5 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Apakah Jurnalisme itu Diajarkan? – Film “The Pirates of Somalia” Menjawabnya…

I Nyoman Winata by I Nyoman Winata
February 2, 2018
in Ulasan
  • Judul Film: The Pirates of Somalia (2017)
  • Genre: Drama
  • Sutradara: Bryan Buckley
  • Aktor: Al Pacino, Barkhad Abdi, Edward Gelbinovich, Evan Peters, Melanie Griffith, Philip Ettinger, Russell Posner

“Fuck Harvard”, demikian kata-kata yang dilontarkan berulang kali oleh kawan-kawan Jay Bahadur, penulis buku “The Pirates of Somalia” ketika menyambutnya di Rumah orang tuanya di Kanada sepulang dari Somalia. Bahkan tidak hanya kata-kata, di kaos yang mereka kenakan juga tertulis besar-besar ; “Fuck Harvard”.

Itulah sepenggal adegan bagian terakhir film “The Pirates of Somalia” yang menceritakan kisah nyata Jay Bahadur, seorang pemuda berkebangsaan Kanada yang sangat ingin menjadi jurnalis dan meyakini bahwa cita-citanya itu hanya akan tercapai jika ia bisa kuliah di jurusan jurnalistik di Universitas Harvard.

Namun ketika bertemu secara tak sengaja dengan Seymour Tolbin, pensiunan jurnalis senior, Jay disadarkan bahwa pendidikan jurnalis di Harvard University takkan bisa menjadikannya jurnalis hebat. Tolbin dengan tegas mengatakan, jurnalisme itu tidaklah diajarkan tetapi dilahirkan.. “Jika kamu ingin menjadi jurnalis hebat datanglah ketempat yang menantang” kata Tolbinn.  Al Pacino yang memerankan Tolbin dengan suskes memainkan ekspresi meyakinan dan berteriak lantang “Fuck Harvard”.

Tolbin berhasil memprovokasi Jay yang akhirnya pergi ke Somalia dan bertekad membuat liputan jurnalistik yang akan dijadikannya buku.Tidak satupun jurnalis dari negara barat yang berani mendatangi Somalia karena dikenal sebagai negara  yang sangat miskin, dominan muslim dan penuh pertikaian bersenjata. Selain itu Somalia sangat dikenal karena keberadaan Bajak Laut yang dalam pandangan negara-negara barat seolah-olah dibiarkan saja oleh pemerintahan Somalia.

Kenekatan Jay Bahadur yang kurang lebih 6 bulan lamanya berada di Somalia berbuah hasil, dimana buku tentang bajak laut yang disusunnya kemudian mendapat perhatian dunia. Meski kehebatannya ini juga sebenarnya sedikit berbau keberuntungan karena ketika di masa-masa ia merasa putus asa karena bukunya tidak diterima oleh penerbit dan sedang kehabisan uang, terjadi peristiwa pembajakan Kapal Laut asal Amerika oleh Pembajak Somalia.

Perhatian dunia tercurah ke Somalia, karena pembebasan pembajakan  oleh tentara Ameriksa tersebut mengakibatkan 3 orang pembajak tewas dan para pembajak bersumpah akan membunuh siapapun warga amerika yang mereka temui. Jay Bahadur yang sedang berada di Somalia pun dianggap sangat terancam dan namanya banyak disebut-sebut di dalam pemberitaan media. Maklum Jay mungkin satu-satunya orang barat yang ada di Somalia ketika itu. Meski berulang kali ia mengatakan kalau ia bukan orang Amerika tetapi orang Kanada. Tapi mana mungkin pembajak Somalia bisa membedakan mana orang Amerika mana orang Kanada.

Buku Jay Bahadur menjadi salah satu buku terlaris. Banyak pihak yang memerlukan informasi mengenai Bajak Laut Somalia yang kini dianggap menjadi ancaman serius di perairan Afrika. Selain itu, karya Jay Bahadur juga dianggap membuka mata dunia tentang Somalia dalam perspektif yang berbeda.

Jay Bahadur menjelma menjadi jurnalis yang luar biasa dan tentunya tanpa harus kuliah di jurusan Jurnalistik Universitas Harvard

Saya sangat terkesan dengan film yang dirilis di Amerika 8 Desember 2017 ini karena menjawab salah satu pertanyaan tentang apakah jurnalisme itu ilmu yang dapat diajarkan di lembaga-lembaga penddidikan? Pertanyaan ini sering muncul dipikiran saya, karena dalam pengalaman saya bergelut di dunia media massa, saya sering mendengar cerita bahwa tidaklah mudah untuk menemukan jurnalis yang benar-benar handal. Bahkan perusahaan-perusaaan media massa sering mengeluhkan betapa sulitnya mencari seorang untuk bidang pekerjaan sebagai jurnalis.

Masalah kesulitan mendapatkan jurnalis handal ini tentu menjadi sedikit tidak wajar mengingat di perguruan tinggi yang ada di Indonesia, sudah sangat banyak yang membuka jurusan Ilmu Komunikasi. Terlebih lagi peminat di jurusan ilmu komunikasi ini termasuk sangat diminati mahasiswa. Seharusnya perusahan media tidak akan kesulitan mencari jurnalis jika saja lulusan dari jurusan Ilmu Komunikasi tersebut memang diajarkan menjadi jurnalis handal.

Ungkapan “Fuck Harvard” dalam film “The Pirates of Somalia” jika di-konteks-kan dengan kemampuan jurnalis, maka jelas yang dimaksudkan bahwa untuk menjadi seorang jurnalis, bukan pendidikan yang menjadi faktor utama. Kecerdasan seorang jurnalis haruslah dibarengi dengan keberanian. Bahkan keberanian menjadi faktor penentu jika seseorang ingin menjadi jurnalis hebat. Ini tidak lepas kalau fakta-fakta yang akan diungkap oleh jurnalis hebat adalah sesuatu yang sedang dilindungi oleh kekuasaan dengan ancaman kekerasan bahkan pembunuhan. Atau kalau tidak, fakta-fakta tersebut berada di wilayah-wilayah yang berbahaya.

Selain itu, jurnalis hebat tentulah harus memiliki naluri yang kuat untuk menentukan realitas manakah yang memang layak untuk diangkat menjadi berita atau tulisan. Informasi apakah yang sebenarnya sangat dibuutuhkan oleh publik dan informasi itu akan memberi dampak bagi kepentingan yang luas. Naluri ini tidak bisa diajarkan di bangku kuliah melainkan diasah melalui pergulatan idealisme di dalam pikiran dan kehidupan sehari-hari. Ini biasanya didapatkan dari proses panjang kehidupan, melalui membaca, berdiskusi, bergelut langsung dengan realitas. Selain itu seseorang yang dapat menjadi jurnalis handal memiliki watak kritis, gelisah saat melihat realitas yang tidak sesuai harapan.

Maka, mungkin benar kata Seymour Tolbin, bahwa jurnalisme itu tidaklah dapat diajarkan. Ia tumbuh dalam diri yang selalu gelisah terutama jika melihat ketidakadilan. (T)

Semarang 3 Desember 2017

Tulisan ini dimuat pertamakali di Jurnal Winata

Tags: filmjurnalismePendidikan
Share4TweetSendShareSend
Previous Post

Karikatur Menembus Zaman Now di Tengah Marak Swafoto

Next Post

Sekar Sumawur: Dialog Kosong Tentang Rawa-Rawa Magha Masa

I Nyoman Winata

I Nyoman Winata

I Nyoman Winata lahir tahun 1975 dan besar di sekitar Terminal Ubung, Denpasar. S1-nya diselesaikan di Fakultas Ekonomi Unud. Magister Ilmu Komunikasi diselesaikan di Universitas Diponegoro dengan predikat cumlaude. Kini menjadi wartawan sekaligus mengelola TV di Semarang, Jawa Tengah. Tulisannya tersebar di sejumlah media, termasuk di http://winatalyka.blogspot.com/

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post

Sekar Sumawur: Dialog Kosong Tentang Rawa-Rawa Magha Masa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co