13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lelaki itu Mati dengan Perasaan yang Sama Seperti Perasaan Tuan-Tuan Setelah Mendengar Cerita ini

I Putu Agus Phebi Rosadi by I Putu Agus Phebi Rosadi
February 2, 2018
in Cerpen

Ilustrasi: IB Pandit Parastu

Cerpen: I Putu Agus Phebi Rosadi

DI ruang tamu, tiga orang interogator telah duduk di depanku. Matanya tajam. Seperti ingin mencengkram leherku.

“Tuan-tuan. Jangan memandang seperti itu. Kita santai saja. Hembuskan napas dan carilah posisi duduk sampai merasa nyaman. Sebentar lagi saya akan menceritakan bagaimana ia mati hari itu. Seperti kabar burung yang tuan-tuan dengar, ia memang mengidap gangguan afektif.

Saat pertama kali lelaki itu memiliki pacar dan menceritakan semuanya padaku, lelaki itu tiba-tiba merasa sedih secara berkelanjutan, lalu merasa senang beberapa menit kemudian, kemudian bersedih lagi. Lama sekali seolah-olah itu terjadi secara fluktuatif.

Kalau tuan-tuan melihat sendiri bagaimana lelaki itu memerankan  hidupnya, niscaya tuan-tuan akan benar menganggap bahwa lelaki itu adalah keturunan dewa dan setan sekaligus. Saya sendiri, selaku orang yang paling dekat dengannya selalu merasa iba dan terharu pada setiap keluh-kesahnya.

Terlebih, saat dia mabuk hingga dini hari. Dia benar-benar sanggup menyirih untuk berdebat dengan bahasa yang bahkan kami berduapun tak mengerti. Dalam keadaan seperti itulah, saya harus selalu mengerti bahkan pada apa yang belum dia katakan dan turut meniru apa yang dia lakukan.

Itulah hari pertama bahwa saya tahu lelaki itu sering mengalami gangguan kiklomitik yang membikin mood-nya berubah dari sedih ke senang atau senang ke sedih secara signifikan. Tidak hanya itu, ia juga seperti mengidap enosumonia. Segala yang dilakukannya selalu berhati-hati.

Misalnya ketika makan, ia selalu mencium terlebih dulu makanan, atau melihat penampakan apa yang akan dia makan. Apakah makanan itu berjamur atau mengandung racun. Kadang-kadang sifat lelaki itu membikin setiap orang yang dekat dengannya menjadi penuh amarah seolah mendapat kecurigaan yang luar biasa. Lelaki itu sangat takut melakukan kesalahan sekecil apapun.

Tapi tuan-tuan jangan salah duga, lelaki itu mati bukan karena penyakit yang dia idap. Bukan sama sekali. Dia juga bukan mati karena usia. Tuan-tuan sendiri tahu, bahwa usianya masih sebaya denganku. Masih dua puluh enam tahun. Di usia seperti itu, manusia normal tentu sedang berada di puncak ketahanan tubuh.

Lelaki itu adalah manusia normal, tuan-tuan. Dia tak memiliki satupun cacat pada fisik. Tubuhnya bugar. Dia amat sehat dengan otot yang kekar. Saya bahkan sempat  menganjurkan padanya untuk menjadi atlet gulat atau atlet panco saja. Tapi dia senantiasa menolak. Katanya, di Indonesia, menjadi atlet sama saja tidak menjadi apa-apa. Entah apa maksud perkataanya. Saya merasa tidak perlu menggali makna lebih dalam mengenai pernyataan yang tidak penting itu.

Lelaki itu, tuan-tuan, dia kadang-kadang mengajakku pergi ke suatu tempat hanya karena ingin merasakan suasana semata di tempat itu. Dan ketika kami sampai di tempat itu, kadang-kadang lelaki itu tiba-tiba langsung mengajakku pulang. Perlakuan yang seperti itu sudah biasa. Dia tak pernah merasa bersalah karena membohongi.

Dia adalah satu-satunya orang yang pernah mengajariku bagaimana membangun sebuah rumah dengan menanam bermacam-macam tanaman yang berguna di halaman. Setiap tanaman memiliki fungsinya sendiri. Begitu menurutnya. Dia juga menyarankan agar tidak memasang tangga pilin di tengah rumah. Itu adalah sumber penyakit bagi keluarga. Begitu menurut salah satu tokoh fengshui yang ia kagumi. Entah siapa tokoh itu. Lagi-lagi menurut saya bukanlah sesuatu yang penting.

Bahkan untuk tuan-tuan ketahui. Menurut saya, tak ada hubungannya antara tangga pilin dan kesehatan keluarga. Kesehatan bagi saya selalu datang dari dalam diri. Tapi, toh, akhirnya saya percaya pada perkataan lelaki itu untuk tidak menaruh tangga pilin di dalam rumah. Hal ini semata-mata hanya untuk membuat seolah laki-laki itu memiliki perkataan yang mujarab untuk mengubah hidup orang lain yang hidup di alam semesta ini.

Oh, ya, sambil bersantai ria, silakan tuan-tuan menikmati kopi yang telah disediakan istri saya. Ini kopi rubosta yang saya datangkan dari Bali. Bukan hanya jenis kopi yang menjadi daya tariknya, tuan-tuan juga harus mempertimbangkan daerah asal ketika hendak menikmati. Kopi ini rasanya sedikit masam, tapi menusuk langsung ke dalam kepala tuan-tuan sekalian. Kepala tuan-tuan akan merasa ringan sekali. Maklum, proses pengolahannya sangat alami tanpa sedikitpun sentuhan pembubuk skala lanoratorium. Ia dipetik, dijemur, disangrai, kemudian ditumbuk.

Istri saya menyeduh kopi itu dengan air rendaman cengkeh, kapulaga, kayu manis, dan satu ramuan rahasia. Khasiatnya luar biasa. Setelah meminum kopi ini, akan terjadi sesuatu pada badan tuan-tuan. Silakan tuan. Nah, bagaimana aromanya, sangat wangi bukan? Kalau rasanya tidak cocok dengan apa yang diaharapkan tenggorokan tuan-tuan sekalian, berpura-puralah menikmatinya. Begitu hal yang biasa saya lakukan untuk menyenangkan hatinya.

Sambil menemani tuan-tuan minum kopi, sebaiknya saya lanjutkan saja.

Tepat di hari kematiannya, memang benar saya ada di situ. Saya menyaksikanya. Saya tahu persis bagaimana ia mati, siapa pelaku dan apa motifnya. Saya tahu persis. Tuan-tuan tidak usah khawatir. Saya akan menceritakan semuanya. Sebagai saksi yang baik, tentulah saya memiliki tugas untuk jujur. Dan kejujuran saya ini tentulah buntut dari kesuksesan tuan-tuan selaku anggota penyelidik.

Apakah tuan-tuan mengantuk? Mengapa memejamkan mata seperti itu? Nah kalau tuan-tuan sudah tidak sabar dan merasa terlalu lama menunggu sampai saya tiba di pokok cerita. Bersabarlah sebentar lagi. Tentu tuan-tuan tidak mau rugi bukan, karena datang pagi-pagi sekali bertamu ke rumah kami? Maka baiklah tuan. Saya juga bukan tipe orang yang ingin merugikan usaha orang lain.

Saya sebenarnya amat menyayangkan kematian lelaki itu seperti saya menyayangkan kepergian seekor anjing yang baru saja saya beli dengan harga tiga bulan gaji. Saya tahu memang tidak baik membandingkan manusia dengan anjing. Tapi bukan begitu maksud saya. Bukan. Saya adalah orang sering menggolongkan rasa sayang.

Rasa sayang yang saya miliki terhadap sesuatu memiliki peringkatnya sendiri. Seperti yang saya katakan tadi, saya memiliki seekor anjing kecil. Saya sangat menyayanginya. Rasa sayang yang saya berikan terhadap anjing itu saya golongkan dalam peringkat pertama. Setara dengan rasa sayang saya terhadap lelaki itu.

Tuan-tuan, saya rasa sudah terlalu lama tuan-tuan duduk dengan posisi seperti itu. Jangan tegang-tegang. Sekarang, agar suasana lebih santai, aturlah kembali posisi duduk anda sampai menemukan posisi duduk paling nyaman. Nah, sekarang tibalah saya di pokok cerita.

Tuan-tuan, bersiaplah.  Pada akhirnya, tuan-tuan bisa menuduh saya yang bercerita tentang apapun yang saya suka.  Saya bisa saja membahas lebih banyak apa saja tentang lelaki itu, namun sebenarnya saya tak beranjak ke mana-mana. Sejak awal tuan telah tahu pokok cerita ini. Tentang kejujuran saya sebagai saksi, dan supaya pengakuan saya lekas selesai dengan singkat, saya ingin bertanya; apa yang tuan-tuan rasakan sekarang ini?

Perasaan yang timbul dalam dada tuan-tuan sampai detik ini, sampai saya selesai bercerita, akan sama persis seperti apa yang dialami lelaki itu sebelum mengebuskan napas terakhirnya. Lelaki itu mati dengan perasaan santai dan menunggu saya selesai bercerita tentang suatu apa saja yang telah ia ketahui sebelumnya. Hanya saja ia meminum kopi. Persis seperti kopi yang baru saja tuan-tuan nikmati. “

Tiga orang interogator masih duduk di depanku. Matanya tajam. Seperti ingin mencengkram lehernya sendiri. (T)

 

Tags: Cerpen
Share13TweetSendShareSend
Previous Post

Proses Kreatif Kurnia Effendi 3# Selalu “Ya” – Bermain Adrenalin

Next Post

Hampir tak Mungkin Penulis Sejarah Benar-benar “Jujur”

I Putu Agus Phebi Rosadi

I Putu Agus Phebi Rosadi

Setelah menempuh pendidikan di Singaraja, ia kembali ke kampung halamannya di Jembrana untuk menjadi petani sembari nyambi jadi guru. Selain menulis puisi, ia juga menulis esai dan cerpen.

Related Posts

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails

Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
June 20, 2026
0
Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku...

Read moreDetails

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
June 14, 2026
0
Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

TERDAPAT petak tanah di samping rumah yang selalu membuat tetangga gatal ingin berkomentar. "Sayang sekali, Bram, tanah sesubur ini dibiarkan...

Read moreDetails

Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

by Bella Paring Gusti
June 13, 2026
0
Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you,...

Read moreDetails

Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

by Krisogonus Kusman
June 7, 2026
0
Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

DALAM keluarganya, Mbak Erna adalah anak pertama dari empat bersaudara. Ketiga adiknya laki-laki; adik kedua kelas XII yang hampir lulus,...

Read moreDetails

Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
June 6, 2026
0
Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

KABUT turun seperti tirai sutra yang disobek dari langit. Pagi itu, udara di kaki Gunung Cikurai tidak sekadar dingin; ia...

Read moreDetails

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

by Wayan Gde Yudane
June 6, 2026
0
Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

Read moreDetails

Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

by Ayu Ugie Pratiwi
May 31, 2026
0
Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

DULU ketika aku masih kecil, aku mendengar kisah tentang cinta pertama Ayah. Aku tidak tahu apa aku boleh mendengar kisah...

Read moreDetails
Next Post

Hampir tak Mungkin Penulis Sejarah Benar-benar “Jujur”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co