2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Organisasi Kampus Tempat Belajar Berkomitmen

Ni Komang Aprilia Enisari by Ni Komang Aprilia Enisari
October 24, 2018
in Esai
Organisasi Kampus Tempat Belajar Berkomitmen

Ilustrasi. Foto: Mursal Buyung

KETIKA memasuki fase remaja menuju dewasa banyak pilihan yang muncul di pikiran, entah untuk melanjutkan pendidikan atau keputusan untuk bekerja. Jika melanjutkan pendidikan, maka di bangku perkuliahan banyak hal berbeda yang ditemui, dan lagi-lagi harus berhadapan dengan pilihan-pilihan.

Ada hal-hal yang mungkin dianggap lebih berat dan tidak pernah dialami ketika masa-masa SMA. Menjadi mahasiswa baru tentu kita harus mempersiapkan mental dan fisik yang matang, salah satunya ketika mengikuti kegiatan ospek serangkaian kegiatan awal memasuki perkuliahan. Ketika ini yakinlah bahwa kegiatan tersebut merupakan sebuah proses pembelajaran yang sangat bermanfaat.

Menjadi mahasiswa terkadang banyak julukan yang dimiliki untuk menggambarkan diri kita, julukan yang paling sering tergiang. Antara lain, Mahasiswa Kupu-Kupu (kuliah pulang dan kuliah pulang) dan Mahasiswa Kura-Kura (Kuliah rapat dan kuliah rapat).

Nah, itu juga harus dipilih. Pilih jadi Mahasiswa Kupu-kupu atau Kura-kura?

Saya sih pilih opsi yang kedua, karena apa? Kuliah rapat kuliah rapat, artinya masuk organisasi kampus, yang selain kuliah juga sering rapat.

Berdasarkan pengalaman banyak orang, ketika ikut sebuah organisasi di kampus akan ada banyak manfaat yang kalian dapatkan disbanding dengan resiko dan kerugian lainnya. Karena sudah tentu setiap tindakan yang diambil memiliki resikonya tersendiri.

Sejumlah manfaat paling nyata yaitu kita bisa mengenal dan berbaur dengan banyak orang di lingkungan kampus, mengenal berbagai karakteristik, kepribadian, sosial, budaya dan tentu mendapat ilmu serta pengalaman baru. Selain itu, terbangun juga banyak jaringan.

Jaringan yang dimaksud yaitu ketika berpergian akan banyak sekali orang-orang yang mengenal kita, selain itu kita dapat bertukar pikiran dengan orang-orang baru. Selebihnya ketika kita menghadapi suatu kesulitan akan banyak pihak yang akan dapat kita jangkau untuk meminta bantuan.

Selain itu, keseharian menjalani perkuliahan tidak akan monoton pada satu kegiatan seperti halnya (ngampus, pulang kuliah, tidur, nugas) mungkin ada beberapa karakter orang yang menyukai hal itu, akan tetapi jika kamu menyukai tantangan cobalah membuat keseharianmu berwarna dan penuh kenangan.

Seperti kata pepatah yang mengatakan Pengalaman Adalah Guru Terbaik, ketika mengikuti organisasi manfaatnya tentu tidak langsung kita dapat secara instan, karena ketika kita dituntut bekerja tanpa kemauan diri kita akan terasa berat untuk dijalani.

Apalah Arti Sebuah SK Kalau Menjadi Sarjana Hanya Dibutuhkan Selembar Piagam Ospek.” Banyak pihak yang membenarkan kalimat tersebut, namun tak jarang ada pula yang menyalahkan. Sekali lagi, ini adalah tentang diri kita, kepribadian personalnya berbeda, begitu pula mengenai tolah ukur pemikiran.

Membahas mengenai organisasi, lebih spesifik saya menceritakan mengenai organisasi di lingkungan universitas. Dari sekian banyak kegiatan organisasi mahasiswa, kebanyakan mereka memilih mengikuti BEM, HMJ, ataupun semuai minat.

Alasannya mengapa? Jika bertanya demikian, tidak ada alasan mendalam yang mendasari pertanyaan tersebut, mungkin jawabannya mengarah pada kesenagan dan kenyamanan. Karena ketika kita merasa nyaman menjalaninya, tidak banyak beban yang terasa di pikiran kita.

Maka dari itu makna terpentingnya adalah kita harus menyepakati antara hati dan pikiran sendiri. Entah itu mengenai prioritas yang dijalankan atau hanya sebuah angan yang ingin dicapainya. Karena banyak kejadian yang kurang dapat kita prediksi kejadiannya, dengan hati?

Hal tersebut bisa dikontrol dengan meyakinkan hati dan pikiran bahwa segala tindakan yang diperbuat akan menghasilkan manfaat di masa mendatang. Berusahalah menilai ini dari segi komitmen, kapasitas, dan kesenangan. Karena ketika mengambil langkah berusahalah menyamai kedua kakimu, dan seimbangkan badan, lalu dewasakan pikiran.

Ketika berada dalam tantangan terbesar lakukanlah langkah terbaik. Sebaiknya jangan sia-siakan masa muda menuju dewasa dan yakinlah setiap tindakan yang diambil adalah sebuah ilmu luar biasa yang kita miliki.

Mengenai sebuah pengalaman dan kesenangan? Setiap orang tentu memiliki hal yang berbeda, dengan banyaknya kesibukan dan aktivitas yang dijalani sudah tentu banyak orang yang mulai meninggalkan kesenangan dan bakat yang dimiliki, dan mulai berfokus pada satu tujuan utama.

Tetapi ketika mengembangkan dan mengkombinasikan keduanya menjadi satu, banyak hal tak terduga yang akan kita dapatkan. Itulah Pentingnnya sebuat komitmen dalam hidup, ketika mengambil langkah berusahalah menyamai mereka hingga batas finish akhir.

Berbicara mengenai komitmen berorganisasi, akhir-akhir ini banyak yang menyadari bahwa komitmen tersebut tidak berjalan seperti ketika awal bergabung di organisasi, entah itu disebabkan oleh faktor eksternal maupun dari internal organisasinya.

Disadari atau tidak, namun seperti ada batasan-batasan dan keinginan untuk meninggalkan organisasi yang di jalani. Banyak jarak tak kasat mata yang mulai membatasi kita, dimulai dari kesibukan-kesibukan yang dihadapi atau sulitnya mengatur waktu antara kuliah dan organisasi.

Solidaritas diantara anggota organisasi semakin menurun secara drastis, jujur saja dari pribadi sendiri kita mulai menyadari perlu adanya kegiatan kumpul-kumpul bersama untuk menumbuhkan kebersamaan utuk membangun kebersamaan kearah yang lebih maju dan banyak dihargai di lingkungan kampus atau di luar lingkungan kampus. Kegiatan berdiskusi mulai jarang kita lakukan, mungkin banyak alasan yang mendasari hal tersebut.

Di antara anggota pasti merindukan hal tersebut disaat kita berkumpul bersama, berdiskusi, bertukar pikiran, hingga makan gorengan bersama diiringi tertawa dan yang lainnya. Apakah akan kita biarkan hal tersebut hilang dan runtuh begitu saja, tanpa melakukan tindakan pasti untuk memperbaiki kejanggalan ini? Pertanyaan tersebut memiliki jawaban tersendiri dari diri kita.

Mengapa? Karena organisasi ini tidak akan bisa berjalan dengan sendirinya, seperti halnya organisasi, yang berarti banyak orang yang berkumpul di dalamnya.

Dalam mengambil tindakan ini tentu kita tidak bisa berdiri sendiri, atau mengandalkan beberapa orang saja, dukungan dan uluran tangan seluruh anggota akan sangat menyempurnakan berjalannya program kerja yang sudah kita sepakati bersama.

Betanggung jawab adalah kunci di setiap tindakan yang akan diambil. Motivasilah diri untuk keluar dari zona ternyaman dalam hidup dan jangan buat diri kita menyerupai kodok yang hanya berkeduk dalam sangkarnya, keluarlah dan teriakkan aksimu. (T)

Tags: kampusorganisasiorganisasi mahasiswaPendidikan
Share8TweetSendShareSend
Previous Post

Kepala Dingin dalam Komunitas

Next Post

Pameran Fotografi “Melihat yang Tak Terlihat” dalam Film Sekala Niskala

Ni Komang Aprilia Enisari

Ni Komang Aprilia Enisari

Mahasiswa Jurusan Akuntansi Program S1 Undiksha, suka budaya, suka organisasi

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Pameran Fotografi “Melihat yang Tak Terlihat” dalam Film Sekala Niskala

Pameran Fotografi “Melihat yang Tak Terlihat” dalam Film Sekala Niskala

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co