2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kumpulan Cerpen Triyanto Triwikromo: Konstruksi Struktural Sayap Anjing

Kambali Zutas by Kambali Zutas
February 2, 2018
in Ulasan

Judul Buku: Sayap Anjing (Kumpulan Cerpen) # Penulis: Triyanto Triwikromo #Halaman: 144 pages # Penerbit: Buku Kompas # Tahun: 2003 # ISBN:  9797090914 (ISBN13: 9789797090913)

 

/ketika anjing-anjing, monyet-monyet, celeng-celeng dan babi-babi indah itu terbang mengepak-gepakan sayap hijau di atas Masjidil Haram/.

Dan,

/Karena terlalu cinta pada anjing, aku kerap membawa binatang-binatang kecil yang indah itu ke panggung pertunjukan. Sambil mendesah-desah, aku menciumi moncong binatang berlendir itu, hingga orang-orang melongo, hingga mereka mendesis-desis tak karuan/.

Penggalan cerpen Sayap Anjing kumpulan cerpen karya Triyanto Triwikromo yang diterbitkan Kompas, 2003 lalu. Kalau dilihat tahunnya sudah lama, tetapi selalu ingin membaca ulang. Apalagi mencoba memecahkan konstruksi bangunan strukturalnya.

Sayap Anjing, begitu tulisan di cover buku tersirat gabungan kata dengan diksi yang memberikan makna pemahaman dan penafsiran. Bisa berupa denotasi dan konotasi. Sayap Anjing bermakna seekor anjing yang mempunyai sayap. Ia terbang dan menjadi teman penari telanjang. Atau Sayap Anjing bermakna seorang yang mempunyai dosa yang tak terkira dalam berbagai hal. Keinginan seorang bertobat walaupun dosanya menyerupai anjing kurap, dan seorang yang mempunyai sifat seperti anjing yang selalu menjajakan tubuhnya demi kenikmatan belaka. Sayap Anjing mampu menjelma sebagai alat komunikasi pertama antara penulis dan membaca menunjukkan obyek cerita.

/“Itu karena kau sedang memetik  dosa zakar,” suara itu melengking lagi./

/Dosa zakar? Ya, barangkali saya memang harus mendapatkan azab semacam itu. Dalam bercumbu saya memang seperti anjing. Rakus dan berangasan. Tetapi tidak bolehkah saya bertobat?/

/“Bertobat? Bagaimana mungkin seekor anjing bisa bertobat?”/

Sayap Anjing sebuah pengakuan seorang atas dosanya. Ia berubah menjadi seekor anjing. Tetapi juga mencerminkan seorang yang bangga dengan apa yang telah dicapainya. Seekor anjing yang mempunyai keistimewaan zuhud dan pandai bersyukur.

/Saya tak peduli apakah saya memang sekadar celeng atau anjing. Jika ternyata saya cuma anjing, saya akan bangga menerima takdir itu. Anjing pun memiliki sifat indah yang justru jarang dimiliki oleh manusia-manusia beradab. Anjing itu gemar mengosongkan perut, sedikit tidur pada saat malam mendera, tak pernah hengkang dari pintu sang pemilik, zuhud, dan bersyukur sekalipun hidup di tempat paling hina.

/Anjing juga tahan lapar, tak perrnah mendendam kepada sang pemilik, rela menyingkir ke tempat lain jika medan kehidupannya direbut makhluk lain, menyenangkan orang yang memberi  makan, dan ke mana pun pergi pantang membawa bekal. Ia benar-benar memasrahkan kehidupannya kepada Allah./

Aku adalah tokoh utama dan memiliki watak bulat. Sifat jelek namun aku bertobat, dan teguh dalam keyakinan. Ada ketelitian dalam penuturan tokoh bawahan sebagai bagian dalam cerita mempunyai karakter datar sehingga terjadi kedetailan antara fakta dan cerita.

Tak ada menarik kalau tidak tercipta konflik. Kemunculan konflik memberikan cerita lebih bernilai. Konflik batin atau psikologi dan konflik lahir atau fisik dalam cerita semakin memberikan warga cerita. Pertentangan antara ide dengan ide, konflik seseorang dengan kata hatinya. /Apakah saya telah menjadi anjing?/ Pertanyaan yang memberikan gambaran kepada tokoh dia harus bercermin. Perubahan yang sering tidak diketahui manusia, dirinya telah melakukan sesuatu yang menyimpang dari konvensi norma. Konflik lahir atau fisikis yang terjadi antara manusia dengan manusia, manusia dan masyarakat memberikan gambaran bahwa stimulus dan respon dalam penyikapan masalah.

/Untunglah, pada suatu malam aku memergoki pembantaian yang mereka lakukan. Anehnya, di wajah-wajah para pembantai itu melekat topeng-topeng anjing bermoncong panjang. Lebih aneh lagi, para pembantai mengenakan kostum serba hijau dan di kedua bahu mereka tumbuh sayap hijau berkilauan./

Konflik pembantaian seluruh anjing. Dia dianggap binatang yang menjijikkan dan pengkotor kota. Pembantai masih samar dan misterius, sehingga membingungkan. Pembantai memakai serupa dengan pakai anjing. Apakah sekujur tubuh? Ia hanya memakai topeng anjing. Jadi itu jelas orang yang memakai topeng, tetapi masih ditanyakan siapa pembantai itu. Terjadi unsur ketegangan suspene dan ketiba-tibaan sehingga melelahkan pikiran. Seorang tokoh tiba-tiba dituduh sebagai biang keladi dan menjadi sumber masalah.

Kemegahan dan keanehan Kota Mekah dengan pencampuran kota Kent Road Rosebay, Sydney memberikan keterangan mengenai ruang, dan suasana terjadinya peristiwa. Penggambaran Masjidil Haram, Jabal Qubais, Jabal Hindi, Masjid Rahma, Pantai laut Merah, Bandara King Abdul Aziz dan Pasar Balad, mempunyai persamaan dengan kota Sydney yaitu Kent Road Rosebay, bar-bar di Kings Croos menjadikan latar cerita menjadi meluaskan wawasan. Dua kultur kebudayaan yang terjadi dalam satu waktu yaitu malam hari, gedung Darling Harbour dan Bondi Beach. Ada persamaan dan perbandingan kedua latar tersebut belum mewakili apa yang ada dalam fakta sebenarnya.

/Di sini Nabi pernah digoda iblis. Mereka meminta nabi membelah bulan. Andai tak mau, andai nabi tak menyelah dan menancapkan bulan-bulan indah itu di atas awan jabal Abiqubais dan jabal Hindi, kita tak mungkin tidur-tiduran di lantai atas Masjidil Haram yang sejuk dan teduh ini.”/ dan,

/Ya, sudah kukatakan kepadamu: namaku Morgan. Dulu aku tinggal Kent Road Rosebay, Sydney, di antara puluhan anjing berbulu indah. Setiap malam aku harus memelototkan mata di antara lampu-lampu remang bar-bar di Kings Croos, karena mesti hidup dari duit dan kenakalan para pejantan yang mendengus-dengus di kamarku semalaman. Ya, mereka menganggapku sebagai pelacur, namun lebih butuh kelembutan pria-pria berbulu indah itu./

Pengambaran latar nyata membentuk imajinasi terbuka dan tidak menghayal. Penceritaan mengalir memudahkan pemahaman sehingga diketahui sesungguhnya alur. Wahana pertentangan, pertikaian konflik tokoh dalam cerita, unsur-unsur pembangun struktur yang lain mempunyai peranan yang dapat menjadi pijakan memahami mengetahui jalan cerita.

Alur maju atau progesi tak terasa ada yang lebih atau dibuat-buat. Semuanya lengkap dan bulat, teratur dan berurutan sesuai dengan urutan waktu kejadian dari awal sampai akhir cerita. Menjalin dan rangkaian peristiwa dari awal hingga akhir cerita.Penggambaran penceritaan yang sesuai dengan masalah fakta. Permasalahan yang diangkat menjadi situasi pertama, pemahaman yang dikonsultasikan kepada seseorang membuat cerita beranjak naik dan permasalahan menjadi meruncing antartokoh, penglihatan dan penilaian terhadap orang lain atau kejadian di sekitar tokoh menjadi dirinya sendiri, hingga klimak meski diakhiri dengan alur terbuka.

/Ah, tetapi kenapa para pembantai itu mengenakan topeng-topeng anjing bermoncong panjang? Mengapa di kedua bahu nereka tumbuh sayap-sayap hijau berkilauan?/

/Siapa mereka, Tuhan? Iblis? Malaikat? Preman iseng? Siapa mereka, Gusti? Tentara kerajaan-Mu? Lawan abadi yang sulit kau taklukkan?/

/Malam, anjing, babi, dan celeng pun mendengus berulang-ulang./

Patutlah kiranya membaca diulang-ulang dan menemukan konstruksi strukturalnya. Apakah sesuai dengan pikiran tentang masalah yang diangkat dalam cerita tersebut? Atau sebaliknya sebagai hal yang terlalu irrasional. (T)

Tags: BukuCerpenkumpulan cerpen
Share28TweetSendShareSend
Previous Post

Buleleng Festival dan Slank yang Ditunggu-tunggu

Next Post

Nyawa “Buleleng Festival” itu Bernama Legong Tombol

Kambali Zutas

Kambali Zutas

Lahir di Nganjuk, Jawa Timur, kini tinggal di Denpasar, Bali. Kesibukan sehari-hari selain jurnalis, juga menulis esai, puisi, dan cerpen. Berkecimpung di organisasi profesi sebagai Anggota Bidang Etika dan Profesionalisme AJI Kota Denpasar.

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post

Nyawa “Buleleng Festival” itu Bernama Legong Tombol

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co