31 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Rezeki Meningkat Setelah Kusayangi Istriku – Catatan Seorang Suami Muda

Ricky Mahendra by Ricky Mahendra
April 1, 2019
in Esai
Rezeki Meningkat Setelah Kusayangi Istriku – Catatan Seorang Suami Muda

Foto ilustrasi diolah dari sumber foto di Google

Seorang suami tugasnya adalah mencari nafkah dan memenuhi semua kebutuhan anak dan istrinya.

Seorang suami harus bisa menjadi sosok yang tidak mudah mengeluh dan cengeng. Seorang suami harus siap bekerja keras agar dapat memenuhi kebutuhan keluarga yang selalu datang setiap harinya.  Rezeki sudah diatur Tuhan benar adanya, namun jika tidak berusaha dan dalam rumah tangga sering terjadi pertengkaran rezeki itu akan menjauh dan tidak akan menghampirimu.

Untukmu yang akan menjadi seorang suami, mendekatlah. Aku ingin memberitahukan sesuatu kepadamu. Aku akan memberikan sebuah gambaran atau bayangan, bagaimana rasanya menjadi seorang suami itu.

Hei.. Minum saja beer itu, jangan melulu minta kopi.

Kamu harus tahu hidup itu tidak hanya pahit. Tapi, pusing juga. Karena setelah menjadi seorang suami atau kepala rumah tangga kamu akan merasakan bagaimana rasanya pusing itu.

Aku ingin menceritakan sedikit pengalamanku. Dan harapku kamu tak melakukan hal yang salah sepertiku.

Aku menikah di usia 20 tahun dan masih berstatus mahasiswa. Mengapa muda? Karena aku melakukan hal yang seharusnya belum waktunya untuk dilakukan. Kalian pasti paham itu.

Dulu di awal pernikaham sangat terasa berat untuk aku jalani. Apalagi aku menikah saat usiaku masih sangat muda dan tidak bertanggungjawab. Sikap dan pikiranku belum siap untuk hal ini.  Aku belum punya tabungan, aku belum paham apa yang harus dlakukan sebagai seorang suami dan tidak tahu apa-apa tentang tanggung jawab seorang suami.

Siiaaal… rasanya sangat sulit aku temukan tujuan hidup ini. Aku masih belum percaya dengan semua keadaan ini. Akhirnya semua kegalauan itu aku lampiaskan ke minuman keras. Aku minum, aku keluyuran dan selalu pulang tengah malam.

Ya begitulah.. Hari-hari kuhabiskan untuk hal yang tak berguna. Sesampai di rumah aku hampir selalu bertengkar karena istriku melarangku untuk mabuk dan keluar malam. Aku selalu membuat istriku menangis dan selalu berkata soal perceraian.

Lambat laun aku mulai sadar. Jika terus melakukan hal yang tidak berguna dan selalu bertengkar, setelahnya hidupku terasa semakin kacau. Aku merasa keharmonisan dan rezeki terasa jauh dari hidupku.

Aku mencoba untuk membenahi diri. Setelah itu aku berfikir untuk mencari sebuah pekerjaan agar dapat memenuhi kebutuhan keluarga kecilku. Karena di dalam diri ini sudah mulai tumbuh rasa malu untuk meminta lagi kepada orang tua.

Kemudian aku mendapat pekerjaan di sebuah Rumah Makan. Aku bekerja pada pagi dan malam hari. Merasa hasil dari bekerja di Rumah Makan tak seberapa, aku memutuskan untuk membungkus cemilan dan dititipkan di warung-warung.

Aku juga menjual donat. Semua pekerjaan aku kerjakan. Hampir 1 hari full badanku tak dapat istirahat. Pagi bekerja, siang membungkus cemilan dan menghantar donat, sore kuliah dan malamnya bekerja lagi.

Kamu pikir aku pria hebat? Wo ya jelas tidak.. Aku ini pria cengeng. Pria yang selalu mengeluh dengan keadaan itu. Penat dan lelah usai bekerja membuat emosiku sulit untuk kukontrol. Aku sering membentak dan memarahi istriku yang hanya melakukan kesalahan kecil. Aku adalah pria yang cengeng tapi brengsek bukan?

Setelah beberapa bulan bekerja, aku merasa tak mendapatkan hasil yang cukup. Orang Bali bilang “megae sing mesari” yang artinya kerja tapi hasilnya tidak keliatan.

Aku bingung kenapa bisa begini. Sembari memikirkan hal itu, aku melihat-lihat instagram. Di sana aku membaca sebuah quotes yang berisi kata seperti ini “Kalau Kamu  Merasa Bisnismu Belum Sukses, Usahamu Belum Lancar, Doamu Belum Juga Terkabulkan. Coba Koreksi Bagaimana Kamu Memperlakukan Istrimu. Sudahkah kamu Membahagiakannya ?”.

Itu membuatku berfikir sejenak. Setelah aku pikir-pikir kata-kata itu ada benarnya.

Kemudian aku perbaiki caraku memperlakukan istriku. Aku selalu membawakan makanan kesukaannya selesai bekerja, membantunya mencuci dan membereskan rumah saat aku libur. Walaupun tak banyak yang bisa aku berikan, setidaknya dia selalu tersenyum saat aku pulang bekerja. Aku sangat merasakan hangatnya keharmonisan itu. Itu membuatku untuk lebih semangat bekerja. Apalagi dia sedang mengandung buah hatiku, aku berjanji tak akan membuatnya menangis lagi.


BACA JUGA

  • Menikah Saat Kuliah: Pupuslah Mimpi Masa Muda, tapi Kini Aku Punya Tujuan
  • Kisah Mahasiswa jadi Ayah, Kuliah Nyambi Kerja, Dunia Terasa Keras

Beberapa minggu kemudian, hari-hariku semakin membaik. Aku merasakan rezeki itu datang menghampiri keluarga kecil kami. Langganan warung yang kutitipi cemilan semakin banyak, dan memesan 2x lipat cemilan yang aku jual. Lalu donat yang kujual lumayan banyak yang membeli.

Aku tak mempercayai hal ini. Bagaimana mungkin efeknya sangat cepat aku rasakan. Aku sangat yakin, rezeki dan kemudahan ini datang karena perlakuan baikku terhadap istriku.

Untuk kamu yang bakal menjadi calon suami ataupun sudah. Aku sangat menyarankan untuk kamu perlakukan istrimu dengan baik. Tanpa kita sadari wanita yang kamu jadikan seorang istri itu mengorbankan banyak hal. Dia meninggalkan rumah dan orang tuanya, menahan sakit saat mengandung dan melahirkan, merawat anak dan kita (suami) dan banyak lagi. Maka dari itu, sayangilah istrimu. [T]

Tags: istriKeluargaPerempuansuami
Share44TweetSendShareSend
Previous Post

Karena Ikon Pariwisata Sejumlah Desa di Bali Nyaris ”Balik Nama”

Next Post

Buku Puisi “Laila Kau Biarkan Aku Majnun” Karya Kambali Zutas di Bentara Budaya Bali

Ricky Mahendra

Ricky Mahendra

Mahasiswa PGSD Undiksha. Sedang merangkap jadi ayah

Related Posts

Di Ruang Tunggu Kehidupan

by Ahmad Sihabudin
October 30, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

PAGI itu, saya kembali terbangun dengan pikiran yang sama: hari ini harus ke rumah sakit mana lagi? Hampir setengah tahun...

Read moreDetails

Elegi Rumah Pusaka Bernama Papua

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, saya mengajak anda semua main ke sebuah rumah yang sangat luas. Rumah ini sangat asri, halamannya...

Read moreDetails

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

by Agung Sudarsa
October 29, 2026
0
Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

Read moreDetails

Dari Ujian Menuju Kedewasaan: Saat  Cinta Tidak Lagi Menuntut Kesempurnaan

by Tri Nugroho Adi
October 29, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Tidak semua masalah dalam hubungan dapat diselesaikan dengan percakapan ringan atau kompromi sederhana. Fase Ujian Perjalanan relasi cinta pasangan yang...

Read moreDetails

Tembok Besar Indonesia Itu Bernama Etnosentrisme [Catatan Hari Sumpah Pemuda]

by Chusmeru
October 28, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BANYAK yang mengira, setelah Sumpah Pemuda tahun 1928 persoalan bangsa yang majemuk ini telah selesai. Banyak pula yang berharap, setelah...

Read moreDetails

Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

by Angga Wijaya
October 27, 2026
0
Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

BERKENDARA di jalanan Denpasar dan Badung, Bali, belakangan ini membuat saya ketar-ketir. Saya beberapa kali mengalami situasi ketika sudah berkendara...

Read moreDetails

Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung

by I Wayan Yudana
October 27, 2026
0
Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung

Oktober selalu menjadi bulan istimewa bagi dunia pendidikan. Sekolah-sekolah menyelenggarakan Bulan Bahasa melalui berbagai kegiatan, mulai dari lomba membaca puisi,...

Read moreDetails

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
0
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

Read moreDetails

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

Read moreDetails

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
0
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

Read moreDetails
Next Post
Buku Puisi “Laila Kau Biarkan Aku Majnun”  Karya Kambali Zutas di Bentara Budaya Bali

Buku Puisi “Laila Kau Biarkan Aku Majnun” Karya Kambali Zutas di Bentara Budaya Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Taman Pecangakan Disulap Jadi Playground Kreatif, Jembrana Creative Festival Digelar Dua Hari
Budaya

Taman Pecangakan Disulap Jadi Playground Kreatif, Jembrana Creative Festival Digelar Dua Hari

AKHIR pekan ini, Taman Pecangakan di jantung Kota Negara, Jembrana, punya agenda yang berbeda dari biasanya. Selama dua hari, Sabtu–Minggu,...

by tatkala
October 30, 2026
Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek
Khas

Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

SETIDAKNYA 7,05 juta wisatawan mancanegara melintasi pintu gerbang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai setiap tahunnya. Bali telah lama...

by Wahyu Mahaputra
October 30, 2026
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik
Esai

Di Ruang Tunggu Kehidupan

PAGI itu, saya kembali terbangun dengan pikiran yang sama: hari ini harus ke rumah sakit mana lagi? Hampir setengah tahun...

by Ahmad Sihabudin
October 30, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Elegi Rumah Pusaka Bernama Papua

SIDANG pembaca yang budiman, saya mengajak anda semua main ke sebuah rumah yang sangat luas. Rumah ini sangat asri, halamannya...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 30, 2026
Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak
Khas

Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

WAJAH-wajah polos penuh semangat memenuhi Jimbaran Hub, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Kamis pagi, 29 Oktober 2026. Sisa air hujan...

by Nyoman Budarsana
October 30, 2026
Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu
Esai

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

by Agung Sudarsa
October 29, 2026
Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam
Panggung

Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

BAGAIMANA menuliskan luka yang sulit diungkapkan? Ketika trauma, kehilangan, dan ketidakadilan terasa begitu berat, mampukah kata-kata menggambarkan pengalaman yang menyakitkan...

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia
Panggung

Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

PERAGAAN busana yang mengusung konsep tekstil berkelanjutan tampil memikat dalam Labdanation Fashion Week Season III di panggung terbuka Sira Village,...

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan
Khas

Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

ALUNAN lembut gamelan gangsa dan moncong reong berpadu dengan tembang-tembang klasik nan sakral, menghadirkan suasana khidmat yang sarat nuansa spiritual....

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
Melancaran ke Desa Les: Melihat Les dari Sisi yang Lain
Liputan Khusus

Pemberdayaan Produk Lokal Setelah Desa Les Diganjar Penghargaan ADWI 2024

“MAKANYA, pengembangannya lebih kepada CBT sebenarnya—Community Based Tourism.” Nyoman Nadiana, yang akrab disapa Don Rare, mengucapkan kalimat itu ketika menjelaskan...

by Jaswanto
October 29, 2026
Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen
Panggung

Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

SELAMA ini Henry Manampiring dikenal sebagai penulis nonfiksi, terutama melalui Filosofi Teras yang mengupas filsafat Stoikisme. Namun, lewat kumpulan cerpen...

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Ujian Menuju Kedewasaan: Saat  Cinta Tidak Lagi Menuntut Kesempurnaan

Tidak semua masalah dalam hubungan dapat diselesaikan dengan percakapan ringan atau kompromi sederhana. Fase Ujian Perjalanan relasi cinta pasangan yang...

by Tri Nugroho Adi
October 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co