30 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng

Komang Puja Savitri by Komang Puja Savitri
July 15, 2026
in Khas
Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng

Fokus grup diskusi (FGD) dalam rangka penyusunan buku biografi I Nyomanh Suma Argawa | Foto: tatkala.co

RUMAH itu kembali ramai, tetapi bukan karena bunyi pahat atau aroma cat yang biasa mengisi ruang-ruangnya. Sabtu, 11 Juli 2026 di kediaman almarhum I Nyoman Suma Argawa, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng, orang-orang datang membawa kenangan. Mereka duduk melingkar, membuka kembali kisah, karya, dan jejak seorang seniman yang sepanjang hidupnya memilih menjaga rupa Bali Utara.

Pertemuan itu dikemas dalam forum grup diskusi (FGD) sebagai bagian dari penyusunan buku biografi Penjaga Rupa Utara. Forum ini merangkai kembali cara berpikir, proses berkarya, dan kegelisahan yang menghidupi karya-karya I Nyoman Suma Argawa, sehingga perjalanan hidupnya dapat dipahami melalui jejak kreatif yang ia tinggalkan.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Bali, Iskandar Eko Priyotomo, mengingatkan bahwa merawat kebudayaan tidak pernah menjadi pekerjaan satu orang atau satu lembaga saja. Menurutnya, penyusunan buku biografi merupakan salah satu bentuk kolaborasi untuk membangun ekosistem pelestarian budaya.

“Budaya harus dikerjakan bersama. Buku ini menjadi salah satu cara membangun ekosistem agar generasi muda mengenal tokoh-tokoh besar yang lahir dari daerahnya sendiri,” ujarnya.

Baginya, yang paling berharga dari seorang maestro bukan hanya karya yang telah selesai dipajang, melainkan proses panjang di baliknya. Bagaimana sebuah gagasan muncul, bagaimana pengalaman hidup diolah menjadi bentuk, hingga akhirnya menjadi karya yang dapat diwariskan.

“Buku ini tidak berhenti sebagai catatan sejarah. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana orang bisa membaca proses kreatif seorang maestro,” katanya.

Paparan pula  disampaikan I Ketut Supir yang membaca karya-karya I Nyoman Suma Argawa sebagai sebuah bahasa visual. Ia melihat lukisan-lukisan sang maestro memadukan gaya dekoratif, ekspresionisme, dan kubisme, namun tetap berpijak pada tema-tema lokal seperti Barong, Rangda, Trimurti, Dewata Nawa Sanga, hingga berbagai figur mitologi Bali. Hal menarik baginya adalah keberanian menggunakan warna-warna cerah dan kontras yang jarang ditemui dalam tradisi seni rupa Bali Selatan.

“Suma pernah mengatakan, kita boleh belajar teknik ke Bali Selatan, tetapi jangan membawa rohnya. Roh Buleleng harus tetap dijaga,” kata Supir.

Kenangan personal datang dari Kadek Abdhi Yasa, dosen Program Studi Pendidikan Seni dan Budaya Keagamaan Hindu Institut Mpu Kuturan. Ia pertama kali mengenal almarhum bukan di panggung pertunjukan, melainkan lewat video-video tari topeng yang diunggah di media sosial.

Fokus grup diskusi (FGD) dalam rangka penyusunan buku biografi I Nyomanh Suma Argawa | Foto: tatkala.co

Pertemuan langsung baru terjadi pada 2020 ketika ia mendampingi mahasiswanya mewawancarai I Nyoman Suma Argawa untuk mata kuliah Seni Sakral.

“Saya datang ingin belajar topeng. Ternyata saya menemukan sosok yang menguasai begitu banyak bidang seni,” kenangnya.

Abdhi juga melihat bagaimana I Nyoman Suma Argawa mengeksplorasi berbagai medium berkesenian. Di rumahnya tersimpan topeng, lukisan, ukiran, hingga karya-karya bertema spiritual yang menunjukkan keluasan praktik artistiknya. Menurutnya, setiap karya yang dibuat almarhum selalu berangkat dari rasa agar memiliki taksu.

Ia juga mengenang bahwa pada masa itu I Nyoman Suma Argawa memilih memusatkan hidupnya pada tiga bidang, yakni melukis, membuat topeng, dan menarikan topeng. Bagi Abdhi, pilihan tersebut memperlihatkan kemandirian sekaligus totalitas seorang seniman dalam menjalani proses kreatifnya.

“Karya saya pertama-tama adalah untuk saya sendiri,” kenang Abdhi mengutip pesan almarhum. Baginya, ucapan yang dilontarkan itu menunjukkan bahwa seorang seniman terlebih dahulu berdamai dengan proses dan karyanya sendiri, sebelum menunggu penilaian dari orang lain.

Cerita lain datang dari murid sekaligus pengukir gaya Buleleng, I Gusti Bagus Nyoman Sura Adnyana. Ia mengenang I Nyoman Suma Argawa sebagai guru yang mengenalkannya pada dunia tari dan seni ukir sejak duduk di bangku SMP.

Menurut Sura Adnyana, almarhum termasuk orang yang melihat potensi batu apung sebagai media seni. Material yang sebelumnya hanya dianggap sebagai tanah urug itu diolah menjadi karya ukir yang bernilai artistik tinggi. Kini ia meneruskan penggunaan batu apung sebagai media berkarya dalam ukiran gaya Buleleng.

Foto bersama usai acara fokus grup diskusi (FGD) dalam rangka penyusunan buku biografi I Nyomanh Suma Argawa | Foto: tatkala.co

Ia juga menjelaskan karakter ukiran Bali Utara yang berbeda dengan daerah lain. Ukiran pada candi-candi di Buleleng, katanya, cenderung asimetris, dinamis, dan tidak menggunakan karang gajah seperti yang lazim ditemukan di Bali Selatan. Sebagai gantinya, muncul figur yaksa atau raksasa yang memberi kesan seolah-olah bergerak dan saling berkomunikasi.

“Semua daerah memiliki keunggulannya masing-masing. Tetapi Bali Utara punya karakter yang khas dan perlu terus dijaga,” ujarnya.

Penjaga rupa utara lahir dari perjalanan hidup I Nyoman Suma Argawa. Setiap karyanya penanda kesetiaannya merawat wajah Bali Utara dengan keyakinan yang nyaris fanatik. Kesetiaan itu tumbuh dari kecintaannya pada Buleleng dan terus hidup melalui orang-orang yang memilih melanjutkan jejaknya. [T]

Reporter/Penulis: Puja Savitri
Editor: Jaswanto

Tags: bulelengSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital

Next Post

Lelang Bank dan Kepastian Hukum: Antara Peluang Investasi dan Risiko Lapangan

Komang Puja Savitri

Komang Puja Savitri

Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
0
Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

ALUNAN lembut gamelan gangsa dan moncong reong berpadu dengan tembang-tembang klasik nan sakral, menghadirkan suasana khidmat yang sarat nuansa spiritual....

Read moreDetails

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
0
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

Read moreDetails

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails
Next Post
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Lelang Bank dan Kepastian Hukum: Antara Peluang Investasi dan Risiko Lapangan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu
Esai

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

by Agung Sudarsa
October 29, 2026
Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam
Panggung

Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

BAGAIMANA menuliskan luka yang sulit diungkapkan? Ketika trauma, kehilangan, dan ketidakadilan terasa begitu berat, mampukah kata-kata menggambarkan pengalaman yang menyakitkan...

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia
Panggung

Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

PERAGAAN busana yang mengusung konsep tekstil berkelanjutan tampil memikat dalam Labdanation Fashion Week Season III di panggung terbuka Sira Village,...

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan
Khas

Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

ALUNAN lembut gamelan gangsa dan moncong reong berpadu dengan tembang-tembang klasik nan sakral, menghadirkan suasana khidmat yang sarat nuansa spiritual....

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
Melancaran ke Desa Les: Melihat Les dari Sisi yang Lain
Liputan Khusus

Pemberdayaan Produk Lokal Setelah Desa Les Diganjar Penghargaan ADWI 2024

“MAKANYA, pengembangannya lebih kepada CBT sebenarnya—Community Based Tourism.” Nyoman Nadiana, yang akrab disapa Don Rare, mengucapkan kalimat itu ketika menjelaskan...

by Jaswanto
October 29, 2026
Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen
Panggung

Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

SELAMA ini Henry Manampiring dikenal sebagai penulis nonfiksi, terutama melalui Filosofi Teras yang mengupas filsafat Stoikisme. Namun, lewat kumpulan cerpen...

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Ujian Menuju Kedewasaan: Saat  Cinta Tidak Lagi Menuntut Kesempurnaan

Tidak semua masalah dalam hubungan dapat diselesaikan dengan percakapan ringan atau kompromi sederhana. Fase Ujian Perjalanan relasi cinta pasangan yang...

by Tri Nugroho Adi
October 29, 2026
B-GIDME 2026 Hadirkan 46 Karya dari 52 Desainer Lima Negara
Pameran

B-GIDME 2026 Hadirkan 46 Karya dari 52 Desainer Lima Negara

Bali-Global Innovative Design Map Exhibition (B-GIDME) 2026 resmi dibuka pada Senin, 26 Oktober 2026, di Neka Art Museum (NAM), Ubud,...

by Nyoman Budarsana
October 28, 2026
Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya
Panggung

Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

GUNAWAN Wicaksono membawakan tokoh Purusada dengan riasan tebal, didominasi garis merah dan hitam yang mempertegas wajahnya. Matanya melotot, suaranya menggelegar...

by tatkala
October 28, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Tembok Besar Indonesia Itu Bernama Etnosentrisme [Catatan Hari Sumpah Pemuda]

BANYAK yang mengira, setelah Sumpah Pemuda tahun 1928 persoalan bangsa yang majemuk ini telah selesai. Banyak pula yang berharap, setelah...

by Chusmeru
October 28, 2026
Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen
Tualang

Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen

MENDENGAR kata Ferrari atau Lamborghini, bayangan kita mungkin langsung tertuju pada mobil mewah berharga selangit dengan fitur-fitur canggih. Namun, Ferrari...

by Kadek Sri Widiastuti
October 28, 2026
Panji Lestari, Wanita Tani, dan Warga Penggerak Desa Wisata Panji
Liputan Khusus

Panji Lestari, Wanita Tani, dan Warga Penggerak Desa Wisata Panji

“DI DESA PANJI, kami tidak menjual pemandangan, kami menjual cara hidup.” Kalimat itu ditulis Jro Mangku Made Ariawan, Perbekel Desa...

by Jaswanto
October 28, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co