23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Catatan Nyepi: Sedih, Saya di Rumah Sakit, Saya Melanggar…

Nyoman Noviantini by Nyoman Noviantini
March 8, 2019
in Esai
Catatan Nyepi: Sedih, Saya di Rumah Sakit, Saya Melanggar…

Deru suara meja dorong, ketukan lembut perawat dan gemerisik hujan, membangunkanku dari tidurku.

Dinginnya pagi dan suara lembut ibuku menyambutku di pagi ini, dengan rasa pegal di sekujur tubuhku, aku duduk termenung mencoba mengembalikan kesadaranku. Mengingat-ingat kembali mimpiku, dan di mana tempat aku terbangun.

Ya, saat ini aku bermalam di rumah sakit, tepatnya RSUD Kabupaten Buleleng, bersama dengan ibu dan saudaraku. Sudah 7 hari kami bermalam di tempat ini, kali keempat sejak sebulan terakhir bapak dinyatakan opname karena sakit yang diidapnya. Tempat ini seakan menjadi rumah kedua bagi keluarga kami, sejak 25 tahun lalu bapak mengidap penyakit Diabetes Melitus yang tak heran menyebabkan ia berulang kali diopname di rumah sakit.

Hari ini merupakan Hari Raya Nyepi bagi kami umat Hindu di Bali, berbeda dengan tahun sebelumnya, Nyepi kali ini kami laksanakan di rumah sakit. Bukan kali pertama, kami melaksanakan Nyepi di tempat ini, beberapa tahun silam tepatnya di tahun 2011 kami juga melaksanakan Nyepi disini, dan oleh karena suatu sebab yang sama.

Hujan turun seakan tak mengenal waktu, dari pagi hingga malam hari, hanya sempat beberapa kali reda, akan tetapi turun kembali. Beberapa sudut tempat terasa lembab, lantai yang dingin semakin dingin, plafon yang bocor, cacing tanah yang bermunculan, nyamuk keluyuran hingga bau tak sedap dari sampah yang terkena hujan. Sedikit terasa menyiksa, bagi kami yang tidur di lantai, yang hanya beralaskan tikar dan kasur lantai setebal 5 cm. Cukup untuk membuat tubuh kami terasa pegal ketika pagi datang.

Perayaan Nyepi di tempat ini tak begitu terasa, beberapa petugas dan perawat menjalankan kewajibannya sebagai mana biasa, kantin senantiasa buka selama 24 jam. AC, lampu dan beberapa peralatan lainnya tetap dioperasikan, dan suara bising tetap terdengar.

Catur Bratha Penyepian tak dapat kami laksanakan disini, oleh karena bapak yang tidak bisa tidur di siang hari tanpa AC (ketika hujan reda), dan penanganan perawat yang tidak bisa dilakukan tanpa penerangan lampu di malam hari. Internet masih bisa kami akses di sini, semata-mata untuk menghubungi kakak pertamaku yang tidak bisa bergabung dengan kami hari ini di sini, berat baginya untuk tetap bekerja di hari Nyepi dengan keadaan bapak yang sedang dirawat di rumah sakit, disela-sela waktunya ia menghubungiku untuk sekadar tahu bagaimana perkembangan kesehatan bapak.

Dan sebagian dari kalian mungkin juga bertanya, mengapa aku bisa menulis ini dan mengapa aku tak menjalankan Catur Bratha Penyepian yang dimana adalah tentang pengendalian diri sendiri.

Di pagi hari ketika aku terbangun dan usai membersihkan diri, aku sudah diminta untuk pergi ke bagian PMI yang jaraknya cukup jauh untuk mengambil sekantung darah untuk bapak, sehingga Amati Lelungan (tidak berpergian) dalam Catur Bratha Penyepian sudah aku langgar (meskipun sebenarnya tidak keluar dari areal RSUD Kabupaten Buleleng).

Amati Geni (tidak menyalakan api) sudah dilanggar dari awal karena lampu di ruang kami tidak pernah mati dari malam sebelumnya. Amati Lelanguan (tidak berfoya-foya) dilanggar pada saat aku mulai mengaktifkan handphone dan mengakses internet untuk mengabari kakak, usai itulah aku tak dapat mengendalikan diri sehingga dari siang hingga sore hari aku hanya mengutak-atik handphone dan menonton video di youtube, sungguh pengakuan yang mempermalukan diri sendiri. Dan

Amati Karya (tidak bekerja) terasa dilanggar karena beberapa kali aku melakukan pekerjaan kecil seperti membantu ibu membersihkan rembesan air hujan yang masuk ruangan akibat lubang-lubang kecil, dan membereskan tempat sampah yang tak jauh dari ruang kami karena mulai tercium bau yang tak sedap.

Aku dan keluarga juga tidak berpuasa, kondisi kesehatan kami yang tidak memungkinkannya. Ibuku sempat pergi ke dokter tempo hari karena suhu tubuhnya tinggi dan flu menyerang. Akupun mulai pilek dari 2 hari yang lalu akibat cuaca yang tak bersahabat, beberapa kali berpergian diguyur hujan dan tidur yang tidak cukup di malam hari.

Hal ini menyebabkan kami harus mengosumsi obat untuk memulihkan kondisi kesehatan, sehingga tanpa makan terlebih dahulu kami tidak bisa meminum obat kami masing-masing. Mungkin bisa dikatakan sebagai alasan pembelaan diri, tapi bagaimanapun itu, inilah keadaan kami disini.

Apa yang aku rasakan hari ini, mungkin juga dirasakan oleh mereka yang juga berada di tempat yang sama denganku. Ketika menuju ke bagian PMI, aku melewati beberapa ruang yang keluarga penunggu pasien tidur di pinggiran luar ruangan. Rasa iba menghampiri benakku, di hari yang dingin mereka tidur di luar ruangan dan hanya dengan alas tikar tanpa kasur lantai. Rasa pegal di tubuh seakan hilang, rasa menyesal sudah mengeluh mulai bermunculan.

Masih banyak bahkan sebagian besar dari penunggu pasien di tempat ini tidur dan melakukan aktifitasnya di luar ruangan. Hal ini tentunya bukan merupakan pilihan bagi mereka dan juga kami, kondisi kesehatan salah satu keluarga yang menurun di saat yang salah menjadikan malam-malam yang kami lewati begitu menyiksa diri. Berat, namun harus dijalani…

Tak begitu banyak hal yang aku lakukan di hari ini, sebagian besarnya adalah tidur dan merenung ketika mulai bosan dengan handphone. Banyak hal yang aku pelajari selama disini, utamanya tentang kesabaran diri. Terhitung sejak Hari Raya Kuningan beberapa bulan lalu, kali pertama bapak diopname, sempat pulang beberapa kali namun kembali lagi kesini sebanyak 4 kali, yang bisa dihitung sudah sebulan kami disini. Bukan hal yang mudah untuk dijalani, tanpa kesabaran diri mungkin aku sudah lari.

Bagaimana tidak, dari 3 bersaudara aku adalah anak terakhir dan satu-satunya perempuan. Satu-satunya anak yang bisa diandalkan untuk merawat bapak yang belum bisa bangun dan berjalan hingga saat ini. Butuh pengendalian dan penyesuaian diri, dan juga tidak sebagai keluhan diri. Di beberapa hari pertama aku masih sering mengeluh, namun ketika kondisi bapak menurun dan sempat koma beberapa hari, menghadirkan ketakutan akan kehilangan. Menjadikan pelajaran dan intropeksi diri, bahwa apa yang dimiliki saat ini bisa pergi tanpa permisi…

Apa yang aku tulis disini bukanlah semata-mata sebagai keluhan dari isi hati, ataupun berbangga diri karena menjalani Nyepi yang berbeda. Tetapi lebih kepada berbagi cerita kepada kalian semua, sebagai cerminan bahwa aku dan semua orang yang ada disini, oleh karena keadaan tidak dapat melaksanakan Catur Bratha Penyepian sebagaimana yang bisa kalian lakukan di luar sana, yang dimana hal ini aku rasa sebagai dosa diri.

Dan juga tulisan ini sebagai kenangan di masa depan, bahwa aku pernah mengalami hal ini disini, sebagai ingatan yang tak pernah pudar, terlebih kepada support dari keluarga besar yang tak henti-hentinya selama kami berada disini, baik berupa moril maupun materiil.

Semoga, hal ini menjadi kali terakhir aku dan seluruh penunggu pasien yang ada disini merasakannya. Dan semoga kalian semua juga tidak pernah mengalami hal serupa, hari ini, esok, dan selamanya.
Singaraja, 7 Maret 2019

Tags: Hari Raya Nyepi
Share82TweetSendShareSend
Previous Post

Belajar Ikhlas dari Pertiwi

Next Post

Di Pemuteran, Sekeha Teruna dan Pemuda Ansor Riang Bersama dalam Pawai Ogoh-ogoh

Nyoman Noviantini

Nyoman Noviantini

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Panji Sakti Singaraja. Pacaran sambil kuliah, suka jalan-jalan,

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Di Pemuteran, Sekeha Teruna dan Pemuda Ansor Riang Bersama dalam Pawai Ogoh-ogoh

Di Pemuteran, Sekeha Teruna dan Pemuda Ansor Riang Bersama dalam Pawai Ogoh-ogoh

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co