2 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

Pasek Agung Wicaksana by Pasek Agung Wicaksana
June 28, 2026
in Ulas Musik
Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

Aksi panggung Sekaa Balaganjur Lengka Swara, Banjar Dinas Wates Tengah, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Karangasem | Foto: Ist

RAHWANA adalah nama yang kerap kali tidak membutuhkan pengantar. Ia hadir lebih dulu dari ceritanya; datang sebagai prasangka sebelum sempat dikenali secara utuh dalam epik Ramayana. Barangkali kita dengan mudah menunjuk Rahwana hanya sebagai raksasa tanpa moral, penuh kejahatan, dan nafsu liar tak terkendali.

Prasangka ini diwariskan terus menerus sebagai narasi tunggal yang terasa benar atas eksistensi Rahwana. Namun dari sinilah pertanyaan bermula, apakah pemahaman atas Rahwana benar-benar berhenti pada bayang-bayang ini? Atau justru ada atmosfir pembacaan yang sepenuhnya berbeda?

Pembacaan terhadap Rahwana dipertunjukkan melalui garapan baleganjur yang dimainkan Sekaa Balaganjur Lengka Swara, Banjar Dinas Wates Tengah, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Karangasem, di panggung terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Denpasar,  19 Juni 2026.  Sekaa ini menjadi duta Kabupaten Karangasem dalam lomba baleganjuur serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026.

Baleganjur itu diberi judul Praticaya dan digarap I Komang Tri Sandyasa Putra, S.Sn. alias Nyoman Monot sebagai komposer, I Komang Adi Pranata, S.Pd.,M.Sn., dari Manubada Art sebagai koreagrafer, dan Pasek Agung Wicaksana, S.Ag sebagai konseptor.

Apa hubungan Rahwana dengan Baleganjur Praticaya yang dimainkan anak-anak dari Banjar Wates Tengah itu?

Aksi panggung Sekaa Balaganjur Lengka Swara, Banjar Dinas Wates Tengah, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Karangasem | Foto: Ist

Selama ini, masyarakat Banjar Wates Tengah, Desa Duda Timur, melihat Rahwana dengan cara yang berbeda. Alih-alih sebagai sosok raksasa yang penuh nafsu liar, Rahwana justru dimuliakan sebagai sesuhunan Ida Batara Sakti Rahwana sebagai simbol perlindungan, keteguhan, keseimbangan, dan keberanian.

Realitas ini membuka ruang bagi pembacaan yang lebih utuh terhadap Sang Dasamuka . Tidak untuk tenggelam dan larut dalam prasangka, tetapi justru berani menunda prasangka untuk menumbuhkan pemahaman yang lebih luas. Lebih dari itu, pemuliaan Ida Sesuhunan Batara Sakti Rahwana sebagaimana dilakukan oleh masyarakat menjadi momentum kontemplasi yang dalam, bahwa pemuliaan jiwa (atma kertih) tidak hanya dapat dimengerti melalui kisah-kisah yang telah mapan, tetapi juga melalui kearifan lokal yang berani menginterpretasi seorang figure sebagai kebijaksanaan, perlindungan, dan keseimbangan hidup.

Pada titik ini atma kertih menemukan wajah yang paling jujur. Tidak hanya pemuliaan terhadap kesempurnaan yang mudah dikagumi, melainkan pemuliaan yang lahir dari keberanian untuk memahami lebih dalam; menyingkapi apa yang selama ini telah telanjur disangkakan. Sebab jiwa yang telah sungguh mengerti kemuliaan mampu melihat cahaya di tempat terang dan gelap atau juga menemukannya di tempat yang selama ini dibiarkan gelap.

Karya seni baleganjur ini lahir dari refleksi itu. Bukan untuk menggeser Rahwana ke sisi paling terang tetapi sebagai jembatan untuk melakukan hal yang lebih jujur dan sulit yakni melihat. Sebuah undangan untuk membangun keyakinan melalui penundaan prasangka dan proses melihat sisi lain yang tidak kalah dalam. Inilah yang kemudian disebut sebagai Praticaya.

Undangan itu dituangkan melalui bahasa yang paling jujur yang kami miliki yakni bunyi, gerak, dan rasa. Fokus artistik baleganjur ini terletak pada kualitas warna bunyi, dan kolotom yang sejalan dengan interpretasi terhadap kehadiran Ida Rahwana Sakti sesuhunan mayarakat Wates Tengah. Sepuluh wajah Dasamuka, dalam karya ini dibaca sebagai simbolisasi kecerdasan yang paripurna.

Hal itu tercermin pada kolotom dibangun dalam hitungan sepuluh, setiap siklus sepuluh jalinan musikal ditegaskan melalui aksen, dinamika, dan pengembangan melodi yang berbeda. Ekspresi ini dihadirkan untuk sekali lagi menunjukkan Sang Dasamukha sebagai representasi ketegasan, kegagahan, daya cipta, dan kecerdasan.

Selain menawarkan gagasan musikal, karya ini juga menghadirkan konsep visual yang ramah lingkungan tanpa mengurangi kekuatan artistiknya. Ketegasan warna bunyi (timbre) menjadi fokus utama, sehingga perwujudannya menuntut kualitas sumber daya yang kuat, pemilihan pemain terbaik, serta yang paling mendasar adalah niat yang baik. Sebab bagi pencipta, kualitas musikal tidak hanya dibentuk oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh kesadaran batin para pelakunya

Kemudian, pada penggarapan koreografi ini bermuara pada intuisi gaya lampau yang dikemas dengan energi masa kini. Lampau dalam konteks sejarah sesolahan Ida Sesuhunan Bhatara Sakti Rahwana dalam beberapa arsip dokumentasi, dicoba diadopsi dengan style atau gaya gerak ke dalam komponen gerak balaganjur.

Aksi panggung Sekaa Balaganjur Lengka Swara, Banjar Dinas Wates Tengah, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Karangasem | Foto: Ist

Hampir tidak  ada narasi dalam bentang koreografinya, murni menghadirkan spirit Bhatara Sakti Rahwana dengan nilai spiritualitas masyarakat wates tengah dalam pemujaannya. Pengalaman etnografis koreografer di Banjar Wates Tengah terlihat dalam tahap penuangan materi gerak dari kehadiran pola gerak kearifan lokal seperti gerak tajen dan genjek.  Tegas, agung, dan berwibawa merupakan refleksi yang dihadirkan melalui koreografi gerak Balagajur Praticaya.

Keseluruhan refleksi dan karya Baleganjur Praticaya ini menegaskan satu pesan penting, bahwa Atma Kerthi bukan tentang siapa yang dimuliakan. Melainkan bagaimana manusia belajar memuliakan jiwanya. Memuliakan jiwa berarti membebaskan diri dari kebiasaan menghakimi sebelum memahami. Sebab jiwa yang masih dipenuhi prasangka akan sulit menemukan kebijaksanaan.

Pada akhirnya, Praticaya bukan sekadar komposisi musik, melainkan sebuah ajakan untuk memuliakan jiwa melalui keberanian memahami sebelum menghakimi. Rahwana hadir bukan untuk diperdebatkan sebagai pahlawan atau penjahat, tetapi sebagai medium refleksi agar manusia mampu melihat lebih dari satu sudut pandang. Dalam semangat Atma Kerthi, pemuliaan jiwa tumbuh ketika keyakinan lahir dari pemahaman, bukan dari prasangka. [T]

Penulis: Pasek Agung Wicaksana
Editor: Adnyana Ole

Tags: baleganjurBanjar Wates TengahDesa Duda TimurkarangasemKecamatan Selat Karangasemlomba baleganjurPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bulan Juni Milik Empat Presiden

Next Post

Betapa Kompaknya Seniman Buleleng Membangun Karakter Buleleng Lewat Berbagai Karya Seni dan Kebudayaan

Pasek Agung Wicaksana

Pasek Agung Wicaksana

Lahir di Banjar Wates Tengah, Karangasem, tahun 1999. Bekerja tidak tetap. Pernah jadi pemateri kepemimpinan, pernah diundang ke Jepang sebagai narasumber tentang penanggulangan bencana gunung berapi, Kadang jadi event organizer juga,

Related Posts

Begadang: Saat Malam Kehilangan Malamnya

by Ahmad Sihabudin
October 19, 2026
0
Begadang: Saat Malam Kehilangan Malamnya

ADA masa ketika malam adalah malam. Setelah matahari tenggelam, kehidupan perlahan menurunkan volumenya. Warung mulai menutup pintu, pasar berhenti berisik,...

Read moreDetails

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
0
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

Read moreDetails

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
0
Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

Read moreDetails

Ketika Logika Mengaburkan Jati Diri – [Refleksi Lagu ”The Logical Song” karya Supertramp]

by Ahmad Sihabudin
September 20, 2026
0
Ketika Logika Mengaburkan Jati Diri – [Refleksi Lagu ”The Logical Song” karya Supertramp]

ADA suatu fase dalam kehidupan manusia ketika dunia terasa sederhana dan penuh makna. Masa kecil adalah ruang di mana pengalaman...

Read moreDetails

Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu

by I Made Kartawan
August 16, 2026
0
Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu

GONG Gede memiliki karakter bunyi yang kuat. Kesan agung, monumental, dan berwibawa menjadi salah satu cirinya. Namun, di balik karakter...

Read moreDetails

Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

by Mahesa Putra
August 13, 2026
0
Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

“Mitos tentang Jogja, hantui orang tua lepas anaknya jadi mahasiswa.” PERKENALAN pertamaku dengan Umar Haen adalah pada lagu “Di Jogja...

Read moreDetails

Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

by Wayan Diana Putra
August 5, 2026
0
Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

SENIN tanggal 3 Agustus 2026 Institut Seni Indonesia (ISI) BALI melalui program Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) tahun...

Read moreDetails

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
0
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

Read moreDetails

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

by Mahesa Putra
August 2, 2026
0
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

Read moreDetails

Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

by Ahmad Sihabudin
July 20, 2026
0
Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

DALAM musik rock, ada lagu-lagu yang tidak hanya didengar, tetapi direnungkan. Salah satunya adalah Child in Time dari band legendaris...

Read moreDetails
Next Post
Betapa Kompaknya Seniman Buleleng Membangun Karakter Buleleng Lewat Berbagai Karya Seni dan Kebudayaan

Betapa Kompaknya Seniman Buleleng Membangun Karakter Buleleng Lewat Berbagai Karya Seni dan Kebudayaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026
Esai

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

PADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...

by I Gusti Made Darma Putra
November 2, 2026
Poem by Sugi Lanus | Yamuna
Poetry

Poem by Sugi Lanus | Yamuna

My Yamuna, I bow down to your love,which has kept me awake while drowning in your flow for thousands of...

by Sugi Lanus
November 2, 2026
Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu
Kritik Sastra

Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu

SATU cerpen mampu menghasilkan dua tafsir yang saling bertolak belakang. Fenomena ini muncul dan menarik perhatian saya ketika melakukan penilaian...

by I Kadek Adhi Dwipayana
November 2, 2026
Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”
Kritik Sastra

Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”

Sejarah Ditulis oleh Korban yang Kalah Karya sastra Kidung Bhuwana Wināśa ‘Nyanyian Kehancuran Dunia’ yang ditulis oleh Ida Pedanda Ngurah...

by Putu Eka Guna Yasa
November 2, 2026
Musik, Agama dan Politik
Esai

Musik, Agama dan Politik

ADA sebuah pertanyaan sederhana yang menggelitik di tengah polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia: apakah musik itu punya identitas agama...

by Agung Sudarsa
November 2, 2026
Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur
Pameran

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional
Khas

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama
Panggung

Jembrana Creative Festival 2026 Dibuka, Sekitar 6.000 Pengunjung Ramaikan Hari Pertama

Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

by tatkala
November 1, 2026
Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026
Bahasa

Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026

SAYA merasa bangga dan terharu melihat pemuda Bali dalam ajang Konferensi Pemuda Bali (KPB 2026). Betapa tidak, tagar #PemudaBersuaraBerdaya ini membuat...

by I Made Sudiana
November 1, 2026
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik
Esai

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual
Esai

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

by I Wayan Artika
November 1, 2026
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak
Khas

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

by Emi Suy
November 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co