23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kisah Mahasiswa jadi Ayah, Kuliah Nyambi Kerja, Dunia Terasa Keras

Ricky Mahendra by Ricky Mahendra
March 13, 2019
in Esai
Kisah Mahasiswa jadi Ayah, Kuliah Nyambi Kerja, Dunia Terasa Keras

Ilustrasi foto diolah dari sumber di google

Hari itu, Selasa 12 Maret. Pagi hari aku bergegas ke Obonk. Bekerja. Kerja membantu Bli Komang mempersiapkan berbagai perlengkapan untuk berjualan.

Perlengkapan sudah siap. Bli Komang sudah buka. Aku pulang. Di rumah kudapati istriku sedang makan. Bukannya menawari aku makan, dia cuek tanpa menanyakan keadaanku yang lelah usai bekerja. Aku tidak mempermasalahkannya.

Aku ngeloyor ke kamar mandi untuk buang air kecil.  Di kamar mandi kulihat banyak cucian. Spontan  aku mencucinya. Tanganku mengembang dan mengelupas. Mungkin penyebabnya karena aku kebanyakan mencuci.  Karena di Obonk pun aku juga mencuci piring.

Dengan keadaan letih aku mencuci, aku tiba-tiba mendapati dalaman istriku. Terbersit dalam benakku, sebegitu capekkah istriku sehingga menyuci dalamannya pun tak sempat.

Aku ingin marah. Namun, mengingat betapa memang berat seorang istri yang merawat bayi dan sedang menyusui,  aku tersadar. Aku tak ingin marah dan membentak istriku. Aku tak mau istriku tertekan dan kemudian berpengaruh pada ASI yang diminum anakku.

Usai mencuci, Kembar, temanku, yang kusebut Bos Depeha, menghubungiku dan menanyakan keberadaanku. Ia mengajakku membuat tugas kuliah di kosnya. Tanpa pikir panjang aku bergegas menuju Jalan Sahadewa, tempat kos temanku. Aku berkutat dalam kosnya. Membuat tugas. Hingga akhirnya selesai jam 2 siang.

Aku buru-buru balik ke kos sendiri, karena jam tiga aku harus kuliah.

Sesampai di kosku, aku melihat istriku sedang memompa ASI yang dia persiapkan untuk anakku. Aku membantunya untuk memompa, namun tak banyak ASI yang bisa keluar dari payudaranya. Itu membuat pikiranku kacau, aku khawatir anakku tak mendapatkan asupan yang cukup. Muncul keinginan untuk membelikannya susu, walaupun sejujurnya aku tak ingin memberikan bayiku susu formula.

Terasa aman, aku bersiap kuliah. Anakku tertidur lelap, dan berharap tak akan menangis. Kuliahku tak perlu dibahas, karena tak ada satu pun kata-kata dosen yang aku ingat, mungkin di pikiranku sedang berkecamuk banyak hal.  

Setelah kuliah usai, aku pergi dengan sohibku. Dia teman yang selalu setia menemaniku ke mana pun dan dalam keadaan apa pun. Namanya Denok. Kami pergi ke rumah Bli Egar untuk memberikan uang DP rumah. Aku berbincang ditemani teh javana dan sebatang rokok.

Banyak hal yang kami bahas. Hal paling kuingat adalah sebuah pesan: “Bertemanlah dengan apa adanya, ketika kamu tidak punya ya katakan saja sejujurnya tidak punya. Agar tak ada kecanggungan yang muncul”

Sepulang dari rumah Bli Egar aku singgah di pasar senggol untuk membelikan istri tercintaku lauk makan.

Di warung pasar senggol, kusempatkan juga mengobrol dengan Denok tentang beberapa hal. Antara lain tentang orang cerdas yang tak mau berinteraksi dengan lingkungannya. Ia juga menegurku agar tak terlalu protektif terhadap anak. “Jika Tuhan berkendak untuk membuatnya sakit, misalnya sebagai proses adaptasi dalam tubuhnya, ya, si bayi akan sakit, walaupun seberapa protektifnya kamu terhadap anakmu,” ujarnya.

Melihat jam, ternyata pukul 18:30. Aku mengajaknya beranjak dari warung itu. Karena menjelang malam itu aku harus kuliah TIK.

Sesampainya di kosku, aku mendapati anakku sedang digendong neneknya dan istriku keluar membeli lauk. Aku duduk sebentar sembari mengelus Putu, anakku. Bersamaan dengan itu, aku melihat Radipa, teman kuliahku bersiap berangkat kuliah dan akupun memintanya untuk barengan, karena motorku dipakai istriku.

Aku berangkat dan tibalah di kampus.  Dosen yang mengajarku Pak Laba. Dia sosok dosen yang aku sukai. Dia baik, ramah dan tak suka memintaku mencari jurnal seperti Pak Su. Sama seperti kuliah tadi sore, pada kuliah jelang malam ini pun tak banyak pelajaran yang kudapat karena pikiranku entah di mana.

Aku pulang kuliah jam 20:42.  Sesampai di kos aku cepat-cepat ambil makanan, tentu karena lapar. Jam 9 malam aku harus berangkat kerja.

Sebelum berangkat kerja sempat kulihat temanku bermalas-malasan di kasur dengan HP-nya, sedangkan pada saat itu juga aku harus pergi bekerja untuk menambah uang bekalku.

Melihat teman yang santai dengan keadaannya yang seperti tanpa beban, di hati ini timbul rasa iri. Namun aku meyakinkan diriku dan percaya bahwa suatu saat nanti aku akan sukses dengan perusahaanku. Dan aku bayangkan, dia, temanku itu, sedang membuat CV (curriculum vitae) untuk melamar pekerjaan di kantorku.

Di Obonk, di tempat kerjaku, aku disapa dengan ramah oleh Bli Komang. Ia mengira aku tak akan datang karena aku sibuk kuliah. Aku merasa tak enak dengan kebaikannya, dia selalu menampung keluh kesahku dan memberikanku solusi.

Setelah selesai mencuci piring ia menyuruhku untuk segera pulang dan beristirahat. Aku berterimakasih atas kebaikannya.

Sesampai di kos aku melihat istriku tertidur lelap dan Putu ada di sampingnya. Istriku tak menyapaku, dia hanya mengintip dan melanjutkan tidurnya. Aku tak ingin mengganggunya, aku berinisiatif untuk mengambil kursi di luar untuk kujadikan kasur. Aku tidur di atas kursi. Kurasa tulangku nyeri beradu dengan kursi kayu.

Tibalah saat aku mengambil HP dan mengetik kegiatanku pada satu hari yang sibuk itu. [T]

Tags: Keluargakuliah sambil kerjamahasiswaPendidikan
Share14TweetSendShareSend
Previous Post

Hyang Ibu

Next Post

Father

Ricky Mahendra

Ricky Mahendra

Mahasiswa PGSD Undiksha. Sedang merangkap jadi ayah

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Father

Father

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co