24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cuaca Masih Ekstrem: Para Jomblo Stop Berdoa Mohon Hujan, Carilah Pacar!

Julio Saputra by Julio Saputra
February 2, 2018
in Esai

Adegan dalam Film “The Shawshank Redemption” [1994]

MESKI di beberapa daerah hujan sudah reda dan hari mulai panas, namun di sejumlah daerah lain hujan tampaknya belum sepenuhnya berhenti. Apalagi, ini memang masih musim hujan. Yang bikin cemas, cuaca di sejumlah daerah masih ekstrem. Buktinya, di media sosial maupun di media arus utama, berita banjir masih tetap ada.

Teman-teman yang melewati jalur Denpasar-Singaraja masih tetap waspada, karena titik banjir di wilayah Pancasari belum bisa diatasi. Jika hujan, banjirlah berita tentang banjir di media sosial. Belum lagi kemungkinan longsor tetap jadi hantu dalam perjalanan.

Kenapa tiba-tiba panas, lalu tiba-tiba hujan turun sangat lebat disertai badai? Kenapa cuaca ikut-ikutan tidak bisa ditebak? Kenapa tidak mood cewek saja yang sulit ditebak? Kenapa cuaca ikut-ikutan tak bisa ditebak?

Mungkinkah itu kerjaan para jomblo? Hah?

***

TERSEBUTLAH sebuah kisah di sebuah negeri antah berantah. Hujan turun secara ekstrem, begitu deras. Banyak tanah longsor dan banjir. Setelah diselidiki, ternyata penyebab banjir adalah para jomblo yang jumlahnya makin banyak di negeri itu. Lho?

Barangkali tak ada yang pernah berpikir bahwa jomblo juga bisa jadi salah satu penyebab terjadinya perubahan cuaca yang ekstrem. Jika pembaca tulisan ini adalah seorang jomblo, tentu akan tahu jawabannya kenapa jomblo dianggap menjadi biang kerok masalah ini.

Ya, karena jomblo biasa berdoa setiap Sabtu malam atau malam Minggu. Berdoa agar turun hujan deras disertai badai kencang. Itu dilakukan agar teman-temannya yang punya pacar tak bisa bermesraan dengan bermanjaan sambil jalan-jalan menikmati Sabtu malam.

Apalagi pada bulan Februari, bulan yang disebut-sebut sebagai bulan kasih sayang. Hujan deras disertai angin kencang terjadi hampir setiap hari. Saat itu, para jomblo ternyata sedang getol-getolnya berdoa agar hujan turun dengan deras.

Semakin banyak jomblo yang berdoa semakin semakin sering turun hujan yang deras. Semakin banyak jomblo yang berdoa, semakin besar kemungkinan angin bertiup lebih kencang dari biasanya, bahkan mungkin saja durasinya sepanjang hari atau bisa juga sepanjang minggu. Atau sepanjang mantan-mantan mereka masih berstatus pacaran dengan orang lain. Doa ini tentu saja dilakukan jomblo-jomblo yang tidak bisa move on alias masih hold on.

Maka, agar tak terus-terusan terjadi hujan, pemimpin negeri pun mengeluarkan maklumat agar para jomblo jangan terus-terusan berdoa minta hujan deras dan badai. Daripada berdoa minta hujan, para pemimpin menyarankan lebih baik berdoa disertai perjuangan untuk mendapatkan pacar.

***

CERITA di negeri antah berantah itu tentu saja fiksi dan karangan semata. Tapi dalam kenyataannya, tampaknya ada dari kita pernah melihat, atau setidaknya tahu, bahwa ada seorang jomblo yang bahagia ketika turun hujan deras di malam Minggu.

Ada yang menulis status di beranda facebook: “Hahaha, hujan ya? Kasihan deh lo yang mau malmingan”.

Atau ada juga yang menulis dengan bahasa sok kebarat-baratan “Hujan ya? Too bad so sad for you couple”.

Bahkan ada juga yang sebelum malam Minggu tiba,  mereka terang-terangan berdoa agar turun hujan deras. “Malam minggu besok moga-moga turun hujan deras ya Tuhan. Galau liat mereka pacaran”.

Nah, jomblo-jomblo yang membaca tulisan ini, apakah ada yang pernah seperti itu? Atau apa ada yang pernah melihat temannya yang sesama jomblo seperti itu? Ayo ngaku, yang ngaku disayang Tuhan, ha ha ha.

Orang-orang tua mengatakan bahwa doa dari orang yang tulus biasanya akan terkabul, jika berdoa secara sungguh-sungguh juga akan terkabul, dan doa dari orang yang tersakiti katanya juga akan terkabul.

Nah, siapa tahu jomblo-jomblo itu adalah orang-orang yang tersakiti, misalnya menjomblo karena gagal move on, masih terasa sakit akibat pasangannya selingkuh dengan orang yang lebih tampan, lebih kaya, lebih bertalenta dan yang pasti lebih perhatian. Apa daya kalau sudah seperti itu. Maka, berdoa saja.

Tapi kenapa berdoa mohon hujan? Seperti katak saja. Jangan seperti katak-lah. Lebih baik, sebagimana pesan pemimpin di negeri antah berantah itu, para jomblo lekas berdoa untuk mendapatkan pacar. Jika doa belum juga terkabul, maka berjuanglah. Jangan pasrah tak jelas, lalu berdoa agar teman yang punya pacar juga menderita. Ayo, move on dong.

Jika doa mohon hujan dikabulkan, apakah para jomblo akan bahagia? Apakah para jomblo bahagia melihat teman-teman yang punya pacara juga menderita? Ah, jangan begitu, ah!

Ingatlah, jika doa para jomblo yang minta hujan deras disertai angin kencang itu terkabulkan, maka yang menderita bukan hanya pasangan yang sedang dimabuk asmara, tapi juga warga yang tinggal di lokasi rawan banjir dan rawan longsor juga mnederita. Nah, jika hujan deras dan banjir besar itu menyebabkan warga lain juga menderita, apakah para jomblo berbahagia?

Selain berdoa dan berjuang agar dapat pacar, bukankah lebih baik jika berdoa juga demi kebahagian mereka (baca: pasangan-pasangan asmara itu, yang di dalamnya ada sang mantan). Siapa tahu rejeki akan dilipatgandakan oleh Tuhan dan segera mendapatkan pacar.   Percayalah, Tuhan pasti sayang dengan jomblo-jomblo yang rajin berdoa untuk kebaikan orang lain di muka bumi ini.

Dan penting diingat, jika para jomblo sudah dapat pacar, status jomblo pun berubah menjadi berpacaran, bila perlu langsung ke bertunangan. Jika nanti sudah punya pacar, bagaimana rasanya jika ada orang lain yang berdoa agar kita tak bisa jalan-jalan di malam Minggu akibat hujan deras dan badai kencang? (T)

Tags: cintacuacahujanjomblo
Share173TweetSendShareSend
Previous Post

Hikayat Bunga-Bunga – Sebuah Dongeng untuk Bhuja*

Next Post

“Kucing Hitam 1988” – Catatan Perayaan Menyambut Festival Monolog Bali 100 Putu Wijaya

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post

“Kucing Hitam 1988” – Catatan Perayaan Menyambut Festival Monolog Bali 100 Putu Wijaya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co