3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kenapa Jomblo, Kenapa Pacaran jadi Asyik? – Ilmu Kimia Punya Cerita

Putu Raiwata Mertanjaya by Putu Raiwata Mertanjaya
February 2, 2018
in Esai

Ilustrasi: Manik Sukadana, diolah dari facebook

 

ILMU kimia itu sangat luas, sangat dalam, dan sangat misterius untuk dipelajari. Kata ilmuwan kimia, Antoine Lavoisier: “I consider nature a vast chemical laboratory in which all kinds of composition and decompositions are formed”.

Jika diinterpretasikan, dunia ini laboratorium kimia yang sangat luas. Semua reaksi pembentukan dan penguraian dapat terjadi. Reaksi pembentukan dan penguraian dapat terjadi dalam setiap hal. Termasuk juga dalam berhubungan. Hubungan pertemanan dan persahabatan, termasuk hubungan asmara, dan hubungan… he he he.

Pernah mendengar kata chemistry? Ya. Kerap terdengar berbagai pertanyaan dari teman ke teman: “Mengapa kamu bisa jadian dengan dia?” Jawaban yang terdengar: “Sudah cocok, sudah ada chemistry-nya!”

Sebenarnya, kalau kita lihat, chemistry itu sendiri berarti kimia. Jadi, apa ke-kimia-an dalam berhubungan itu?

Kimia itu tentang kestabilan. Hubungan juga sama.

Pernah belajar tentang kimia? Jawabnya pasti pernah, entah itu di SMP atau di SMA. Bahkan kalau ketagihan, sampai pendidikan tinggi pun juga belajar kimia, saya misalnya. Saya ketagihan. Hahahaha

Pada saat belajar kimia, kita akan mempelajari tentang ikatan kimia. Ikatan kimia mengajarkan kita, bahwa untuk bisa mencapai keadaan yang stabil (keadaan gas mulia), kita harus berhubungan atau berikatan. Ikatan ini dapat dibentuk dengan melepaskan atau menerima elektron dan ada pula dengan memasangkan bersama.

Manusia pun juga perlu berhubungan, kan? Pernahkan berpikir, kenapa manusia perlu berhubungan? Ya, karena pada dasarnya manusia itu merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Manusia merasa selalu ada saja bagian dari dirinya yang kurang, yang hanya bisa diisi oleh orang lain. Oleh karena itu, manusia perlu membentuk hubungan.

Hubungan yang dibentuk hendaknya membawa kita ke arah kestabilan. Membawa kita ke arah kemuliaan (seperti konfigurasi gas mulia golongan VIII A).

Hubungan atau ikatan yang dibentuk bisa berdasarkan ikatan ion, di mana seseorang yang kelebihan elektron menyumbangkan ke pihak yang kekurangan elektron. Ini seperti orang kaya yang menyumbangkan kelebihan duitnya kepada orang miskin yang perlu duit. Kalau ikatan ion ini putus, maka elektron yang disumbangkan tidak dapat ditarik kembali. Something that you’ve given away cannot be taken back.

Ikatan juga bisa dibentuk atas perasaan sama-sama kekurangan. Ikatan ini disebut ikatan kovalen. Ikatan ini dibentuk dengan cara memasangkan elektron bersama, digunakan bersama, dan menjadi hak milik bersama.

Hubungan seperti inilah yang sering kita jumpai dalam berpacaran atau hubungan asmara maupun bersuami-istri. Yang menjadi masalah, pada saat hubungan ini putus, maka pasangan elektron yang digunakan bersama ini akan diperebutkan sebagai harta gono-gini. Pihak yang lebih elektronegatif (yang lebih kuat) akan memenangkan pembagian elektron ini.

Jomblo lebih stabil? Itu bisa saja.

Tapi, bagaimana jika hubungan yang dibentuk tidak berhasil? Tidak membawa kestabilan? Hubungan itu memang pada dasarnya untuk mencapai kestabilan. Jika hubungan asmaramu stabil, maka masa-masa pacaran akan jadi asyik. Tapi, kalau dalam hubungan itu tidak membawa kestabilan atau kemuliaan, hubungan tak akan asyik lagi, maka hubungan sebaiknya diakhiri.

Golongan gas mulia pun sama. Mereka dikategorikan gas mulia adalah karena kesukarannya untuk membentuk ikatan dengan unsur lain. Mengapa? Karena mereka sudah stabil tanpa berikatan, alias JOMBLO. Tapi bukan sembarang jomblo. Mereka adalah JoJoBa atau jomblo-jomblo berbahagia.

Jadi, buat siapa pun yang masih sendiri alias jomblo untuk saat ini, jangan takut. Mungkin saja Anda memang tergolong gas mulia. Hahaha. Tenang saja. Bukankah lebih baik lajang daripada jalang?

Yang sejenis akan mudah nge-blend.

Dalam mempelajari kimia, kita akan mengenal istilah “like dissolve like”. Artinya, suatu zat hanya akan larut pada pelarut yang sejenis. Senyawa polar akan dilarutkan oleh yang bersifat polar. Senyawa non polar hanya akan larut pada pelarut non polar.

Dalam pergaulan juga sama. Seseorang akan mudah masuk atau bergaul dengan teman yang sejenis dengannya. (Kecuali jenis kelamin jika yang berteman lalu jadi pacaran). Bukankah tidak pernah ada air melarutkan minyak, bukan? Kalaupun pernah, itu menggunakan jasa orang ketiga yang disebut dengan emulsifier. Tapi kalau pengaruh “mak comblang” ini habis, maka air dan minyak tadi akan terpisah kembali.

Berikatan itu membentuk senyawa, hilangkan keegoisan.

Dulu, pada saat saya mengajar partikel materi, seorang murid pernah bertanya.

“Pak, apa beda atom dengan senyawa?”

Saya jelaskan saja dengan sederhana. Kalau atom itu jomblo, artinya dia berdiri sendiri dan tidak terikat dengan atom lain. Kalau senyawa itu gabungan atau pasangan dari atom-atom yang berbeda jenis.

Kalau kita membahas tentang senyawa, kita akan membahas tentang minimal dua atom berbeda jenis yang saling membentuk ikatan dan menghasilkan zat baru. Zat baru yang dibentuk ini, memiliki perbedaan sifat dari atom atau unsur pembentuknya.

Dalam berhubungan pun juga sama. Di mana kita menghubungkan dua hal berbeda menjadi satu. Rumus kimia dalam berhubungan adalah:

AKU + KAMU = KITA

Ya, sambil gombal sedikit tidak apa-apa, kan?

Senyawa baru yang dihasilkan ini, mempunyai sifat yang berbeda dari sebelumnya. Sifat ke-AKU-an dan ke-KAMU-an sudah seharusnya ditinggalkan. Keegoisan harus dikendalikan supaya senyawa “KITA” yang dibentuk langgeng dan harmonis. (T)

Tags: alamcintakemanusiaanPendidikan
Share98TweetSendShareSend
Previous Post

Indra Andrianto# Sugesti Bayangmu, Segelas Anggur Tentang Kamu

Next Post

Stadion Dipta Makin Ramah bagi PDIP – Antara Koster, Rai Mantra, dan Cerita Kostum Merah

Putu Raiwata Mertanjaya

Putu Raiwata Mertanjaya

Guru honorer di sebuah SMP di Negara, Jembrana. Alumni Jurusan Pendidikan Kimia di Undiksha Singaraja.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post

Stadion Dipta Makin Ramah bagi PDIP – Antara Koster, Rai Mantra, dan Cerita Kostum Merah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co