27 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Rezeki Meningkat Setelah Kusayangi Istriku – Catatan Seorang Suami Muda

Ricky Mahendra by Ricky Mahendra
April 1, 2019
in Esai
Rezeki Meningkat Setelah Kusayangi Istriku – Catatan Seorang Suami Muda

Foto ilustrasi diolah dari sumber foto di Google

Seorang suami tugasnya adalah mencari nafkah dan memenuhi semua kebutuhan anak dan istrinya.

Seorang suami harus bisa menjadi sosok yang tidak mudah mengeluh dan cengeng. Seorang suami harus siap bekerja keras agar dapat memenuhi kebutuhan keluarga yang selalu datang setiap harinya.  Rezeki sudah diatur Tuhan benar adanya, namun jika tidak berusaha dan dalam rumah tangga sering terjadi pertengkaran rezeki itu akan menjauh dan tidak akan menghampirimu.

Untukmu yang akan menjadi seorang suami, mendekatlah. Aku ingin memberitahukan sesuatu kepadamu. Aku akan memberikan sebuah gambaran atau bayangan, bagaimana rasanya menjadi seorang suami itu.

Hei.. Minum saja beer itu, jangan melulu minta kopi.

Kamu harus tahu hidup itu tidak hanya pahit. Tapi, pusing juga. Karena setelah menjadi seorang suami atau kepala rumah tangga kamu akan merasakan bagaimana rasanya pusing itu.

Aku ingin menceritakan sedikit pengalamanku. Dan harapku kamu tak melakukan hal yang salah sepertiku.

Aku menikah di usia 20 tahun dan masih berstatus mahasiswa. Mengapa muda? Karena aku melakukan hal yang seharusnya belum waktunya untuk dilakukan. Kalian pasti paham itu.

Dulu di awal pernikaham sangat terasa berat untuk aku jalani. Apalagi aku menikah saat usiaku masih sangat muda dan tidak bertanggungjawab. Sikap dan pikiranku belum siap untuk hal ini.  Aku belum punya tabungan, aku belum paham apa yang harus dlakukan sebagai seorang suami dan tidak tahu apa-apa tentang tanggung jawab seorang suami.

Siiaaal… rasanya sangat sulit aku temukan tujuan hidup ini. Aku masih belum percaya dengan semua keadaan ini. Akhirnya semua kegalauan itu aku lampiaskan ke minuman keras. Aku minum, aku keluyuran dan selalu pulang tengah malam.

Ya begitulah.. Hari-hari kuhabiskan untuk hal yang tak berguna. Sesampai di rumah aku hampir selalu bertengkar karena istriku melarangku untuk mabuk dan keluar malam. Aku selalu membuat istriku menangis dan selalu berkata soal perceraian.

Lambat laun aku mulai sadar. Jika terus melakukan hal yang tidak berguna dan selalu bertengkar, setelahnya hidupku terasa semakin kacau. Aku merasa keharmonisan dan rezeki terasa jauh dari hidupku.

Aku mencoba untuk membenahi diri. Setelah itu aku berfikir untuk mencari sebuah pekerjaan agar dapat memenuhi kebutuhan keluarga kecilku. Karena di dalam diri ini sudah mulai tumbuh rasa malu untuk meminta lagi kepada orang tua.

Kemudian aku mendapat pekerjaan di sebuah Rumah Makan. Aku bekerja pada pagi dan malam hari. Merasa hasil dari bekerja di Rumah Makan tak seberapa, aku memutuskan untuk membungkus cemilan dan dititipkan di warung-warung.

Aku juga menjual donat. Semua pekerjaan aku kerjakan. Hampir 1 hari full badanku tak dapat istirahat. Pagi bekerja, siang membungkus cemilan dan menghantar donat, sore kuliah dan malamnya bekerja lagi.

Kamu pikir aku pria hebat? Wo ya jelas tidak.. Aku ini pria cengeng. Pria yang selalu mengeluh dengan keadaan itu. Penat dan lelah usai bekerja membuat emosiku sulit untuk kukontrol. Aku sering membentak dan memarahi istriku yang hanya melakukan kesalahan kecil. Aku adalah pria yang cengeng tapi brengsek bukan?

Setelah beberapa bulan bekerja, aku merasa tak mendapatkan hasil yang cukup. Orang Bali bilang “megae sing mesari” yang artinya kerja tapi hasilnya tidak keliatan.

Aku bingung kenapa bisa begini. Sembari memikirkan hal itu, aku melihat-lihat instagram. Di sana aku membaca sebuah quotes yang berisi kata seperti ini “Kalau Kamu  Merasa Bisnismu Belum Sukses, Usahamu Belum Lancar, Doamu Belum Juga Terkabulkan. Coba Koreksi Bagaimana Kamu Memperlakukan Istrimu. Sudahkah kamu Membahagiakannya ?”.

Itu membuatku berfikir sejenak. Setelah aku pikir-pikir kata-kata itu ada benarnya.

Kemudian aku perbaiki caraku memperlakukan istriku. Aku selalu membawakan makanan kesukaannya selesai bekerja, membantunya mencuci dan membereskan rumah saat aku libur. Walaupun tak banyak yang bisa aku berikan, setidaknya dia selalu tersenyum saat aku pulang bekerja. Aku sangat merasakan hangatnya keharmonisan itu. Itu membuatku untuk lebih semangat bekerja. Apalagi dia sedang mengandung buah hatiku, aku berjanji tak akan membuatnya menangis lagi.


BACA JUGA

  • Menikah Saat Kuliah: Pupuslah Mimpi Masa Muda, tapi Kini Aku Punya Tujuan
  • Kisah Mahasiswa jadi Ayah, Kuliah Nyambi Kerja, Dunia Terasa Keras

Beberapa minggu kemudian, hari-hariku semakin membaik. Aku merasakan rezeki itu datang menghampiri keluarga kecil kami. Langganan warung yang kutitipi cemilan semakin banyak, dan memesan 2x lipat cemilan yang aku jual. Lalu donat yang kujual lumayan banyak yang membeli.

Aku tak mempercayai hal ini. Bagaimana mungkin efeknya sangat cepat aku rasakan. Aku sangat yakin, rezeki dan kemudahan ini datang karena perlakuan baikku terhadap istriku.

Untuk kamu yang bakal menjadi calon suami ataupun sudah. Aku sangat menyarankan untuk kamu perlakukan istrimu dengan baik. Tanpa kita sadari wanita yang kamu jadikan seorang istri itu mengorbankan banyak hal. Dia meninggalkan rumah dan orang tuanya, menahan sakit saat mengandung dan melahirkan, merawat anak dan kita (suami) dan banyak lagi. Maka dari itu, sayangilah istrimu. [T]

Tags: istriKeluargaPerempuansuami
Share44TweetSendShareSend
Previous Post

Karena Ikon Pariwisata Sejumlah Desa di Bali Nyaris ”Balik Nama”

Next Post

Buku Puisi “Laila Kau Biarkan Aku Majnun” Karya Kambali Zutas di Bentara Budaya Bali

Ricky Mahendra

Ricky Mahendra

Mahasiswa PGSD Undiksha. Sedang merangkap jadi ayah

Related Posts

BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar

by I Ketut Suar Adnyana
August 27, 2026
0
BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar

Kebudayaan tidak pernah benar-benar hidup hanya karena diwariskan. Sebuah tradisi akan tetap hidup apabila pengetahuan, nilai, simbol, dan ingatan yang...

Read moreDetails

Destinasi “Detour”: Tren Wisata Alternatif Menyimpang Rute Utama

by Chusmeru
August 27, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERWISATA kadang berjalan tidak sesuai dengan yang direncanakan. Di awal perjalanan sudah ditentukan destinasi wisata mana yang akan dikunjungi. Namun...

Read moreDetails

Melampaui Ingatan di Batas-batas Desa ——Catatan dari Karya Agung Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini Desa Sibanggede

by Dharma Yuda
August 26, 2026
0
Melampaui Ingatan di Batas-batas Desa ——Catatan dari Karya Agung Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini Desa Sibanggede

RANGKAIAN Karya Pedudusan Agung, Ngusaba Desa, dan Ngusaba Nini yang berpusat di Pura Puseh Sibanggede sudah mencapai akhir melalui upacara...

Read moreDetails

Kalau Rakyat Harus Naik Bus ke Jakarta Agar Didengar, Ada Apa dengan Telinga Kekuasaan?

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 26, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

ADA yang menarik dari perjalanan sejumlah warga Pati menuju Jakarta menjelang aksi 27 Agustus 2026.  Mereka tidak sedang piknik. Empat...

Read moreDetails

Ibu Memasak di Kota

by Angga Wijaya
August 25, 2026
0
Ibu Memasak di Kota

MEMASAK, aktivitas yang sering diidentikkan dengan para ibu, baik yang usianya muda ataupun juga tua. Di kota, saya tidak tahu...

Read moreDetails

PROFESOR BAHASA BALI TERBAIK DARI JEPANG  — Kiprah Profesor Mayuko Hara dalam Riset Bahasa Bali Aga Pedawa dan Bahasa Indonesia

by Sugi Lanus
August 25, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 25 Agustus 2027 Siapa pakar terbaik Bahasa Bali di Jepang? Jika pertanyaan itu ditujukan ke...

Read moreDetails

Karnaval dan Kemacetan Sosial

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
0
Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

Read moreDetails

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
0
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

Read moreDetails

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

by Angga Wijaya
August 24, 2026
0
Telenovela

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

Read moreDetails

Wajah Indonesia Bopeng

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

Read moreDetails
Next Post
Buku Puisi “Laila Kau Biarkan Aku Majnun”  Karya Kambali Zutas di Bentara Budaya Bali

Buku Puisi “Laila Kau Biarkan Aku Majnun” Karya Kambali Zutas di Bentara Budaya Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Agung Ngurah Astara, Kepala Sekolah SMKN 5 Denpasar dengan Perubahan dan Harapan Baru
Pendidikan

Agung Ngurah Astara, Kepala Sekolah SMKN 5 Denpasar dengan Perubahan dan Harapan Baru

SEMUA berawal dari kesungguhan, keteguhan, disiplin dan upaya kreatif dalam menggapai sebuah kemuliaan. Tidak mudah melewati dan menghadapi  tantangan dalam...

by Nyoman Budarsana
August 27, 2026
BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar
Esai

BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar

Kebudayaan tidak pernah benar-benar hidup hanya karena diwariskan. Sebuah tradisi akan tetap hidup apabila pengetahuan, nilai, simbol, dan ingatan yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 27, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Destinasi “Detour”: Tren Wisata Alternatif Menyimpang Rute Utama

BERWISATA kadang berjalan tidak sesuai dengan yang direncanakan. Di awal perjalanan sudah ditentukan destinasi wisata mana yang akan dikunjungi. Namun...

by Chusmeru
August 27, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [7]: Rezim Algoritma dan Pembubaran Standar Sastra

Semua tekanan yang sudah diuraikan dalam bagian-bagian sebelumnya bisa dibaca sebagai masalah-masalah yang terpisah. Namun semuanya adalah gejala dari satu...

by Andre Syahreza
August 26, 2026
Melampaui Ingatan di Batas-batas Desa ——Catatan dari Karya Agung Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini Desa Sibanggede
Esai

Melampaui Ingatan di Batas-batas Desa ——Catatan dari Karya Agung Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini Desa Sibanggede

RANGKAIAN Karya Pedudusan Agung, Ngusaba Desa, dan Ngusaba Nini yang berpusat di Pura Puseh Sibanggede sudah mencapai akhir melalui upacara...

by Dharma Yuda
August 26, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Kalau Rakyat Harus Naik Bus ke Jakarta Agar Didengar, Ada Apa dengan Telinga Kekuasaan?

ADA yang menarik dari perjalanan sejumlah warga Pati menuju Jakarta menjelang aksi 27 Agustus 2026.  Mereka tidak sedang piknik. Empat...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 26, 2026
Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya
Ulas Rupa

Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya

DI penghujung bulan Agustus, tepatnya pada tanggal 25 hingga 31 agustus mendatang – akan digelar Pameran senirupa yang bertajuk “The...

by Hartanto
August 26, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
Ibu Memasak di Kota
Esai

Ibu Memasak di Kota

MEMASAK, aktivitas yang sering diidentikkan dengan para ibu, baik yang usianya muda ataupun juga tua. Di kota, saya tidak tahu...

by Angga Wijaya
August 25, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PROFESOR BAHASA BALI TERBAIK DARI JEPANG  — Kiprah Profesor Mayuko Hara dalam Riset Bahasa Bali Aga Pedawa dan Bahasa Indonesia

— Catatan Harian Sugi Lanus, 25 Agustus 2027 Siapa pakar terbaik Bahasa Bali di Jepang? Jika pertanyaan itu ditujukan ke...

by Sugi Lanus
August 25, 2026
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?
Opini

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan
Panggung

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co