12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Karena Ikon Pariwisata Sejumlah Desa di Bali Nyaris ”Balik Nama”

Made Nurbawa by Made Nurbawa
April 1, 2019
in Esai
Karena Ikon Pariwisata Sejumlah Desa di Bali Nyaris ”Balik Nama”

Era 1970 hingga 1990 an Pariwisata Bali mulai tumbuh pesat. Di era tersebut sejumlah obyek wisata  melesat pesat di ruang-ruang informasi dan promosi pariwisata dunia. Lebih pesat lagi ketika tahun 2000 an mulai muncul teknologi informasi berbasis internet yang membuat beragam informasi hadir dalam ruang-ruang pribadi masyarakat dunia.

Harus diakui, denyut perekonomian Bali sangat tergantung dengan industri pariwisata. Bali menjadi destinasi pariwisata terkenal di dunia tidak bisa lepas karena pelaku usaha gencar melakukan komunikasi dan promosi. Namun jangan salah,  lebih banyak lagi pelaku usaha atau hotel-hotel besar terkenal karena Bali, bukan sebaliknya.

Setiap tahun jutaan wisatawan manca negara berkunjung ke Provinsi Bali, hal itu memicu pesatnya pertumbuhan hotel, restauran dan akomudasi wisata. Sehingga dibandingkan dengan tahun 1980-1990 an,  di abad 21 ini wajah Bali jauh lebih sesak dengan beragam dampak ikutan yang ditimbulkan seperti kemacetan lalu lintas, perang tarif, kriminalitas, penurunan masa tinggal hotel dan sebagainya.

Hal itu membuat Pariwisata Bali ada dalam ‘dilema”, satu sisi target pertembuhan ekonomi harus bisa di capai,  namun disisi lain Bali mulai kehilangan pengagum masa lalunya yang membayangkan Bali pulau yang  “hening” dan hanya bergerak dalam nafas kedewataan.  Karena keheningan itu Pulau Bali pun disebut-sebut “pulau sorga”, jangan sampai sorga kehilangan penggemarnya.

Mengupas kepariwisataan Bali tak akan habis-habisnya, sangat multi dimensional. Selama ini di koran-koran, meja seminar, bahkan di meja rapat paripurna para dewan (DPRD),  isu pariwisata terkesan lebih banyak soal pertumbuhan ekonomi, perizinan, tarif, pajak, retribusi atau belakangan yang tidak kalah keren soal pembahasan peruntukan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang bersumber dari Pajak Hotel dan Restauran (PHR) Kabupaten Badung yang mengalir ke sejumlah kabupaten di Bali.

Di tengah laju dan geliat pariwisata Bali, dari sisi budaya, sesuatu yang tak disengaja pun terjadi, karena Ikon Pariwisata yang sudah go international sejumlah desa di Bali (desa dinas maupun desa adat)  nyaris dibuat “balik nama”. Balik nama dalam kamus bahasa Indonesia berarti “diganti”.

Misalnya dulu ketika saya bertemu dengan kenalan baru, saya bertanya,  asalnya dari desa mana? Dengan enteng kenalan saya itu menjawab dari Candidasa, usut punya usut ternyata dari Desa Bugbug.   Karena yang saya tanya asal desa, seharusnya jawaban kenalan saya itu dari Desa Bugbug, bukan Candidasa. Candidasa adalah salah satu obyek wisata terkenal di Bali timur, berada di wilayah Desa Bugbug Kabupaten Karangasem.  

Sering juga saya mendengar seseorang ketika ditanya alamat tempat tinggal  mengaku tinggal di Nusa Dua. Padahal maksudnya dari Desa Bualu. “Nusa Dua” adalah Ikon Pariwisata yang terkenal dengan puluhan hotel berbintang yang dikelola oleh BUMN Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC)-dulu Bali Tourism Development Corporation (BTDC). Nusa Dua berada di wilayah Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

Tidak itu saja, mereka yang berasal dari wilayah obyek wisata Bali utara Buleleng ketika ditanya mengaku dari Lovina. Padahal desa asalnya dari Desa Kalibukbuk. “Lovina” adalah Ikon Pariwisata di Bali utara. Kawasan ini terkenal dengan pantainya yang tenang dengan atraksi ikan lumba-lumba. Kata “Lovina” sendiri dikenal di manca negara sejak tahun 1950 an yang erat kaitannya dengan sosok bangsawan dan sastrawan Anak Agung Pandji Tisna. Bahkan kini setidaknya ada enam desa disekitar Desa Kalibukbuk juga disebut kawasan Lovina.

Ternyata di Kabupaten Tabanan juga ada desa yang nyaris “balik nama” karena ikon pariwisata. Sering saya dengan seseorang menyebut berasal dari Tanah Lot. Padahal maksudnya dari Desa Beraban, Kecamatan Kediri Tabanan. Tanah Lot adalah nama Pura yang berada di atas batu karang di tengah laut. Karena keindahan panorama laut,  sun set, dan aktivitas keagamaan Umat Hindu membuat kawasan suci Tanah Lot (DTW Tanah Lot) memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan manca negara.

Masih ada lagi mereka yang berasal dari Desa Candikuning Kecamatan Baturiti lebih akrab menyebut dirinya berasal dari Bedugul. Kawasan Bedugul (DTW Bedugul) juga salah satu ikon pariwisata Bali memiliki daya tarik berupa hutan pegunungan dan danau dengan udaranya yang sejuk.

Begitulah sejumlah kawasan/obyek wisata terkenal di Bali seolah-olah “menenggelamkan” nama desa-desa asli. Penyebutan kawasan wisata terkenal tentu tidak salah, semua itu serta merta agar lebih mudah di pahami oleh orang lain dari pada menyebut desa asli yang brandingnya kalah jauh dengan  brading obyek wisata.  

Tetapi dari sisi kepentingan pariwisata budaya atau pelestarian budaya tentu fenomena  tersebut perlu mendapat kajian lebih lanjut, jangan sampai secara tidak sengaja kita membiarkan sesuatu yang membuat seseorang lupa dengan asal-usulnya, lupa dengan sejarah dan  tatanan leluhurnya.

Desa di Bali bukan sekedar batas-batas administratif, tetapi “Desa” adalah tempat/wilayah untuk belajar dan menerapkan nilai-nilai kerohanian dan pengetahuan suci (Weda). [T]

Tags: balidesaNamaPariwisata
Share33TweetSendShareSend
Previous Post

Menyepi di Tengah Keramaian

Next Post

Rezeki Meningkat Setelah Kusayangi Istriku – Catatan Seorang Suami Muda

Made Nurbawa

Made Nurbawa

Tinggal di Tabanan dan punya kecintaan yang besar terhadap tetek-bengek budaya pertanian. Tulisan-tulisannya bisa dilihat di madenurbawa.com

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Rezeki Meningkat Setelah Kusayangi Istriku – Catatan Seorang Suami Muda

Rezeki Meningkat Setelah Kusayangi Istriku - Catatan Seorang Suami Muda

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co