25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Apakah Jurnalisme itu Diajarkan? – Film “The Pirates of Somalia” Menjawabnya…

I Nyoman Winata by I Nyoman Winata
February 2, 2018
in Ulasan
  • Judul Film: The Pirates of Somalia (2017)
  • Genre: Drama
  • Sutradara: Bryan Buckley
  • Aktor: Al Pacino, Barkhad Abdi, Edward Gelbinovich, Evan Peters, Melanie Griffith, Philip Ettinger, Russell Posner

“Fuck Harvard”, demikian kata-kata yang dilontarkan berulang kali oleh kawan-kawan Jay Bahadur, penulis buku “The Pirates of Somalia” ketika menyambutnya di Rumah orang tuanya di Kanada sepulang dari Somalia. Bahkan tidak hanya kata-kata, di kaos yang mereka kenakan juga tertulis besar-besar ; “Fuck Harvard”.

Itulah sepenggal adegan bagian terakhir film “The Pirates of Somalia” yang menceritakan kisah nyata Jay Bahadur, seorang pemuda berkebangsaan Kanada yang sangat ingin menjadi jurnalis dan meyakini bahwa cita-citanya itu hanya akan tercapai jika ia bisa kuliah di jurusan jurnalistik di Universitas Harvard.

Namun ketika bertemu secara tak sengaja dengan Seymour Tolbin, pensiunan jurnalis senior, Jay disadarkan bahwa pendidikan jurnalis di Harvard University takkan bisa menjadikannya jurnalis hebat. Tolbin dengan tegas mengatakan, jurnalisme itu tidaklah diajarkan tetapi dilahirkan.. “Jika kamu ingin menjadi jurnalis hebat datanglah ketempat yang menantang” kata Tolbinn.  Al Pacino yang memerankan Tolbin dengan suskes memainkan ekspresi meyakinan dan berteriak lantang “Fuck Harvard”.

Tolbin berhasil memprovokasi Jay yang akhirnya pergi ke Somalia dan bertekad membuat liputan jurnalistik yang akan dijadikannya buku.Tidak satupun jurnalis dari negara barat yang berani mendatangi Somalia karena dikenal sebagai negara  yang sangat miskin, dominan muslim dan penuh pertikaian bersenjata. Selain itu Somalia sangat dikenal karena keberadaan Bajak Laut yang dalam pandangan negara-negara barat seolah-olah dibiarkan saja oleh pemerintahan Somalia.

Kenekatan Jay Bahadur yang kurang lebih 6 bulan lamanya berada di Somalia berbuah hasil, dimana buku tentang bajak laut yang disusunnya kemudian mendapat perhatian dunia. Meski kehebatannya ini juga sebenarnya sedikit berbau keberuntungan karena ketika di masa-masa ia merasa putus asa karena bukunya tidak diterima oleh penerbit dan sedang kehabisan uang, terjadi peristiwa pembajakan Kapal Laut asal Amerika oleh Pembajak Somalia.

Perhatian dunia tercurah ke Somalia, karena pembebasan pembajakan  oleh tentara Ameriksa tersebut mengakibatkan 3 orang pembajak tewas dan para pembajak bersumpah akan membunuh siapapun warga amerika yang mereka temui. Jay Bahadur yang sedang berada di Somalia pun dianggap sangat terancam dan namanya banyak disebut-sebut di dalam pemberitaan media. Maklum Jay mungkin satu-satunya orang barat yang ada di Somalia ketika itu. Meski berulang kali ia mengatakan kalau ia bukan orang Amerika tetapi orang Kanada. Tapi mana mungkin pembajak Somalia bisa membedakan mana orang Amerika mana orang Kanada.

Buku Jay Bahadur menjadi salah satu buku terlaris. Banyak pihak yang memerlukan informasi mengenai Bajak Laut Somalia yang kini dianggap menjadi ancaman serius di perairan Afrika. Selain itu, karya Jay Bahadur juga dianggap membuka mata dunia tentang Somalia dalam perspektif yang berbeda.

Jay Bahadur menjelma menjadi jurnalis yang luar biasa dan tentunya tanpa harus kuliah di jurusan Jurnalistik Universitas Harvard

Saya sangat terkesan dengan film yang dirilis di Amerika 8 Desember 2017 ini karena menjawab salah satu pertanyaan tentang apakah jurnalisme itu ilmu yang dapat diajarkan di lembaga-lembaga penddidikan? Pertanyaan ini sering muncul dipikiran saya, karena dalam pengalaman saya bergelut di dunia media massa, saya sering mendengar cerita bahwa tidaklah mudah untuk menemukan jurnalis yang benar-benar handal. Bahkan perusahaan-perusaaan media massa sering mengeluhkan betapa sulitnya mencari seorang untuk bidang pekerjaan sebagai jurnalis.

Masalah kesulitan mendapatkan jurnalis handal ini tentu menjadi sedikit tidak wajar mengingat di perguruan tinggi yang ada di Indonesia, sudah sangat banyak yang membuka jurusan Ilmu Komunikasi. Terlebih lagi peminat di jurusan ilmu komunikasi ini termasuk sangat diminati mahasiswa. Seharusnya perusahan media tidak akan kesulitan mencari jurnalis jika saja lulusan dari jurusan Ilmu Komunikasi tersebut memang diajarkan menjadi jurnalis handal.

Ungkapan “Fuck Harvard” dalam film “The Pirates of Somalia” jika di-konteks-kan dengan kemampuan jurnalis, maka jelas yang dimaksudkan bahwa untuk menjadi seorang jurnalis, bukan pendidikan yang menjadi faktor utama. Kecerdasan seorang jurnalis haruslah dibarengi dengan keberanian. Bahkan keberanian menjadi faktor penentu jika seseorang ingin menjadi jurnalis hebat. Ini tidak lepas kalau fakta-fakta yang akan diungkap oleh jurnalis hebat adalah sesuatu yang sedang dilindungi oleh kekuasaan dengan ancaman kekerasan bahkan pembunuhan. Atau kalau tidak, fakta-fakta tersebut berada di wilayah-wilayah yang berbahaya.

Selain itu, jurnalis hebat tentulah harus memiliki naluri yang kuat untuk menentukan realitas manakah yang memang layak untuk diangkat menjadi berita atau tulisan. Informasi apakah yang sebenarnya sangat dibuutuhkan oleh publik dan informasi itu akan memberi dampak bagi kepentingan yang luas. Naluri ini tidak bisa diajarkan di bangku kuliah melainkan diasah melalui pergulatan idealisme di dalam pikiran dan kehidupan sehari-hari. Ini biasanya didapatkan dari proses panjang kehidupan, melalui membaca, berdiskusi, bergelut langsung dengan realitas. Selain itu seseorang yang dapat menjadi jurnalis handal memiliki watak kritis, gelisah saat melihat realitas yang tidak sesuai harapan.

Maka, mungkin benar kata Seymour Tolbin, bahwa jurnalisme itu tidaklah dapat diajarkan. Ia tumbuh dalam diri yang selalu gelisah terutama jika melihat ketidakadilan. (T)

Semarang 3 Desember 2017

Tulisan ini dimuat pertamakali di Jurnal Winata

Tags: filmjurnalismePendidikan
Share4TweetSendShareSend
Previous Post

Karikatur Menembus Zaman Now di Tengah Marak Swafoto

Next Post

Sekar Sumawur: Dialog Kosong Tentang Rawa-Rawa Magha Masa

I Nyoman Winata

I Nyoman Winata

I Nyoman Winata lahir tahun 1975 dan besar di sekitar Terminal Ubung, Denpasar. S1-nya diselesaikan di Fakultas Ekonomi Unud. Magister Ilmu Komunikasi diselesaikan di Universitas Diponegoro dengan predikat cumlaude. Kini menjadi wartawan sekaligus mengelola TV di Semarang, Jawa Tengah. Tulisannya tersebar di sejumlah media, termasuk di http://winatalyka.blogspot.com/

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post

Sekar Sumawur: Dialog Kosong Tentang Rawa-Rawa Magha Masa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co