24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kisah Mahasiswa jadi Ayah, Kuliah Nyambi Kerja, Dunia Terasa Keras

Ricky Mahendra by Ricky Mahendra
March 13, 2019
in Esai
Kisah Mahasiswa jadi Ayah, Kuliah Nyambi Kerja, Dunia Terasa Keras

Ilustrasi foto diolah dari sumber di google

Hari itu, Selasa 12 Maret. Pagi hari aku bergegas ke Obonk. Bekerja. Kerja membantu Bli Komang mempersiapkan berbagai perlengkapan untuk berjualan.

Perlengkapan sudah siap. Bli Komang sudah buka. Aku pulang. Di rumah kudapati istriku sedang makan. Bukannya menawari aku makan, dia cuek tanpa menanyakan keadaanku yang lelah usai bekerja. Aku tidak mempermasalahkannya.

Aku ngeloyor ke kamar mandi untuk buang air kecil.  Di kamar mandi kulihat banyak cucian. Spontan  aku mencucinya. Tanganku mengembang dan mengelupas. Mungkin penyebabnya karena aku kebanyakan mencuci.  Karena di Obonk pun aku juga mencuci piring.

Dengan keadaan letih aku mencuci, aku tiba-tiba mendapati dalaman istriku. Terbersit dalam benakku, sebegitu capekkah istriku sehingga menyuci dalamannya pun tak sempat.

Aku ingin marah. Namun, mengingat betapa memang berat seorang istri yang merawat bayi dan sedang menyusui,  aku tersadar. Aku tak ingin marah dan membentak istriku. Aku tak mau istriku tertekan dan kemudian berpengaruh pada ASI yang diminum anakku.

Usai mencuci, Kembar, temanku, yang kusebut Bos Depeha, menghubungiku dan menanyakan keberadaanku. Ia mengajakku membuat tugas kuliah di kosnya. Tanpa pikir panjang aku bergegas menuju Jalan Sahadewa, tempat kos temanku. Aku berkutat dalam kosnya. Membuat tugas. Hingga akhirnya selesai jam 2 siang.

Aku buru-buru balik ke kos sendiri, karena jam tiga aku harus kuliah.

Sesampai di kosku, aku melihat istriku sedang memompa ASI yang dia persiapkan untuk anakku. Aku membantunya untuk memompa, namun tak banyak ASI yang bisa keluar dari payudaranya. Itu membuat pikiranku kacau, aku khawatir anakku tak mendapatkan asupan yang cukup. Muncul keinginan untuk membelikannya susu, walaupun sejujurnya aku tak ingin memberikan bayiku susu formula.

Terasa aman, aku bersiap kuliah. Anakku tertidur lelap, dan berharap tak akan menangis. Kuliahku tak perlu dibahas, karena tak ada satu pun kata-kata dosen yang aku ingat, mungkin di pikiranku sedang berkecamuk banyak hal.  

Setelah kuliah usai, aku pergi dengan sohibku. Dia teman yang selalu setia menemaniku ke mana pun dan dalam keadaan apa pun. Namanya Denok. Kami pergi ke rumah Bli Egar untuk memberikan uang DP rumah. Aku berbincang ditemani teh javana dan sebatang rokok.

Banyak hal yang kami bahas. Hal paling kuingat adalah sebuah pesan: “Bertemanlah dengan apa adanya, ketika kamu tidak punya ya katakan saja sejujurnya tidak punya. Agar tak ada kecanggungan yang muncul”

Sepulang dari rumah Bli Egar aku singgah di pasar senggol untuk membelikan istri tercintaku lauk makan.

Di warung pasar senggol, kusempatkan juga mengobrol dengan Denok tentang beberapa hal. Antara lain tentang orang cerdas yang tak mau berinteraksi dengan lingkungannya. Ia juga menegurku agar tak terlalu protektif terhadap anak. “Jika Tuhan berkendak untuk membuatnya sakit, misalnya sebagai proses adaptasi dalam tubuhnya, ya, si bayi akan sakit, walaupun seberapa protektifnya kamu terhadap anakmu,” ujarnya.

Melihat jam, ternyata pukul 18:30. Aku mengajaknya beranjak dari warung itu. Karena menjelang malam itu aku harus kuliah TIK.

Sesampainya di kosku, aku mendapati anakku sedang digendong neneknya dan istriku keluar membeli lauk. Aku duduk sebentar sembari mengelus Putu, anakku. Bersamaan dengan itu, aku melihat Radipa, teman kuliahku bersiap berangkat kuliah dan akupun memintanya untuk barengan, karena motorku dipakai istriku.

Aku berangkat dan tibalah di kampus.  Dosen yang mengajarku Pak Laba. Dia sosok dosen yang aku sukai. Dia baik, ramah dan tak suka memintaku mencari jurnal seperti Pak Su. Sama seperti kuliah tadi sore, pada kuliah jelang malam ini pun tak banyak pelajaran yang kudapat karena pikiranku entah di mana.

Aku pulang kuliah jam 20:42.  Sesampai di kos aku cepat-cepat ambil makanan, tentu karena lapar. Jam 9 malam aku harus berangkat kerja.

Sebelum berangkat kerja sempat kulihat temanku bermalas-malasan di kasur dengan HP-nya, sedangkan pada saat itu juga aku harus pergi bekerja untuk menambah uang bekalku.

Melihat teman yang santai dengan keadaannya yang seperti tanpa beban, di hati ini timbul rasa iri. Namun aku meyakinkan diriku dan percaya bahwa suatu saat nanti aku akan sukses dengan perusahaanku. Dan aku bayangkan, dia, temanku itu, sedang membuat CV (curriculum vitae) untuk melamar pekerjaan di kantorku.

Di Obonk, di tempat kerjaku, aku disapa dengan ramah oleh Bli Komang. Ia mengira aku tak akan datang karena aku sibuk kuliah. Aku merasa tak enak dengan kebaikannya, dia selalu menampung keluh kesahku dan memberikanku solusi.

Setelah selesai mencuci piring ia menyuruhku untuk segera pulang dan beristirahat. Aku berterimakasih atas kebaikannya.

Sesampai di kos aku melihat istriku tertidur lelap dan Putu ada di sampingnya. Istriku tak menyapaku, dia hanya mengintip dan melanjutkan tidurnya. Aku tak ingin mengganggunya, aku berinisiatif untuk mengambil kursi di luar untuk kujadikan kasur. Aku tidur di atas kursi. Kurasa tulangku nyeri beradu dengan kursi kayu.

Tibalah saat aku mengambil HP dan mengetik kegiatanku pada satu hari yang sibuk itu. [T]

Tags: Keluargakuliah sambil kerjamahasiswaPendidikan
Share14TweetSendShareSend
Previous Post

Hyang Ibu

Next Post

Father

Ricky Mahendra

Ricky Mahendra

Mahasiswa PGSD Undiksha. Sedang merangkap jadi ayah

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Father

Father

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co