3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

CUBE 2018 – Dari Pameran Seni Visual Titik Terang STD Bali dan New Media Collage

Dewa Purwita Sukahet by Dewa Purwita Sukahet
February 23, 2018
in Ulasan
CUBE 2018 – Dari Pameran Seni Visual Titik Terang STD Bali dan New Media Collage

Foto-foto: Purwita Sukahet

JIKA Anda melintasi Jalan Tukad Barito 5X, Panjer, Denpasar, Bali, 22-24 Februari 2018, di sebelah utara jalan tampak terpampang satu baliho besar berlatar putih, dan satu objek tunggal tergambar jelas di tengahnya: berwarna kuning, bulat dan ikonik.

Ia menjadi metafor, sebagai pusat beredarnya planet-planet, sebagai sumber panas alam semesta yang menembus pori-pori atmosfer bumi, kemudian menjadi cahaya. Ia tidak lain adalah bunga matahari.

Di kanan bunga matahari yang ikonik terdapat tulisan “Titik Terang”. Jelas kemudian pemaknaan atas metafor bunga matahari yang mekar itu sebagai sebuah cahaya dan bentuknya yang bulat menginterpretasi sebuah titik. Awal dari sebuah garis yang kemudian menjadi sebuah jalan menuju kecerahan, harapan di masa mendatang yang benderang.

Desainer logo itu adalah Angga Dwi Astina.

“Titik Terang” adalah sebuah sub judul dari pameran nasional yang diselenggarakan di seberang jalan itu, yaitu di sisi selatan yang merupakan bangunan kampus B Sekolah Tinggi Desain (STD) Bali dan New Media College.

“Titik Terang” lahir dari rahim CUBE 2018, sebuah event pameran skala nasional yang dirancang tahunan serangkaian Dies Natalis ke-15 STD Bali dan New Media College. Di dalamnya terpajang karya-karya desain komunikasi visual, lukis, eksperimentasi, video animasi, desain interior, fotografi, arsitektur juga karya yang arahnya seni instalasi.

Cube sebagai sebuah bingkai dalam bahasa kerennya arts exhibition, baru tahun ini dirumuskan dan dirancang sebagai sebuah annualarts event dan dapat dikatakan sebagai tetasan telur. Ia baru lahir (diluncurkan) setelah 15 tahun bergumul dalam embrio pameran tahunan Dies Natalis STD Bali dan New Media College. Di kesempatan ini juga karya-karya dan peserta pameran dibuka lebih luas dari pada 15 tahun sebelumnya.

Vespa dan palu di Pameran Seni Visual Titik Terang STD Bali dan New Media Collage. (Foto: Purwita Sukahet)

Mereka yang berpameran adalah para dosen yang aktif berkarya di lingkungan kampus STD Bali dan New Media, mahasiswa, juga partisipan dari kampus lain. Tentu tidaklah mudah merancang sebuah event dengan skala nasional dengan modal nekat dan dukungan moral juga material dari seluruh stakeholder di dalamnya.

Pameran ini resmi dibuka Kamis, 22 Februari 2018, tepat ketika matahari berada dalam posisi tajeg surya dan cahayanya seolah membakar semangat pengunjung untuk antri dan menunggu pita berwarna biru oranye digunting oleh Dr. Ngakan Ketut Acwin Dwijendra, S.T., M.A.

Tulisan ini sejatinya adalah catatan-catatan kaki yang saya hadirkan serupa cermin untuk keberlangsungan event CUBE #2 tahun depan, tentunya yang diharapkan adalah penyempurnaan-penyempurnaan dari berbagai sisi agar nantinya annual arts event semacam ini mempunyai posisi tawar yang jelas dalam dunia seni rupa Bali juga Global dan dunia seni rupa lingkup akademik. Jadi tidak hanya sekedar pajang karya akan tetapi (mungkin) mengangkat sebuah isu atau wacana.

Tempat diselenggarakannya pameran ini adalah di lantai dasar gedung kampus yang notabena adalah ruang parkir. Oleh sebab itu tugas yang sangat berat adalah menyulap tempat parkir menjadi ruangan display karya. Tidaklah semudah memajang karya seperti di galeri-galeri komersial atau ruang pameran umum dengan fasilitas dinding yang tersedia. Jadi, aturannya adalah tidak ada coretan, paku dilarang menancap di dinding.

Adalah Tangkas Wirajaya, seorang alumni tamatan 2017 di kampus ini, ia orang yang berperan besar sebagai konseptor ruang juga stage manager yang ilusioner, ia menciptakan sekat-sekat ilusi dengan bahan tripleks, kayu, paku, gergaji, bor, baut dan besi. Dibantu personil lengkap sejumlah 22 orang mahasiswa-mahasiswi dan dikoordinir oleh ketua panitia Made Arini Hanindarputri, S.Sn., M,Sn. (lebih akrab disapa Miss Ririn), akhirnya lantai dasar menjadi sebuah ruang pameran dengan konsep white cube (dari sinilah kemudian kata cube menjadi nama event pameran ini.

Dr. Ngakan Ketut Acwin Dwijendra, S.T., M.A. membuka pameran

Meskipun begitu, perihal teknis yang klasik muncul seperti tata lampu yang kedepannya harus dicarikan solusi, pertimbangan tata letak atau display karya, komposisi ruang atau alur sirkulasi, juga sirkulasi udara, katalog yang lebih maksimal. Hal-hal tersebut penting untuk dipikirkan bersama mengingat skalanya adalah nasional, jadi jika nanti ada peserta dari luar Bali lebih banyak dan berkunjung ke pameran agar lebih berkesan dari tahun ini.

Selain itu perihal diluar ruangan yang penting juga dicatat adalah teknis mengundang peserta di instansi akademik seni/desain/arsitektur agar ke depan  event serupa  lebih terdengar gaungnya, pemilihan karya yang dipamerkan. Jadi di dalamnya peran kurator menjadi penting untuk menentukan kualitas karya yang dipamerkan.

Ke depannya, jika lebih selektif maka yang tampil adalah karya-karya dengan kualitas bagus dari sisi visual maupun konseptual, dari proses selektif ini dalam event skala besar maka akan memicu retorika kompetisi yang kuat antar mahasiswa maupun dosen yang berdampak semangat belajar mahasiswa dan berkarya.

Dari sisi rentang waktu penyelenggaraan mungkin saja bisa diperpanjang sampai satu minggu misalnya dengan turut juga mengundang (menyurati instansi) pelajar-pelajar di sekolah-sekolah menengah maupun sekolah dasar di lingkungan sekitar atau Denpasar. Dengan hal ini diharapkan pameran akan memberikan nilai edukasi terhadap masyarakat sejak dini dan memicu ide-ide kreatif setelah mengunjungi pameran. Wah, sepertinya menjadi menarik ketika event pameran tidak hanya eksklusif menjadi konsumsi mahasiswa atau orang-orang desain juga seni akan tetapi juga menjadi lebih cair dan interaktif di masyarakat.

Karya-karya yang dipamerkan dalam Pameran Seni Visual Titik Terang STD Bali dan New Media Collage (Foto-foto: Purwita Sukahet)

Saya sangat mengharapkan juga kemudian, file-file penunjang pameran seperti dokumentasi, arsip surat menyurat dalam hal kekaryaan, foto karya dan berkas konsep, sketsa-sketsa rancangan pameran (desain poster, baliho, katalog fisik), buku tamu, masuk kedalam pengarsipan, karena kedepannya hal tersebut menjadi penting dalam sebuah lembaga institusi sebagai CV juga bahan riset visual.

Selayaknya seorang anak yang baru lahir dari rahim memang memerlukan proses panjang agar bisa berjalan dengan tegak, 15 tahun adalah proses dan penantian panjang pengeraman, dari atom, menjadil sel, menjadi embriyo, kemudian menjadi janin dan terlahir. Jika serius bukankah proses tidak akan pernah mengkhianati hasil? Selalu ada jalan, menemukan cahaya menuju titik terang kedigjayaan, serupa yel-yel yang selalu didengungkan “STD Bali New Media College… Jaya!!”.

Bravo CUBE 2018!!! (T)

Tags: Multi MediaPameran Seni RupaPendidikan
Share89TweetSendShareSend
Previous Post

Para Pemikir Pariwisata Tingkat Dunia Berkongres di Universitas Gadjah Mada

Next Post

Pameran Topeng Samadi dan Pertunjukan Tari Luh Menek di Bentara Budaya Bali

Dewa Purwita Sukahet

Dewa Purwita Sukahet

Perupa, suka ngukur jalan, dan CaLis tanpa Tung

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Pameran Topeng Samadi dan Pertunjukan Tari Luh Menek di Bentara Budaya Bali

Pameran Topeng Samadi dan Pertunjukan Tari Luh Menek di Bentara Budaya Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co