2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Novel “Munajat Hati” dan Permasalahan Pemuda Masa Kini

Jaswanto by Jaswanto
February 2, 2018
in Ulasan

Foto: FB/Hendri Harliawan

 

MINGGU, 12 November 2017, di Aula Kementrian Agama Buleleng, Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) HMI Cabang Singaraja, melangsungkan acara bedah buku “Munajat Hati” sebuah novel karangan saya sendiri.

Dalam acara tersebut, dihadiri oleh Bpk. Dr. I Wayan Artika, S.Pd,M.Hum (dosen PBSI) dan Kakanda Suwardi Rasyid, S.Pd (Presidium KAHMI Bali) sebagai pembedahnya. Pak Artika, sesuai dengan keahliannya di bidang sastra dan Bang Onang (panggilan Kanda Suwardi Rasyid) yang melihat dari perspektif ke-Islamannya menjadi perpaduan yang pas pada acara kemarin.

Diskusi yang dipandu oleh Kakanda Marazaenal Adipta, S.Pd (selaku moderator) itu didatangi oleh berbagai organisasi mahasiswa seperti: Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Al-Hikmah UNDIKSHA, beberapa mahasiswa dari jurusan Pendidikan Sejarah, mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan ada juga beberapa siswa-siswi Sekolah Menengah Atas.

Saya, selaku penulis novel tersebut, akan memberitahukan apa yang menjadi latarbelakang saya menulis novel tersebut. Ada tiga latarbelang dalam penulisan novel ini.

Pertama, keadaan ummat Islam yang senang dengan taklid buta. Memaknai “jihad” hanya sebatas peperangan saja. Akhirnya, kata “jihad” disalah artikan maka timbullah terorisme. Padalah dalam Islam sendiri tidak ada ajaran tentang terorisme. Bukan hanya Islam, saya kira semua agama tidak ada yang mengajarkan perbuatan terkutuk itu.

Kedua, saya melihat generasi (baca: pemuda) saat ini sudah lupa dengan siapa pembawa ajaran Islam hingga kita nikmati sampai saat ini. Nabi Muhammad. Kapan beliau lahir, siapa ayahnya, siapa ibunya, siapa kakeknya, kapan beliau meninggal, dll. Pengetahuan seperti itu perlahan-lahan sudah tergerus dengan tokoh-tokoh di luar Islam.

Saya tidak melarang siapa pun untuk mengidolakan arti korea, filsuf barat, atau tokoh-tokoh lain di luar Islam, akan tetapi, saya ingin kita sebagai pemuda-pemudi Islam harus mampu meyeimbangkan hal tersebut. Ibaratkan 50% mengidolakan Nabi Muhammad dan sisanya mengidolakan tokoh-tokoh lainya.

Latarbelakang yang ketiga adalah, saya mencoba memberikan pemahaman bahwa Islam itu bukan statis, tapi harus dipahami secara dinamis. Islam itu seperti cair bukan padat. Seprti air bukan seperti batu. Ketika air dituangkan ke dalam gelas yang bulat, maka air itu akan mengikuti bentuk gelas tersebut.

Tidak dengan batu yang padat. Batu yang padat jika dimasukkan ke dalam bentuk wadah apapun, dia tidak ada berubah bentuk. Begitu pun Islam. Secara historis, Islam diturunkan di Jazirah Arab, akan tetapi tidak serta merta Islam di Indonesia harus seperti Islam di Arab. Atau Islam di negara lain.

Munajat Hati, novel yang ceritanys dimulai dengan kisah seorang pemuda bernama Muhammad Amirullah. Ia adalah seorang mahasiswa S-1 akhir di Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Bali. Jurusan Pendidikan Ekonomi.

Muhammad Amirullah adalah seorang mahasiswa yang sangat menjaga identitas keislamannya walaupun ia hidup di tengah-tengah kaum mayoritas agama Hindu. Dalam menjalani rutinitasnya, Amir selalu ditemani oleh ketiga mahasiswa yang berada di bawahnya. Ketiga mahasiswa itu ialah, Wahyudi, Ahmad dan Nur. Mereka bertiga satu kontrakan denganya dan satu daerah dengannya, Tuban.

Dalam cerita, saya menceritakan ada seorang gadis bernama Anak Agung Ayu Alisha. Ia adalah gadis Hindustan cantik nan cerdas dari Negara. Seorang gadis yang sangat misterius. Seorang gadis Hindu yang sangat cinta dengan Islam dan ritual ke Puura tidak pernah ia tinggalkan. Seorang gadis Hindu yang lebih Islami daripada gadis Islam yang hanya mengaku Islam.

Hingga suatu ketika, ia berani bertanya kepada Amir tentang apa itu jihad. Apakah jihad itu terorisme? Dan ia juga sangat antusias bertanya sejarah kelahiran seorang pemimpin besar umat Islam baginda Nabi SAW. di tengah kaum muda muslim-muslimah yang sudah lupa dengan kelahiran Nabi Muhammad, justru gadis Hindustanlah yang sangat antusias akan hal itu. Dan akhirnya Alisha jatuh cinta dengan Amir.

Saya sengaja memilih gadis non-muslim sebagai simbol bahwa sudah lunturnya kecintaan kepada baginda Nabi Muhammad. Saya berharap dengan adanya novel ini, dapat menjadi tamparan keras kepada generasi muslim saat ini. Dalam novel ini, saya juga sedikit mengkritik masalah sosial yang ada di Kabupaten Tuban mengenai adanya pabrik semen.

Satu lagi tokoh yang menjadi saingan Alisha. Dia bernama Fatimah—belahan hati Amir. Fatimah gadis yang nantinya akan dinikahi oleh Amir adalah seorang mahasiswi alumni Pondok Pesantren Al-Anwa, Sarang, Jawa Tengah. Pondok Pesantren asuhan KH. Maemun Zubair.

Rumitnya rumah tangga Amir dan Fatimah menjadi klimaks dari novel ini. Setelah menikah dengan Amir, Fatimah harus kembali ke Bali untuk melanjutkan kuliahnya. Sedangkan Amir berada di Tuban bekerja serta mempersiapkan diri untuk S-2nya di Turki. LDR tidak membuat cinta yang telah mereka jalin putus.

Novel ini diakhir dengan lumayan dramatis. Semenjak Amir menikah dengan Fatimah, Alisha tak lagi berhubungan dengan Amir. Pada saat Amir dan Fatimah akan berangkat ke Turki, mereka berdua hendak meminta restu kepada Alisha. Akan tetapi, Alisha sudah meninggal dunia dalam keadaan muslim. Terdapat penyesalan yang mendalam di hati Amir dan Fatimah.

Ini adalah novel pertama yang saya tulis. Seperti kata Pak Artika, Bang Onang dan para peserta bedah buku yang hadir dan memberikan kritik-saran, saya sebagai penulis pemula, masih banyak sekali kekurangan-kekurangan novel yang saya tulis. Saking banyaknya, saya sampai tidak bisa menuliskannya. Dan saya sangat merasakan akan hal itu. Mulai dari pemilihan diksi, teknik pengutipan, alur cerita, plot, karakter tokoh, dan masih banyak kekurangan-kekurangan lainya.

Saya terlalu cepat menyudahi novel ini. Sebenarnya masih dapat dieksplor dan dikembangkan lagi alur ceritanya. Latar tempat yang berpindah dari Bali ke Tuban membuat pembaca harus lebih konsentrasi dalam berimajinasi saat membacanya.

Sebelum saya mengakhiri ulasan ini, sebelumnya saya ucapkan beribu terimakasih kepada Bpk Dr. I Wayan Artika, S.Pd,M.Hum, yang telah banyak memberikan masukan kepada saya khususnya dan kepada peserta umumnya. Masukan-masukan dan motivasi tentang literasi yang membangun. Memberikan masukan tanpa harus menyalahkan.

Kepada Kakanda Suwardi Rasyid, S.Pd, yang juga memberikan kritik dan saran serta motivasi kepada saya dan juga peserta bedah buku. Kemudian, kepada Kakanda Harian Noris Saputera selaku Ketua Umum HMI Cabang Singaraja yang telah membantu berupa moril dan material untuk melancarkan acara tersebut.

Kepada Ayunda Indriani Lestari (ketua panitia) dan Quratul Aen (sekretaris panitia) yang dengan semangatnya mengkoordinir teman-teman panitia untuk mensukseskan acara bedah buku kemarin. Intinya saya sangat berterimakasih kepada semua KOHATI HMI Singaraja.

Kepada Kakanda Marazaenal Adipta,S.Pd (Bang Zen) yang bersedia menjadi moderator acara bedah buku kemarin. Dziky Muhammad Nur Cholif, yang dengan sabar saya suruh membuat pamflet dan baner, Taufikur Rahman, yang dengan setia menemani saya kesana-kemari, Muhammad Fahmi, dengan kameranya untuk mendokumentasikan, Achmad Chalim dan Frengky serta teman-teman yang tidak dapat saya sebut namanya satu persatu. Terimakasih. Tanpa kalian semua, acara tersebut tidak akan pernah terlaksana.

YAKUSA!!! (T)

Tags: BukuIslamMuslimnovelSingaraja
Share100TweetSendShareSend
Previous Post

Kelemahan Klasik yang Tetap Terasa – Catatan Pentas 3 Monolog di Kampus FBS Undiksha

Next Post

Socrates, Dongeng Ikan dan Katak, serta Anak-anak yang Mendadak Filsuf

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post

Socrates, Dongeng Ikan dan Katak, serta Anak-anak yang Mendadak Filsuf

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co