2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nyepi, Ogoh-ogoh dan Kenangan Pahit Saat Memandu Acara Radio

Dian Suryantini by Dian Suryantini
March 23, 2020
in Esai
Nyepi, Ogoh-ogoh dan Kenangan Pahit Saat Memandu Acara Radio

Ogoh-ogoh ST. PUTRA YASA di Banjar Pengiasan, Dauh Puri Kauh Denpasar Barat [Foto Dian]

Tulisan ini sebenarnya lebih kepada curhat yang tak pernah tersampaikan. Cerita yang dituliskan ini nyata. Saya mengalaminya sekitar tahun 2017 . Saya masih ingat, hari itu hari Rabu jam 7 pagi. Saya masih bekerja di salah satu stasiun radio.

Pagi itu saya menggantikan jadwal on air rekan saya. Acaranya semacam opini-opini pendengar tentang topik tertentu yang sedang hits. Saat itu, topik yang saya angkat adalah “Haruskah saat Nyepi ada Ogoh-ogoh?” Karena kebetulan seminggu kemudian adalah Hari Raya Nyepi dan sehari sebelum Nyepi, identik dengan pengarakan ogoh-ogoh.

Sesi on air saat itu saya buka. Saya mengundang siapa saja yang ingin berkomentar dan menyampaikan opininya terkait topik yang saya berikan. Mereka bebas memberikan jawaban beserta alasannya.

Di tengah-tengah acara, ada satu penelepon yang saya pikir akan menyampaikan saran ataupun komentar keharusan adanya ogoh-ogoh atau tidak. Ternyata saya salah. Seorang bapak dari suatu kelurahan malah memaki saya saat on air.

Bayangkan saja, suaranya bapak itu, suara yang memarahi saya, didengar banyak orang. Mungkin didengar satu kabupaten. Mungkin ya. Dengan suara lantang di udara si bapak mengatakan bahwa saya adalah orang yang tak paham sastra. Tidak bisa memilih topik yang menarik. Bahkan mengatakan saya lebih buruk dari seseorang yang sedang magang.

Mendengar kalimat-kalimat itu tentu saja saya terkejut. Tapiapa daya, marah pun saya tak bisa. Ingin mengomentari balik, tapi saya tidak boleh melakukan itu. Saya hanya memberikan topik, merekalah yang berkomentar. Jadi saya tahan saja kemarahan saya.

Si bapak mengatakan bahwa ogoh-ogoh itu tidak mungkin tidak ada saat Nyepi. Jika tidak ada ogoh-ogoh maka bukan Nyepi namanya. Dengan nada yang sedikit kasar si bapak juga menyebutkan saya kurang membaca literatur. Dia mengatakan ogoh-ogoh itu sudah ada turun temurun dan disebutkan dalam lontar Hindu.

Entah lontar apa. Saya tak tau. Saya tak paham mengenai itu. Karena saya tak pernah membaca lontar dan tak bisa. Sempat saya merasa diri saya bodoh saat itu. Saya malu sekali. Saya sempat down. Sampai tante saya menelepon saya ke kantor menanyakan kondisi saya. Karena memang saat itu dia mendengar hujatan yang diberikan kepada saya lewat radio.

Supaya tak terlalu larut, terpaksa telepon si bapak saya putus dengan alasan mungkin si bapak kehabisan pulsa karena terlalu lama mengudara. On air saya tutup, lanjut saya konfirmasi dengan Majelis Madia Desa Pakraman (MMDP) yang sekarang namanya Majelis Desa Adat Pakraman (MDAP).

Dewa Putu Budarsa yang sering saya sapa dengan Aji Dewa menjelaskan keterkaitan Hari Raya Nyepi dan Ogoh-ogoh. Beliau mengatakan memang saat Nyepi identik dengan adanya ogoh-ogoh. Boleh saja ada ogoh-ogoh asal ada uang yang dipakai untuk membuat. Keberadaan ogoh-ogoh saat malam pengrupukan itu tidak wajib dan tidak bersifat memaksa.

Kenangan itu hingga kini sudah 2020 masih lekat diingatan saya. Diam-diam saya ketika bertemu seseorang yang berkutat dengan lontar, saya tanyakan. Apakah ada yang menyinggung tentang ogoh-ogoh. Mereka memang bilang “rasanya” tidak ada. Tapi dengan raut wajah yang meragukan. Saya pun sempat melupakan dan memutuskan untuk tidak menanyakannya lagi. Karena saya rasa percuma. Tak ada yang bisa memberikan jawaban yang pasti.

Sekarang tahun 2020. Kemeriahan hari Raya Nyepi tak lagi sama. Benar-benar sepi. Tak ada arak-arakan ogoh-ogoh disepanjang jalan. Karya seni ogoh-ogoh masing-masing sekaha teruna sudah diringkes rapi. Kenapa? Karena saat ini Bali, bahkan dunia tengah dilanda kegawatan. Ada virus jenis baru yang suka jalan-jalan lalu menyerang manusia. Hingga menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan serius. Virus itu disebut virus Corona atau Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Penularan virus ini sangat cepat. Bahkan melebihi perkembangan era 4.0. Virus ini dapat menular melalui kontak langsung dengan pasien yang positif. Untuk itu pemerintah menyarankan untuk menghindari keramaian dan melakukan social distancing dengan berdiam diri di rumah selama kurang lebih 2 pekan. Tujuannya untuk menekan penyebaran Covid-19 ini.

Dengan himbauan yang demikian, maka diputuskan parade ogoh-ogoh yang seharusnya dilakukan di malam pengrupukan (sehari sebelum Nyepi) diputuskan untuk ditiadakan. Jika tetap diadakan maka sangat berpotensi terjadi penularan virus massal. Karena banyaknya orang yang berkerumun di keramaian.

Sempat ada yang tidak terima dengan himbauan itu. Dan imbasnya pada saya. Tempat kerja saya yang baru menugaskan saya untuk menggali informasi dari berbagai sumber mengenai sejarah ogoh-ogoh. Saya iyakan saja dulu. Tiba-tiba saya teringat seorang budayawan yang juga ahli dibidang lontar, Sugi Lanus.

Saya langsung saja tanya tanpa bertele-tele. Karena saya tidak suka basa-basi. Saat saya tanya, Om Sugi, begitu saya sapa, mengatakan tidak ada lontar yang menyinggung tentang ogoh-ogoh. Pawai ogoh-ogoh hanyalah sebuah perayaan saja. Sesungguhnya ogoh-ogoh itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan Tawur Agung dan Hari Raya Nyepi.

Sama halnya seseorang yang sedang menikah lalu mengadakan resepsi. Resepsi itu sebenarnya tidak mesti dirayakan, cukup banten biakaon saja. Resepsi itu hanya sebuah perayaan. Ogoh-ogoh sendiri muncul sekitar tahun 1983. Diwali di Denpasar. Tetapi filosofi dan sejarah adanya ogoh-ogoh tidak banyak diungkap.

Mungkin karena dari tahun 80-an ogoh-ogoh terus bermunculan dari tahun itu dan tetap ada hingga kini, maka dianggap suatu tradisi. Memang menjadi salah satu budaya Bali, tapi penjelasan mengenai ogoh-ogoh itu tak pernah disosialisasikan hingga kini. Makanya sedikit orang yang tahu bahwa sebenarnya memang tak ada kaitannya.

Termasuk saya. Dari tahun 2017, sekarang sudah 2020 baru mengetahui tentang ogoh-ogoh walau hanya ujungnya saja. Setidaknya saya dengan percaya diri megatakan ogoh-ogoh itu memang tidak wajib. Semoga bapak yang menghujat saya di tahun itu masih sehat dan membaca tulisan saya. Sehingga kedepannya tidak lagi menghujat orang dengan percaya diri tapi dengan pengetahuan yang terbatas. [T]

Tags: curhatHari Raya Nyepiogoh-ogohradio
Share15TweetSendShareSend
Previous Post

Virus Corona & Mahabharata — Hidup Aman Berdampingan dengan Bangsa Naga

Next Post

Efektifkah Stimulus Moneter di Tengah Resesi Ekonomi Akibat Covid-19?

Dian Suryantini

Dian Suryantini

Kuliah sambil kerja di Singaraja

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Efektifkah Stimulus Moneter di Tengah Resesi Ekonomi Akibat Covid-19?

Efektifkah Stimulus Moneter di Tengah Resesi Ekonomi Akibat Covid-19?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co