13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hujjah Literatif Bagi Para Perokok

Ozik Ole-olang by Ozik Ole-olang
February 2, 2018
in Ulasan
  • Judul: In Difense of Smokers (Pembelaan Para Perokok)
  • Penulis: Lauren A. Colby
  • Penerjemah: Ronny Hendrawan
  • Penerbit: Indonesia Berdikari
  • Tahun terbit: Cetakan Pertama, November 2014
  • Pengatar: Noe “Letto”
  • ISBN: 978-602-71674-0-7

Kondisi keributan yang terjadi perihal merokok rasanya kurang menguntungkan bagi para perokok. Sebab pihak yang kontra terhadap rokok akan memiliki segudang argumen lebih-lebih dasar literatif yang banyak mereka dapat dari sejumlah penelitian dan peraturan-peraturan pemerintah.

Kondisi seperti ini memaksa para perokok untuk mencari alasan-alasan pengalihan agar perilaku yang mereka lakukan (dalam hal ini adalah merokok) juga mendapat pembenaran. Kekurangan dasar dan acuan literatif yang mendukung para perokok menimbulkan suatu kondisi ketimpangan. Belum lagi dukungan penuh pemerintah untuk terus memprobagandakan dan menyuarakan bahwa merokok adalah kegiatan yang berbahaya bagi kesehatan.

Pada dasarnya, fenomena rokok mulai dari industri, konsumen, dan wacana-wacanya adalah berada pada dua sisi. Layaknya berdiri di antara dua jurang licin. Berbagai persenggolan akan menyebabkan banyak menuai keriuhan. Pernah suatu ketika timbul isu-isu penaikan harga rokok yang melebihi angka 100%. Hal tersebut banyak menuai pro dan kontra.

Terlepas dari kebenaran dalam pernyataan bahwa merokok dapat menyebabkan berbagai macam penyakit, Noe “Letto” dalam pengantar buku karangan Lauren A. Colby ini menggambarkan dialektika perdebatan rokok layakya ketika katakan saja ada 20 orang disuruh menggambar gajah, maka konsekuensi logisnya adalah akan muncul 20 gambar gajah yang sama-sama benar namun berbeda-beda. Antara gambar yang satu dengan gambar yang lain tidak ada yang lebih benar ataupun yang paling benar. Jika kebenaran perihal gambar gajah saja akan menimbulkan banyak versi, apalagi dengan isu rokok (Hal. viii).

Orang yang pikirannya terbuka pastilah tidak akan memilih satu pendapat dan menjastifikasi bahwa hal itu yang paling benar di antara yang lain. Berbagai pertimbangan akan dipikirkan ulang.

Berbagai publikasi hasil penelitian banyak menunjukkan bahaya dan zat-zat kimia yang terkandung dalam rokok membuat paradigma masyarakat luas utamanya di Indonesia tercekoki dan terkerdilkan. Semua akan mengatakan bahwa rokok adalah barang berbahaya. Namun dalam buku yang masih belum mendapatkan izin hak cipta dari penulis aslinya ini membantah semua apa yang telah tersebar luas perihal rokok. Hasil-hasil penelitian tandingan sekaligus bantahan banyak disebutkan dan dipaparkan.

Lauren A. Colby, sebagai seorang peneliti sekaligus perokok terdorong untuk menuliskan kegelisahannya atas propaganda-probaganda anti rokok. Perokok di negara asalnya (Amerika) seakan terdiskriminasi. Di tengah banyak ilmuan dan peneliti di negara itu, banyak yang kemudian meneliti dan mempublikasikan hasil studinya perihal rokok tidak terlepas dari misi pemerintah yang lebih condong mendukung pengucilan para perokok.

Sering didengung-dengungkan bahwa kematian yang disebabkan oleh rokok mencapai angka 450.000 kematian per tahun (di negara asal penulis: Amerika). Namun dalam sebuah kejadian, bilangan yang dikeluarkan berupa angka 450.000 sempat dipertanyakan oleh seorang dari kelompok berita internet di Amerika (Internet News Group). Saat orang itu menelpon ke kantor Rokok dan Kesehatan perihal angka yang dimunculkan itu, tidak seorang pun dari pihak kantor yang tahu dari mana pengumpulan angka tersebut (Hal. 33).

Hal ini menjadi pukulan telak bagi mereka yang mendasarkan angka kematian dengan merokok.

Penjelasan “manipulasi” angka kematian tersebut kemudian menjadi jelas ketika pada 19 April 1995 sebuah surat yang ditujukan pada salah satu perusahaan media di Amerika perihal metode yang digunakan kelompok anti-rokok untuk mengkrontruksi propagandanya. Dikatakan bahwa pada setiap sertifikat kematian yang dikeluarkan oleh sejumlah dokter berisi sebuah kolom penyebab kematian.

Mirisnya, sebuah panduan yang dikeluarkan oleh American Cencer Society (lembaga kangker Amerika) menyatakan bahwa ketika suatu kematian disebabkan oleh kondisi-kondisi tertentu dan dalam riwayat hidupnya ditemukan pernah merokok maka para dokter diintruksikan agar mengisi kolom penyebab kematian itu dengan kata “merokok” (Hal. 34). Kelakuan para profesional medis yang mengikuti panduan tersebut jelas membentuk suatu pola yang berimbas pada stigma masyarakat perihal bahaya rokok.

Bagi Lauren dalam bukunya ini, informasi-informasi yang mengatakan bahwa rokok dapat menyebabkan kangker dan penyakit jantung adalah bentuk penekanan dan intervensi pemerintah terhadap aktifitas merokok yang kemudian banyak menggandeng instansi-instansi medis dan kesehatan.

Dalam sebuah studi yang menghadirkan angka dan statistik perihal hubungan rokok dan kanker, dihadirkan angka konsumsi rokok dari berbagai negara dengan Hongaria pada urutan teratas kemudian disusul Jepang dan Amerika Serikat. Kemudian setelah itu dihadirkan angka prosentase kematian kanker di setiap negara. Hasil yang ditemukan pun mengejutkan. Angka kematian akibat kanker di Hungaria dan Jepang yang menduduki peringkat atas konsumsi rokok mempunyai prosentase yang lebih sedikit dari Amerika Serikat (Hal. 39).  

Hal tersebut menunjukkan bahwa rokok bukanlah yang paling banyak memberi pengaruh tarhadap timbulnya kanker.

Penelitian tersebut diperkuat dengan penelitian terhadap angka harapan hidup dari masing-masing negara yang semakin memberi penjelasan bahwa merokok tidak membunuhmu. Bahkan dalam sebuah studi yang dilakukan pada hewan yang paru-paru dan tenggorokannya diberi cairan semacam nikotin dan segala hal yang terkandung dalam rokok membuahkan hasil bahwa memang paru-paru hewan tersebut kotor akan tetapi kangker yang timbul pada hewan itu bukan semata ditimbulkan oleh cairan yang ditempelkan di paru-parunya. 

Sejumlah penelitian yang ada juga diasumsikan bahwa banyak yang terbias oleh pandangan utama peneliti tentang bahwa rokok adalah berbahaya. Maka tidak akan mungkin dan bahkan sulit menemukan penelitian tandingan yang kelak dapat membantah hasil penelitian-penelitian yang telah lalu. Yang bisa dilakukan kelompok pro-rokok adalah mengkritisi setiap data yang dimunculkan dan dipubilkasikan.

Sama hal nya dengan orang sakit paru-paru yang tidak diperbolehkan berolah raga. Bagi masyarakat luas, olah raga adalah suatu yang menyehatkan. Maka adalah suatu yang tidak berguna dan sangat “omong kosong” bila ada sebuah penelitian tentang bahaya olah raga bagi kesehatan. Padahal dalam keadaan tertentu olah raga bisa berbahaya.

Masih banyak lagi berbagai macam informasi yang bisa dijadikan hujjah atau dasar acaun literatif bagi para pendukung rokokdalam buku tersebut yang kemudian sangatlah tidak mungkin dapat disebutkan semua dalam tulisan ini.

Bagi masyarakat Indonesia, walaupun buku yang ditulis adalah hasil dari pembacaan penulisnya terhadap fenomena-fenomena yang ada di Amerika, namun berbagai macam pola propaganda sama juga banyak ditemui di Indonesia. Pada akhirnya, buku ini menjadi buku yang sangat berani ketika melihat wacana-wacana yang ada dan merupakan pendukung idealisme bagi para peokok.

Tags: antirokokBukuresensirokok
Share15TweetSendShareSend
Previous Post

Pepengkah dan Pekak Pengkuh

Next Post

Karikatur Menembus Zaman Now di Tengah Marak Swafoto

Ozik Ole-olang

Ozik Ole-olang

Pemuda asal Madura yang lahir di Lamongan dan berdomisili di kota Malang.

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post

Karikatur Menembus Zaman Now di Tengah Marak Swafoto

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co