20 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mau Konsultasi Lontar? Masuklah ke Stand Penyuluh Bahasa Bali di Pameran HUT Gianyar

Gde Nyana Kesuma by Gde Nyana Kesuma
February 2, 2018
in Khas

Foto-foto: koleksi penulis

SEJUMLAH remaja tampak heran dan sempat mengernyitkan dahi ketika masuk ke sebuah stand di areal pameran HUT ke-246 Kota Gianyar di Lapangan Astina, Senin 17 April 2017 malam. Para remaja itu tampaknya melihat sesuatu yang berbeda di stand itu, sesuatu yang tak lumrah mereka temukan.

“Stand apa ini, ya!?” bisik salah seorang remaja kepada temannya.

Tapi, begitu mereka masuk dan mendapat penjelasan dari penjaga stand, para remaja itu tampak senang dan antusias melihat isi pameran. Mereka bahkan ikut melakukan beberapa kegiatan yang ada di stand pameran itu.

Stand itu adalah stand milik Penyuluh Bahasa Bali, Kabupaten Gianyar. Di dalam stand itu memang dipamerkan naskah-naskah lontar, buku, dan media pembelajaran Bahasa Bali. Benda-benda itu memang cukup asing bagi remaja zaman sekarang.

Di dalam stand itu juga ada demontrasi dan tata cara nyurat aksara Bali di daun lontar dan tata cara merawat atau mengkonservasi naskah lontar. Para pengunjung banyak yang dengan semangat ikut belajar nyurat aksara Bali di atas daun lontar. Dari mulai belajar pegang pengrupak (pisau kecil untuk menulis), hingga memainkannya di atas daun lontar.

Banyak juga pengunjung yang langsung berinteraksi dengan penjaga stand dari Penyuluh Bahasa Bali bila menemui permasalahan terkait dengan bahasa, aksara, dan sastra Bali. Yang menarik, stand itu bukan hanya didatangi oleh warga Bali beragama Hindu, melainkan juga dikunjungi banyak warga Muslim.

Warga Muslim juga antusias mengunjungi stand pameran Penyuluh Bahasa Bali di Gianyar

Penyuluh Bahasa Bali Mulai Diakui Keberadaannya

Pameran perayaan HUT Kota Gianyar itu dibuka 16 April dan berlangsung hingga 30 April 2017.  Khusus untuk Stand Penyuluh Bahasa Bali dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 22.00 wita.

Di hari pertama sudah sangat keliatan sangat berjubel pengunjung yang datang ke stand Penyuluh Bahasa Bali itu, tiada lain kebanyakan memang adalah warga Gianyar yang memiliki naskah lontar di rumahnya. Mereka antara lain menyampaikan banyak keluh-kesah terkait lontar yang disimpan di rumahnya, yang kemudian berharap Penyuluh Bahasa Bali datang ke rumah mereka.

Harapan masyarakat itu tentu saja mencerminkan bahwa kini Penyuluh Bahasa Bali sudah mulai mendapatkan tempat dan mulai di akui keberadaannya.  Masyarakat memandang keberadaan Penyuluh Bahasa Bali memang sangat perlu dan pentin.

“Penyuluh Bahasa Bali itu penting, apalagi kini bisa memfasilitasi kami untuk perawatan naskah lontar yang kami miliki dan anak-anak kami diberikan kesempatan belajar bahasa Bali dengan dibentuknya kelompok belajar bahasa Bali,” kata I Wayan Kumpul, salah seorang pengunjung dari Desa Semaon, Puhu, Payangan.

Seperti diketahui, pertengahan tahun 2016 Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kebudayaan Provinsi Bali merekrut tenaga kontrak Penyuluh Bahasa Bali untuk menjaga, menyelamatkan dan melestarikan bahasa Bali serta ditugaskan di masing-masing Desa Dinas yang ada di Bali. Bahasa Bali merupakan salah satu bahasa daerah yang ada di Indonesia yang lengkap memiliki penutur, aksara dan sastranya.

Banyak program yang telah dilaksanakan oleh Penyuluh Bahasa Bali di Kabupaten Gianyar, dimulai dari pendataan atau indentifikasi orang yang merupakan ujung tombak di Desa Pakraman seperti Bendesa, Kelian, Pemangku, Seniman dan Dalang. Dilanjutkan dengan pembentukan kelompok belajar bahasa Bali dan identifikasi serta konservasi naskah Lontar.

Banyak Terlibat

Pada tahun 2017 ini Penyuluh Bahasa Bali khususnya Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Gianyar sudah mulai banyak terlibat dengan kegiatan-kegiatan pemerintah yang dilaksanakan di Kabupaten Gianyar.  Seperti sekarang ini saat menyambut HUT Kota Gianyar, Penyuluh Bahasa Bali diikutkan terlibat dalam pelaksanaan lomba-lomba yang berhubungan dengan bahasa Bali seperti lomba masatua Bali, membaca berita berbahasa Bali, desain poster berbahasa Bali, dan macecimpedan.  Bahkan kini diberikan stand resmi di sekitaran Lapangan Astina, Gianyar.

Keberadaan stand ini memang penting, terutama sebagai tempat untuk memberikan pemahaman bagi warga Gianyar yang memiliki naskah lontar di rumahnya. Dulu, masyarakat banyak yang tidak mengijinkan naskah lontarnya diidentifikasi, tapi kini masyarakat tampaknya sudah memiliki kesadaran bahwa naskah lontar bukan untuk di-tenget-kan alias dikeramatkan, melainkan untuk dipelajari dan dirawat agar isi yang terkandung di dalamnya dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya.

Ida Bagus Oka Manobhawa selaku koordinator Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Gianyar memaparkan, apabila ada warga Gianyar yang ingin berkonsultasi bisa datang langsung ke stand Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Gianyar di Lapangan Astina Gianyar. Ia berharap dengan pameran itu warga Gianyar bisa menjaga pusaka-pusaka yang menjadi warisan budaya Bali untuk menyokong keberadaan Gianyar sebagai kota Pusaka.

Seperti yang diharapkan Pemerintah Provinsi Bali yang sudah membuat perjanjian kerjasama dengan masing-masing Kabupaten/Kota yang ada di Bali melalui adanya Penyuluh Bahasa Bali agar bisa menjaga kelestarian bahasa Bali dan budaya Bali. (T)

Tags: Bahasa BaliGianyarlontar
Share262TweetSendShareSend
Previous Post

Selintas Sejarah Berdirinya Patung Singa Ambara Raja, Maskot Kota Singaraja

Next Post

Ada Pancasila dalam “Megibung” – Asyik Jika Zaskia Gotik jadi “Duta Megibung” juga

Gde Nyana Kesuma

Gde Nyana Kesuma

Lahir di Denpasar 19 Maret 1994. Tinggal di Banjar Yehtengah, Kelusa, Payangan, Gianyar. Lulusan Undiksha jurusan Pendidikan Bahasa Bali ini punya hobi main voli, namun kini merasa senang belajar menulis.

Related Posts

Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
May 20, 2026
0
Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

PANTAI Kedonganan di kawasan Kuta, Badung, Bali, perlahan hidup kembali. Menjelang sore, deretan meja di tepi pantai mulai terisi. Aroma...

Read moreDetails

Wisata Orang Bali: ‘From Healing To Eling’

by I Nyoman Tingkat
May 19, 2026
0
Wisata Orang Bali: ‘From Healing To Eling’

DALAM salah satu bukunya, I Gde Aryantha Soethama menulis bahwa orang Bali tidak punya tradisi berwisata ala Barat. Berwisata dalam...

Read moreDetails

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails
Next Post

Ada Pancasila dalam “Megibung” – Asyik Jika Zaskia Gotik jadi “Duta Megibung” juga

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Dipaning Jayaswara’: Cahaya Baru Jegeg Bagus Tabanan 2026
Gaya

‘Dipaning Jayaswara’: Cahaya Baru Jegeg Bagus Tabanan 2026

SEMAKIN malam, semakin meriah juga suasana di Gedung Kesenian I Ketut Marya, pada Jumat, 8 Mei 2016. Tepuk tangan riuh...

by Julio Saputra
May 20, 2026
Bang Dance Matangkan Struktur dan Posisi Artistik dalam Inkubasi Tahap III “Sejak Padi Mengakar”
Panggung

Bang Dance Matangkan Struktur dan Posisi Artistik dalam Inkubasi Tahap III “Sejak Padi Mengakar”

"Memasuki tahap akhir inkubasi, Bang Dance merumuskan struktur dramaturgi, strategi afektif, dan posisi artistik karya sebagai praktik koreografi kontemporer berbasis...

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?
Khas

Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

PANTAI Kedonganan di kawasan Kuta, Badung, Bali, perlahan hidup kembali. Menjelang sore, deretan meja di tepi pantai mulai terisi. Aroma...

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
May 20, 2026
‘Moral Panic’ di Ruang Tafsir: Membaca Polemik Film ‘Pesta Babi’ di Era Digital
Esai

‘Moral Panic’ di Ruang Tafsir: Membaca Polemik Film ‘Pesta Babi’ di Era Digital

ERA digital ini, kemarahan hampir selalu bergerak lebih cepat daripada proses memahami, seperti sebuah judul yang diadili sebelum karya itu...

by Lailatus Sholihah
May 20, 2026
Dialektika Sastra Bali dan Kesehatan Mental : Membedah Estetika ‘Tresna Ngatos Mati’ lewat Filosofi Smaradhana
Ulas Musik

Dialektika Sastra Bali dan Kesehatan Mental : Membedah Estetika ‘Tresna Ngatos Mati’ lewat Filosofi Smaradhana

Citta-Vrittis dan Fenomena 'Sending' Dalam Psikologi Kognitif dan Filosofi Hindu, gejolak pikiran yang tak menentu disebut sebagai Citta-Vrittis. Fenomena sending...

by Ida Ayu Made Dwi Antari
May 20, 2026
Reruntuhan di Sekitar Sosok Ayah dalam ‘Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong’
Ulas Buku

Reruntuhan di Sekitar Sosok Ayah dalam ‘Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong’

TERBIT pada tahun 2024, Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong (selanjutnya disingkat AMKM) menjadi semacam pemenuhan keinginan Eka Kurniawan untuk menulis novel...

by Inno Koten
May 20, 2026
BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius
Tualang

BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius

Roses are red Violets are blue 106,20 KM? WTF is wrong with you? SEBUAH papan merah bertuliskan kata-kata di atas...

by Julio Saputra
May 20, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Mozaik 20 Mei: Banyak Seremoni, Miskin Kebangkitan

SETIAP tanggal 20 Mei bangsa Indonesia seolah menyetel ulang kompas tentang nasionalisme. Dari mana nasionalisme dimulai, dan kini hendak dibawa...

by Chusmeru
May 20, 2026
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026
Persona

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
Menulis: Perspektif Pengalaman Pribadi
Esai

Sudut Pandang, Cinta, dan Manusia yang Terlalu Cepat Menghakimi

DUNIA modern melahirkan manusia-manusia yang semakin pandai berbicara, tetapi perlahan kehilangan kemampuan memahami. Hari ini, orang terlalu cepat membuat kesimpulan...

by Emi Suy
May 19, 2026
Ungkapan ‘Sakit Hati dan Patah Hati’ Nadiem Memantik Simpati Publik
Bahasa

Ungkapan ‘Sakit Hati dan Patah Hati’ Nadiem Memantik Simpati Publik

Pernahkah Anda mendengar seseorang kecewa dan mengeluh bahwa ia sedang patah hati kepada sebuah negara? Saya sendiri kerap mendengar orang...

by I Made Sudiana
May 19, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

Setelah Tari Pembuka, Apa yang Tersisa dari Diplomasi Budaya Indonesia?

JUMAT malam, 8 Mei 2026, di Mactan Expo, Cebu, Filipina, dalam jamuan santap malam KTT ke-48 ASEAN, budaya tampil lagi...

by Early NHS
May 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co