14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hujjah Literatif Bagi Para Perokok

Ozik Ole-olang by Ozik Ole-olang
February 2, 2018
in Ulasan
  • Judul: In Difense of Smokers (Pembelaan Para Perokok)
  • Penulis: Lauren A. Colby
  • Penerjemah: Ronny Hendrawan
  • Penerbit: Indonesia Berdikari
  • Tahun terbit: Cetakan Pertama, November 2014
  • Pengatar: Noe “Letto”
  • ISBN: 978-602-71674-0-7

Kondisi keributan yang terjadi perihal merokok rasanya kurang menguntungkan bagi para perokok. Sebab pihak yang kontra terhadap rokok akan memiliki segudang argumen lebih-lebih dasar literatif yang banyak mereka dapat dari sejumlah penelitian dan peraturan-peraturan pemerintah.

Kondisi seperti ini memaksa para perokok untuk mencari alasan-alasan pengalihan agar perilaku yang mereka lakukan (dalam hal ini adalah merokok) juga mendapat pembenaran. Kekurangan dasar dan acuan literatif yang mendukung para perokok menimbulkan suatu kondisi ketimpangan. Belum lagi dukungan penuh pemerintah untuk terus memprobagandakan dan menyuarakan bahwa merokok adalah kegiatan yang berbahaya bagi kesehatan.

Pada dasarnya, fenomena rokok mulai dari industri, konsumen, dan wacana-wacanya adalah berada pada dua sisi. Layaknya berdiri di antara dua jurang licin. Berbagai persenggolan akan menyebabkan banyak menuai keriuhan. Pernah suatu ketika timbul isu-isu penaikan harga rokok yang melebihi angka 100%. Hal tersebut banyak menuai pro dan kontra.

Terlepas dari kebenaran dalam pernyataan bahwa merokok dapat menyebabkan berbagai macam penyakit, Noe “Letto” dalam pengantar buku karangan Lauren A. Colby ini menggambarkan dialektika perdebatan rokok layakya ketika katakan saja ada 20 orang disuruh menggambar gajah, maka konsekuensi logisnya adalah akan muncul 20 gambar gajah yang sama-sama benar namun berbeda-beda. Antara gambar yang satu dengan gambar yang lain tidak ada yang lebih benar ataupun yang paling benar. Jika kebenaran perihal gambar gajah saja akan menimbulkan banyak versi, apalagi dengan isu rokok (Hal. viii).

Orang yang pikirannya terbuka pastilah tidak akan memilih satu pendapat dan menjastifikasi bahwa hal itu yang paling benar di antara yang lain. Berbagai pertimbangan akan dipikirkan ulang.

Berbagai publikasi hasil penelitian banyak menunjukkan bahaya dan zat-zat kimia yang terkandung dalam rokok membuat paradigma masyarakat luas utamanya di Indonesia tercekoki dan terkerdilkan. Semua akan mengatakan bahwa rokok adalah barang berbahaya. Namun dalam buku yang masih belum mendapatkan izin hak cipta dari penulis aslinya ini membantah semua apa yang telah tersebar luas perihal rokok. Hasil-hasil penelitian tandingan sekaligus bantahan banyak disebutkan dan dipaparkan.

Lauren A. Colby, sebagai seorang peneliti sekaligus perokok terdorong untuk menuliskan kegelisahannya atas propaganda-probaganda anti rokok. Perokok di negara asalnya (Amerika) seakan terdiskriminasi. Di tengah banyak ilmuan dan peneliti di negara itu, banyak yang kemudian meneliti dan mempublikasikan hasil studinya perihal rokok tidak terlepas dari misi pemerintah yang lebih condong mendukung pengucilan para perokok.

Sering didengung-dengungkan bahwa kematian yang disebabkan oleh rokok mencapai angka 450.000 kematian per tahun (di negara asal penulis: Amerika). Namun dalam sebuah kejadian, bilangan yang dikeluarkan berupa angka 450.000 sempat dipertanyakan oleh seorang dari kelompok berita internet di Amerika (Internet News Group). Saat orang itu menelpon ke kantor Rokok dan Kesehatan perihal angka yang dimunculkan itu, tidak seorang pun dari pihak kantor yang tahu dari mana pengumpulan angka tersebut (Hal. 33).

Hal ini menjadi pukulan telak bagi mereka yang mendasarkan angka kematian dengan merokok.

Penjelasan “manipulasi” angka kematian tersebut kemudian menjadi jelas ketika pada 19 April 1995 sebuah surat yang ditujukan pada salah satu perusahaan media di Amerika perihal metode yang digunakan kelompok anti-rokok untuk mengkrontruksi propagandanya. Dikatakan bahwa pada setiap sertifikat kematian yang dikeluarkan oleh sejumlah dokter berisi sebuah kolom penyebab kematian.

Mirisnya, sebuah panduan yang dikeluarkan oleh American Cencer Society (lembaga kangker Amerika) menyatakan bahwa ketika suatu kematian disebabkan oleh kondisi-kondisi tertentu dan dalam riwayat hidupnya ditemukan pernah merokok maka para dokter diintruksikan agar mengisi kolom penyebab kematian itu dengan kata “merokok” (Hal. 34). Kelakuan para profesional medis yang mengikuti panduan tersebut jelas membentuk suatu pola yang berimbas pada stigma masyarakat perihal bahaya rokok.

Bagi Lauren dalam bukunya ini, informasi-informasi yang mengatakan bahwa rokok dapat menyebabkan kangker dan penyakit jantung adalah bentuk penekanan dan intervensi pemerintah terhadap aktifitas merokok yang kemudian banyak menggandeng instansi-instansi medis dan kesehatan.

Dalam sebuah studi yang menghadirkan angka dan statistik perihal hubungan rokok dan kanker, dihadirkan angka konsumsi rokok dari berbagai negara dengan Hongaria pada urutan teratas kemudian disusul Jepang dan Amerika Serikat. Kemudian setelah itu dihadirkan angka prosentase kematian kanker di setiap negara. Hasil yang ditemukan pun mengejutkan. Angka kematian akibat kanker di Hungaria dan Jepang yang menduduki peringkat atas konsumsi rokok mempunyai prosentase yang lebih sedikit dari Amerika Serikat (Hal. 39).  

Hal tersebut menunjukkan bahwa rokok bukanlah yang paling banyak memberi pengaruh tarhadap timbulnya kanker.

Penelitian tersebut diperkuat dengan penelitian terhadap angka harapan hidup dari masing-masing negara yang semakin memberi penjelasan bahwa merokok tidak membunuhmu. Bahkan dalam sebuah studi yang dilakukan pada hewan yang paru-paru dan tenggorokannya diberi cairan semacam nikotin dan segala hal yang terkandung dalam rokok membuahkan hasil bahwa memang paru-paru hewan tersebut kotor akan tetapi kangker yang timbul pada hewan itu bukan semata ditimbulkan oleh cairan yang ditempelkan di paru-parunya. 

Sejumlah penelitian yang ada juga diasumsikan bahwa banyak yang terbias oleh pandangan utama peneliti tentang bahwa rokok adalah berbahaya. Maka tidak akan mungkin dan bahkan sulit menemukan penelitian tandingan yang kelak dapat membantah hasil penelitian-penelitian yang telah lalu. Yang bisa dilakukan kelompok pro-rokok adalah mengkritisi setiap data yang dimunculkan dan dipubilkasikan.

Sama hal nya dengan orang sakit paru-paru yang tidak diperbolehkan berolah raga. Bagi masyarakat luas, olah raga adalah suatu yang menyehatkan. Maka adalah suatu yang tidak berguna dan sangat “omong kosong” bila ada sebuah penelitian tentang bahaya olah raga bagi kesehatan. Padahal dalam keadaan tertentu olah raga bisa berbahaya.

Masih banyak lagi berbagai macam informasi yang bisa dijadikan hujjah atau dasar acaun literatif bagi para pendukung rokokdalam buku tersebut yang kemudian sangatlah tidak mungkin dapat disebutkan semua dalam tulisan ini.

Bagi masyarakat Indonesia, walaupun buku yang ditulis adalah hasil dari pembacaan penulisnya terhadap fenomena-fenomena yang ada di Amerika, namun berbagai macam pola propaganda sama juga banyak ditemui di Indonesia. Pada akhirnya, buku ini menjadi buku yang sangat berani ketika melihat wacana-wacana yang ada dan merupakan pendukung idealisme bagi para peokok.

Tags: antirokokBukuresensirokok
Share15TweetSendShareSend
Previous Post

Pepengkah dan Pekak Pengkuh

Next Post

Karikatur Menembus Zaman Now di Tengah Marak Swafoto

Ozik Ole-olang

Ozik Ole-olang

Pemuda asal Madura yang lahir di Lamongan dan berdomisili di kota Malang.

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post

Karikatur Menembus Zaman Now di Tengah Marak Swafoto

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co