengan hape mereka masing-masing, aku ajak untuk berdiskusi tapi mereka malah balas, “Ooh,” “Yaa,” “Hmm,” “Tunggu dulu,” kalau begitu-begitu aku hanya bisa langsung berdiri, ambil kunci motor, cuzz, langsung pergi tanpa basa-basi. Dalam hati ini berkata,

“Makan tuh hape sekalian!”

Setelah lama-kelamaan bergaul serta membiasakan diri, aku kemudian bisa untuk mengamati teman-teman mahasiswa saat berdiskusi, TERNYATA OH TERNYATA, diskusi mahasiswa itu tak seindah apa yang selama ini aku pikirkan. Perlahan-lahan aku mulai mengerti tentang model-model berdiskusi. Ada yang berdiskusi dengan baik dan benar sehingga aku dibikinnya tersipu malu-malu. Ada juga yang berdiskusi secara tidak benar sehingga… Ya, mirip-mirip gitulah kayak debat-debat politik di Indonesia sekarang.

Memang sih ada mahasiswa yang berdiskusi dengan santai dan pembicaraannya juga berisi. Tapi, yang menjadi masalah bagiku saat sekarang ini bukanlah itu melainkan mahasiswa yang diskusinya seperti orang dikejar-kejar kuntilanak berkepala kambing.

Ciri-cirinya gimana tuh?

Yang itu lho, yang berdiskusi dengan suhu emosi tingkat tinggi serta urat lehernya tidak terkendali gitu, yang apabila temannya berpendapat, dia katain salah terus, yang apabila ada temannya berteori, dia bilang keliru keliru keliru. Tapi, apabila sampeyan yang ngatain dia salah, waduuh, seminggu lebih dia kagak bakalan nyapa-nyapa sampeyan. Seriuus! Ngesalin banget, kan?

Maka dari itu, sebagai mahasiswa yang biasa-biasa saja tapi sangat baik hati, aku telah merangkum 3 konsep dari Paulo Freire untuk menjadikan kamu mahasiswa yang akan sukses ketika berdiskusi. Entah itu berdiskusi di kelas, di kedai-kedai kopi, ataupun berdiskusi di forum-forum tidak resmi. Berikut ini adalah 3 konsep untuk kamu, wahai mahasiswa-mahasiwi yang katanya mencintai budaya berdiskusi:

  • Menjadi Mahasiswa Cinta

Ketika sedang berdiskusi, hendaknya mahasiswa bisa menghadirkan cinta ke dalam dirinya. Kehadiran cinta itu akan membuat diri kita merasa damai dan tidak mudah benci kepada lawan bicara. Aku sendiri sering membayangkan begini: kalau berdiskusi tidak adanya perasaan cinta, bisa-bisa semua perkataan orang adalah kutukan yang harus disalahkan. Bayangkan, kutukan lho Mas…

Untuk itu, demi kebaikan bersama, antara sampeyan dan lawan bicara sampeyan, maka cinta itu perlu untuk di hadirkan sehingga rasa benci tidak mudah datang ke hati. Kalau rasa benci sudah datang ke hati, wah, ujung-ujungnya diskusi bisa berganti menjadi forum caci maki.

Sebenarnya, kehadiran cinta ketika berdiskusi itu bisa membangun keharmonisan, ini teruntuk kita lho wahai para mahasiswa. Dengan begitu, apabila ada orang lain yang berpendapat maka kita akan merespon pendapat itu dengan penuh kasih dan penuh sayang, sehingga diskusi kita bisa berlangsung secara demokrasi yang sangat baik. Sekali lagi, tidak kayak debat-debat politik yang itu lho, aduuuh… susah kali aku jelasinnya!

Pokoknya diskusi dengan rasa cinta itu banyak kelebihan positifnya. Salah satunya adalah tidak pilih kasih, termasuk para jomlo sekalipun jangan sungkan-sungkan, karena dalam konsep mahasiswa cinta itu tidak ada aturan yang mengatakan kalau jomlo-jomlo tidak boleh ikut serta dalam bercinta. Percayalah~

  • Menjadi Mahasiswa Rendah Hati

Selain disarankan untuk menjadi mahasiswa cinta, di dalam diskusi yang ramah lingkungan dianjurkan pula untuk bersikap redah hati. Kalau ada mahasiswa lain atau siapapun yang mengekpresikan pendapatnya, maka jangan dulu keburu-buru mematahkan pendapat itu. Dengarkan saja baik-baik, siapa tahu pendapat itu lebih penting dan lebih bijak ketimbang pendapat sampeyan sendiri. Biarkan saja dulu, setelah lawan bicara sampeyan itu selesai menyampaikan pendapatnya, barulah saatnya di-skak-mat, eh maaf maaf, maksudnya diladenin dengan pendapat sampeyan yang baik dan tidak menyakitkan hatinya.

Menjadi mahasiswa yang rendah hati bisa dilakukan dengan cara menurunkan perasaan sombong, karena perasaan sombong akan membuat manusia tidak suka terkesan lebih rendah daripada manusia lain di muka bumi ini. Kalau perasaan sombong sudah menguasai diri, ketika berdiskusi ujung-ujungnya akan sering menyalahkan orang lain, merendahkan orang lain, sekan-akan tidak ada yang boleh lebih tinggi daripada orang sombong seperti sampeyan ini. Hehehee.. maaf maaf yaa, aku becanda kok. Begini sajalah, diskusi itu bukanlah ajang untuk menjatuhkan, maka merendahkan hati sejenak sangatlah penting supaya tidak ada yang terjatuh karena terjatuh itu rasanya sakit sekali.

  • Menjadi Mahasiswa Punya Harapan

Terakhir adalah menjadi mahasiswa yang punya harapan. Artinya, dalam setiap kegiatan diskusi mesti ada harapan untuk mendapatkan sesuatu sehingga diskusi tidak hanya menjadi omong-kosong-melompong saja. Kalau sudah ada harapan yang dicari, diskusi akan memiliki artinya tersendiri, dan semangatpun tidak akan cepat mati.

 Maka dari itu, aku selalu membayangkan tentang keharmonisan mahasiswa yang selalu menyelipkan rasa cinta, rendah hati, dan harapan ke dalam hatinya. Aku membayangkan betapa indahnya kehidupan mahasiswa itu. Kalau bertemu di jalan, aku pasti bertanya,

“Sampeyan mau kemana, Mas? ”

Kemudian kami akan berdiskusi tentang diriku yang belum paripurna untuk menjadi seorang mahasiswa. [T]

Tags: debat capresdebat pilkadadiskusimahasiswa
Share12TweetSendShareSend
Previous Post

Sisi Bali: Video Art Workshop di Bentara Budaya Bali, 21-24 Maret 2019

Next Post

Guru Bahasa Indonesia Itu Bernama Jerinx Superman Is Dead

Ahmad Anif Alhaki

Ahmad Anif Alhaki

Biasa dipanggil Anif. Lahir di Sumatera Barat. Saat ini berstatus sebagai mahasiswa di jurusan Penidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Bali. Tak tahu hobinya apa, tapi merasa senang menulis.

Related Posts

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

by Jaswanto
June 17, 2026
0
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

Read moreDetails

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails

Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

by Jaswanto
April 2, 2026
0
Sepincuk Semanggi, Sepotong Kisah dari Surabaya

“BELAJAR jualan dari ibu.” Kalimat itu meluncur begitu saja dari sosok perempuan yang sedang berdiri di belakang lapak dagangannya. Pagi...

Read moreDetails

Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

by Tobing Crysnanjaya
March 15, 2026
0
Menikmati Sate Klatak, Menikmati Malam di Pasar Wonokromo Bantul

Jogja, perjalanan yang tak singkat. Menghabiskan waktu hingga 9 jam lamanya. Beberapa kali singgah di Rest Area sepanjang Toll Cipali,...

Read moreDetails

Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026: Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
Pameran Kuliner Bulan Bahasa Bali 2026:  Padukan Menu Tradisional dengan Menu Terkini

Satu hal yang baru dalam perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 adalah pameran kuliner yang berlokasi sebelah barat Gedung...

Read moreDetails

Sepiring Warisan Dapur Ni Sarti

by Dede Putra Wiguna
January 11, 2026
0
Sepiring Warisan Dapur Ni Sarti

LANGIT masih gelap ketika aroma kayu bakar mulai menyelinap dari sebuah dapur sederhana di Banjar Gelulung, Sukawati, Gianyar. Matahari belum...

Read moreDetails

Kentongan Pak Mbung di Pasar Blahkiuh dan Tipat Tahu yang Tak Pernah Sepi

by Ni Putu Vira Astri Agustini
December 21, 2025
0
Kentongan Pak Mbung di Pasar Blahkiuh dan Tipat Tahu yang Tak Pernah Sepi

PAGI di Pasar Blahkiuh selalu dimulai dengan suara yang sama sejak puluhan tahun lalu. Bukan teriakan pedagang, bukan pula deru...

Read moreDetails

Dugong 21: Dari Kaset ke Lawar

by Dede Putra Wiguna
November 22, 2025
0
Dugong 21: Dari Kaset ke Lawar

“Mbok, nasi lawarnya tiga porsi, ekstra sate, minumnya temulawak ya!” ucap seorang pemuda saat memesan makanan, lalu tergesa masuk ke...

Read moreDetails

Twntytoo Coffee, Kopi dan Perjalanan Ical dari Kota ke Kota di Indonesia

by I Gede Teddy Setiadi
November 11, 2025
0
Twntytoo Coffee, Kopi dan Perjalanan Ical dari Kota ke Kota di Indonesia

KESAN friendly langsung terasa saat bertemu dengan Muhamad Faisal. Ia pemuda asal Pekanbaru, Riau, tapi kami bertemu di di Jalan...

Read moreDetails
Next Post
Guru Bahasa Indonesia Itu Bernama Jerinx Superman Is Dead

Guru Bahasa Indonesia Itu Bernama Jerinx Superman Is Dead

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co