14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kumpulan Cerpen Triyanto Triwikromo: Konstruksi Struktural Sayap Anjing

Kambali Zutas by Kambali Zutas
February 2, 2018
in Ulasan

Judul Buku: Sayap Anjing (Kumpulan Cerpen) # Penulis: Triyanto Triwikromo #Halaman: 144 pages # Penerbit: Buku Kompas # Tahun: 2003 # ISBN:  9797090914 (ISBN13: 9789797090913)

 

/ketika anjing-anjing, monyet-monyet, celeng-celeng dan babi-babi indah itu terbang mengepak-gepakan sayap hijau di atas Masjidil Haram/.

Dan,

/Karena terlalu cinta pada anjing, aku kerap membawa binatang-binatang kecil yang indah itu ke panggung pertunjukan. Sambil mendesah-desah, aku menciumi moncong binatang berlendir itu, hingga orang-orang melongo, hingga mereka mendesis-desis tak karuan/.

Penggalan cerpen Sayap Anjing kumpulan cerpen karya Triyanto Triwikromo yang diterbitkan Kompas, 2003 lalu. Kalau dilihat tahunnya sudah lama, tetapi selalu ingin membaca ulang. Apalagi mencoba memecahkan konstruksi bangunan strukturalnya.

Sayap Anjing, begitu tulisan di cover buku tersirat gabungan kata dengan diksi yang memberikan makna pemahaman dan penafsiran. Bisa berupa denotasi dan konotasi. Sayap Anjing bermakna seekor anjing yang mempunyai sayap. Ia terbang dan menjadi teman penari telanjang. Atau Sayap Anjing bermakna seorang yang mempunyai dosa yang tak terkira dalam berbagai hal. Keinginan seorang bertobat walaupun dosanya menyerupai anjing kurap, dan seorang yang mempunyai sifat seperti anjing yang selalu menjajakan tubuhnya demi kenikmatan belaka. Sayap Anjing mampu menjelma sebagai alat komunikasi pertama antara penulis dan membaca menunjukkan obyek cerita.

/“Itu karena kau sedang memetik  dosa zakar,” suara itu melengking lagi./

/Dosa zakar? Ya, barangkali saya memang harus mendapatkan azab semacam itu. Dalam bercumbu saya memang seperti anjing. Rakus dan berangasan. Tetapi tidak bolehkah saya bertobat?/

/“Bertobat? Bagaimana mungkin seekor anjing bisa bertobat?”/

Sayap Anjing sebuah pengakuan seorang atas dosanya. Ia berubah menjadi seekor anjing. Tetapi juga mencerminkan seorang yang bangga dengan apa yang telah dicapainya. Seekor anjing yang mempunyai keistimewaan zuhud dan pandai bersyukur.

/Saya tak peduli apakah saya memang sekadar celeng atau anjing. Jika ternyata saya cuma anjing, saya akan bangga menerima takdir itu. Anjing pun memiliki sifat indah yang justru jarang dimiliki oleh manusia-manusia beradab. Anjing itu gemar mengosongkan perut, sedikit tidur pada saat malam mendera, tak pernah hengkang dari pintu sang pemilik, zuhud, dan bersyukur sekalipun hidup di tempat paling hina.

/Anjing juga tahan lapar, tak perrnah mendendam kepada sang pemilik, rela menyingkir ke tempat lain jika medan kehidupannya direbut makhluk lain, menyenangkan orang yang memberi  makan, dan ke mana pun pergi pantang membawa bekal. Ia benar-benar memasrahkan kehidupannya kepada Allah./

Aku adalah tokoh utama dan memiliki watak bulat. Sifat jelek namun aku bertobat, dan teguh dalam keyakinan. Ada ketelitian dalam penuturan tokoh bawahan sebagai bagian dalam cerita mempunyai karakter datar sehingga terjadi kedetailan antara fakta dan cerita.

Tak ada menarik kalau tidak tercipta konflik. Kemunculan konflik memberikan cerita lebih bernilai. Konflik batin atau psikologi dan konflik lahir atau fisik dalam cerita semakin memberikan warga cerita. Pertentangan antara ide dengan ide, konflik seseorang dengan kata hatinya. /Apakah saya telah menjadi anjing?/ Pertanyaan yang memberikan gambaran kepada tokoh dia harus bercermin. Perubahan yang sering tidak diketahui manusia, dirinya telah melakukan sesuatu yang menyimpang dari konvensi norma. Konflik lahir atau fisikis yang terjadi antara manusia dengan manusia, manusia dan masyarakat memberikan gambaran bahwa stimulus dan respon dalam penyikapan masalah.

/Untunglah, pada suatu malam aku memergoki pembantaian yang mereka lakukan. Anehnya, di wajah-wajah para pembantai itu melekat topeng-topeng anjing bermoncong panjang. Lebih aneh lagi, para pembantai mengenakan kostum serba hijau dan di kedua bahu mereka tumbuh sayap hijau berkilauan./

Konflik pembantaian seluruh anjing. Dia dianggap binatang yang menjijikkan dan pengkotor kota. Pembantai masih samar dan misterius, sehingga membingungkan. Pembantai memakai serupa dengan pakai anjing. Apakah sekujur tubuh? Ia hanya memakai topeng anjing. Jadi itu jelas orang yang memakai topeng, tetapi masih ditanyakan siapa pembantai itu. Terjadi unsur ketegangan suspene dan ketiba-tibaan sehingga melelahkan pikiran. Seorang tokoh tiba-tiba dituduh sebagai biang keladi dan menjadi sumber masalah.

Kemegahan dan keanehan Kota Mekah dengan pencampuran kota Kent Road Rosebay, Sydney memberikan keterangan mengenai ruang, dan suasana terjadinya peristiwa. Penggambaran Masjidil Haram, Jabal Qubais, Jabal Hindi, Masjid Rahma, Pantai laut Merah, Bandara King Abdul Aziz dan Pasar Balad, mempunyai persamaan dengan kota Sydney yaitu Kent Road Rosebay, bar-bar di Kings Croos menjadikan latar cerita menjadi meluaskan wawasan. Dua kultur kebudayaan yang terjadi dalam satu waktu yaitu malam hari, gedung Darling Harbour dan Bondi Beach. Ada persamaan dan perbandingan kedua latar tersebut belum mewakili apa yang ada dalam fakta sebenarnya.

/Di sini Nabi pernah digoda iblis. Mereka meminta nabi membelah bulan. Andai tak mau, andai nabi tak menyelah dan menancapkan bulan-bulan indah itu di atas awan jabal Abiqubais dan jabal Hindi, kita tak mungkin tidur-tiduran di lantai atas Masjidil Haram yang sejuk dan teduh ini.”/ dan,

/Ya, sudah kukatakan kepadamu: namaku Morgan. Dulu aku tinggal Kent Road Rosebay, Sydney, di antara puluhan anjing berbulu indah. Setiap malam aku harus memelototkan mata di antara lampu-lampu remang bar-bar di Kings Croos, karena mesti hidup dari duit dan kenakalan para pejantan yang mendengus-dengus di kamarku semalaman. Ya, mereka menganggapku sebagai pelacur, namun lebih butuh kelembutan pria-pria berbulu indah itu./

Pengambaran latar nyata membentuk imajinasi terbuka dan tidak menghayal. Penceritaan mengalir memudahkan pemahaman sehingga diketahui sesungguhnya alur. Wahana pertentangan, pertikaian konflik tokoh dalam cerita, unsur-unsur pembangun struktur yang lain mempunyai peranan yang dapat menjadi pijakan memahami mengetahui jalan cerita.

Alur maju atau progesi tak terasa ada yang lebih atau dibuat-buat. Semuanya lengkap dan bulat, teratur dan berurutan sesuai dengan urutan waktu kejadian dari awal sampai akhir cerita. Menjalin dan rangkaian peristiwa dari awal hingga akhir cerita.Penggambaran penceritaan yang sesuai dengan masalah fakta. Permasalahan yang diangkat menjadi situasi pertama, pemahaman yang dikonsultasikan kepada seseorang membuat cerita beranjak naik dan permasalahan menjadi meruncing antartokoh, penglihatan dan penilaian terhadap orang lain atau kejadian di sekitar tokoh menjadi dirinya sendiri, hingga klimak meski diakhiri dengan alur terbuka.

/Ah, tetapi kenapa para pembantai itu mengenakan topeng-topeng anjing bermoncong panjang? Mengapa di kedua bahu nereka tumbuh sayap-sayap hijau berkilauan?/

/Siapa mereka, Tuhan? Iblis? Malaikat? Preman iseng? Siapa mereka, Gusti? Tentara kerajaan-Mu? Lawan abadi yang sulit kau taklukkan?/

/Malam, anjing, babi, dan celeng pun mendengus berulang-ulang./

Patutlah kiranya membaca diulang-ulang dan menemukan konstruksi strukturalnya. Apakah sesuai dengan pikiran tentang masalah yang diangkat dalam cerita tersebut? Atau sebaliknya sebagai hal yang terlalu irrasional. (T)

Tags: BukuCerpenkumpulan cerpen
Share28TweetSendShareSend
Previous Post

Buleleng Festival dan Slank yang Ditunggu-tunggu

Next Post

Nyawa “Buleleng Festival” itu Bernama Legong Tombol

Kambali Zutas

Kambali Zutas

Lahir di Nganjuk, Jawa Timur, kini tinggal di Denpasar, Bali. Kesibukan sehari-hari selain jurnalis, juga menulis esai, puisi, dan cerpen. Berkecimpung di organisasi profesi sebagai Anggota Bidang Etika dan Profesionalisme AJI Kota Denpasar.

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post

Nyawa “Buleleng Festival” itu Bernama Legong Tombol

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI
Esai

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

SUDAH lama saya ingin membicarakan persoalan bahasa daerah, khususnya bahasa Bali, di tengah ingar-bingar berbagai lomba seni dan sastra berbahasa...

by Nanoq da Kansas
September 14, 2026
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”
Esai

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik
Khas

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co