20 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Komang Puja Savitri by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
in Khas
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Budayawan dan peneliti naskah kuno asal Buleleng, Sugi Lanus, sebagai narasumber dalam seminar kebudayaan di Bulfes 2026 | Foto: Istimewa

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng Festival (Bulfest) 2026. Budayawan dan peneliti naskah kuno asal Buleleng, Sugi Lanus, hadir sebagai narasumber dalam seminar kebudayaan yang membahas fenomena brain drain atau eksodus talenta terdidik yang dinilai mengancam keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Buleleng.

Bagi Sugi Lanus, persoalan tersebut tidak cukup dilihat sebagai masalah ekonomi masa kini. Perpindahan talenta terdidik, baik ke Bali Selatan maupun ke luar negeri, menurutnya memiliki kaitan dengan perubahan posisi Buleleng dalam perjalanan sejarah Bali.

“Kita harus melihat sejarah secara jernih. Antara tahun 1849 hingga 1958, Singaraja adalah ibu kota Bali dan Kepulauan Sunda Kecil. Kota ini adalah magnet birokrasi dan pusat literasi termaju, rumah bagi peradaban intelektual yang melahirkan institusi legendaris seperti Gedong Kirtya. Namun, ketika pusat pemerintahan dipindahkan secara total ke Denpasar pada tahun 1958, Buleleng seketika kehilangan pengaruh politik dan ekonominya,” ujar Sugi Lanus di hadapan ratusan perwakilan pemuda, akademisi, dan praktisi industri kreatif Bali Utara.

Menurut Sugi Lanus, perubahan pusat pemerintahan tersebut turut memengaruhi pola perpindahan masyarakat Buleleng dari generasi ke generasi. Buleleng yang dikenal sebagai “Kota Pendidikan” terus meluluskan ribuan sarjana melalui berbagai perguruan tinggi lokal. Namun, ketersediaan lapangan kerja yang mampu menyerap keahlian spesifik mereka belum sebanding dengan jumlah lulusan. Akibatnya, banyak lulusan memilih mencari peluang di luar daerah, sementara sejumlah sektor lokal, termasuk pertanian dan industri kreatif, kehilangan tenaga muda yang dapat membawa perubahan.

Memutus Rantai Degradasi Produktivitas di Hulu

Persoalan tersebut, kata Sugi Lanus, tidak hanya berkaitan dengan daya tarik ekonomi di luar Buleleng. Ia juga menyoroti kondisi sosial di tingkat desa yang menurutnya turut memengaruhi produktivitas generasi muda.

Ia menekankan bahwa brain drain perlu dilihat bersama persoalan lingkungan sosial yang membentuk pilihan dan kebiasaan anak muda. Aktivitas nonproduktif, menurutnya, perlu mendapat perhatian agar tidak berkembang menjadi kebiasaan yang menghambat potensi generasi muda.

“Kita tidak bisa membiarkan talenta-talenta muda kita layu sebelum berkembang. Pemerintah daerah bersama desa adat harus mengambil tindakan tegas untuk mengantisipasi penurunan produktivitas ini. Pengetatan izin hiburan malam liar, pembatasan kafe musik liar, serta pengawasan ketat terhadap penjualan alkohol terbuka di pelosok desa yang menyasar anak-anak di bawah umur harus segera dilakukan,” tegasnya.

Selain itu, Sugi Lanus menyoroti bahaya judi online (judol) dan judi konvensional seperti tajen liar, serta aksi balap liar di jalanan umum yang dinilainya dapat menggerus potensi generasi muda Buleleng. Menurutnya, maraknya aktivitas perjudian juga berpotensi mengurangi manfaat ekonomi dari dana kiriman atau remittance ribuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Buleleng di luar negeri.

Alih-alih menjadi modal produktif atau investasi agrobisnis di desa asal, ia menilai sebagian dana tersebut justru dapat terserap dalam aktivitas perjudian.

Karena itu, ia menawarkan perubahan arah dukungan anggaran terhadap aktivitas generasi muda. “Solusinya adalah pembalikan arah anggaran. Alokasikan pendanaan daerah secara masif untuk mendukung kegiatan positif pemuda, siswa, dan mahasiswa di bidang akademik, sastra, seni budaya, serta industri kreatif. Berikan mereka panggung dan ruang ekspresi yang sehat di tanah kelahiran mereka sendiri,” tambahnya.

Jembatan Solusi Masa Depan Buleleng

Dari persoalan tersebut, Sugi Lanus kemudian menawarkan sejumlah langkah yang menurutnya dapat menjadi jalan untuk memperkuat daya tarik Buleleng bagi generasi mudanya. Ia mengusulkan skema integratif lintas sektor yang mencakup modernisasi agraria, konektivitas digital, serta regulasi dan investasi produktif.

Pertama, modernisasi agraria (smart farming). Pertanian perlu dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi seperti Internet of Things (IoT). Menurut Sugi Lanus, pendekatan tersebut dapat mengubah citra bertani menjadi bidang usaha yang lebih menarik bagi generasi muda terdidik sekaligus menjawab persoalan semakin banyaknya petani berusia lanjut.

Kedua, konektivitas dan ekonomi digital. Infrastruktur internet berkecepatan tinggi hingga tingkat desa adat dinilai penting untuk membuka peluang kerja jarak jauh (remote working). Dengan konektivitas yang memadai, pemuda Buleleng dapat bekerja untuk perusahaan di luar daerah, bahkan perusahaan global, tanpa harus meninggalkan daerah asal.

Ketiga, regulasi dan investasi produktif. Sugi Lanus juga mendorong Pemerintah Kabupaten Buleleng merancang Peraturan Daerah (Perda) Inovasi untuk memberikan insentif bagi startup lokal. Selain itu, diperlukan badan kurasi yang dapat mengarahkan dana investasi PMI ke sektor riil di daerah sehingga remitan tidak hanya digunakan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi dapat berkembang menjadi modal usaha.

Gagasan tersebut menempatkan persoalan brain drain bukan semata-mata sebagai masalah perpindahan penduduk. Persoalannya juga berkaitan dengan bagaimana Buleleng menyediakan ruang bagi anak muda untuk belajar, bekerja, berkarya, dan membangun kehidupan yang layak tanpa harus meninggalkan tanah kelahirannya.

“Buleleng Festival bukan sekadar ajang selebrasi seni tahunan, melainkan momentum untuk merebut kembali marwah intelektual Bali Utara. Kita harus menghentikan laju brain drain ini dengan membangun ekosistem yang menghargai kecerdasan, menjaga ketertiban sosial, dan menyediakan masa depan yang layak bagi anak-anak muda di tanah kelahiran mereka sendiri,” pungkas Sugi Lanus menutup sesinya.[T]

Reporter/Penulis: Puja Savitri
Editor: Jaswanto

Tags: buleleng festivalBuleleng Festival 2026Bulfest 2026Sugi Lanus
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lampu Merah dan Mental Menerabas

Next Post

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

Komang Puja Savitri

Komang Puja Savitri

Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran
Bahasa

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional
Pendidikan

Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan teknologi di Kabupaten Buleleng. Langit Biru, siswa Timedoor Academy Singaraja,...

by Rusdy Ulu
October 19, 2026
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni
Esai

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU
Esai

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta
Ulas Rupa

Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta

DI Museum Bahari Jakarta, foto dan puisi mempertemukan kita dengan jejak sejarah Pulau Onrust, Cipir, dan Kelor. Melalui Pameran Foto...

by Emi Suy
October 19, 2026
Tak Sekadar Berlari, Mamaka Fun Run Vol. 3 Bawa Misi Edukasi Kesehatan Mental
Olahraga

Tak Sekadar Berlari, Mamaka Fun Run Vol. 3 Bawa Misi Edukasi Kesehatan Mental

KETIKA musik mulai diputar, tangan para peserta terangkat di atas kepala. Mereka bertepuk tangan mengikuti irama lagu “Gemu Fa Mi...

by Nyoman Budarsana
October 19, 2026
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata
Esai

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

by Angga Wijaya
October 19, 2026
Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra
Esai

Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

SEBUAH tulisan di ruang publik pada hakikatnya adalah undangan terbuka untuk berdiskusi. Melalui tanggapan kritis yang disampaikan oleh IGA Darma...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Begadang: Saat Malam Kehilangan Malamnya
Ulas Musik

Begadang: Saat Malam Kehilangan Malamnya

ADA masa ketika malam adalah malam. Setelah matahari tenggelam, kehidupan perlahan menurunkan volumenya. Warung mulai menutup pintu, pasar berhenti berisik,...

by Ahmad Sihabudin
October 19, 2026
Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media
Esai

Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

MALAM  itu saya menghubungi Aryantha Soethama melalui WhatsApp. Ia adalah penulis senior asal Bali yang mengawali kegiatan menulis sejak remaja,...

by Angga Wijaya
October 18, 2026
Di Balik Kata — Tanggapan atas Artikel I Made Sudiana
Esai

Di Balik Kata — Tanggapan atas Artikel I Made Sudiana

ARTIKEL I Made Sudiana, “Terminologi ‘Selam’ dan ‘Nyelam’ dalam Tradisi Bali” (NusaBali.com. 18/10/2029) mengangkat persoalan yang menarik: bagaimana kata-kata menyimpan...

by IGA Darma Putra
October 18, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co