12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cak Rusdi, Tentang Sehat, Sakit, dan Tetap Menulis

Taufikur Rahman Al Habsyi by Taufikur Rahman Al Habsyi
October 1, 2018
in Ulasan
Cak Rusdi, Tentang Sehat, Sakit, dan Tetap Menulis
  • Judul               : Seperti Roda Berputar (Catatan di Rumah Sakit)
  • Penulis             : Rusdi Mathari
  • Penerbit           : Mojok
  • Cetakan           : Cetakan Pertama, Juli 2018
  • Tebal               :vii+78 hlm
  • ISBN               : Tidak ada

“Saya harus mengetik, harus bertahan hidup. Menulis adalah perkerjaan saya. Karena itu saya mencoba menulis menggunakan gajet, meskipun dengan satu jari. Tangan kiri memegang gajet, jempol tangan kanan mengetik”. — Rusdi Mathari

Cak Rusdi sapaan akrab beberapa teman karib beliau. Lahir di Situbondo, 12 Oktober 1976. merupakan daerah tapal kuda (Sama seperti saya cuma berbeda kabupaten kota saja). Pernah bekerja sebagai wartawan lepas Suara Pembaharuan (1990-1994), redaktur InfoBank (1994-2000) dan Detik.com, anggota staf PDAT majalah Tempo (2001-2002), redaktur majalah Trust (2002-2005), redaktur pelaksana Koran Jakarta (2009-2011), pemimpin redaksi VHR Media (2012-2013), pemimpin redaksi VHR Media (2012-2013), dan terakhir sebagai redaktur eksekutif Rimanews.com (2015-2017). Peserta crash program reportase investigasi (ISAI Jakarta) di Bangkok, Thailand. Serta beberapa buku yang pernah ia terbitkan termasuk Seperti Roda Berputar (Catatan di Rumah Sakit, yang membuat saya berfikir lebih panjang tentang sakit, sehat, dan menulis.

Buku berukuran mini yang diterbitkan Mojok ini saya dapatkan dari sekian pemburuan buku karangan Cak Rusdi yang lainnya semisal; “Karena Jurnalisme Bukan Monopoli Wartawan”, “Mereka Sibuk Menghitung Langkah Ayam”.

“Jangan pernah sakit, teruslah sehat dan berbahagia. sakit itu sepi, menyakitkan, dan tentu saja mahal”.

Saya baru membuka awal halaman sudah mendapatkan tulisan seperti itu, rasa penasaran telah membawa saya semakin dalam menyelam dalam bacaan, tenggelam dalam cerita-cerita yang di coret Cak Rusdi dalam keadaan sakit. Buku mini ini memuat sederet tulisan Cak Rusdi yang dibuat di Mojok dengan rubrik khusus Infus. Tayang setiap hari senin.

Masuk rumah sakit bukan pengalaman baru bagi Cak Rusdi, menurut pengakuannya yang ia tulis sudah tiga kali di rawat di rumah sakit. Pertama, sekitar sembilan belas tahun lalu ketika tifus akut mengirimkannya ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Kedua, ketika ia harus di rawat di RS Kartika Pulomas. Wasir, ambeien, atau hemoroid. menyerang anusnya sampai pada titik yang tak terperikan.

Ketiga, semua berawal tahun 2016 dengan rasa nyeri yang menghantam punggungnya, Cak Rusdi berfikir waktu itu ia mengalami syaraf kejepit namun dua bulan setelahnya muncul benjolan di tengah punggung tentu sangat menyiksa dan membuatnya susah untuk bekerja. Setelah mencari tahu lewat internet dan konsultasi ke dokter onkologi (ahli kanker), dokter ortopedia yang memeriksa punggunnya hasil akhir positif terserang kanker. Sampai akhirnya harus terbaring kembali di rumah sakit karena kondisi (lima ruas tulang punggung) hancur di sergap kanker.

Rusdi Mathari

“Bayangkan pada suatu ketika otot-otot di tubuhmu lenyap seperti ditiup angin. Bayangkanlah pada suatu ketika dirimu kehilangan daya untuk memegang kapas”.

Kesehatan adalah rezeki paling nikmat yang di berikan oleh Tuhan, dalam bukunya ini Cak Rusdi dalam satu buah tulisannya ia menggambarkan seorang tokoh Ali Banat, anak muda keturunan Arab yang lahir dan besar di Sydney, Australia.

Ia pengusaha muda yang sukses luar biasa: Punya sejumlah mobil mewah yang rata-rata berharga di atas Rp 5 milliar, aneka sepatu yang seharga Rp 17 juta, sandal Rp 1 juta, kalung berlian hampir semilliar dan sebagainya. Namun langit seketika berubah menjadi gelap seakan Tuhan sedang murka karena ia di vonis dokter mengidap penyakit kanker stadium empat. Semua barang-barangnya disumbangkan kepada siapa pun yang membutuhkannya, ia lebih dekat kepada Tuhan meminta ampun atas segala khilafannya.

Cak Rusdi berkelakar bahwa ia dan Ali Banat hanya segelitir orang yang terserang penyakit yang mematikan itu. Cak Rusdi menganggap hal itu cara Tuhan untuk menyadarkannya arti sebuah kesehatan, nikmat dalam hidup, menghabiskan waktu untuk beristirahat, menghirup udara, dan terutama berdamai dengan diri sendiri setelah penyakit kanker bersarang ditubuhnya.

“Kalau fisikmu pengen sehat, BERGERAKLAH.

Kalau jiwamu pengen sehat, BERGERAKLAH.

MENENTANG HARUS SEPERTI IKAN”.

Bukan Tanpa perjuangan Cak Rusdi melawan penyakitnya. Mulai dari pelayanan BPJS yang seperti kucing-kucingan dengan pelayanan susahnya minta ampun. Untuk melakukan konsultasi saja harus antri panjang seperti meminta sumbangan. Selain itu ketika dokter ortopedia setuju dilakukan biopsi. maka syarat-syarat khusus berdatangan seperti pengajuan pengadaan jarum suntik biopsi seharga Rp2,5 juta yang belum tentu langsung disetujui. sedang untuk biopsinya sendiri harus membayar Rp110 juta. alamak susahnya orang sakit di negeri ini. Maka tak heran jika ada celetuk “Orang miskin dilarang sakit”

Secara keseluruhan buku “Seperti Roda Berputar (Catatan di Rumah Sakit)” adalah perasaan ketar-ketir Cak Rusdi selama berada di rumah sakit. Semua ia lalui dengan membuat catatan di sebuah gajetnya dengan susah payah ia ketik. Mulai sebelum operasi, suasana dalam operasi, sampai pasca operasi. Secara detail ia usut segala benang takdir Tuhan ia harus di gerogoti kanker yang memangsa tubuhnya perlahan.

Ajal membawa Cak Rusdi pulang, tepat Jumat pagi, 2 Maret 2018. Jazadnya boleh hilang oleh tanah yang menimbun, tetapi tidak dengan segala kenang dan tulisan-tulisan yang ia tinggalkan. Saya tidak bisa membayangkan jika berada di posisi beliau, apakah saya akan tetap bersyukur dengan penyakit yang selalu mengancam kematian, apakah saya akan tetap menulis meski tubuh susah payah bergerak di bantu selang-selang medis.

Ah… Tentu Cak Rusdi telah membuat saya sadar bahwa kematian membawa kedamaian dengan cara lain; meninggalkan tulisan sebelum benar-benar di panggil Tuhan!

NB : Alfatiha teruntuk Almarhum, dan mari berdo`a untuk kita selalu sehat, dan selalu belajar dari setiap kejadian, dan selalu mencintai perbedaan untuk sebuah kedamain. Aminn!

Tags: Bukukesehatanpenulistokoh
Share20TweetSendShareSend
Previous Post

Bagaimana Kalau Sekolah Dibubarkan Saja? – Renungan Saat PPL

Next Post

Novel I Ktoet Soekrata, Budayawan dari Bubunan, Bali Utara – Catatan Harian Sugi Lanus

Taufikur Rahman Al Habsyi

Taufikur Rahman Al Habsyi

Biasa dipanggil Koko Opik. Lahir di Bondowoso, 05-06-1998. Anak kedua dari pasangan Arjas dan Irliya, orang tua yang selalu berjuang membahagiakan anak-anaknya.

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Novel I Ktoet Soekrata, Budayawan dari Bubunan, Bali Utara – Catatan Harian Sugi Lanus

Novel I Ktoet Soekrata, Budayawan dari Bubunan, Bali Utara – Catatan Harian Sugi Lanus

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co