23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kenapa Jomblo, Kenapa Pacaran jadi Asyik? – Ilmu Kimia Punya Cerita

Putu Raiwata Mertanjaya by Putu Raiwata Mertanjaya
February 2, 2018
in Esai

Ilustrasi: Manik Sukadana, diolah dari facebook

 

ILMU kimia itu sangat luas, sangat dalam, dan sangat misterius untuk dipelajari. Kata ilmuwan kimia, Antoine Lavoisier: “I consider nature a vast chemical laboratory in which all kinds of composition and decompositions are formed”.

Jika diinterpretasikan, dunia ini laboratorium kimia yang sangat luas. Semua reaksi pembentukan dan penguraian dapat terjadi. Reaksi pembentukan dan penguraian dapat terjadi dalam setiap hal. Termasuk juga dalam berhubungan. Hubungan pertemanan dan persahabatan, termasuk hubungan asmara, dan hubungan… he he he.

Pernah mendengar kata chemistry? Ya. Kerap terdengar berbagai pertanyaan dari teman ke teman: “Mengapa kamu bisa jadian dengan dia?” Jawaban yang terdengar: “Sudah cocok, sudah ada chemistry-nya!”

Sebenarnya, kalau kita lihat, chemistry itu sendiri berarti kimia. Jadi, apa ke-kimia-an dalam berhubungan itu?

Kimia itu tentang kestabilan. Hubungan juga sama.

Pernah belajar tentang kimia? Jawabnya pasti pernah, entah itu di SMP atau di SMA. Bahkan kalau ketagihan, sampai pendidikan tinggi pun juga belajar kimia, saya misalnya. Saya ketagihan. Hahahaha

Pada saat belajar kimia, kita akan mempelajari tentang ikatan kimia. Ikatan kimia mengajarkan kita, bahwa untuk bisa mencapai keadaan yang stabil (keadaan gas mulia), kita harus berhubungan atau berikatan. Ikatan ini dapat dibentuk dengan melepaskan atau menerima elektron dan ada pula dengan memasangkan bersama.

Manusia pun juga perlu berhubungan, kan? Pernahkan berpikir, kenapa manusia perlu berhubungan? Ya, karena pada dasarnya manusia itu merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Manusia merasa selalu ada saja bagian dari dirinya yang kurang, yang hanya bisa diisi oleh orang lain. Oleh karena itu, manusia perlu membentuk hubungan.

Hubungan yang dibentuk hendaknya membawa kita ke arah kestabilan. Membawa kita ke arah kemuliaan (seperti konfigurasi gas mulia golongan VIII A).

Hubungan atau ikatan yang dibentuk bisa berdasarkan ikatan ion, di mana seseorang yang kelebihan elektron menyumbangkan ke pihak yang kekurangan elektron. Ini seperti orang kaya yang menyumbangkan kelebihan duitnya kepada orang miskin yang perlu duit. Kalau ikatan ion ini putus, maka elektron yang disumbangkan tidak dapat ditarik kembali. Something that you’ve given away cannot be taken back.

Ikatan juga bisa dibentuk atas perasaan sama-sama kekurangan. Ikatan ini disebut ikatan kovalen. Ikatan ini dibentuk dengan cara memasangkan elektron bersama, digunakan bersama, dan menjadi hak milik bersama.

Hubungan seperti inilah yang sering kita jumpai dalam berpacaran atau hubungan asmara maupun bersuami-istri. Yang menjadi masalah, pada saat hubungan ini putus, maka pasangan elektron yang digunakan bersama ini akan diperebutkan sebagai harta gono-gini. Pihak yang lebih elektronegatif (yang lebih kuat) akan memenangkan pembagian elektron ini.

Jomblo lebih stabil? Itu bisa saja.

Tapi, bagaimana jika hubungan yang dibentuk tidak berhasil? Tidak membawa kestabilan? Hubungan itu memang pada dasarnya untuk mencapai kestabilan. Jika hubungan asmaramu stabil, maka masa-masa pacaran akan jadi asyik. Tapi, kalau dalam hubungan itu tidak membawa kestabilan atau kemuliaan, hubungan tak akan asyik lagi, maka hubungan sebaiknya diakhiri.

Golongan gas mulia pun sama. Mereka dikategorikan gas mulia adalah karena kesukarannya untuk membentuk ikatan dengan unsur lain. Mengapa? Karena mereka sudah stabil tanpa berikatan, alias JOMBLO. Tapi bukan sembarang jomblo. Mereka adalah JoJoBa atau jomblo-jomblo berbahagia.

Jadi, buat siapa pun yang masih sendiri alias jomblo untuk saat ini, jangan takut. Mungkin saja Anda memang tergolong gas mulia. Hahaha. Tenang saja. Bukankah lebih baik lajang daripada jalang?

Yang sejenis akan mudah nge-blend.

Dalam mempelajari kimia, kita akan mengenal istilah “like dissolve like”. Artinya, suatu zat hanya akan larut pada pelarut yang sejenis. Senyawa polar akan dilarutkan oleh yang bersifat polar. Senyawa non polar hanya akan larut pada pelarut non polar.

Dalam pergaulan juga sama. Seseorang akan mudah masuk atau bergaul dengan teman yang sejenis dengannya. (Kecuali jenis kelamin jika yang berteman lalu jadi pacaran). Bukankah tidak pernah ada air melarutkan minyak, bukan? Kalaupun pernah, itu menggunakan jasa orang ketiga yang disebut dengan emulsifier. Tapi kalau pengaruh “mak comblang” ini habis, maka air dan minyak tadi akan terpisah kembali.

Berikatan itu membentuk senyawa, hilangkan keegoisan.

Dulu, pada saat saya mengajar partikel materi, seorang murid pernah bertanya.

“Pak, apa beda atom dengan senyawa?”

Saya jelaskan saja dengan sederhana. Kalau atom itu jomblo, artinya dia berdiri sendiri dan tidak terikat dengan atom lain. Kalau senyawa itu gabungan atau pasangan dari atom-atom yang berbeda jenis.

Kalau kita membahas tentang senyawa, kita akan membahas tentang minimal dua atom berbeda jenis yang saling membentuk ikatan dan menghasilkan zat baru. Zat baru yang dibentuk ini, memiliki perbedaan sifat dari atom atau unsur pembentuknya.

Dalam berhubungan pun juga sama. Di mana kita menghubungkan dua hal berbeda menjadi satu. Rumus kimia dalam berhubungan adalah:

AKU + KAMU = KITA

Ya, sambil gombal sedikit tidak apa-apa, kan?

Senyawa baru yang dihasilkan ini, mempunyai sifat yang berbeda dari sebelumnya. Sifat ke-AKU-an dan ke-KAMU-an sudah seharusnya ditinggalkan. Keegoisan harus dikendalikan supaya senyawa “KITA” yang dibentuk langgeng dan harmonis. (T)

Tags: alamcintakemanusiaanPendidikan
Share98TweetSendShareSend
Previous Post

Indra Andrianto# Sugesti Bayangmu, Segelas Anggur Tentang Kamu

Next Post

Stadion Dipta Makin Ramah bagi PDIP – Antara Koster, Rai Mantra, dan Cerita Kostum Merah

Putu Raiwata Mertanjaya

Putu Raiwata Mertanjaya

Guru honorer di sebuah SMP di Negara, Jembrana. Alumni Jurusan Pendidikan Kimia di Undiksha Singaraja.

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post

Stadion Dipta Makin Ramah bagi PDIP – Antara Koster, Rai Mantra, dan Cerita Kostum Merah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co