2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pantai Lovina, Krisna Funtastic Land dan Sebuah Harapan

Jaswanto by Jaswanto
February 2, 2018
in Tualang

Penulis berpose di areal Krisna Fantastic Land, Temukus, Buleleng

 

SORE itu. Ketika langit sudah mulai jingga. Semburat jingga itu menyala mendaulat langit Singaraja. Suara motor yang khas—yang mudah saya kenali—dengan rem belakangnya yang menjerit ketika terinjak. Kritttttt….. Ah, motor tua itu. Begitu setia menemani pemiliknya sampai mengantarkan pemiliknya menempuh jenjang S-2.

Bang Zen. Ya, sore itu datang ke kos saya. Kaos abu-abu lengkap dengan penutup kepala itu tampak pas ia kenakan. Dipadu dengan celana jeans sebagai andalannya, membuat wajah ala Koreanya itu makin menjadi tampannya. Siapa yang tidak terpikat. Ah, Bang Zen, selalu punya gaya khas dalam hal penampilan.

Saya masih ingat. Tanggal 8 bulan kedua belas kemarin, teman Bang Zen yang kuliah di Malang berkunjung ke Singaraja. Di atas nama pertemanan itulah, Bang Zen, sebagai teman lama sudah menjadi keharusan untuk menyambut mereka. Saya pun ikut terlibat. Perihal saya ikut, sehari sebelumnya Bang Zen sudah mengajak saya. Dan kebetulan saya tidak pernah ada jam kuliah sore-sore.

“Ayo buruan.” Seru Bang Zen dengan bahasa yang khas. Bahasa perpaduan logat Lombok Tengah dengan logat Bali rupanya telah menyatu menjadi nada bahasa yang belum ternamakan.

Kami berangkat. Teman Bang Zen rupanya telah menunggu agak lama di salah satu pantai yang menjadi destinasi wisata di Singaraja. Manalagi kalau bukan Pantai Lovina. Pantai surganya para lumba-lumba. Tidak percaya? Silahkan buka aplikasi google Anda, kemudian ketik “Pantai Lovina”, klik informasi yang berada dipaling atas, atau klik Wikipedia, maka Anda akan disambut dengan berbagai tulisan dan foto lumba-lumba sedang melompat dengan background senja yang sendu.

Pantai Lovina atau Lovina terletak sekitar 9 km sebelah barat Kota Singaraja, kira-kira 15 menit dari kontrakan saya. Pantai ini merupakan salah satu objek wisata yang ada di Bali Utara. Baik wisatawan asing maupun lokal, banyak yang berkunjung ke sana, selain melihat pantainya yang masih alami, Anda juga bisa melihat ikan lumba-lumba yang banyak terdapat di pantai ini.

Dengan menyewa perahu nelayan tentunya untuk bisa berlayar untuk bisa menjumpai lumba-lumba yang meliuk-liuk gemulai, menari di atas gelombang laut yang angun. Anda juga akan menjumpai berbagai penginapan mulai dari Inn hingga Cottages tersedia dengan harga yang sangat terjangkau. Teruntuk Mak dan Bapak di kampung, saya sarankan ke sini untuk melihat tinggi dan putihnya orang-orang luar negeri. Saya serius, Mak.

Kami sampai, dan tidak perlu lama Bang Zen langsung mengenali wajah teman lamanya itu. Mereka berlima. Empat cewek dan satu cowok. Yang saya tahu, cowok itu dari Jogja. Sedangkan salah seorang cewek, mengaku dari Bantul, Jogja juga. Tampaknya, sebelum kami datang, sudah puluhan foto mereka hasilkan. Berpose layaknya model di atas panggung. Meliuk, menggeliat, miring kanan, miring kiri, cekrek…cekrek…cekrek.

Sayang, belum satu pun foto saya hasilkan, teman Bang Zen yang saya tidak tahu siapa namanya itu mengajak ke tempat yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Serius, dua tahun saya hidup di Singaraja, baru kemarin itu saya kesana. Dan lucunya, Bang Zen yang sudah hidup sekitar enam tahun di Singaraja, juga baru sekali itu berkunjung kesana. Krisna Oleh-Oleh. Surganya oleh-oleh khas Bali disana.

“Aku juga baru sekali masuk sini, Jas. Serius.” Tuturnya sambil memarkir motor Absolut Revo merahnya di bawah nyiur kelapa.

Harapan berputar di Krisna Fantantic Land

Krisna Oleh-Oleh. Namanya yang melambangkan kebijaksanaan. Gusti Ngurah Anom, pria asal Buleleng kelahiran 5 Maret 1971. Pak Anom, begitu orang memanggilnya, dilahirkan dari rahim Made Taman dari 7 bersaudara. Hidup yang sangat dekat dengan korban kebersahajaan keluarga petani.

Pak Anom semenjak kecil terlihat berbeda dengan saudara-saudarnya. Seperti yang saya baca pada halaman resmi Krisna Oleh-Oleh, sejak kecil Pak Anom adalah anak yang hiperaktif, bandel, agresif, lincah dan berwatak keras, ingin agar segala permintaanya dikabulkan. Sikap berani dan keras kepala itu semakin menjadi ketika beliau mulai masuk sekolah SDN I Tangguwisia.

Mengabaikan pelajaran sekolah, itu sudah menjadi kebiasaan. Tidak pernah belajar atau mengerjakan PR, atau bahkan melawan ajaran guru, hah… nama Anom-lah yang akan disebut pertama kali. Siapa sangka, dengan didukung istrinya, beliau memberanikan diri membuka toko baju kaos di Jalan Nusa Indah Denpasar dan memberikan trade mark usaha konfeksinya dengan nama Cok Konfeksi yang duduk tak jauh dari areal Gedung Art Center sebagai pusat kegiatan pesta seni dan budaya Bali.

Pak Cok, begitu kemudian beliau dipanggil, pada tanggal 16 Mei 2007 di Jalan Nusa Indah No. 77 Denpasar-Bali, nama Krisna Oleh-Oleh terealisasikan. Singkat cerita, ya, saya tidak mungkin menulis biografi beliau dalam tulisan ini, memang ini bukan tulisan tentang biografi seseorang, akan tetapi ini tentang perjalanan saya yang untuk pertama kali masuk Krisna Oleh-Oleh.

Lanjut…

Saya masuk. Sebentar foto dengan ikon patung ukiran di depan pintu masuknya. Tepatnya disamping kiri dan kanan. Layaknya dua penjaga yang gagah berani menjaga pintu gerbang sebuah istana. Tak berlebihan juga jika saya menyebut Krisna Oleh-Oleh sebagai istana, istananya barang-barang yang bisa Anda bawa pulang ke tempat masing-masing.

Saya menikmati suana di dalam gedungnya. Begitupun Bang Zen dan lima temannya. Saya asyik dengan ukiran-ukiran patung, miniatur transfortasi, dan hal-hal yang berbau seni lainya. Bang Zen tampaknya lebih tertarik untuk melihat-lihat baju. Sedangkan teman-temannya, entah pada kemana. Yang jelas saya yakin mereka juga sangat menikmati.

Pandangan saya edarkan. Bola mata saya menangkap sebuah gapura megah di sebelah selatan. Bisa dibilang di belakang gedung utama Krisna Oleh-Oleh. Bang Zen memberikan kode untuk berfoto disana. Kami keduluan. Tak terlihat teman-teman Bang Zen rupanya sudah ketawa-ketiwi berpose ria disana. Saya semakin takjub. Jika Anda ke Singaraja, sunnah rasanya untuk mengunjungi Krisna Oleh-Oleh.

Saya baru tahu, dua gapura megah itu rupanya pintu masuk menuju Krisna Funtastic Land Bali. Sebuah tempat wisata yang cukup populer di Bali Utara ternyata. Bagi wisatawan yang menginap di kawasan Lovina tentu berbagai wahana yang disediakan disana bisa memberikan tawaran nuansa baru dalam liburan Anda, apalagi jika Anda bersama keluarga atau kekasih Anda. Kekasih? Sialan, kata itu yang sesungguhnya ingin saya ceritakan. Ah, sudahlah. Eits… tapi ingat, saya bukan jomblo, hanya saja belum ada yang pas untuk mengisi ruang kosong ini. Eidian, nyastra.

Krisna Funtastic Land di Singaraja dibuka pada tanggal 10 November 2016, tergolong cukup baru, menambah daftar panjang catatan perjalanan yang harus Anda kunjungi. Krisna Funtastic Land terletak satu area dengan Krisna Oleh-Oleh, sekitar 5 km dari objek wisata Pantai Lovina, sedangkan dari kontrakan saya sekitar 14 km (sebatas kira-kira, belum pernah ngukur). Di lahan 5 hektar itulah, berbagai wahana berdiri megah disana.

Dengan bimbang, saya dan Bang Zen masuk dan membayar tiket. Lagi-lagi teman-teman Bang Zen sudah lebih dahulu masuk ke dalam. Mereka over agresif sekali. Maklum, pertama kali. Saya juga. Gak usah ketawa. Setelah membeli tiket masuk, saya tiba di areal pertama yaitu yang disebut Krisna Air. Disana saya disambut sebuah pesawat terbang yang tidak bisa terbang lagi, sebab itu memang pesawat wahana. Sebuah tulisan Krisna Funtastic Land melengkung indah dengan ikon singa tersenyum yang mengcungkan jempol kanannya.

Senja di Krisna Fantastic Land

Seperti namanya, tempat ini memang benar-benar fantastis dengan menawarkan berbagai permainan baik itu untuk anak-anak, remaja, dan juga orang tua. Sendirian, rame-rame, atau berdua. Saya sarankan jangan sampai masuk kesana sendirian. Kenapa? Pokoknya jangan. Ngenes, Cuk.

Menikmati Krisna Funtastic Land tidak akan pernah membosankan, sejumlah permainan yang tersedia di taman rekreasi ini adalah pesawat Air, Boom-Boom Cars wahana mobil listri yang cocok buat Anda dan pasangan Anda, Roda Gila Kendaraan listrik, roll coaster yang didesain seperti naga—mengerikan, Flying Cakra, Viking ayunan perahu raksasa, Singaraja Flyer sebuah kincir raksasa yang bergerak berputar perlahan dengan lampu-lampu yang penuh warna.

Ketika melihat wahana yang satu ini, timbul sebuah harapan yang sangat mendalam. Sebuah harapan yang terlahir dari lubuk hati saya. Harapan yang mungkin entah kapan bisa terpenuhi. Harapan yang mungkin juga hanya mengendap seperti ampas kopi yang tak pernah terteguk. Harapan untuk bisa naik berdua denganmu. Ya, denganmu kita akan menikmati senja di atas sana. Menikmati bukit, udara semilir dan geliat kota Singaraja. Satu masalahnya. Kamu itu siapa. Entahlah, tidak ada salahnya untuk berharap.

Ini yang terpenting, yang perlu Anda ketahui, Krisna Funtastic Land buka mulai pukul 16.00-22.00 wita, permainan di taman rekreasi ini bisa dinikamti mulai saat hari mulai senja, saat matahari dengan pasrah menyerahkan hari kepada malam dengan meninggalkan sebuah kenangan semburat jingga di langit. Malam hari, suasana akan terasa makin semarak dengan lampu warna-warni yang ada pada wahana permainan tersebut, benar-benar memberikan pengalaman berarti dan fantastis bagi keluarga, kaula muda dan tentunya bagi anak-anak.

Terakhir, teruntuk kau, gadisku, bayangkan betapa romantisnya ketika kita berdua menikmati senja yang jingga itu dari atas Singaraja Flyer. Wajib kamu membaca tulisan ini, gadisku. (T)

Tags: bulelenggaya hidupLovinaPariwisata
Share76TweetSendShareSend
Previous Post

The Golden Story di Singaraja – Musik Akustik itu Asyik, DJ Selalu Dilirik

Next Post

Lukisan Asehou Jayakatowan: Terpesona Peradaban Lama

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails
Next Post

Lukisan Asehou Jayakatowan: Terpesona Peradaban Lama

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co