Tentang Penyiar Radio: Ketika Manusia Pernah Cukup Menjadi Suara
Tiada lembah tiada gunung, Tiada kota tiada dusun, Suaramu terdengar merayu, Mengantarkan lagu-lagu.Baik siang maupun malam, Baik suka maupun duka, ...
Read moreDetailsTiada lembah tiada gunung, Tiada kota tiada dusun, Suaramu terdengar merayu, Mengantarkan lagu-lagu.Baik siang maupun malam, Baik suka maupun duka, ...
Read moreDetailsRADIO di Indonesia memiliki sejarah penting sebagai media massa yang berperan signifikan, terutama saat masa perjuangan kemerdekaan. Pada 17 Agustus ...
Read moreDetailsTulisan ini sebenarnya lebih kepada curhat yang tak pernah tersampaikan. Cerita yang dituliskan ini nyata. Saya mengalaminya sekitar tahun 2017 ...
Read moreDetailsAku pernah mengasuh satu acara di Radio Guntur FM yang bermarkas di Singaraja. Acaranya setiap hari Kamis, jam 18.00-20.00 wita. ...
Read moreDetails17 Desember adalah Hari Ulang Tahun (HUT) PRSSNI. Awalnya memiliki kepanjangan Persatuan Radio Siaran Swasta Niaga Indonesia. Namun kemudian diubah ...
Read moreDetailsIda Kade Saka Rosanta, yang kerap dipanggil Gus Moyo memamerkan karya rupanya di Rumah Berdaya, jalan Raya Sesetan 280 Denpasar....
Read moreDetailsSEJAK kapan sebuah kata harus tunduk pada makna yang kaku? Padahal, di tengah masyarakat, makna kata itu justru tumbuh dan...
Read moreDetailsMUSIK populer kerap dipahami sebagai hiburan ringan, namun sejarah menunjukkan bahwa ia sering kali menjadi medium artikulasi pengalaman sosial yang...
Read moreDetails

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...
PULUHAN pesawat kertas melayang serentak dari atas panggung SD Negeri 1 Ungasan, Badung. Para siswa bersama guru yang berdiri berdampingan...
“Dini lade Pak Ngurah Rai nginep ajak pasukanne. Likangi ada, dini ada. Kak sing nawang, nak teka peteng. Di kenkenne,...

KAKEK tua itu memanjat pohon lontar—yang tinggi—sesantai menaiki anak tangga. Meski sudah berumur, tangannya masih kuat mencengkeram, sedang sedikit pun...
“RASANYA legit, gurih, dan lebih bertekstur,” ujar I Wayan Agus Saputra di suatu siang yang mendung di Kantor Desa Jatiluwih,...
LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...
Copyright © 2016-2025, tatkala.co