23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Organisasi Kampus Tempat Belajar Berkomitmen

Ni Komang Aprilia Enisari by Ni Komang Aprilia Enisari
October 24, 2018
in Esai
Organisasi Kampus Tempat Belajar Berkomitmen

Ilustrasi. Foto: Mursal Buyung

KETIKA memasuki fase remaja menuju dewasa banyak pilihan yang muncul di pikiran, entah untuk melanjutkan pendidikan atau keputusan untuk bekerja. Jika melanjutkan pendidikan, maka di bangku perkuliahan banyak hal berbeda yang ditemui, dan lagi-lagi harus berhadapan dengan pilihan-pilihan.

Ada hal-hal yang mungkin dianggap lebih berat dan tidak pernah dialami ketika masa-masa SMA. Menjadi mahasiswa baru tentu kita harus mempersiapkan mental dan fisik yang matang, salah satunya ketika mengikuti kegiatan ospek serangkaian kegiatan awal memasuki perkuliahan. Ketika ini yakinlah bahwa kegiatan tersebut merupakan sebuah proses pembelajaran yang sangat bermanfaat.

Menjadi mahasiswa terkadang banyak julukan yang dimiliki untuk menggambarkan diri kita, julukan yang paling sering tergiang. Antara lain, Mahasiswa Kupu-Kupu (kuliah pulang dan kuliah pulang) dan Mahasiswa Kura-Kura (Kuliah rapat dan kuliah rapat).

Nah, itu juga harus dipilih. Pilih jadi Mahasiswa Kupu-kupu atau Kura-kura?

Saya sih pilih opsi yang kedua, karena apa? Kuliah rapat kuliah rapat, artinya masuk organisasi kampus, yang selain kuliah juga sering rapat.

Berdasarkan pengalaman banyak orang, ketika ikut sebuah organisasi di kampus akan ada banyak manfaat yang kalian dapatkan disbanding dengan resiko dan kerugian lainnya. Karena sudah tentu setiap tindakan yang diambil memiliki resikonya tersendiri.

Sejumlah manfaat paling nyata yaitu kita bisa mengenal dan berbaur dengan banyak orang di lingkungan kampus, mengenal berbagai karakteristik, kepribadian, sosial, budaya dan tentu mendapat ilmu serta pengalaman baru. Selain itu, terbangun juga banyak jaringan.

Jaringan yang dimaksud yaitu ketika berpergian akan banyak sekali orang-orang yang mengenal kita, selain itu kita dapat bertukar pikiran dengan orang-orang baru. Selebihnya ketika kita menghadapi suatu kesulitan akan banyak pihak yang akan dapat kita jangkau untuk meminta bantuan.

Selain itu, keseharian menjalani perkuliahan tidak akan monoton pada satu kegiatan seperti halnya (ngampus, pulang kuliah, tidur, nugas) mungkin ada beberapa karakter orang yang menyukai hal itu, akan tetapi jika kamu menyukai tantangan cobalah membuat keseharianmu berwarna dan penuh kenangan.

Seperti kata pepatah yang mengatakan Pengalaman Adalah Guru Terbaik, ketika mengikuti organisasi manfaatnya tentu tidak langsung kita dapat secara instan, karena ketika kita dituntut bekerja tanpa kemauan diri kita akan terasa berat untuk dijalani.

Apalah Arti Sebuah SK Kalau Menjadi Sarjana Hanya Dibutuhkan Selembar Piagam Ospek.” Banyak pihak yang membenarkan kalimat tersebut, namun tak jarang ada pula yang menyalahkan. Sekali lagi, ini adalah tentang diri kita, kepribadian personalnya berbeda, begitu pula mengenai tolah ukur pemikiran.

Membahas mengenai organisasi, lebih spesifik saya menceritakan mengenai organisasi di lingkungan universitas. Dari sekian banyak kegiatan organisasi mahasiswa, kebanyakan mereka memilih mengikuti BEM, HMJ, ataupun semuai minat.

Alasannya mengapa? Jika bertanya demikian, tidak ada alasan mendalam yang mendasari pertanyaan tersebut, mungkin jawabannya mengarah pada kesenagan dan kenyamanan. Karena ketika kita merasa nyaman menjalaninya, tidak banyak beban yang terasa di pikiran kita.

Maka dari itu makna terpentingnya adalah kita harus menyepakati antara hati dan pikiran sendiri. Entah itu mengenai prioritas yang dijalankan atau hanya sebuah angan yang ingin dicapainya. Karena banyak kejadian yang kurang dapat kita prediksi kejadiannya, dengan hati?

Hal tersebut bisa dikontrol dengan meyakinkan hati dan pikiran bahwa segala tindakan yang diperbuat akan menghasilkan manfaat di masa mendatang. Berusahalah menilai ini dari segi komitmen, kapasitas, dan kesenangan. Karena ketika mengambil langkah berusahalah menyamai kedua kakimu, dan seimbangkan badan, lalu dewasakan pikiran.

Ketika berada dalam tantangan terbesar lakukanlah langkah terbaik. Sebaiknya jangan sia-siakan masa muda menuju dewasa dan yakinlah setiap tindakan yang diambil adalah sebuah ilmu luar biasa yang kita miliki.

Mengenai sebuah pengalaman dan kesenangan? Setiap orang tentu memiliki hal yang berbeda, dengan banyaknya kesibukan dan aktivitas yang dijalani sudah tentu banyak orang yang mulai meninggalkan kesenangan dan bakat yang dimiliki, dan mulai berfokus pada satu tujuan utama.

Tetapi ketika mengembangkan dan mengkombinasikan keduanya menjadi satu, banyak hal tak terduga yang akan kita dapatkan. Itulah Pentingnnya sebuat komitmen dalam hidup, ketika mengambil langkah berusahalah menyamai mereka hingga batas finish akhir.

Berbicara mengenai komitmen berorganisasi, akhir-akhir ini banyak yang menyadari bahwa komitmen tersebut tidak berjalan seperti ketika awal bergabung di organisasi, entah itu disebabkan oleh faktor eksternal maupun dari internal organisasinya.

Disadari atau tidak, namun seperti ada batasan-batasan dan keinginan untuk meninggalkan organisasi yang di jalani. Banyak jarak tak kasat mata yang mulai membatasi kita, dimulai dari kesibukan-kesibukan yang dihadapi atau sulitnya mengatur waktu antara kuliah dan organisasi.

Solidaritas diantara anggota organisasi semakin menurun secara drastis, jujur saja dari pribadi sendiri kita mulai menyadari perlu adanya kegiatan kumpul-kumpul bersama untuk menumbuhkan kebersamaan utuk membangun kebersamaan kearah yang lebih maju dan banyak dihargai di lingkungan kampus atau di luar lingkungan kampus. Kegiatan berdiskusi mulai jarang kita lakukan, mungkin banyak alasan yang mendasari hal tersebut.

Di antara anggota pasti merindukan hal tersebut disaat kita berkumpul bersama, berdiskusi, bertukar pikiran, hingga makan gorengan bersama diiringi tertawa dan yang lainnya. Apakah akan kita biarkan hal tersebut hilang dan runtuh begitu saja, tanpa melakukan tindakan pasti untuk memperbaiki kejanggalan ini? Pertanyaan tersebut memiliki jawaban tersendiri dari diri kita.

Mengapa? Karena organisasi ini tidak akan bisa berjalan dengan sendirinya, seperti halnya organisasi, yang berarti banyak orang yang berkumpul di dalamnya.

Dalam mengambil tindakan ini tentu kita tidak bisa berdiri sendiri, atau mengandalkan beberapa orang saja, dukungan dan uluran tangan seluruh anggota akan sangat menyempurnakan berjalannya program kerja yang sudah kita sepakati bersama.

Betanggung jawab adalah kunci di setiap tindakan yang akan diambil. Motivasilah diri untuk keluar dari zona ternyaman dalam hidup dan jangan buat diri kita menyerupai kodok yang hanya berkeduk dalam sangkarnya, keluarlah dan teriakkan aksimu. (T)

Tags: kampusorganisasiorganisasi mahasiswaPendidikan
Share8TweetSendShareSend
Previous Post

Kepala Dingin dalam Komunitas

Next Post

Pameran Fotografi “Melihat yang Tak Terlihat” dalam Film Sekala Niskala

Ni Komang Aprilia Enisari

Ni Komang Aprilia Enisari

Mahasiswa Jurusan Akuntansi Program S1 Undiksha, suka budaya, suka organisasi

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Pameran Fotografi “Melihat yang Tak Terlihat” dalam Film Sekala Niskala

Pameran Fotografi “Melihat yang Tak Terlihat” dalam Film Sekala Niskala

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co