13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Novel “Munajat Hati” dan Permasalahan Pemuda Masa Kini

Jaswanto by Jaswanto
February 2, 2018
in Ulasan

Foto: FB/Hendri Harliawan

 

MINGGU, 12 November 2017, di Aula Kementrian Agama Buleleng, Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) HMI Cabang Singaraja, melangsungkan acara bedah buku “Munajat Hati” sebuah novel karangan saya sendiri.

Dalam acara tersebut, dihadiri oleh Bpk. Dr. I Wayan Artika, S.Pd,M.Hum (dosen PBSI) dan Kakanda Suwardi Rasyid, S.Pd (Presidium KAHMI Bali) sebagai pembedahnya. Pak Artika, sesuai dengan keahliannya di bidang sastra dan Bang Onang (panggilan Kanda Suwardi Rasyid) yang melihat dari perspektif ke-Islamannya menjadi perpaduan yang pas pada acara kemarin.

Diskusi yang dipandu oleh Kakanda Marazaenal Adipta, S.Pd (selaku moderator) itu didatangi oleh berbagai organisasi mahasiswa seperti: Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Al-Hikmah UNDIKSHA, beberapa mahasiswa dari jurusan Pendidikan Sejarah, mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan ada juga beberapa siswa-siswi Sekolah Menengah Atas.

Saya, selaku penulis novel tersebut, akan memberitahukan apa yang menjadi latarbelakang saya menulis novel tersebut. Ada tiga latarbelang dalam penulisan novel ini.

Pertama, keadaan ummat Islam yang senang dengan taklid buta. Memaknai “jihad” hanya sebatas peperangan saja. Akhirnya, kata “jihad” disalah artikan maka timbullah terorisme. Padalah dalam Islam sendiri tidak ada ajaran tentang terorisme. Bukan hanya Islam, saya kira semua agama tidak ada yang mengajarkan perbuatan terkutuk itu.

Kedua, saya melihat generasi (baca: pemuda) saat ini sudah lupa dengan siapa pembawa ajaran Islam hingga kita nikmati sampai saat ini. Nabi Muhammad. Kapan beliau lahir, siapa ayahnya, siapa ibunya, siapa kakeknya, kapan beliau meninggal, dll. Pengetahuan seperti itu perlahan-lahan sudah tergerus dengan tokoh-tokoh di luar Islam.

Saya tidak melarang siapa pun untuk mengidolakan arti korea, filsuf barat, atau tokoh-tokoh lain di luar Islam, akan tetapi, saya ingin kita sebagai pemuda-pemudi Islam harus mampu meyeimbangkan hal tersebut. Ibaratkan 50% mengidolakan Nabi Muhammad dan sisanya mengidolakan tokoh-tokoh lainya.

Latarbelakang yang ketiga adalah, saya mencoba memberikan pemahaman bahwa Islam itu bukan statis, tapi harus dipahami secara dinamis. Islam itu seperti cair bukan padat. Seprti air bukan seperti batu. Ketika air dituangkan ke dalam gelas yang bulat, maka air itu akan mengikuti bentuk gelas tersebut.

Tidak dengan batu yang padat. Batu yang padat jika dimasukkan ke dalam bentuk wadah apapun, dia tidak ada berubah bentuk. Begitu pun Islam. Secara historis, Islam diturunkan di Jazirah Arab, akan tetapi tidak serta merta Islam di Indonesia harus seperti Islam di Arab. Atau Islam di negara lain.

Munajat Hati, novel yang ceritanys dimulai dengan kisah seorang pemuda bernama Muhammad Amirullah. Ia adalah seorang mahasiswa S-1 akhir di Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Bali. Jurusan Pendidikan Ekonomi.

Muhammad Amirullah adalah seorang mahasiswa yang sangat menjaga identitas keislamannya walaupun ia hidup di tengah-tengah kaum mayoritas agama Hindu. Dalam menjalani rutinitasnya, Amir selalu ditemani oleh ketiga mahasiswa yang berada di bawahnya. Ketiga mahasiswa itu ialah, Wahyudi, Ahmad dan Nur. Mereka bertiga satu kontrakan denganya dan satu daerah dengannya, Tuban.

Dalam cerita, saya menceritakan ada seorang gadis bernama Anak Agung Ayu Alisha. Ia adalah gadis Hindustan cantik nan cerdas dari Negara. Seorang gadis yang sangat misterius. Seorang gadis Hindu yang sangat cinta dengan Islam dan ritual ke Puura tidak pernah ia tinggalkan. Seorang gadis Hindu yang lebih Islami daripada gadis Islam yang hanya mengaku Islam.

Hingga suatu ketika, ia berani bertanya kepada Amir tentang apa itu jihad. Apakah jihad itu terorisme? Dan ia juga sangat antusias bertanya sejarah kelahiran seorang pemimpin besar umat Islam baginda Nabi SAW. di tengah kaum muda muslim-muslimah yang sudah lupa dengan kelahiran Nabi Muhammad, justru gadis Hindustanlah yang sangat antusias akan hal itu. Dan akhirnya Alisha jatuh cinta dengan Amir.

Saya sengaja memilih gadis non-muslim sebagai simbol bahwa sudah lunturnya kecintaan kepada baginda Nabi Muhammad. Saya berharap dengan adanya novel ini, dapat menjadi tamparan keras kepada generasi muslim saat ini. Dalam novel ini, saya juga sedikit mengkritik masalah sosial yang ada di Kabupaten Tuban mengenai adanya pabrik semen.

Satu lagi tokoh yang menjadi saingan Alisha. Dia bernama Fatimah—belahan hati Amir. Fatimah gadis yang nantinya akan dinikahi oleh Amir adalah seorang mahasiswi alumni Pondok Pesantren Al-Anwa, Sarang, Jawa Tengah. Pondok Pesantren asuhan KH. Maemun Zubair.

Rumitnya rumah tangga Amir dan Fatimah menjadi klimaks dari novel ini. Setelah menikah dengan Amir, Fatimah harus kembali ke Bali untuk melanjutkan kuliahnya. Sedangkan Amir berada di Tuban bekerja serta mempersiapkan diri untuk S-2nya di Turki. LDR tidak membuat cinta yang telah mereka jalin putus.

Novel ini diakhir dengan lumayan dramatis. Semenjak Amir menikah dengan Fatimah, Alisha tak lagi berhubungan dengan Amir. Pada saat Amir dan Fatimah akan berangkat ke Turki, mereka berdua hendak meminta restu kepada Alisha. Akan tetapi, Alisha sudah meninggal dunia dalam keadaan muslim. Terdapat penyesalan yang mendalam di hati Amir dan Fatimah.

Ini adalah novel pertama yang saya tulis. Seperti kata Pak Artika, Bang Onang dan para peserta bedah buku yang hadir dan memberikan kritik-saran, saya sebagai penulis pemula, masih banyak sekali kekurangan-kekurangan novel yang saya tulis. Saking banyaknya, saya sampai tidak bisa menuliskannya. Dan saya sangat merasakan akan hal itu. Mulai dari pemilihan diksi, teknik pengutipan, alur cerita, plot, karakter tokoh, dan masih banyak kekurangan-kekurangan lainya.

Saya terlalu cepat menyudahi novel ini. Sebenarnya masih dapat dieksplor dan dikembangkan lagi alur ceritanya. Latar tempat yang berpindah dari Bali ke Tuban membuat pembaca harus lebih konsentrasi dalam berimajinasi saat membacanya.

Sebelum saya mengakhiri ulasan ini, sebelumnya saya ucapkan beribu terimakasih kepada Bpk Dr. I Wayan Artika, S.Pd,M.Hum, yang telah banyak memberikan masukan kepada saya khususnya dan kepada peserta umumnya. Masukan-masukan dan motivasi tentang literasi yang membangun. Memberikan masukan tanpa harus menyalahkan.

Kepada Kakanda Suwardi Rasyid, S.Pd, yang juga memberikan kritik dan saran serta motivasi kepada saya dan juga peserta bedah buku. Kemudian, kepada Kakanda Harian Noris Saputera selaku Ketua Umum HMI Cabang Singaraja yang telah membantu berupa moril dan material untuk melancarkan acara tersebut.

Kepada Ayunda Indriani Lestari (ketua panitia) dan Quratul Aen (sekretaris panitia) yang dengan semangatnya mengkoordinir teman-teman panitia untuk mensukseskan acara bedah buku kemarin. Intinya saya sangat berterimakasih kepada semua KOHATI HMI Singaraja.

Kepada Kakanda Marazaenal Adipta,S.Pd (Bang Zen) yang bersedia menjadi moderator acara bedah buku kemarin. Dziky Muhammad Nur Cholif, yang dengan sabar saya suruh membuat pamflet dan baner, Taufikur Rahman, yang dengan setia menemani saya kesana-kemari, Muhammad Fahmi, dengan kameranya untuk mendokumentasikan, Achmad Chalim dan Frengky serta teman-teman yang tidak dapat saya sebut namanya satu persatu. Terimakasih. Tanpa kalian semua, acara tersebut tidak akan pernah terlaksana.

YAKUSA!!! (T)

Tags: BukuIslamMuslimnovelSingaraja
Share100TweetSendShareSend
Previous Post

Kelemahan Klasik yang Tetap Terasa – Catatan Pentas 3 Monolog di Kampus FBS Undiksha

Next Post

Socrates, Dongeng Ikan dan Katak, serta Anak-anak yang Mendadak Filsuf

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post

Socrates, Dongeng Ikan dan Katak, serta Anak-anak yang Mendadak Filsuf

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co