2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nyepi, Ogoh-ogoh dan Kenangan Pahit Saat Memandu Acara Radio

Dian Suryantini by Dian Suryantini
March 23, 2020
in Esai
Nyepi, Ogoh-ogoh dan Kenangan Pahit Saat Memandu Acara Radio

Ogoh-ogoh ST. PUTRA YASA di Banjar Pengiasan, Dauh Puri Kauh Denpasar Barat [Foto Dian]

Tulisan ini sebenarnya lebih kepada curhat yang tak pernah tersampaikan. Cerita yang dituliskan ini nyata. Saya mengalaminya sekitar tahun 2017 . Saya masih ingat, hari itu hari Rabu jam 7 pagi. Saya masih bekerja di salah satu stasiun radio.

Pagi itu saya menggantikan jadwal on air rekan saya. Acaranya semacam opini-opini pendengar tentang topik tertentu yang sedang hits. Saat itu, topik yang saya angkat adalah “Haruskah saat Nyepi ada Ogoh-ogoh?” Karena kebetulan seminggu kemudian adalah Hari Raya Nyepi dan sehari sebelum Nyepi, identik dengan pengarakan ogoh-ogoh.

Sesi on air saat itu saya buka. Saya mengundang siapa saja yang ingin berkomentar dan menyampaikan opininya terkait topik yang saya berikan. Mereka bebas memberikan jawaban beserta alasannya.

Di tengah-tengah acara, ada satu penelepon yang saya pikir akan menyampaikan saran ataupun komentar keharusan adanya ogoh-ogoh atau tidak. Ternyata saya salah. Seorang bapak dari suatu kelurahan malah memaki saya saat on air.

Bayangkan saja, suaranya bapak itu, suara yang memarahi saya, didengar banyak orang. Mungkin didengar satu kabupaten. Mungkin ya. Dengan suara lantang di udara si bapak mengatakan bahwa saya adalah orang yang tak paham sastra. Tidak bisa memilih topik yang menarik. Bahkan mengatakan saya lebih buruk dari seseorang yang sedang magang.

Mendengar kalimat-kalimat itu tentu saja saya terkejut. Tapiapa daya, marah pun saya tak bisa. Ingin mengomentari balik, tapi saya tidak boleh melakukan itu. Saya hanya memberikan topik, merekalah yang berkomentar. Jadi saya tahan saja kemarahan saya.

Si bapak mengatakan bahwa ogoh-ogoh itu tidak mungkin tidak ada saat Nyepi. Jika tidak ada ogoh-ogoh maka bukan Nyepi namanya. Dengan nada yang sedikit kasar si bapak juga menyebutkan saya kurang membaca literatur. Dia mengatakan ogoh-ogoh itu sudah ada turun temurun dan disebutkan dalam lontar Hindu.

Entah lontar apa. Saya tak tau. Saya tak paham mengenai itu. Karena saya tak pernah membaca lontar dan tak bisa. Sempat saya merasa diri saya bodoh saat itu. Saya malu sekali. Saya sempat down. Sampai tante saya menelepon saya ke kantor menanyakan kondisi saya. Karena memang saat itu dia mendengar hujatan yang diberikan kepada saya lewat radio.

Supaya tak terlalu larut, terpaksa telepon si bapak saya putus dengan alasan mungkin si bapak kehabisan pulsa karena terlalu lama mengudara. On air saya tutup, lanjut saya konfirmasi dengan Majelis Madia Desa Pakraman (MMDP) yang sekarang namanya Majelis Desa Adat Pakraman (MDAP).

Dewa Putu Budarsa yang sering saya sapa dengan Aji Dewa menjelaskan keterkaitan Hari Raya Nyepi dan Ogoh-ogoh. Beliau mengatakan memang saat Nyepi identik dengan adanya ogoh-ogoh. Boleh saja ada ogoh-ogoh asal ada uang yang dipakai untuk membuat. Keberadaan ogoh-ogoh saat malam pengrupukan itu tidak wajib dan tidak bersifat memaksa.

Kenangan itu hingga kini sudah 2020 masih lekat diingatan saya. Diam-diam saya ketika bertemu seseorang yang berkutat dengan lontar, saya tanyakan. Apakah ada yang menyinggung tentang ogoh-ogoh. Mereka memang bilang “rasanya” tidak ada. Tapi dengan raut wajah yang meragukan. Saya pun sempat melupakan dan memutuskan untuk tidak menanyakannya lagi. Karena saya rasa percuma. Tak ada yang bisa memberikan jawaban yang pasti.

Sekarang tahun 2020. Kemeriahan hari Raya Nyepi tak lagi sama. Benar-benar sepi. Tak ada arak-arakan ogoh-ogoh disepanjang jalan. Karya seni ogoh-ogoh masing-masing sekaha teruna sudah diringkes rapi. Kenapa? Karena saat ini Bali, bahkan dunia tengah dilanda kegawatan. Ada virus jenis baru yang suka jalan-jalan lalu menyerang manusia. Hingga menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan serius. Virus itu disebut virus Corona atau Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Penularan virus ini sangat cepat. Bahkan melebihi perkembangan era 4.0. Virus ini dapat menular melalui kontak langsung dengan pasien yang positif. Untuk itu pemerintah menyarankan untuk menghindari keramaian dan melakukan social distancing dengan berdiam diri di rumah selama kurang lebih 2 pekan. Tujuannya untuk menekan penyebaran Covid-19 ini.

Dengan himbauan yang demikian, maka diputuskan parade ogoh-ogoh yang seharusnya dilakukan di malam pengrupukan (sehari sebelum Nyepi) diputuskan untuk ditiadakan. Jika tetap diadakan maka sangat berpotensi terjadi penularan virus massal. Karena banyaknya orang yang berkerumun di keramaian.

Sempat ada yang tidak terima dengan himbauan itu. Dan imbasnya pada saya. Tempat kerja saya yang baru menugaskan saya untuk menggali informasi dari berbagai sumber mengenai sejarah ogoh-ogoh. Saya iyakan saja dulu. Tiba-tiba saya teringat seorang budayawan yang juga ahli dibidang lontar, Sugi Lanus.

Saya langsung saja tanya tanpa bertele-tele. Karena saya tidak suka basa-basi. Saat saya tanya, Om Sugi, begitu saya sapa, mengatakan tidak ada lontar yang menyinggung tentang ogoh-ogoh. Pawai ogoh-ogoh hanyalah sebuah perayaan saja. Sesungguhnya ogoh-ogoh itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan Tawur Agung dan Hari Raya Nyepi.

Sama halnya seseorang yang sedang menikah lalu mengadakan resepsi. Resepsi itu sebenarnya tidak mesti dirayakan, cukup banten biakaon saja. Resepsi itu hanya sebuah perayaan. Ogoh-ogoh sendiri muncul sekitar tahun 1983. Diwali di Denpasar. Tetapi filosofi dan sejarah adanya ogoh-ogoh tidak banyak diungkap.

Mungkin karena dari tahun 80-an ogoh-ogoh terus bermunculan dari tahun itu dan tetap ada hingga kini, maka dianggap suatu tradisi. Memang menjadi salah satu budaya Bali, tapi penjelasan mengenai ogoh-ogoh itu tak pernah disosialisasikan hingga kini. Makanya sedikit orang yang tahu bahwa sebenarnya memang tak ada kaitannya.

Termasuk saya. Dari tahun 2017, sekarang sudah 2020 baru mengetahui tentang ogoh-ogoh walau hanya ujungnya saja. Setidaknya saya dengan percaya diri megatakan ogoh-ogoh itu memang tidak wajib. Semoga bapak yang menghujat saya di tahun itu masih sehat dan membaca tulisan saya. Sehingga kedepannya tidak lagi menghujat orang dengan percaya diri tapi dengan pengetahuan yang terbatas. [T]

Tags: curhatHari Raya Nyepiogoh-ogohradio
Share15TweetSendShareSend
Previous Post

Virus Corona & Mahabharata — Hidup Aman Berdampingan dengan Bangsa Naga

Next Post

Efektifkah Stimulus Moneter di Tengah Resesi Ekonomi Akibat Covid-19?

Dian Suryantini

Dian Suryantini

Kuliah sambil kerja di Singaraja

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Efektifkah Stimulus Moneter di Tengah Resesi Ekonomi Akibat Covid-19?

Efektifkah Stimulus Moneter di Tengah Resesi Ekonomi Akibat Covid-19?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co