18 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Rezeki Meningkat Setelah Kusayangi Istriku – Catatan Seorang Suami Muda

Ricky Mahendra by Ricky Mahendra
April 1, 2019
in Esai
Rezeki Meningkat Setelah Kusayangi Istriku – Catatan Seorang Suami Muda

Foto ilustrasi diolah dari sumber foto di Google

Seorang suami tugasnya adalah mencari nafkah dan memenuhi semua kebutuhan anak dan istrinya.

Seorang suami harus bisa menjadi sosok yang tidak mudah mengeluh dan cengeng. Seorang suami harus siap bekerja keras agar dapat memenuhi kebutuhan keluarga yang selalu datang setiap harinya.  Rezeki sudah diatur Tuhan benar adanya, namun jika tidak berusaha dan dalam rumah tangga sering terjadi pertengkaran rezeki itu akan menjauh dan tidak akan menghampirimu.

Untukmu yang akan menjadi seorang suami, mendekatlah. Aku ingin memberitahukan sesuatu kepadamu. Aku akan memberikan sebuah gambaran atau bayangan, bagaimana rasanya menjadi seorang suami itu.

Hei.. Minum saja beer itu, jangan melulu minta kopi.

Kamu harus tahu hidup itu tidak hanya pahit. Tapi, pusing juga. Karena setelah menjadi seorang suami atau kepala rumah tangga kamu akan merasakan bagaimana rasanya pusing itu.

Aku ingin menceritakan sedikit pengalamanku. Dan harapku kamu tak melakukan hal yang salah sepertiku.

Aku menikah di usia 20 tahun dan masih berstatus mahasiswa. Mengapa muda? Karena aku melakukan hal yang seharusnya belum waktunya untuk dilakukan. Kalian pasti paham itu.

Dulu di awal pernikaham sangat terasa berat untuk aku jalani. Apalagi aku menikah saat usiaku masih sangat muda dan tidak bertanggungjawab. Sikap dan pikiranku belum siap untuk hal ini.  Aku belum punya tabungan, aku belum paham apa yang harus dlakukan sebagai seorang suami dan tidak tahu apa-apa tentang tanggung jawab seorang suami.

Siiaaal… rasanya sangat sulit aku temukan tujuan hidup ini. Aku masih belum percaya dengan semua keadaan ini. Akhirnya semua kegalauan itu aku lampiaskan ke minuman keras. Aku minum, aku keluyuran dan selalu pulang tengah malam.

Ya begitulah.. Hari-hari kuhabiskan untuk hal yang tak berguna. Sesampai di rumah aku hampir selalu bertengkar karena istriku melarangku untuk mabuk dan keluar malam. Aku selalu membuat istriku menangis dan selalu berkata soal perceraian.

Lambat laun aku mulai sadar. Jika terus melakukan hal yang tidak berguna dan selalu bertengkar, setelahnya hidupku terasa semakin kacau. Aku merasa keharmonisan dan rezeki terasa jauh dari hidupku.

Aku mencoba untuk membenahi diri. Setelah itu aku berfikir untuk mencari sebuah pekerjaan agar dapat memenuhi kebutuhan keluarga kecilku. Karena di dalam diri ini sudah mulai tumbuh rasa malu untuk meminta lagi kepada orang tua.

Kemudian aku mendapat pekerjaan di sebuah Rumah Makan. Aku bekerja pada pagi dan malam hari. Merasa hasil dari bekerja di Rumah Makan tak seberapa, aku memutuskan untuk membungkus cemilan dan dititipkan di warung-warung.

Aku juga menjual donat. Semua pekerjaan aku kerjakan. Hampir 1 hari full badanku tak dapat istirahat. Pagi bekerja, siang membungkus cemilan dan menghantar donat, sore kuliah dan malamnya bekerja lagi.

Kamu pikir aku pria hebat? Wo ya jelas tidak.. Aku ini pria cengeng. Pria yang selalu mengeluh dengan keadaan itu. Penat dan lelah usai bekerja membuat emosiku sulit untuk kukontrol. Aku sering membentak dan memarahi istriku yang hanya melakukan kesalahan kecil. Aku adalah pria yang cengeng tapi brengsek bukan?

Setelah beberapa bulan bekerja, aku merasa tak mendapatkan hasil yang cukup. Orang Bali bilang “megae sing mesari” yang artinya kerja tapi hasilnya tidak keliatan.

Aku bingung kenapa bisa begini. Sembari memikirkan hal itu, aku melihat-lihat instagram. Di sana aku membaca sebuah quotes yang berisi kata seperti ini “Kalau Kamu  Merasa Bisnismu Belum Sukses, Usahamu Belum Lancar, Doamu Belum Juga Terkabulkan. Coba Koreksi Bagaimana Kamu Memperlakukan Istrimu. Sudahkah kamu Membahagiakannya ?”.

Itu membuatku berfikir sejenak. Setelah aku pikir-pikir kata-kata itu ada benarnya.

Kemudian aku perbaiki caraku memperlakukan istriku. Aku selalu membawakan makanan kesukaannya selesai bekerja, membantunya mencuci dan membereskan rumah saat aku libur. Walaupun tak banyak yang bisa aku berikan, setidaknya dia selalu tersenyum saat aku pulang bekerja. Aku sangat merasakan hangatnya keharmonisan itu. Itu membuatku untuk lebih semangat bekerja. Apalagi dia sedang mengandung buah hatiku, aku berjanji tak akan membuatnya menangis lagi.


BACA JUGA

  • Menikah Saat Kuliah: Pupuslah Mimpi Masa Muda, tapi Kini Aku Punya Tujuan
  • Kisah Mahasiswa jadi Ayah, Kuliah Nyambi Kerja, Dunia Terasa Keras

Beberapa minggu kemudian, hari-hariku semakin membaik. Aku merasakan rezeki itu datang menghampiri keluarga kecil kami. Langganan warung yang kutitipi cemilan semakin banyak, dan memesan 2x lipat cemilan yang aku jual. Lalu donat yang kujual lumayan banyak yang membeli.

Aku tak mempercayai hal ini. Bagaimana mungkin efeknya sangat cepat aku rasakan. Aku sangat yakin, rezeki dan kemudahan ini datang karena perlakuan baikku terhadap istriku.

Untuk kamu yang bakal menjadi calon suami ataupun sudah. Aku sangat menyarankan untuk kamu perlakukan istrimu dengan baik. Tanpa kita sadari wanita yang kamu jadikan seorang istri itu mengorbankan banyak hal. Dia meninggalkan rumah dan orang tuanya, menahan sakit saat mengandung dan melahirkan, merawat anak dan kita (suami) dan banyak lagi. Maka dari itu, sayangilah istrimu. [T]

Tags: istriKeluargaPerempuansuami
Share44TweetSendShareSend
Previous Post

Karena Ikon Pariwisata Sejumlah Desa di Bali Nyaris ”Balik Nama”

Next Post

Buku Puisi “Laila Kau Biarkan Aku Majnun” Karya Kambali Zutas di Bentara Budaya Bali

Ricky Mahendra

Ricky Mahendra

Mahasiswa PGSD Undiksha. Sedang merangkap jadi ayah

Related Posts

Kepemimpinan Transformasional sebagai Jantung Kebijakan Publik dan Komunikasi Politik Modern

by Jerry Indrawan
July 16, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

TANTANGAN birokrasi di era disrupsi global saat ini menuntut perubahan fundamental dalam paradigma pengelolaan pemerintahan dan cara pemimpin berinteraksi dengan...

Read moreDetails

Dunia adalah Cermin Kesadaran Manusia

by Agung Sudarsa
July 16, 2026
0
Dunia adalah Cermin Kesadaran Manusia

Kita Melihat Dunia Sebagaimana Diri Kita Mengamati perilaku sang istri selama belasan tahun sebagai guru TK, saya punya ungkapan: Seorang...

Read moreDetails

Satu Bahasa Dua Realitas: Mengapa Roy Suryo dan Jokowi Mustahil Saling Memahami?

by Nur Inayah Yushar
July 16, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

DALAM panggung politik kontemporer Indonesia, perseteruan antara mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, dan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi)...

Read moreDetails

Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
0
Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih

"Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely." Kalimat legendaris dari Lord Acton itu kembali terasa relevan ketika bangsa...

Read moreDetails

Dari Sekolah Sepi Menuju Sekolah Rakyat: Pendidikan Bukan Sekadar Transfer Informasi, tetapi Transformasi Kesadaran

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
0
Sekolah Rakyat Vs Sekolah Reguler   

Ironi Pendidikan di Tengah Semangat Membangun Masa Depan Berita tentang SDN 6 Bhuana Giri di Bali yang selama empat tahun...

Read moreDetails

Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital

by Surfian Rahmat AP
July 15, 2026
0
Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital

DALAM beberapa tahun terakhir, lanskap media sosial seperti Instagram dan TikTok didominasi oleh proliferasi estetika “baddie”. Secara visual, seorang baddie...

Read moreDetails

Membaca Made Budhiana dari Sebuah Puisi

by Angga Wijaya
July 15, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

SAYA tidak mengenal Made Budhiana pertama kali melalui sebuah pameran lukisan. Bukan pula dari buku sejarah seni rupa Bali. Saya...

Read moreDetails

Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

by Lailatus Sholihah
July 15, 2026
0
Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

Pagi itu, gerbang-gerbang sekolah kembali dipenuhi wajah-wajah penuh harap. Ada anak yang dengan antusias mengenakan seragam baru, ada yang menggenggam...

Read moreDetails

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails
Next Post
Buku Puisi “Laila Kau Biarkan Aku Majnun”  Karya Kambali Zutas di Bentara Budaya Bali

Buku Puisi “Laila Kau Biarkan Aku Majnun” Karya Kambali Zutas di Bentara Budaya Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Kata Menjelma Jiwa: Pesona Lomba Baca Puisi di Festival Seni Bali Jani 2026
Panggung

Ketika Kata Menjelma Jiwa: Pesona Lomba Baca Puisi di Festival Seni Bali Jani 2026

SUASANA Citta Kelangen Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, Jumat, 17 Juli 2026, terasa berbeda. Tak terdengar dentuman gamelan atau hingar-bingar...

by Nyoman Budarsana
July 17, 2026
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye
Ulas Buku

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

by Azwar
July 17, 2026
“Dasa Muka, The Face of Humanity”, Saat Penonton Diajak Berkaca pada Wajah-Wajah dalam Diri Manusia
Panggung

“Dasa Muka, The Face of Humanity”, Saat Penonton Diajak Berkaca pada Wajah-Wajah dalam Diri Manusia

MALAM itu Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, dipenuhi penonton dari berbagai penjuru. Kamis, 16 Juli 2026, kursi-kursi tribun tak...

by Nyoman Budarsana
July 17, 2026
“Kera Wuhan”, Ketika Sun Go Kong dan Hanoman Menertawakan Ego Manusia
Panggung

“Kera Wuhan”, Ketika Sun Go Kong dan Hanoman Menertawakan Ego Manusia

GELAK tawa pecah bahkan sebelum adegan pertama benar-benar usai. Di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Rabu malam, 15 Juli 2026,...

by Nyoman Budarsana
July 17, 2026
Panggung Teater Modern Festival Seni Bali Jani 2026 Dipenuhi Tafsir Kreatif
Panggung

Panggung Teater Modern Festival Seni Bali Jani 2026 Dipenuhi Tafsir Kreatif

KEMAJUAN seni teater di Bali kembali menemukan panggungnya melalui Pawimba (Lomba) Teater Modern Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun...

by Nyoman Budarsana
July 17, 2026
Tetap Harus Ada Pembaruan pada Pesta Kesenian Bali, Lewat Rekonstruksi dan Penciptaan Karya Baru
Khas

Tetap Harus Ada Pembaruan pada Pesta Kesenian Bali, Lewat Rekonstruksi dan Penciptaan Karya Baru

MEMASUKI penyelenggaraan ke-48, Pesta Kesenian Bali (PKB) telah menempuh perjalanan panjang sebagai festival seni budaya terbesar di Pulau Dewata. Selama...

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
Merawat Masa Depan Pesta Kesenian Bali Lewat Dialog Antargenerasi
Khas

Merawat Masa Depan Pesta Kesenian Bali Lewat Dialog Antargenerasi

MENJELANG usianya yang mengarah pada setengah abad, Pesta Kesenian Bali (PKB) dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan. Festival seni terbesar...

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
Menjernihkan Informasi dan Mendokumentasikan Pesta Kesenian Bali Lewat Jurnalisme
Khas

Menjernihkan Informasi dan Mendokumentasikan Pesta Kesenian Bali Lewat Jurnalisme

DI tengah riuh tepuk tangan yang mengiringi setiap pementasan Pesta Kesenian Bali (PKB), ada pekerjaan lain yang berlangsung tanpa sorot...

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Kepemimpinan Transformasional sebagai Jantung Kebijakan Publik dan Komunikasi Politik Modern

TANTANGAN birokrasi di era disrupsi global saat ini menuntut perubahan fundamental dalam paradigma pengelolaan pemerintahan dan cara pemimpin berinteraksi dengan...

by Jerry Indrawan
July 16, 2026
Dunia adalah Cermin Kesadaran Manusia
Esai

Dunia adalah Cermin Kesadaran Manusia

Kita Melihat Dunia Sebagaimana Diri Kita Mengamati perilaku sang istri selama belasan tahun sebagai guru TK, saya punya ungkapan: Seorang...

by Agung Sudarsa
July 16, 2026
“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan
Ulas Buku

“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

Novel Koloni pertama kali diluncurkan oleh Gramedia pada 22 Agustus 2025. Sejak diluncurkan hingga kini, novel ini terus mendapat perhatian...

by I Made Sujaya
July 16, 2026
Menyingkap Relasi Kuasa dalam Novel ‘Koloni’ Karya Ratih Kumala di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

Menyingkap Relasi Kuasa dalam Novel ‘Koloni’ Karya Ratih Kumala di Singaraja Literary Festival 2026

 “Bagi laki-laki yang masih menganut patriarki, saya sarankan jangan membaca buku ini.” Ucapan itu langsung disambut gelak tawa peserta bedah...

by Dede Putra Wiguna
July 16, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co