24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Karena Ikon Pariwisata Sejumlah Desa di Bali Nyaris ”Balik Nama”

Made Nurbawa by Made Nurbawa
April 1, 2019
in Esai
Karena Ikon Pariwisata Sejumlah Desa di Bali Nyaris ”Balik Nama”

Era 1970 hingga 1990 an Pariwisata Bali mulai tumbuh pesat. Di era tersebut sejumlah obyek wisata  melesat pesat di ruang-ruang informasi dan promosi pariwisata dunia. Lebih pesat lagi ketika tahun 2000 an mulai muncul teknologi informasi berbasis internet yang membuat beragam informasi hadir dalam ruang-ruang pribadi masyarakat dunia.

Harus diakui, denyut perekonomian Bali sangat tergantung dengan industri pariwisata. Bali menjadi destinasi pariwisata terkenal di dunia tidak bisa lepas karena pelaku usaha gencar melakukan komunikasi dan promosi. Namun jangan salah,  lebih banyak lagi pelaku usaha atau hotel-hotel besar terkenal karena Bali, bukan sebaliknya.

Setiap tahun jutaan wisatawan manca negara berkunjung ke Provinsi Bali, hal itu memicu pesatnya pertumbuhan hotel, restauran dan akomudasi wisata. Sehingga dibandingkan dengan tahun 1980-1990 an,  di abad 21 ini wajah Bali jauh lebih sesak dengan beragam dampak ikutan yang ditimbulkan seperti kemacetan lalu lintas, perang tarif, kriminalitas, penurunan masa tinggal hotel dan sebagainya.

Hal itu membuat Pariwisata Bali ada dalam ‘dilema”, satu sisi target pertembuhan ekonomi harus bisa di capai,  namun disisi lain Bali mulai kehilangan pengagum masa lalunya yang membayangkan Bali pulau yang  “hening” dan hanya bergerak dalam nafas kedewataan.  Karena keheningan itu Pulau Bali pun disebut-sebut “pulau sorga”, jangan sampai sorga kehilangan penggemarnya.

Mengupas kepariwisataan Bali tak akan habis-habisnya, sangat multi dimensional. Selama ini di koran-koran, meja seminar, bahkan di meja rapat paripurna para dewan (DPRD),  isu pariwisata terkesan lebih banyak soal pertumbuhan ekonomi, perizinan, tarif, pajak, retribusi atau belakangan yang tidak kalah keren soal pembahasan peruntukan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang bersumber dari Pajak Hotel dan Restauran (PHR) Kabupaten Badung yang mengalir ke sejumlah kabupaten di Bali.

Di tengah laju dan geliat pariwisata Bali, dari sisi budaya, sesuatu yang tak disengaja pun terjadi, karena Ikon Pariwisata yang sudah go international sejumlah desa di Bali (desa dinas maupun desa adat)  nyaris dibuat “balik nama”. Balik nama dalam kamus bahasa Indonesia berarti “diganti”.

Misalnya dulu ketika saya bertemu dengan kenalan baru, saya bertanya,  asalnya dari desa mana? Dengan enteng kenalan saya itu menjawab dari Candidasa, usut punya usut ternyata dari Desa Bugbug.   Karena yang saya tanya asal desa, seharusnya jawaban kenalan saya itu dari Desa Bugbug, bukan Candidasa. Candidasa adalah salah satu obyek wisata terkenal di Bali timur, berada di wilayah Desa Bugbug Kabupaten Karangasem.  

Sering juga saya mendengar seseorang ketika ditanya alamat tempat tinggal  mengaku tinggal di Nusa Dua. Padahal maksudnya dari Desa Bualu. “Nusa Dua” adalah Ikon Pariwisata yang terkenal dengan puluhan hotel berbintang yang dikelola oleh BUMN Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC)-dulu Bali Tourism Development Corporation (BTDC). Nusa Dua berada di wilayah Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

Tidak itu saja, mereka yang berasal dari wilayah obyek wisata Bali utara Buleleng ketika ditanya mengaku dari Lovina. Padahal desa asalnya dari Desa Kalibukbuk. “Lovina” adalah Ikon Pariwisata di Bali utara. Kawasan ini terkenal dengan pantainya yang tenang dengan atraksi ikan lumba-lumba. Kata “Lovina” sendiri dikenal di manca negara sejak tahun 1950 an yang erat kaitannya dengan sosok bangsawan dan sastrawan Anak Agung Pandji Tisna. Bahkan kini setidaknya ada enam desa disekitar Desa Kalibukbuk juga disebut kawasan Lovina.

Ternyata di Kabupaten Tabanan juga ada desa yang nyaris “balik nama” karena ikon pariwisata. Sering saya dengan seseorang menyebut berasal dari Tanah Lot. Padahal maksudnya dari Desa Beraban, Kecamatan Kediri Tabanan. Tanah Lot adalah nama Pura yang berada di atas batu karang di tengah laut. Karena keindahan panorama laut,  sun set, dan aktivitas keagamaan Umat Hindu membuat kawasan suci Tanah Lot (DTW Tanah Lot) memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan manca negara.

Masih ada lagi mereka yang berasal dari Desa Candikuning Kecamatan Baturiti lebih akrab menyebut dirinya berasal dari Bedugul. Kawasan Bedugul (DTW Bedugul) juga salah satu ikon pariwisata Bali memiliki daya tarik berupa hutan pegunungan dan danau dengan udaranya yang sejuk.

Begitulah sejumlah kawasan/obyek wisata terkenal di Bali seolah-olah “menenggelamkan” nama desa-desa asli. Penyebutan kawasan wisata terkenal tentu tidak salah, semua itu serta merta agar lebih mudah di pahami oleh orang lain dari pada menyebut desa asli yang brandingnya kalah jauh dengan  brading obyek wisata.  

Tetapi dari sisi kepentingan pariwisata budaya atau pelestarian budaya tentu fenomena  tersebut perlu mendapat kajian lebih lanjut, jangan sampai secara tidak sengaja kita membiarkan sesuatu yang membuat seseorang lupa dengan asal-usulnya, lupa dengan sejarah dan  tatanan leluhurnya.

Desa di Bali bukan sekedar batas-batas administratif, tetapi “Desa” adalah tempat/wilayah untuk belajar dan menerapkan nilai-nilai kerohanian dan pengetahuan suci (Weda). [T]

Tags: balidesaNamaPariwisata
Share33TweetSendShareSend
Previous Post

Menyepi di Tengah Keramaian

Next Post

Rezeki Meningkat Setelah Kusayangi Istriku – Catatan Seorang Suami Muda

Made Nurbawa

Made Nurbawa

Tinggal di Tabanan dan punya kecintaan yang besar terhadap tetek-bengek budaya pertanian. Tulisan-tulisannya bisa dilihat di madenurbawa.com

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Rezeki Meningkat Setelah Kusayangi Istriku – Catatan Seorang Suami Muda

Rezeki Meningkat Setelah Kusayangi Istriku - Catatan Seorang Suami Muda

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co