23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cak Rusdi, Tentang Sehat, Sakit, dan Tetap Menulis

Taufikur Rahman Al Habsyi by Taufikur Rahman Al Habsyi
October 1, 2018
in Ulasan
Cak Rusdi, Tentang Sehat, Sakit, dan Tetap Menulis
  • Judul               : Seperti Roda Berputar (Catatan di Rumah Sakit)
  • Penulis             : Rusdi Mathari
  • Penerbit           : Mojok
  • Cetakan           : Cetakan Pertama, Juli 2018
  • Tebal               :vii+78 hlm
  • ISBN               : Tidak ada

“Saya harus mengetik, harus bertahan hidup. Menulis adalah perkerjaan saya. Karena itu saya mencoba menulis menggunakan gajet, meskipun dengan satu jari. Tangan kiri memegang gajet, jempol tangan kanan mengetik”. — Rusdi Mathari

Cak Rusdi sapaan akrab beberapa teman karib beliau. Lahir di Situbondo, 12 Oktober 1976. merupakan daerah tapal kuda (Sama seperti saya cuma berbeda kabupaten kota saja). Pernah bekerja sebagai wartawan lepas Suara Pembaharuan (1990-1994), redaktur InfoBank (1994-2000) dan Detik.com, anggota staf PDAT majalah Tempo (2001-2002), redaktur majalah Trust (2002-2005), redaktur pelaksana Koran Jakarta (2009-2011), pemimpin redaksi VHR Media (2012-2013), pemimpin redaksi VHR Media (2012-2013), dan terakhir sebagai redaktur eksekutif Rimanews.com (2015-2017). Peserta crash program reportase investigasi (ISAI Jakarta) di Bangkok, Thailand. Serta beberapa buku yang pernah ia terbitkan termasuk Seperti Roda Berputar (Catatan di Rumah Sakit, yang membuat saya berfikir lebih panjang tentang sakit, sehat, dan menulis.

Buku berukuran mini yang diterbitkan Mojok ini saya dapatkan dari sekian pemburuan buku karangan Cak Rusdi yang lainnya semisal; “Karena Jurnalisme Bukan Monopoli Wartawan”, “Mereka Sibuk Menghitung Langkah Ayam”.

“Jangan pernah sakit, teruslah sehat dan berbahagia. sakit itu sepi, menyakitkan, dan tentu saja mahal”.

Saya baru membuka awal halaman sudah mendapatkan tulisan seperti itu, rasa penasaran telah membawa saya semakin dalam menyelam dalam bacaan, tenggelam dalam cerita-cerita yang di coret Cak Rusdi dalam keadaan sakit. Buku mini ini memuat sederet tulisan Cak Rusdi yang dibuat di Mojok dengan rubrik khusus Infus. Tayang setiap hari senin.

Masuk rumah sakit bukan pengalaman baru bagi Cak Rusdi, menurut pengakuannya yang ia tulis sudah tiga kali di rawat di rumah sakit. Pertama, sekitar sembilan belas tahun lalu ketika tifus akut mengirimkannya ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Kedua, ketika ia harus di rawat di RS Kartika Pulomas. Wasir, ambeien, atau hemoroid. menyerang anusnya sampai pada titik yang tak terperikan.

Ketiga, semua berawal tahun 2016 dengan rasa nyeri yang menghantam punggungnya, Cak Rusdi berfikir waktu itu ia mengalami syaraf kejepit namun dua bulan setelahnya muncul benjolan di tengah punggung tentu sangat menyiksa dan membuatnya susah untuk bekerja. Setelah mencari tahu lewat internet dan konsultasi ke dokter onkologi (ahli kanker), dokter ortopedia yang memeriksa punggunnya hasil akhir positif terserang kanker. Sampai akhirnya harus terbaring kembali di rumah sakit karena kondisi (lima ruas tulang punggung) hancur di sergap kanker.

Rusdi Mathari

“Bayangkan pada suatu ketika otot-otot di tubuhmu lenyap seperti ditiup angin. Bayangkanlah pada suatu ketika dirimu kehilangan daya untuk memegang kapas”.

Kesehatan adalah rezeki paling nikmat yang di berikan oleh Tuhan, dalam bukunya ini Cak Rusdi dalam satu buah tulisannya ia menggambarkan seorang tokoh Ali Banat, anak muda keturunan Arab yang lahir dan besar di Sydney, Australia.

Ia pengusaha muda yang sukses luar biasa: Punya sejumlah mobil mewah yang rata-rata berharga di atas Rp 5 milliar, aneka sepatu yang seharga Rp 17 juta, sandal Rp 1 juta, kalung berlian hampir semilliar dan sebagainya. Namun langit seketika berubah menjadi gelap seakan Tuhan sedang murka karena ia di vonis dokter mengidap penyakit kanker stadium empat. Semua barang-barangnya disumbangkan kepada siapa pun yang membutuhkannya, ia lebih dekat kepada Tuhan meminta ampun atas segala khilafannya.

Cak Rusdi berkelakar bahwa ia dan Ali Banat hanya segelitir orang yang terserang penyakit yang mematikan itu. Cak Rusdi menganggap hal itu cara Tuhan untuk menyadarkannya arti sebuah kesehatan, nikmat dalam hidup, menghabiskan waktu untuk beristirahat, menghirup udara, dan terutama berdamai dengan diri sendiri setelah penyakit kanker bersarang ditubuhnya.

“Kalau fisikmu pengen sehat, BERGERAKLAH.

Kalau jiwamu pengen sehat, BERGERAKLAH.

MENENTANG HARUS SEPERTI IKAN”.

Bukan Tanpa perjuangan Cak Rusdi melawan penyakitnya. Mulai dari pelayanan BPJS yang seperti kucing-kucingan dengan pelayanan susahnya minta ampun. Untuk melakukan konsultasi saja harus antri panjang seperti meminta sumbangan. Selain itu ketika dokter ortopedia setuju dilakukan biopsi. maka syarat-syarat khusus berdatangan seperti pengajuan pengadaan jarum suntik biopsi seharga Rp2,5 juta yang belum tentu langsung disetujui. sedang untuk biopsinya sendiri harus membayar Rp110 juta. alamak susahnya orang sakit di negeri ini. Maka tak heran jika ada celetuk “Orang miskin dilarang sakit”

Secara keseluruhan buku “Seperti Roda Berputar (Catatan di Rumah Sakit)” adalah perasaan ketar-ketir Cak Rusdi selama berada di rumah sakit. Semua ia lalui dengan membuat catatan di sebuah gajetnya dengan susah payah ia ketik. Mulai sebelum operasi, suasana dalam operasi, sampai pasca operasi. Secara detail ia usut segala benang takdir Tuhan ia harus di gerogoti kanker yang memangsa tubuhnya perlahan.

Ajal membawa Cak Rusdi pulang, tepat Jumat pagi, 2 Maret 2018. Jazadnya boleh hilang oleh tanah yang menimbun, tetapi tidak dengan segala kenang dan tulisan-tulisan yang ia tinggalkan. Saya tidak bisa membayangkan jika berada di posisi beliau, apakah saya akan tetap bersyukur dengan penyakit yang selalu mengancam kematian, apakah saya akan tetap menulis meski tubuh susah payah bergerak di bantu selang-selang medis.

Ah… Tentu Cak Rusdi telah membuat saya sadar bahwa kematian membawa kedamaian dengan cara lain; meninggalkan tulisan sebelum benar-benar di panggil Tuhan!

NB : Alfatiha teruntuk Almarhum, dan mari berdo`a untuk kita selalu sehat, dan selalu belajar dari setiap kejadian, dan selalu mencintai perbedaan untuk sebuah kedamain. Aminn!

Tags: Bukukesehatanpenulistokoh
Share20TweetSendShareSend
Previous Post

Bagaimana Kalau Sekolah Dibubarkan Saja? – Renungan Saat PPL

Next Post

Novel I Ktoet Soekrata, Budayawan dari Bubunan, Bali Utara – Catatan Harian Sugi Lanus

Taufikur Rahman Al Habsyi

Taufikur Rahman Al Habsyi

Biasa dipanggil Koko Opik. Lahir di Bondowoso, 05-06-1998. Anak kedua dari pasangan Arjas dan Irliya, orang tua yang selalu berjuang membahagiakan anak-anaknya.

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Novel I Ktoet Soekrata, Budayawan dari Bubunan, Bali Utara – Catatan Harian Sugi Lanus

Novel I Ktoet Soekrata, Budayawan dari Bubunan, Bali Utara – Catatan Harian Sugi Lanus

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co