4 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

I Nyoman Darma Putra by I Nyoman Darma Putra
July 4, 2026
in Ulas Buku
“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

Sampul buku Mindfulness-Based Learning

KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. “I love poetry“, tulisnya dalam buku barunya Mindfulness-Based Learning, EFL Poetry, and Language Identity (2026, p.1), diterbitkan Tatkala Sekala Media.

Sejak kecil Sonia menyukai puisi. Bahkan, dalam usia 9 tahun, katanya, dia sudah membaca banyak puisi penyair Indonesia (“I have read many poetry of Indonesian poets“) (p.37). Dalam usia sekanak-kanak itu, kebanyakan insan sebayanya yang mungkin masih jatuh-bangun belajar calistung: baca-tulis-berhitung. Tapi, Sonia adalah warga negara negeri puisi, setiap hari menghirup udara wangi puisi. Darahnya semerah puisi. Kelak, suaminya pun seorang penyair.

Terus Mencintai Puisi

Sebagai warga-negara negeri puisi, Sonia meyakinkan pembaca bukunya bahwa dia terus mencintai puisi. Dia mencintai puisi secara berkelanjutan (sustainable). Makanya, puisi telah menjadi bagian dari hidupnya sejak muda (Poetry has been a part of of my life) (p.37). Puisi mendidik kepribadiannya, sesuai dengan target Sustainable Developmetn Goals (SDGs) point ke-4: Quality education.

Setelah tamat dari program sarjana pendidikan bahasa Inggris, Undiksha Singaraja, Sonia mengajar bahasa Inggris di almamaternya. Minatnya pada puisi mengukuhkannya menjadi penyair karena sudah menulis dan menerbitkan beberapa puisi. Katanya bangga: “I am a poet and a lectuer” (p. 1). Dalam mengajar, dia menjadikan puisi sebagai materi kuliah. “Poetry is my subject of teaching” (p. iii). Hobi dan profesinya benar-benar berisi kandungan puisi. Puisi adalah DNA-nya.

Ketika melanjutkan studi doktor, dia meneliti pembelajaran bahasa asing (Inggris) dengan menggunakan puisi sebagai materi. Selulus doktor, disertasinya diterbitkan menjadi buku, yang ditimbang ini. Buku setebal 156 halaman yang terdiri dari 11 bab ini memang fokus pada pembahasan penggunaan pendekatan mindfullness dalam belajar bahasa Inggris melalui proses penulisa puisi. Bukan cerpen, bukan film, bukan novel, bukan sinetron. Tapi, puisi.

Ada beberapa alasan ilmiah dari sudut pandang pedagogi, antara lain karena pembelajaran bahasa asing (Inggris) lebih bersifat konvensional, kognitif, tanpa melibatkan emosi siswa/mahasiswa dalam proses pembelajaran. Yang terjadi adalah teaching (oleh guru), bukan learning (oleh siswa/ mahasiswa). Dengan menugasi mahasiswa menulis puisi, mereka akan kreatif mengekspresikan perasaan dengan bahasa yang mereka temukan sendiri, yang kelak akan tumbuh menjadi gaya atau identitasnya sendiri.

Seperti tersurat dari judul buku Mindfulness-Based Learning, EFL Poetry, and Language Identity, fokus buku adalah pada mindfullness, puisi, dan identitas bahasa. Kalau materinya teks drama, lagu, film atau sinetro, maka judulnya mungkin menjadi EFL Drama, EFL Song, atau EFL Movie.

Sebagai penulis yang mencintai dan menguasai puisi, Sonia memilih materi yang dikuasai: EFL Poetry. Dia yakin bahwa identitas bahasa akan tercipta lewat kreativitas cipta puisi atau catatan harian pribadi (jurnal). Kebiasaan, kemampuan, dan kesungguhan mengekspresikan rasa dan pikiran lewat puisi adalah proses kreativitas untuk menciptakan bahasa, bahasa yang khas diri.

Kreativitas berbahasa adalah jalan untuk menguasai bahasa. Belajar bahasa menjadi menyenangkan, tanpa beban, kalau dilaksanakan dengan kreatif, tanpa perlu gelisah dalam dikotomi benar-salah. Belajar bahasa tidak perlu menakutkan, tak perlu stres, kelelahan, loyo atau apa yang biasa disebut dengan burnout.

Bagaimana caranya membangun keriangan dalam belajar bahasa asing? Atau, bagaimana mencegah burnout? Jawabannya adalah dengan pendekatan mindfullness. Sebagai karya yang berasal dari disertasi, buku ini menjelaskan apa itu mindlfullness; buku ini melakukan kajian pustaka (literature review) tentang penerapan mindfullness dalam berbagai bidang, mulai dari psikologi sampai pedagogi.

Dengan mengutip beberapa pendapat dari seorang Profesor Psikologi dari Harvard University, Ellen J. Langer yang dikenal sebagai “Mother of Mindfulness”, Sonia menekankan bahwa mindfullness adalah proses aktif untuk memperhatikan hal-hal baru di sekitar kita, bahkan pada objek atau rutinitas yang sudah sangat kita kenal. Pentingnya menyuburkan kepekaan akan konteks baru dan perspektif baru (p. 13). Tidak ada fakta absolut, hanya perspektif. Orang yang mindful tidak pernah kaku, tidak kaku pada satu kebenaran, tapi multiple dan fleksibel. Kepekaan akan konteks dan perspektif baru adalah ciri mindfullness yang cocok untuk pembelajaran bahasa melalui penciptaan puisi.

Dalam temuan studinya yang tertuang dalam buku, Sonia melatih siswa menulis puisi dengan cara aktif melihat sesuatu secara baru dan multi-perspektif. Karena ini dilaksanakan dalam bahasa Inggris, maka ada dampak ganda: tumbuhnya benih penguasaan bahasa Inggris dan bakat menulis puisi. Sonia menyusun bukunya dengan praktik pengajaran bahasa Inggris dengan pendekatan mindfullness melalui menulis puisi.

Memberi Contoh dan Menjadi Contoh

Guru atau dosen yang baik tak cukup hanya memberi contoh, tetapi idealnya juga ‘menjadi contoh’, atau keduanya Dalam praktik pengajaran penulisan puisi berbasi-mindfullness (kesadaran, kepekaan, kreativitas pikir, keterbukaan), Sonia memberi dan menjadi contoh. Dia membuka Bab 6 dari bukunya dengan puisi karyanya sendiri “When Times Comes” ( p. 37).

When Time Comes

The only choice we make, is to flow
To bow and to go as thinking makes it so
As voice and choice must show
Yourself and the shadow
Of the real promise of tomorrows
Yet, this is not a battle of the shallows
The vow of the crow
To go or to let go

Jika judul puisi diterjemahkan, kiranya tak ada terjemahan yang lebih tepat secara konten-tual dan konteks-tual selain “tatkala”, situs yang memuat opini, cerita, dan berita yang dikelola Adnyana Ole (suami Sonia). Kata ‘tatkala’ juga menjadi nama penerbit “Tatkala Sekala Media”, penerbit buku ini. Otoritas, kompetensi, dan keterampilan atas materi yang diajarkan oleh Sonia akan menimbulkan keyakinan besar pada mahasiswa.

Saya yakin Sonia tidak saja menjadi dosen yang kompeten, tapi juga idola, teladan, role model. Posisi ini menguntungkan karena proses belajar-mengajar menjadi produktif dan penuh keriangan. Dengan puisi ‘mudah’ itu, mahasiswa akan diam-diam berkata optimistik dalam dirinya “kalau puisi segini, saya juga bisa”. Sonia dan puisinya menjadi motivator.

Bukti-bukti puisi mahasiswa diuraikan di dalam buku sebagai bukti betapa bermanfaatnya pembelajaran bahasa berbasis mindfullness. Mahasiswa menemukan potensi diri mengartikulasikan perasaan dan respon mereka terhadap kontesk dan situasi dengan perspektif diri (self-perspective).

Ada lusinan puisi mahasiswa yang baik ditampilkan dan dikaji proses penulisannya dan gaya-gaya bahasanya seperti metafora, imajinasi, dan personifikasi. Selain puisi, mahasiswa juga diberikan keleluasaan menciptakan ‘jurnal’, catatan personal, sebagai ruang untuk menciptakan bahasa ucap diri atas situasi atau moment. Sayang sekali, puisi sebagai data itu, tidak diisi nomor urut, sehingga pembaca tidak tahu total puisi yang dikaji, dan penulis tidak bisa melakukan cross-reference jika hendak mengacu puisi A atau puisi C; mengulang adalah repetisi, tabu dalam karya ilmiah.

Dari mahasiswa yang dijadikan objek riset, 60% setuju bahwa jika mereka melihat kesempatan baru, terbuka peluang untuk menciptakan kemungkinan baru, menciptakan makna baru, dan proses belajar baru, sesuatu yang sejalan dengan dalil Langer.

Kekuatan dan Kelemahan

Dari buku ini, kita diyakinkan oleh Sonia bahwa pendekatan mindfullness dalam belajar bahasa melalui penulisan puisi atau catatan harian diri memiliki beberapa kekuatan berikut.

Pertama, merangsang kreativitas dan orisinalitas, dengan mengubah kepekaan indrawi menjadi karya kreatif, dasar dari identitas bahasa diri. Kedua, menurunkan kecemasan [burnout] dalam belajar bahasa asing karena dilakukan dengan mindfull. Ketiga, membangun identitas bahasa diri, lebih dari sekadar belajar grammar dan agreement dalam bahasa Inggris.

Tak ada gading yang tak retak. Pendekatan mindfullness ini juga memiliki kelemahan atau tantangan sebagai berikut.

Pertama, pendekatan ini membutuhkan guru yang memiliki bakat di bidangnya (puisi, film, atau drama). Kedua, prosesnya tidak instan tetapi memerlukan waktu berproses, karena membangun kesadaran, kepekaan, kreativitas memperlukan latihan bersungguh. Ketiga, kurang tepat bagi mahasiswa yang memiliki mindset matematis benar salah, yang lebih senang dengan formula, rumus, daripada latihan kebebasan berekspresi dalam lapis-lapis sensitivitas.

Tentu saja bukan kelemahan itu tidak menjadi tujuan dari buku Sonia. Kalau pun ada keretakan dari pendekatan mindfullness, gading yang retak bukanlah kayu bakar tetapi tetaplah gading.

Buku Tiada Tanding

Bagi saya, buku ini sungguh tiada tanding, karena ditulis dengan bahasa diri yang lugas, logis, dan indah berlapis. Dengan kosa kata biasa, Sonia bisa menguraikan gagasannya dengan fokus, mengalir, dan enak. Struktur kalimat sederhana, tapi bisa menyampaikan gagasan lapis demi lapis, well connected dari satu halaman ke halaman berikutnya. Tulisannya seperti mengebor sukma (meminjam istilah sastrawan hebat Budi Darma). Bab buku dibuat pendek, tapi substansinya representatif dalam alur pembahasan.

Buku Sonia ini adalah suatu bukti bahwa orang yang membangun identitas bahasa diri lewat puisi adalah penulis esai atau karya ilmiah yang sukses. Buku ini tetaplah gading walau pembaca menjumpai paragraf repetitif di halaman 142 dan 144 (dimulai dengan: It can be said that poetry…). Dalam puisi, repetisi adalah gaya bahasa penguat irama, tidak dalam karya ilmiah. Saat cetak ulang untuk memenuhi kepentingan buku sebagai referensi atau buku ajar, repetisi itu tentu bisa dicopot.

Jalan Lain ke Roma

Saya ingat pepatah “Banyak jalan menuju Roma”. Untuk belajar bahasa Inggris dengan pendekatan mindfullness dilakukan lewat penulisan puisi. Dari sini yang akan terasah adalah kemampuan menulis (aspek writing) siswa/mahasiswa.

Jalan lain tentu ada, misalnya dengan memakai drama (pentas) atau menonton film, yang kemudian ditirukan. Jika materi ini diambil, kepekaan siswa yang terasah adalah speaking (keterampilan berbicara), mereka bisa menjadi lebih komunikatif. Kiranya Sonia dan sarjana yang menekuni mindfullness untuk pedagogi belajar bahasa bisa mengeskplorasi materi lain untuk memperkaya cahaya-cahaya jalan lain menuju Roma.

Apa Bahasa Bali ‘Mindfullness’?

Kalau mindfullness bisa diartikan kesadaran, kepekaan, keterbukaan, kreatif, kecerdasan, kerelaan menerima (hal-hal baru), maka dalam bahasa Bali istilah yang paling cocok untuk itu adalah “adnyana”. Kata “adnyana” berasal dari bahasa Sansekerta “Jnyāna” yang artinya “pengetahuan”, lalu diserap ke dalam bahas Jawa Kuno menjadi adnyana yang berarti ‘memiliki pengetahuan”.

Makna lain, ‘adnyana’ adalah ‘pikiran’. Sastrawan dan kolumnis Aryantha Soethama menulis bahwa “Adnyana” itu berarti pintar, cerdas, punya wawasan luas, dan bermoral (Nusa Bali, 17 November 2019). Dengan kata lain, orang yang berpengetahuan luas, orang yang berpikir, menggunakan pikiran, thoughtfull. Jika sinonim itu diterima, maka judul induk buku Mindfulness-Based Learning ini bisa diindonesiakan menjadi: Belajar Berbasis-Adnyana, kebetulan Adnyana nama suami Sonia, yang juga seorang penyair, alias warga negeri puisi.[T]

Penulis: I Nyoman Darma Putra
Editor: Jaswanto

Tags: BahasaBukumindfullnessMindfulness-Based LearningPuisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Unconditional Love: Cinta Tanpa Syarat

I Nyoman Darma Putra

I Nyoman Darma Putra

Juri Hadiah Sastera Rancage untuk Bali sejak 2000. Dia adalah dosen Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Bukunya yang berkaitan dengan sastra Bali modern adalah Tonggak Baru Sastra Bali Modern (2010). Sejak 2011, dia menjadi pemimpin redaksi Jurnal Kajian Bali, awalnya teakreditasi Sinta-2, sejak 2024 terindeks Scopus Q1, dan kemudian Sinta-1.

Related Posts

Membaca Makna Pulang dalam Novel ‘Rumah’ karya JS Khairen

by Dede Putra Wiguna
July 3, 2026
0
Membaca Makna Pulang dalam Novel ‘Rumah’ karya JS Khairen

Judul             : Rumah Penulis          : JS Khairen Penerbit        : PT Elex Media Komputindo Editor             : Trian Lesmana dan Dion Rahman...

Read moreDetails

Rahim, Luka, dan Hak atas Tubuh –Membaca “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama

by Dede Putra Wiguna
July 1, 2026
0
Rahim, Luka, dan Hak atas Tubuh  –Membaca “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama

Judul             : Korpus Uterus Penulis          : Sasti Gotama Penerbit        : Gramedia Pustaka Utama Editor             : Ruth Priscilia Angelina Tebal buku  ...

Read moreDetails

Menata Luka, Merawat Jiwa  —Pengantar Buku ‘Laki-laki yang Menata Lukanya di Rak Buku’ karya Angga Wijaya

by dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ
May 31, 2026
0
Menata Luka, Merawat Jiwa  —Pengantar Buku ‘Laki-laki yang Menata Lukanya di Rak Buku’ karya Angga Wijaya

SAYA masih ingat pertemuan pertama dengan Angga Wijaya di sebuah rumah sakit besar di Denpasar, bertahun-tahun lalu, ketika saya masih...

Read moreDetails

Membaca Racauan Arman Dhani

by Wayan Esa Bhaskara
May 30, 2026
0
Membaca Racauan Arman Dhani

Judul               : 30 Tahun dan Gagal Penulis            : Arman Dhani Tahun terbit    : Februari 2026 Penerbit          : EA Books...

Read moreDetails

Reruntuhan di Sekitar Sosok Ayah dalam ‘Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong’

by Inno Koten
May 20, 2026
0
Reruntuhan di Sekitar Sosok Ayah dalam ‘Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong’

TERBIT pada tahun 2024, Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong (selanjutnya disingkat AMKM) menjadi semacam pemenuhan keinginan Eka Kurniawan untuk menulis novel...

Read moreDetails

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
0
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

Read moreDetails

Makassar yang Sempat Terabaikan

by Moch. Ferdi Al Qadri
April 16, 2026
0
Makassar yang Sempat Terabaikan

Judul: Makasssar Nol Kilometer Penulis: Anwar J. Rahman, dkk. Penerbit: Tanahindie Press Tahun: 2014 Halaman: xviii + 255 MAKASSAR-NYA satu,...

Read moreDetails

Menggugat Kanon, Mengarsip yang Obskur

by Farhan M. Adyatma
March 27, 2026
0
Menggugat Kanon, Mengarsip yang Obskur

Judul: Terdepan, Terluar, Tertinggal: Antologi Puisi Obskur Indonesia 1945-2045 Penulis: Martin Suryajaya Penerbit: Anagram Tahun terbit: Agustus 2020 Jumlah halaman:...

Read moreDetails

‘Coming Up For Air’, Menghirup Udara yang Tak Lagi Sama

by Radha Dwi Pradnyani
March 25, 2026
0
‘Coming Up For Air’, Menghirup Udara yang Tak Lagi Sama

Judul: Menghirup Udara Segar Judul Asli: Coming Up For Air Penulis: George Orwell Penerjemah: Berliani M. Nugraha Tahun Terbit: 2021...

Read moreDetails

Tubuh, Ingatan, dan Sebuah Paradoks —Membaca Kembali ‘Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer’

by Inno Koten
March 22, 2026
0
Tubuh, Ingatan, dan Sebuah Paradoks —Membaca Kembali ‘Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer’

YANG orang ingat dari Pramoedya Ananta Toer (Pram) adalah ikhtiarnya untuk menyelamatkan martabat manusia. Ia menulis tentang mereka yang kalah,...

Read moreDetails
Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana
Ulas Buku

“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. "I love...

by I Nyoman Darma Putra
July 4, 2026
Unconditional Love: Cinta Tanpa Syarat
Ulas Rupa

Unconditional Love: Cinta Tanpa Syarat

PADA 3 Juli 2026 digelar pameran senirupa yang cukup menarik, pameran senirupa ini, menurut saya, lahir dari keyakinan bahwa seni...

by Hartanto
July 4, 2026
“Let Them Cook”: Saat Klinik Seni Taxu Hadir Mengacak-ngacak Arena Percaturan Seni Rupa Bali.
Kritik Seni

“Let Them Cook”: Saat Klinik Seni Taxu Hadir Mengacak-ngacak Arena Percaturan Seni Rupa Bali.

DUA PULUH lima tahun lalu, tepat saat 2 bulan setelah Milenium ketiga dimulai,  segerombol anak muda yang menyebut diri mereka...

by Made Chandra
July 4, 2026
Di Mana Penciptaan Berlangsung: Sebuah Refleksi tentang Kehadiran, Waktu, dan Lahirnya Karya
Kritik Seni

Di Mana Penciptaan Berlangsung: Sebuah Refleksi tentang Kehadiran, Waktu, dan Lahirnya Karya

MANUSIA adalah makhluk yang gemar mengembara. Tubuhnya berada di sini, tetapi pikirannya berlari ke hari esok. Atau sebaliknya, tubuhnya telah...

by Wayan Gde Yudane
July 4, 2026
Membaca Makna Pulang dalam Novel ‘Rumah’ karya JS Khairen
Ulas Buku

Membaca Makna Pulang dalam Novel ‘Rumah’ karya JS Khairen

Judul             : Rumah Penulis          : JS Khairen Penerbit        : PT Elex Media Komputindo Editor             : Trian Lesmana dan Dion Rahman...

by Dede Putra Wiguna
July 3, 2026
Matajog, Terompah, dan Hadang Semarakkan Jantra Tradisi Bali
Panggung

Matajog, Terompah, dan Hadang Semarakkan Jantra Tradisi Bali

Sorak-sorai penonton menyemangati temannya ketika tampil sebagai peserta lomba Matajog (egrang bambu) dalam ajang Jantra Tradisi Bali serangkaian Pesta Kesenian...

by Nyoman Budarsana
July 3, 2026
Bali Sedang Menghancurkan Dirinya Sendiri? —Refleksi tentang Pembangunan, Kesadaran, dan Masa Depan Pulau Dewata
Esai

Bali Sedang Menghancurkan Dirinya Sendiri? —Refleksi tentang Pembangunan, Kesadaran, dan Masa Depan Pulau Dewata

Sebuah Slide yang Mengusik Kesadaran TERKADANG, inspirasi lahir bukan dari buku tebal atau hasil penelitian yang rumit, melainkan dari sebuah...

by Agung Sudarsa
July 3, 2026
Etika Lingkungan: Bayang-bayang Kebertahanan Pangan di Tengah Masifnya Konversi Lahan
Esai

Etika Lingkungan: Bayang-bayang Kebertahanan Pangan di Tengah Masifnya Konversi Lahan

ETIKA lingkungan merupakan suatu perspektif moral yang menempatkan alam sebagai entitas yang memiliki nilai intrinsik, bukan sekadar objek eksploitasi untuk...

by IM Gede Nesa Saputra
July 2, 2026
Kisah Anak Kucing Penakut dan Lukisan di Atas Batu dari Festival Cerita Rasa 0.4
Panggung

Kisah Anak Kucing Penakut dan Lukisan di Atas Batu dari Festival Cerita Rasa 0.4

SETELAH sempat absen pada tahun 2025, Festival Cerita Rasa di Desa Tukadaya, Jembrana kembali hadir dengan membubuhkan angka 0.4, pada...

by I Komang Sutirtayasa
July 2, 2026
Lokalisme dalam Revitalisasi Cerita Rakyat Pedawa
Esai

Lokalisme dalam Revitalisasi Cerita Rakyat Pedawa

PERJALANAN nasib hidup dan mati cerita rakyat ditentukan oleh sikap pemiliknya. Cerita rakyat pun dengan beberapa alasan dikubur. Hal ini...

by I Wayan Artika
July 2, 2026
Tiga Buku untuk Sebuah Kelulusan —Dari Ujian Tugas Akhir Nonskripsi Proyek Inovatif UPMI Bali
Khas

Tiga Buku untuk Sebuah Kelulusan —Dari Ujian Tugas Akhir Nonskripsi Proyek Inovatif UPMI Bali

TIGA buku tersusun rapi di atas meja. Sampulnya berbeda-beda, tetapi lahir dari ruang akademik yang sama. Ada ‘Lawaté Surup Ring...

by Dede Putra Wiguna
July 2, 2026
Fiksi

Resepsi Pernikahan Genderuwo di Bulan Suro

MENDAPAT amanah dari warganya, Suyadi merasa bangga dan terharu menjadi kepala desa. Jabatan yang membuatnya harus memimpin daerah yang agak...

by Chusmeru
July 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co