2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Catatan Nyepi: Sedih, Saya di Rumah Sakit, Saya Melanggar…

Nyoman Noviantini by Nyoman Noviantini
March 8, 2019
in Esai
Catatan Nyepi: Sedih, Saya di Rumah Sakit, Saya Melanggar…

Deru suara meja dorong, ketukan lembut perawat dan gemerisik hujan, membangunkanku dari tidurku.

Dinginnya pagi dan suara lembut ibuku menyambutku di pagi ini, dengan rasa pegal di sekujur tubuhku, aku duduk termenung mencoba mengembalikan kesadaranku. Mengingat-ingat kembali mimpiku, dan di mana tempat aku terbangun.

Ya, saat ini aku bermalam di rumah sakit, tepatnya RSUD Kabupaten Buleleng, bersama dengan ibu dan saudaraku. Sudah 7 hari kami bermalam di tempat ini, kali keempat sejak sebulan terakhir bapak dinyatakan opname karena sakit yang diidapnya. Tempat ini seakan menjadi rumah kedua bagi keluarga kami, sejak 25 tahun lalu bapak mengidap penyakit Diabetes Melitus yang tak heran menyebabkan ia berulang kali diopname di rumah sakit.

Hari ini merupakan Hari Raya Nyepi bagi kami umat Hindu di Bali, berbeda dengan tahun sebelumnya, Nyepi kali ini kami laksanakan di rumah sakit. Bukan kali pertama, kami melaksanakan Nyepi di tempat ini, beberapa tahun silam tepatnya di tahun 2011 kami juga melaksanakan Nyepi disini, dan oleh karena suatu sebab yang sama.

Hujan turun seakan tak mengenal waktu, dari pagi hingga malam hari, hanya sempat beberapa kali reda, akan tetapi turun kembali. Beberapa sudut tempat terasa lembab, lantai yang dingin semakin dingin, plafon yang bocor, cacing tanah yang bermunculan, nyamuk keluyuran hingga bau tak sedap dari sampah yang terkena hujan. Sedikit terasa menyiksa, bagi kami yang tidur di lantai, yang hanya beralaskan tikar dan kasur lantai setebal 5 cm. Cukup untuk membuat tubuh kami terasa pegal ketika pagi datang.

Perayaan Nyepi di tempat ini tak begitu terasa, beberapa petugas dan perawat menjalankan kewajibannya sebagai mana biasa, kantin senantiasa buka selama 24 jam. AC, lampu dan beberapa peralatan lainnya tetap dioperasikan, dan suara bising tetap terdengar.

Catur Bratha Penyepian tak dapat kami laksanakan disini, oleh karena bapak yang tidak bisa tidur di siang hari tanpa AC (ketika hujan reda), dan penanganan perawat yang tidak bisa dilakukan tanpa penerangan lampu di malam hari. Internet masih bisa kami akses di sini, semata-mata untuk menghubungi kakak pertamaku yang tidak bisa bergabung dengan kami hari ini di sini, berat baginya untuk tetap bekerja di hari Nyepi dengan keadaan bapak yang sedang dirawat di rumah sakit, disela-sela waktunya ia menghubungiku untuk sekadar tahu bagaimana perkembangan kesehatan bapak.

Dan sebagian dari kalian mungkin juga bertanya, mengapa aku bisa menulis ini dan mengapa aku tak menjalankan Catur Bratha Penyepian yang dimana adalah tentang pengendalian diri sendiri.

Di pagi hari ketika aku terbangun dan usai membersihkan diri, aku sudah diminta untuk pergi ke bagian PMI yang jaraknya cukup jauh untuk mengambil sekantung darah untuk bapak, sehingga Amati Lelungan (tidak berpergian) dalam Catur Bratha Penyepian sudah aku langgar (meskipun sebenarnya tidak keluar dari areal RSUD Kabupaten Buleleng).

Amati Geni (tidak menyalakan api) sudah dilanggar dari awal karena lampu di ruang kami tidak pernah mati dari malam sebelumnya. Amati Lelanguan (tidak berfoya-foya) dilanggar pada saat aku mulai mengaktifkan handphone dan mengakses internet untuk mengabari kakak, usai itulah aku tak dapat mengendalikan diri sehingga dari siang hingga sore hari aku hanya mengutak-atik handphone dan menonton video di youtube, sungguh pengakuan yang mempermalukan diri sendiri. Dan

Amati Karya (tidak bekerja) terasa dilanggar karena beberapa kali aku melakukan pekerjaan kecil seperti membantu ibu membersihkan rembesan air hujan yang masuk ruangan akibat lubang-lubang kecil, dan membereskan tempat sampah yang tak jauh dari ruang kami karena mulai tercium bau yang tak sedap.

Aku dan keluarga juga tidak berpuasa, kondisi kesehatan kami yang tidak memungkinkannya. Ibuku sempat pergi ke dokter tempo hari karena suhu tubuhnya tinggi dan flu menyerang. Akupun mulai pilek dari 2 hari yang lalu akibat cuaca yang tak bersahabat, beberapa kali berpergian diguyur hujan dan tidur yang tidak cukup di malam hari.

Hal ini menyebabkan kami harus mengosumsi obat untuk memulihkan kondisi kesehatan, sehingga tanpa makan terlebih dahulu kami tidak bisa meminum obat kami masing-masing. Mungkin bisa dikatakan sebagai alasan pembelaan diri, tapi bagaimanapun itu, inilah keadaan kami disini.

Apa yang aku rasakan hari ini, mungkin juga dirasakan oleh mereka yang juga berada di tempat yang sama denganku. Ketika menuju ke bagian PMI, aku melewati beberapa ruang yang keluarga penunggu pasien tidur di pinggiran luar ruangan. Rasa iba menghampiri benakku, di hari yang dingin mereka tidur di luar ruangan dan hanya dengan alas tikar tanpa kasur lantai. Rasa pegal di tubuh seakan hilang, rasa menyesal sudah mengeluh mulai bermunculan.

Masih banyak bahkan sebagian besar dari penunggu pasien di tempat ini tidur dan melakukan aktifitasnya di luar ruangan. Hal ini tentunya bukan merupakan pilihan bagi mereka dan juga kami, kondisi kesehatan salah satu keluarga yang menurun di saat yang salah menjadikan malam-malam yang kami lewati begitu menyiksa diri. Berat, namun harus dijalani…

Tak begitu banyak hal yang aku lakukan di hari ini, sebagian besarnya adalah tidur dan merenung ketika mulai bosan dengan handphone. Banyak hal yang aku pelajari selama disini, utamanya tentang kesabaran diri. Terhitung sejak Hari Raya Kuningan beberapa bulan lalu, kali pertama bapak diopname, sempat pulang beberapa kali namun kembali lagi kesini sebanyak 4 kali, yang bisa dihitung sudah sebulan kami disini. Bukan hal yang mudah untuk dijalani, tanpa kesabaran diri mungkin aku sudah lari.

Bagaimana tidak, dari 3 bersaudara aku adalah anak terakhir dan satu-satunya perempuan. Satu-satunya anak yang bisa diandalkan untuk merawat bapak yang belum bisa bangun dan berjalan hingga saat ini. Butuh pengendalian dan penyesuaian diri, dan juga tidak sebagai keluhan diri. Di beberapa hari pertama aku masih sering mengeluh, namun ketika kondisi bapak menurun dan sempat koma beberapa hari, menghadirkan ketakutan akan kehilangan. Menjadikan pelajaran dan intropeksi diri, bahwa apa yang dimiliki saat ini bisa pergi tanpa permisi…

Apa yang aku tulis disini bukanlah semata-mata sebagai keluhan dari isi hati, ataupun berbangga diri karena menjalani Nyepi yang berbeda. Tetapi lebih kepada berbagi cerita kepada kalian semua, sebagai cerminan bahwa aku dan semua orang yang ada disini, oleh karena keadaan tidak dapat melaksanakan Catur Bratha Penyepian sebagaimana yang bisa kalian lakukan di luar sana, yang dimana hal ini aku rasa sebagai dosa diri.

Dan juga tulisan ini sebagai kenangan di masa depan, bahwa aku pernah mengalami hal ini disini, sebagai ingatan yang tak pernah pudar, terlebih kepada support dari keluarga besar yang tak henti-hentinya selama kami berada disini, baik berupa moril maupun materiil.

Semoga, hal ini menjadi kali terakhir aku dan seluruh penunggu pasien yang ada disini merasakannya. Dan semoga kalian semua juga tidak pernah mengalami hal serupa, hari ini, esok, dan selamanya.
Singaraja, 7 Maret 2019

Tags: Hari Raya Nyepi
Share82TweetSendShareSend
Previous Post

Belajar Ikhlas dari Pertiwi

Next Post

Di Pemuteran, Sekeha Teruna dan Pemuda Ansor Riang Bersama dalam Pawai Ogoh-ogoh

Nyoman Noviantini

Nyoman Noviantini

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Panji Sakti Singaraja. Pacaran sambil kuliah, suka jalan-jalan,

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Di Pemuteran, Sekeha Teruna dan Pemuda Ansor Riang Bersama dalam Pawai Ogoh-ogoh

Di Pemuteran, Sekeha Teruna dan Pemuda Ansor Riang Bersama dalam Pawai Ogoh-ogoh

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co