24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kenapa Jomblo, Kenapa Pacaran jadi Asyik? – Ilmu Kimia Punya Cerita

Putu Raiwata Mertanjaya by Putu Raiwata Mertanjaya
February 2, 2018
in Esai

Ilustrasi: Manik Sukadana, diolah dari facebook

 

ILMU kimia itu sangat luas, sangat dalam, dan sangat misterius untuk dipelajari. Kata ilmuwan kimia, Antoine Lavoisier: “I consider nature a vast chemical laboratory in which all kinds of composition and decompositions are formed”.

Jika diinterpretasikan, dunia ini laboratorium kimia yang sangat luas. Semua reaksi pembentukan dan penguraian dapat terjadi. Reaksi pembentukan dan penguraian dapat terjadi dalam setiap hal. Termasuk juga dalam berhubungan. Hubungan pertemanan dan persahabatan, termasuk hubungan asmara, dan hubungan… he he he.

Pernah mendengar kata chemistry? Ya. Kerap terdengar berbagai pertanyaan dari teman ke teman: “Mengapa kamu bisa jadian dengan dia?” Jawaban yang terdengar: “Sudah cocok, sudah ada chemistry-nya!”

Sebenarnya, kalau kita lihat, chemistry itu sendiri berarti kimia. Jadi, apa ke-kimia-an dalam berhubungan itu?

Kimia itu tentang kestabilan. Hubungan juga sama.

Pernah belajar tentang kimia? Jawabnya pasti pernah, entah itu di SMP atau di SMA. Bahkan kalau ketagihan, sampai pendidikan tinggi pun juga belajar kimia, saya misalnya. Saya ketagihan. Hahahaha

Pada saat belajar kimia, kita akan mempelajari tentang ikatan kimia. Ikatan kimia mengajarkan kita, bahwa untuk bisa mencapai keadaan yang stabil (keadaan gas mulia), kita harus berhubungan atau berikatan. Ikatan ini dapat dibentuk dengan melepaskan atau menerima elektron dan ada pula dengan memasangkan bersama.

Manusia pun juga perlu berhubungan, kan? Pernahkan berpikir, kenapa manusia perlu berhubungan? Ya, karena pada dasarnya manusia itu merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Manusia merasa selalu ada saja bagian dari dirinya yang kurang, yang hanya bisa diisi oleh orang lain. Oleh karena itu, manusia perlu membentuk hubungan.

Hubungan yang dibentuk hendaknya membawa kita ke arah kestabilan. Membawa kita ke arah kemuliaan (seperti konfigurasi gas mulia golongan VIII A).

Hubungan atau ikatan yang dibentuk bisa berdasarkan ikatan ion, di mana seseorang yang kelebihan elektron menyumbangkan ke pihak yang kekurangan elektron. Ini seperti orang kaya yang menyumbangkan kelebihan duitnya kepada orang miskin yang perlu duit. Kalau ikatan ion ini putus, maka elektron yang disumbangkan tidak dapat ditarik kembali. Something that you’ve given away cannot be taken back.

Ikatan juga bisa dibentuk atas perasaan sama-sama kekurangan. Ikatan ini disebut ikatan kovalen. Ikatan ini dibentuk dengan cara memasangkan elektron bersama, digunakan bersama, dan menjadi hak milik bersama.

Hubungan seperti inilah yang sering kita jumpai dalam berpacaran atau hubungan asmara maupun bersuami-istri. Yang menjadi masalah, pada saat hubungan ini putus, maka pasangan elektron yang digunakan bersama ini akan diperebutkan sebagai harta gono-gini. Pihak yang lebih elektronegatif (yang lebih kuat) akan memenangkan pembagian elektron ini.

Jomblo lebih stabil? Itu bisa saja.

Tapi, bagaimana jika hubungan yang dibentuk tidak berhasil? Tidak membawa kestabilan? Hubungan itu memang pada dasarnya untuk mencapai kestabilan. Jika hubungan asmaramu stabil, maka masa-masa pacaran akan jadi asyik. Tapi, kalau dalam hubungan itu tidak membawa kestabilan atau kemuliaan, hubungan tak akan asyik lagi, maka hubungan sebaiknya diakhiri.

Golongan gas mulia pun sama. Mereka dikategorikan gas mulia adalah karena kesukarannya untuk membentuk ikatan dengan unsur lain. Mengapa? Karena mereka sudah stabil tanpa berikatan, alias JOMBLO. Tapi bukan sembarang jomblo. Mereka adalah JoJoBa atau jomblo-jomblo berbahagia.

Jadi, buat siapa pun yang masih sendiri alias jomblo untuk saat ini, jangan takut. Mungkin saja Anda memang tergolong gas mulia. Hahaha. Tenang saja. Bukankah lebih baik lajang daripada jalang?

Yang sejenis akan mudah nge-blend.

Dalam mempelajari kimia, kita akan mengenal istilah “like dissolve like”. Artinya, suatu zat hanya akan larut pada pelarut yang sejenis. Senyawa polar akan dilarutkan oleh yang bersifat polar. Senyawa non polar hanya akan larut pada pelarut non polar.

Dalam pergaulan juga sama. Seseorang akan mudah masuk atau bergaul dengan teman yang sejenis dengannya. (Kecuali jenis kelamin jika yang berteman lalu jadi pacaran). Bukankah tidak pernah ada air melarutkan minyak, bukan? Kalaupun pernah, itu menggunakan jasa orang ketiga yang disebut dengan emulsifier. Tapi kalau pengaruh “mak comblang” ini habis, maka air dan minyak tadi akan terpisah kembali.

Berikatan itu membentuk senyawa, hilangkan keegoisan.

Dulu, pada saat saya mengajar partikel materi, seorang murid pernah bertanya.

“Pak, apa beda atom dengan senyawa?”

Saya jelaskan saja dengan sederhana. Kalau atom itu jomblo, artinya dia berdiri sendiri dan tidak terikat dengan atom lain. Kalau senyawa itu gabungan atau pasangan dari atom-atom yang berbeda jenis.

Kalau kita membahas tentang senyawa, kita akan membahas tentang minimal dua atom berbeda jenis yang saling membentuk ikatan dan menghasilkan zat baru. Zat baru yang dibentuk ini, memiliki perbedaan sifat dari atom atau unsur pembentuknya.

Dalam berhubungan pun juga sama. Di mana kita menghubungkan dua hal berbeda menjadi satu. Rumus kimia dalam berhubungan adalah:

AKU + KAMU = KITA

Ya, sambil gombal sedikit tidak apa-apa, kan?

Senyawa baru yang dihasilkan ini, mempunyai sifat yang berbeda dari sebelumnya. Sifat ke-AKU-an dan ke-KAMU-an sudah seharusnya ditinggalkan. Keegoisan harus dikendalikan supaya senyawa “KITA” yang dibentuk langgeng dan harmonis. (T)

Tags: alamcintakemanusiaanPendidikan
Share98TweetSendShareSend
Previous Post

Indra Andrianto# Sugesti Bayangmu, Segelas Anggur Tentang Kamu

Next Post

Stadion Dipta Makin Ramah bagi PDIP – Antara Koster, Rai Mantra, dan Cerita Kostum Merah

Putu Raiwata Mertanjaya

Putu Raiwata Mertanjaya

Guru honorer di sebuah SMP di Negara, Jembrana. Alumni Jurusan Pendidikan Kimia di Undiksha Singaraja.

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post

Stadion Dipta Makin Ramah bagi PDIP – Antara Koster, Rai Mantra, dan Cerita Kostum Merah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co