2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kisah Mahasiswa jadi Ayah, Kuliah Nyambi Kerja, Dunia Terasa Keras

Ricky Mahendra by Ricky Mahendra
March 13, 2019
in Esai
Kisah Mahasiswa jadi Ayah, Kuliah Nyambi Kerja, Dunia Terasa Keras

Ilustrasi foto diolah dari sumber di google

Hari itu, Selasa 12 Maret. Pagi hari aku bergegas ke Obonk. Bekerja. Kerja membantu Bli Komang mempersiapkan berbagai perlengkapan untuk berjualan.

Perlengkapan sudah siap. Bli Komang sudah buka. Aku pulang. Di rumah kudapati istriku sedang makan. Bukannya menawari aku makan, dia cuek tanpa menanyakan keadaanku yang lelah usai bekerja. Aku tidak mempermasalahkannya.

Aku ngeloyor ke kamar mandi untuk buang air kecil.  Di kamar mandi kulihat banyak cucian. Spontan  aku mencucinya. Tanganku mengembang dan mengelupas. Mungkin penyebabnya karena aku kebanyakan mencuci.  Karena di Obonk pun aku juga mencuci piring.

Dengan keadaan letih aku mencuci, aku tiba-tiba mendapati dalaman istriku. Terbersit dalam benakku, sebegitu capekkah istriku sehingga menyuci dalamannya pun tak sempat.

Aku ingin marah. Namun, mengingat betapa memang berat seorang istri yang merawat bayi dan sedang menyusui,  aku tersadar. Aku tak ingin marah dan membentak istriku. Aku tak mau istriku tertekan dan kemudian berpengaruh pada ASI yang diminum anakku.

Usai mencuci, Kembar, temanku, yang kusebut Bos Depeha, menghubungiku dan menanyakan keberadaanku. Ia mengajakku membuat tugas kuliah di kosnya. Tanpa pikir panjang aku bergegas menuju Jalan Sahadewa, tempat kos temanku. Aku berkutat dalam kosnya. Membuat tugas. Hingga akhirnya selesai jam 2 siang.

Aku buru-buru balik ke kos sendiri, karena jam tiga aku harus kuliah.

Sesampai di kosku, aku melihat istriku sedang memompa ASI yang dia persiapkan untuk anakku. Aku membantunya untuk memompa, namun tak banyak ASI yang bisa keluar dari payudaranya. Itu membuat pikiranku kacau, aku khawatir anakku tak mendapatkan asupan yang cukup. Muncul keinginan untuk membelikannya susu, walaupun sejujurnya aku tak ingin memberikan bayiku susu formula.

Terasa aman, aku bersiap kuliah. Anakku tertidur lelap, dan berharap tak akan menangis. Kuliahku tak perlu dibahas, karena tak ada satu pun kata-kata dosen yang aku ingat, mungkin di pikiranku sedang berkecamuk banyak hal.  

Setelah kuliah usai, aku pergi dengan sohibku. Dia teman yang selalu setia menemaniku ke mana pun dan dalam keadaan apa pun. Namanya Denok. Kami pergi ke rumah Bli Egar untuk memberikan uang DP rumah. Aku berbincang ditemani teh javana dan sebatang rokok.

Banyak hal yang kami bahas. Hal paling kuingat adalah sebuah pesan: “Bertemanlah dengan apa adanya, ketika kamu tidak punya ya katakan saja sejujurnya tidak punya. Agar tak ada kecanggungan yang muncul”

Sepulang dari rumah Bli Egar aku singgah di pasar senggol untuk membelikan istri tercintaku lauk makan.

Di warung pasar senggol, kusempatkan juga mengobrol dengan Denok tentang beberapa hal. Antara lain tentang orang cerdas yang tak mau berinteraksi dengan lingkungannya. Ia juga menegurku agar tak terlalu protektif terhadap anak. “Jika Tuhan berkendak untuk membuatnya sakit, misalnya sebagai proses adaptasi dalam tubuhnya, ya, si bayi akan sakit, walaupun seberapa protektifnya kamu terhadap anakmu,” ujarnya.

Melihat jam, ternyata pukul 18:30. Aku mengajaknya beranjak dari warung itu. Karena menjelang malam itu aku harus kuliah TIK.

Sesampainya di kosku, aku mendapati anakku sedang digendong neneknya dan istriku keluar membeli lauk. Aku duduk sebentar sembari mengelus Putu, anakku. Bersamaan dengan itu, aku melihat Radipa, teman kuliahku bersiap berangkat kuliah dan akupun memintanya untuk barengan, karena motorku dipakai istriku.

Aku berangkat dan tibalah di kampus.  Dosen yang mengajarku Pak Laba. Dia sosok dosen yang aku sukai. Dia baik, ramah dan tak suka memintaku mencari jurnal seperti Pak Su. Sama seperti kuliah tadi sore, pada kuliah jelang malam ini pun tak banyak pelajaran yang kudapat karena pikiranku entah di mana.

Aku pulang kuliah jam 20:42.  Sesampai di kos aku cepat-cepat ambil makanan, tentu karena lapar. Jam 9 malam aku harus berangkat kerja.

Sebelum berangkat kerja sempat kulihat temanku bermalas-malasan di kasur dengan HP-nya, sedangkan pada saat itu juga aku harus pergi bekerja untuk menambah uang bekalku.

Melihat teman yang santai dengan keadaannya yang seperti tanpa beban, di hati ini timbul rasa iri. Namun aku meyakinkan diriku dan percaya bahwa suatu saat nanti aku akan sukses dengan perusahaanku. Dan aku bayangkan, dia, temanku itu, sedang membuat CV (curriculum vitae) untuk melamar pekerjaan di kantorku.

Di Obonk, di tempat kerjaku, aku disapa dengan ramah oleh Bli Komang. Ia mengira aku tak akan datang karena aku sibuk kuliah. Aku merasa tak enak dengan kebaikannya, dia selalu menampung keluh kesahku dan memberikanku solusi.

Setelah selesai mencuci piring ia menyuruhku untuk segera pulang dan beristirahat. Aku berterimakasih atas kebaikannya.

Sesampai di kos aku melihat istriku tertidur lelap dan Putu ada di sampingnya. Istriku tak menyapaku, dia hanya mengintip dan melanjutkan tidurnya. Aku tak ingin mengganggunya, aku berinisiatif untuk mengambil kursi di luar untuk kujadikan kasur. Aku tidur di atas kursi. Kurasa tulangku nyeri beradu dengan kursi kayu.

Tibalah saat aku mengambil HP dan mengetik kegiatanku pada satu hari yang sibuk itu. [T]

Tags: Keluargakuliah sambil kerjamahasiswaPendidikan
Share14TweetSendShareSend
Previous Post

Hyang Ibu

Next Post

Father

Ricky Mahendra

Ricky Mahendra

Mahasiswa PGSD Undiksha. Sedang merangkap jadi ayah

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Father

Father

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co