17 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
August 16, 2026
in Panggung
Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

Gelar Karya bertajuk “Lihat Kebunku” yang dilaksanakan Bimba Rainbow Taman Giri di Alindra Villas & Spa, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali, Sabtu, 15 Agustus 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

ANAK-ANAK itu menebar senyum ceria. Di tengah halaman hijau yang teduh, mereka berlari, bermain, bernyanyi, dan berinteraksi bersama teman-temannya. Ruang yang biasanya menjadi tempat aktivitas para tamu hotel itu seolah berubah menjadi taman bermain sekaligus ruang belajar bagi anak-anak usia 3–6 tahun.

Wajah anak-anak itu betul-betul lepas. Jika sebelumnya mereka berekspresi di atas panggung, selanjutnya mereka berkreativitas bersama di halaman hijau. Suasananya akrab, penuh kebersamaan, dan terasa seperti berada di tengah keluarga besar yang damai.

Gambaran itulah yang terasa dalam kegiatan Gelar Karya bertajuk “Lihat Kebunku” yang dilaksanakan Bimba Rainbow Taman Giri di Alindra Villas & Spa, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali, Sabtu, 15 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-3 Bimba Rainbow Taman Giri yang berlokasi di Kelurahan Benoa itu.

Pengelola Bimba Rainbow Taman Giri, Michelle Natasha Lois | Foto: tatkala.co/Budarsana

Lebih dari sekadar perayaan ulang tahun, acara yang mengusung tema “Lihat Kebunku” itu memperlihatkan bagaimana seni dapat menjadi bagian dari proses pendidikan anak usia dini. Di balik setiap penampilan terdapat proses pembelajaran yang menempatkan seni sebagai sarana untuk membangun keberanian, kreativitas, kemampuan bersosialisasi, sekaligus mengenalkan nilai keberagaman sejak usia dini.

“Kami sengaja memilih tema “Lihat Kebunku” karena filosofi, bahwa setiap anak memiliki karakter dan potensi masing-masing untuk tumbuh dan berkembang. Kami menganggap anak-anak semua sebagai bunga. Mereka berbunga dan berbuah, sehingga nantinya bisa membanggakan orang tua dan negara,” ujar Pengelola Bimba Rainbow Taman Giri, Michelle Natasha Lois, di sela-sela acara.

Seni sebagai Ruang Tumbuh

Gagasan tentang setiap anak yang memiliki karakter dan potensi berbeda itu kemudian terlihat dalam berbagai penampilan yang disuguhkan. Sebanyak 105 dari 157 siswa ambil bagian dalam gelar karya tersebut. Mereka menampilkan berbagai karya seni yang diciptakan dan dipersiapkan bersama para tutor. Pertunjukan diawali dengan gerak dan lagu, kemudian dilanjutkan drama mini musikal bertema “Maukah Kamu Berteman Denganku”. Pertunjukan tersebut mengangkat pesan sederhana, namun penting bagi anak-anak, yakni belajar menerima perbedaan dan membuka diri untuk berteman dengan siapa saja.

Pesan tentang keberagaman juga hadir melalui penampilan berikutnya. Ada pula penampilan menyanyi dengan tema “Lihat Kebunku”. Anak-anak tampil sebagai bunga matahari, bunga lili, lebah, dan berbagai karakter lainnya. Keberagaman peran dan kostum tersebut bukan sekadar unsur visual pertunjukan, melainkan menjadi bagian dari pembelajaran untuk mengenalkan bahwa setiap anak memiliki karakter dan keunikan masing-masing.

Gelar Karya bertajuk “Lihat Kebunku” yang dilaksanakan Bimba Rainbow Taman Giri di Alindra Villas & Spa, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali, Sabtu, 15 Agustus 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Menariknya, dalam proses tersebut, anak-anak tidak dibebani tuntutan untuk tampil sempurna. Yang lebih penting adalah keberanian mereka untuk mencoba. “Dalam penyajian anak-anak itu, bukan dituntut masalah benar dan salah, sempurna atau tidak sempurna, tetapi lebih kepada menuntut rasa berani,” sebut Michelle.

Keberanian itu kemudian terlihat dalam penampilan sejumlah anak yang tampil secara mandiri di hadapan penonton. Ada yang menyanyikan lagu dengan iringan gitar hingga membacakan teks Pancasila. Bagi orang dewasa, penampilan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi anak usia dini, berdiri di atas panggung, berbicara di depan banyak orang, dan menyelesaikan penampilan merupakan proses penting dalam membangun kepercayaan diri. “Ada juga yang berani tampil sendiri membawakan sebuah lagu dengan diiringi sebuah gitar, sampai membacakan teks Pancasila,” ujarnya.

Keberanian yang tumbuh melalui pengalaman tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pendidikan anak usia dini tidak semestinya hanya diukur dari kemampuan membaca, menulis, dan berhitung atau calistung. Di Bimba Rainbow Taman Giri, proses belajar menggunakan pendekatan Play-Based Learning (PBL) atau pembelajaran berbasis bermain.

Melalui permainan dan aktivitas kreatif, anak mendapatkan stimulasi terhadap berbagai aspek perkembangan, mulai dari sosial, emosional, kognitif, bahasa, hingga kemampuan motorik kasar dan halus. “Anak-anak di sini tidak hanya sekadar datang, kemudian mengerjakan lembar soal lalu pulang. Kami mengajak mereka belajar sambil bermain dan bermakna. Makanya tagar kami adalah belajar, bermain, dan bermakna,” jelas Michelle.

Pendekatan tersebut juga mempertimbangkan bahwa setiap anak memiliki karakter, kemampuan, dan kecepatan belajar yang berbeda. Karena itu, proses pendidikan tidak dapat diseragamkan begitu saja. Pendekatan personal menjadi bagian penting agar setiap anak memperoleh ruang untuk berkembang sesuai potensinya.

Suasana Gelar Karya bertajuk “Lihat Kebunku” yang dilaksanakan Bimba Rainbow Taman Giri di Alindra Villas & Spa, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali, Sabtu, 15 Agustus 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Konsep pendidikan holistik tersebut menempatkan perkembangan anak secara lebih utuh. Anak tidak hanya diarahkan untuk memiliki kemampuan akademis, tetapi juga belajar bersosialisasi, mengelola emosi, membangun kepercayaan diri, bekerja sama, serta memahami lingkungan di sekitarnya.

Dalam proses seperti itu, seni memiliki ruang yang cukup penting. Bernyanyi, menari, bermain drama, atau sekadar tampil di depan orang lain dapat menjadi media belajar yang menyenangkan. Anak belajar berkomunikasi, mendengarkan, mengikuti aturan, mengingat peran, menunggu giliran, dan menghargai teman.

Keberanian yang Tumbuh dari Bermain

Semua proses tersebut tentu membutuhkan pendampingan yang tidak sedikit. Mendampingi anak usia 3–6 tahun bukan pekerjaan sederhana. Pada usia tersebut, anak sedang berada dalam fase penting pembentukan karakter dan perkembangan berbagai kemampuan dasar.

Michelle mengakui terdapat suka dan duka dalam mendampingi mereka. Salah satu momen yang terasa berat adalah ketika harus berpisah dengan anak-anak yang telah mendapatkan bimbingan di Bimba Rainbow Taman Giri karena mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Suasana Gelar Karya bertajuk “Lihat Kebunku” yang dilaksanakan Bimba Rainbow Taman Giri di Alindra Villas & Spa, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali, Sabtu, 15 Agustus 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

“Dukanya mungkin saat ditinggal mereka. Kami akui, untuk meng-handle anak-anak usia 3–6 tahun itu adalah sebuah pekerjaan yang tidak mudah,” ungkapnya.

Karena itu, peran tutor tidak berhenti pada kemampuan menyampaikan materi. Tutor juga dituntut memiliki kesabaran, kepedulian, dan kecintaan terhadap dunia anak. “Acara sukses hari ini juga berkat miss-miss-nya atau tutor, selain kerja sama dengan anak-anak dan orang tuanya,” jelas Michelle.

Selain tutor, orang tua memiliki peran yang tidak kalah penting. Kolaborasi antara tutor dan orang tua menjadi bagian dari proses tersebut. Pendidikan anak usia dini tidak hanya berlangsung di ruang belajar, tetapi juga berlanjut di rumah dan lingkungan sosial anak.

Apa yang dilakukan para tutor kemudian dapat dilihat dari pengalaman orang tua yang mengikuti perkembangan anak-anak mereka. Pengalaman tersebut dirasakan pula oleh orang tua peserta. Mama Greta dan Greya mengaku melihat perubahan pada keberanian dan kemampuan sosial anak setelah mengikuti proses pembelajaran di Bimba Rainbow Taman Giri.

Menurutnya, anak-anak kini lebih menikmati kegiatan bersama dan tidak lagi mudah merasa malu ketika harus tampil di hadapan banyak orang. “Kegiatan gelar karya membuat si anak sangat berani. Mereka tidak ada lagi rasa enggan atau malu saat tampil. Tidak ada wajah sedih, mereka bermain-main saja dan sangat enjoy dalam kegiatan ini,” akunya polos.

Ia juga melihat, pembelajaran yang diberikan tidak berhenti pada kemampuan akademis. Anak-anak mendapatkan kesempatan untuk belajar berinteraksi, mengenal karakter orang lain, dan membangun hubungan sosial. “Mereka tidak belajar menulis dan membaca saja, tetapi juga belajar karakter. Mereka di sini semuanya mau bergaul dengan siapa saja, tidak memilih-milih teman dan mereka aktif,” akunya.

Suasana Gelar Karya bertajuk “Lihat Kebunku” yang dilaksanakan Bimba Rainbow Taman Giri di Alindra Villas & Spa, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali, Sabtu, 15 Agustus 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

“Lihat Kebunku” pun tidak berhenti sebagai pertunjukan anak-anak di atas panggung. Setelah penampilan selesai, halaman hijau itu kembali menjadi tempat mereka bermain dan berinteraksi. Namun, pengalaman yang mereka jalani selama proses latihan dan pertunjukan telah memberi ruang untuk mencoba, tampil, bekerja sama, dan mengenal teman-temannya.

Setiap anak seperti bunga di dalam sebuah kebun. Ada yang tumbuh cepat, ada yang membutuhkan waktu lebih lama. Ada yang berani tampil di depan, ada pula yang masih membutuhkan pendampingan. Namun semuanya memiliki kesempatan untuk tumbuh.

Melalui seni, bermain, dan interaksi sosial, anak-anak belajar mengenal dirinya sekaligus belajar memahami orang lain.

Pagi itu, halaman hijau Alindra Villas & Spa menjadi ruang bagi mereka untuk mencoba. Ada yang bernyanyi, bermain peran, membacakan Pancasila, dan tampil dengan gitar. Ada pula yang mungkin masih malu-malu. Semua mendapat kesempatan untuk berada di tengah teman-temannya dan menikmati prosesnya.

Seperti kebun yang dirawat dengan cara berbeda untuk setiap tanamannya, anak-anak pun membutuhkan ruang tumbuh yang sesuai dengan karakter dan potensinya. Tugas orang dewasa adalah menemani proses itu, memberi kesempatan, dan membiarkan mereka berkembang tanpa harus menjadi sama.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Bimba Rainbow Taman GiriLihat Kebunku
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

Next Post

Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails
Next Post
Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

Pameran "Impulse", Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Panduan Lumut — Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir
Buku Tatkala

Panduan Lumut — Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir

Judul: Panduan Lumut -- Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Putri Wijaya ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 17, 2026
Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM
Esai

Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM

LIMA hari sudah antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) memenuhi SPBU di Pulau Bali. Antrean itu tidak hanya...

by I Wayan Artika
October 16, 2026
Ketika BBM Mengusik Kebutuhan Dasar: Membaca Bali dari Kaca Mata Maslow
Esai

Ketika BBM Mengusik Kebutuhan Dasar: Membaca Bali dari Kaca Mata Maslow

BAYANGKAN seorang tenaga medis yang baru saja menerima panggilan darurat. Seorang pasien membutuhkan pertolongan segera dan sudah terbaring di meja...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 16, 2026
Mengantre Bensin, Merayakan Kekalahan
Esai

Mengantre Bensin, Merayakan Kekalahan

ADA kejanggalan ketika mendapatkan bensin harus dirayakan sebagai sebuah kemenangan. Warga rela mengantre berjam-jam, menanti hingga dini hari, bahkan mengorbankan...

by Dede Putra Wiguna
October 16, 2026
Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali
Bahasa

Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali

SECARA pribadi, saya sebisa mungkin menghindari antrean BBM di Bali saat ini. Saya pernah berada di posisi itu dahulu, dan...

by I Made Sudiana
October 16, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Selembar Kain di Antara Aku dan Dunia: Ritual Menutup Gorden Ketika Senja

Ada sebuah tindakan kecil yang hampir selalu kita lakukan tanpa pernah bertanya mengapa. Ketika sore mulai turun, cahaya matahari perlahan...

by Tri Nugroho Adi
October 16, 2026
Hukum Tanah Air Bali
Buku Tatkala

Hukum Tanah Air Bali

Judul: Hukum Tanah Air Bali Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Made Pria Dharsana ISBN: Masih dalam proses Tebal:...

by Buku Tatkala
October 17, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Kemping yang Mencekam

LIBUR semester telah tiba. Mahasiswa dan anak sekolah dapat bersantai. Agung Santoso berencana memanfaatkan libur itu bersama keluarga. Ia ingin...

by Chusmeru
October 15, 2026
𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈
Pameran

𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈

Menteri Luar Negeri India, 𝐃𝐫. 𝐒. 𝐉𝐚𝐢𝐬𝐡𝐚𝐧𝐤𝐚𝐫, 12 Oktober 2026, membuka pameran 𝑁𝑖𝑟ā𝑚𝑎𝑦ā𝑡𝑎: 𝐻𝑒𝑎𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑎𝑛𝑑 𝑊𝑒𝑙𝑙𝑏𝑒𝑖𝑛𝑔 𝑖𝑛 𝑆𝑜𝑢𝑡ℎ 𝐴𝑠𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑒𝑥𝑡𝑠...

by tatkala
October 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari
Ulas Buku

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi
Esai

Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

Pagi ini, Selasa, 13 Oktober 2026, saya ikut mengantre bensin. Bukan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), melainkan di...

by Angga Wijaya
October 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co