17 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng

Komang Puja Savitri by Komang Puja Savitri
July 15, 2026
in Khas
Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng

Fokus grup diskusi (FGD) dalam rangka penyusunan buku biografi I Nyomanh Suma Argawa | Foto: tatkala.co

RUMAH itu kembali ramai, tetapi bukan karena bunyi pahat atau aroma cat yang biasa mengisi ruang-ruangnya. Sabtu, 11 Juli 2026 di kediaman almarhum I Nyoman Suma Argawa, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng, orang-orang datang membawa kenangan. Mereka duduk melingkar, membuka kembali kisah, karya, dan jejak seorang seniman yang sepanjang hidupnya memilih menjaga rupa Bali Utara.

Pertemuan itu dikemas dalam forum grup diskusi (FGD) sebagai bagian dari penyusunan buku biografi Penjaga Rupa Utara. Forum ini merangkai kembali cara berpikir, proses berkarya, dan kegelisahan yang menghidupi karya-karya I Nyoman Suma Argawa, sehingga perjalanan hidupnya dapat dipahami melalui jejak kreatif yang ia tinggalkan.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Bali, Iskandar Eko Priyotomo, mengingatkan bahwa merawat kebudayaan tidak pernah menjadi pekerjaan satu orang atau satu lembaga saja. Menurutnya, penyusunan buku biografi merupakan salah satu bentuk kolaborasi untuk membangun ekosistem pelestarian budaya.

“Budaya harus dikerjakan bersama. Buku ini menjadi salah satu cara membangun ekosistem agar generasi muda mengenal tokoh-tokoh besar yang lahir dari daerahnya sendiri,” ujarnya.

Baginya, yang paling berharga dari seorang maestro bukan hanya karya yang telah selesai dipajang, melainkan proses panjang di baliknya. Bagaimana sebuah gagasan muncul, bagaimana pengalaman hidup diolah menjadi bentuk, hingga akhirnya menjadi karya yang dapat diwariskan.

“Buku ini tidak berhenti sebagai catatan sejarah. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana orang bisa membaca proses kreatif seorang maestro,” katanya.

Paparan pula  disampaikan I Ketut Supir yang membaca karya-karya I Nyoman Suma Argawa sebagai sebuah bahasa visual. Ia melihat lukisan-lukisan sang maestro memadukan gaya dekoratif, ekspresionisme, dan kubisme, namun tetap berpijak pada tema-tema lokal seperti Barong, Rangda, Trimurti, Dewata Nawa Sanga, hingga berbagai figur mitologi Bali. Hal menarik baginya adalah keberanian menggunakan warna-warna cerah dan kontras yang jarang ditemui dalam tradisi seni rupa Bali Selatan.

“Suma pernah mengatakan, kita boleh belajar teknik ke Bali Selatan, tetapi jangan membawa rohnya. Roh Buleleng harus tetap dijaga,” kata Supir.

Kenangan personal datang dari Kadek Abdhi Yasa, dosen Program Studi Pendidikan Seni dan Budaya Keagamaan Hindu Institut Mpu Kuturan. Ia pertama kali mengenal almarhum bukan di panggung pertunjukan, melainkan lewat video-video tari topeng yang diunggah di media sosial.

Fokus grup diskusi (FGD) dalam rangka penyusunan buku biografi I Nyomanh Suma Argawa | Foto: tatkala.co

Pertemuan langsung baru terjadi pada 2020 ketika ia mendampingi mahasiswanya mewawancarai I Nyoman Suma Argawa untuk mata kuliah Seni Sakral.

“Saya datang ingin belajar topeng. Ternyata saya menemukan sosok yang menguasai begitu banyak bidang seni,” kenangnya.

Abdhi juga melihat bagaimana I Nyoman Suma Argawa mengeksplorasi berbagai medium berkesenian. Di rumahnya tersimpan topeng, lukisan, ukiran, hingga karya-karya bertema spiritual yang menunjukkan keluasan praktik artistiknya. Menurutnya, setiap karya yang dibuat almarhum selalu berangkat dari rasa agar memiliki taksu.

Ia juga mengenang bahwa pada masa itu I Nyoman Suma Argawa memilih memusatkan hidupnya pada tiga bidang, yakni melukis, membuat topeng, dan menarikan topeng. Bagi Abdhi, pilihan tersebut memperlihatkan kemandirian sekaligus totalitas seorang seniman dalam menjalani proses kreatifnya.

“Karya saya pertama-tama adalah untuk saya sendiri,” kenang Abdhi mengutip pesan almarhum. Baginya, ucapan yang dilontarkan itu menunjukkan bahwa seorang seniman terlebih dahulu berdamai dengan proses dan karyanya sendiri, sebelum menunggu penilaian dari orang lain.

Cerita lain datang dari murid sekaligus pengukir gaya Buleleng, I Gusti Bagus Nyoman Sura Adnyana. Ia mengenang I Nyoman Suma Argawa sebagai guru yang mengenalkannya pada dunia tari dan seni ukir sejak duduk di bangku SMP.

Menurut Sura Adnyana, almarhum termasuk orang yang melihat potensi batu apung sebagai media seni. Material yang sebelumnya hanya dianggap sebagai tanah urug itu diolah menjadi karya ukir yang bernilai artistik tinggi. Kini ia meneruskan penggunaan batu apung sebagai media berkarya dalam ukiran gaya Buleleng.

Foto bersama usai acara fokus grup diskusi (FGD) dalam rangka penyusunan buku biografi I Nyomanh Suma Argawa | Foto: tatkala.co

Ia juga menjelaskan karakter ukiran Bali Utara yang berbeda dengan daerah lain. Ukiran pada candi-candi di Buleleng, katanya, cenderung asimetris, dinamis, dan tidak menggunakan karang gajah seperti yang lazim ditemukan di Bali Selatan. Sebagai gantinya, muncul figur yaksa atau raksasa yang memberi kesan seolah-olah bergerak dan saling berkomunikasi.

“Semua daerah memiliki keunggulannya masing-masing. Tetapi Bali Utara punya karakter yang khas dan perlu terus dijaga,” ujarnya.

Penjaga rupa utara lahir dari perjalanan hidup I Nyoman Suma Argawa. Setiap karyanya penanda kesetiaannya merawat wajah Bali Utara dengan keyakinan yang nyaris fanatik. Kesetiaan itu tumbuh dari kecintaannya pada Buleleng dan terus hidup melalui orang-orang yang memilih melanjutkan jejaknya. [T]

Reporter/Penulis: Puja Savitri
Editor: Jaswanto

Tags: bulelengSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital

Next Post

Lelang Bank dan Kepastian Hukum: Antara Peluang Investasi dan Risiko Lapangan

Komang Puja Savitri

Komang Puja Savitri

Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
0
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

Read moreDetails

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails
Next Post
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Lelang Bank dan Kepastian Hukum: Antara Peluang Investasi dan Risiko Lapangan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

Oleh Sugi Lanus BUKTI perkawinan pengelana India kuno dan perempuan-perempuan Bali tidak hanya tertulis dalam prasasti Bali kuno, tetapi juga...

by Sugi Lanus
September 17, 2026
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar
Khas

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan
Panggung

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
Lift Rumah Mewah Kalea untuk Hunian Premium
Gaya

Lift Rumah Mewah Kalea untuk Hunian Premium

SAAT ini, banyak pemilik rumah mewah di Indonesia memilih menggunakan lift rumah mewah Indonesia dari Kalea karena lift ini dapat...

by tatkala
September 16, 2026
Membaca Naga Agus Kama Loedin
Ulas Rupa

Membaca Naga Agus Kama Loedin

---Venue Art, Batu & Studio, Batubulan, Gianyar, Bali | 12 September 2026 * Pameran "Jaga Raga Bara Jiwa" dibuka  Rektor...

by I Wayan Westa
September 16, 2026
Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan
Ulas Rupa

Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

Di Agung Rai Museum of Art atau ARMA, Ubud, Bali, pada Juli 2026, sebuah pohon penuh kuda hadir di antara...

by Angga Wijaya
September 16, 2026
Purbaya Yudhi Sadewa, Saatnya Berkarya Tanpa Pamrih di Luar Sistem
Esai

Purbaya Yudhi Sadewa, Saatnya Berkarya Tanpa Pamrih di Luar Sistem

SENIN, 14 September 2026, tidak ada suara petir yang menggelegar. Namun, masyarakat cukup dikejutkan oleh sebuah kabar yang sesungguhnya sudah...

by Agung Sudarsa
September 16, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026
Panggung

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
Suka-Duka di Rumah Sakit
Esai

Suka-Duka di Rumah Sakit

BEBERAPA minggu lalu, saya mengaitkan rumah sakit dengan konsep dukkha. Dalam Buddhisme, dukkha sering diterjemahkan sebagai penderitaan, tetapi maknanya jauh...

by Angga Wijaya
September 15, 2026
Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI
Esai

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

SUDAH lama saya ingin membicarakan persoalan bahasa daerah, khususnya bahasa Bali, di tengah ingar-bingar berbagai lomba seni dan sastra berbahasa...

by Nanoq da Kansas
September 14, 2026
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”
Esai

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co