21 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
in Khas
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

‘NGERUMPI’: Ngobrol Seru Sama Penulis di Gramedia Teuku Umar, Denpasar│Foto: tatkala.co/Dede

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.”

Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama, dalam acara ‘NGERUMPI’: Ngobrol Seru Sama Penulis yang digelar di Gramedia Teuku Umar, Denpasar, Jumat, 19 Juni 2026. Di hadapan para peserta, pesan tersebut terdengar sederhana. Namun, di baliknya tersimpan pelajaran penting tentang proses kreatif, pengalaman hidup, dan keberanian menemukan suara sendiri dalam menulis.

Malam itu, Gramedia Teuku Umar tampak lebih ramai dari biasanya. Seluruh peserta duduk lesehan di lantai beralaskan karpet, memenuhi lorong di antara rak buku. Sebagian lagi berdiri di belakang. Mereka datang untuk mengikuti acara bertajuk “Ngulik Dapur Kreatif Penulis”.

Acara yang dimoderatori oleh Laksmi Mutiara (bookstagammer) itu, menghadirkan tiga penulis kawakan: Henry Manampiring (penulis Filosofi Teras), Erwin Parengkuan (penulis dan praktisi komunikasi), serta Gde Aryantha Soethama (Budayawan dan sastrawan Bali).

‘NGERUMPI’: Ngobrol Seru Sama Penulis di Gramedia Teuku Umar, Denpasar│Foto: tatkala.co/Dede

Antusiasme peserta sudah terlihat bahkan sebelum acara dimulai. Ketika para pembicara naik ke panggung, perhatian langsung tertuju ke depan. Mereka tidak hanya ingin mendengar teori menulis, tetapi juga ingin mengetahui bagaimana sebuah karya lahir dari pengalaman hidup para penulisnya.

Gde Aryantha Soethama menjadi salah satu pembicara yang paling sering memancing gelak tawa. Namun, di balik humor-humornya, terselip pandangan tajam tentang menggali ide-ide cerita.

“Di sebuah tempat yang damai, bukan main banyaknya ada konflik. Kalau Anda orang Bali, pasti selalu berkonflik. Dan, konflik-konflik itu hadir sudah dulu kala. Bayangkan, di sebuah kahyangan, di pulau surga terdapat banyak konflik. Itu santapan pengarang. Cerita tidak akan menarik kalau tanpa konflik,” ujarnya.

Para peserta ‘NGERUMPI’: Ngobrol Seru Sama Penulis di Gramedia Teuku Umar, Denpasar│Foto: tatkala.co/Dede

Menurut Soethama, justru di balik citra Bali sebagai pulau yang tenang dan indah, terdapat banyak pertentangan yang bisa menjadi bahan cerita. Konflik adat, hubungan sosial, hingga perubahan zaman menghadirkan dinamika yang menarik untuk ditulis.

“Bayangkan banyak konflik terjadi di sebuah tempat yang tenang dan teduh. Itulah yang menarik dari Bali. Sekarang, konflik-konflik itu berkurang karena ada krematorium, haha,” katanya, membuat ruangan riuh oleh gelak tawa.

“Tetapi, dari situ muncul konflik baru, banyak orang tidak setuju di daerahnya ada krematorium. Bisa dikatakan pula, adat itu juga sumber konflik. Jadi, kalau Anda mau jadi pengarang, lama-lamalah di Bali, karena Bali itu sumber konflik.”

Tawa kembali terdengar. Akan tetapi, para peserta tetap menyimak dengan serius. Bagi Soethama, kemampuan seorang penulis bukan hanya melihat keindahan, melainkan juga menangkap ketegangan yang tersembunyi di balik ketenangan.

‘NGERUMPI’: Ngobrol Seru Sama Penulis di Gramedia Teuku Umar, Denpasar│Foto: tatkala.co/Dede

Pandangan lain disampaikan Henry Manampiring. Penulis buku Filosofi Teras yang kini telah mencapai cetakan ke-100 itu mengajak peserta melihat bagaimana pengalaman personal dapat menjadi bahan tulisan yang kuat.

“Buku itu lahir pasti ada sisi personal dari penulisnya,” ujarnya.

Ia kemudian menyinggung latar belakang masing-masing pembicara. Jika Gde Aryantha Soethama banyak terinspirasi oleh konflik-konflik sosial dan adat di Bali, sementara Erwin Parengkuan memperoleh pelajaran dari pengalaman profesional dan interaksinya dengan banyak orang, maka Filosofi Teras lahir dari pergulatan pribadinya sendiri.

Henry bercerita bahwa pada tahun 2017 dirinya mengalami depresi klinis. Dalam kondisi tersebut, ia menemukan buku-buku tentang stoikisme yang kemudian memberinya perspektif baru dalam menghadapi kehidupan.

“Di tengah depresi saya bertemu buku stoikisme. Awalnya, saya tidak punya background tentang stoikisme. Dan itu menyembuhkan saya ternyata.”

Henry menjelaskan bahwa saat itu ia melihat konsep stoikisme sangat menarik, tetapi belum banyak tersedia dalam bahasa Indonesia yang mudah dipahami masyarakat umum. Dari situlah muncul keinginannya untuk menulis.

“Waktu itu saya pikir buku ini sangat bagus, tapi kenapa tidak ada Bahasa Indonesianya. Mungkin ada tapi tersimpan di perpustakaan kampus. Akhirnya saya memberanikan diri sebagai seorang Indonesia menulis tentang stoikisme. Tapi saya buat dengan bahasa yang ringan, ilustrasi menarik, sehingga pembaca tidak terintimidasi.”

Keputusan itu terbukti tepat. Filosofi Teras menjadi salah satu buku pengembangan diri paling populer di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, Henry mengungkapkan bahwa buku tersebut kini sedang dalam proses adaptasi film.

“Sekarang, Filosofi Teras akan difilm-kan. Untung judulnya Filosofi Teras, bukan Filsafat Stoikisme,” ujarnya, diikuti gelak tawa peserta.

‘NGERUMPI’: Ngobrol Seru Sama Penulis di Gramedia Teuku Umar, Denpasar│Foto: tatkala.co/Dede

Sementara itu, Erwin Parengkuan mengajak peserta melihat proses kreatif dari sudut pandang observasi. Menurutnya, modal utama seorang penulis bukan sekadar kemampuan merangkai kata, melainkan kemampuan memperhatikan kehidupan.

“Yang paling penting, menurut saya, mata, pikiran, dan perasaan itu hanya kita yang punya. Dari situlah kita menyadari bahwa hasil observasi yang diperoleh sepanjang hidup perlu direkam dan dikumpulkan sebanyak-banyaknya.”

Baginya, setiap orang memiliki pengalaman berbeda. Karena itu, bahan tulisan sebenarnya tersedia di sekitar kita. Tantangannya adalah bagaimana mengamati, merekam, dan mengolahnya menjadi tulisan yang menarik.

Erwin juga menekankan pentingnya pembukaan dalam sebuah tulisan. “Kalimat pertama atau bab pertama harus nampol. Itu adalah kunci orang akan tertarik atau melanjutkan membaca.”

Selain itu, ia mengingatkan agar penulis tidak terjebak dalam kepura-puraan. Ia mencontohkan fenomena personal branding yang sering dibicarakan dalam berbagai pelatihan.

“Misalnya soal personal branding yang sering saya ajarkan di kelas. Saya melihat banyak personal branding dibangun secara tidak autentik, seolah dipaksakan, diperkosa, hingga jauh dari jati diri. Akibatnya, seseorang terkesan selalu berpura-pura.”

Pernyataan itu seakan menjadi jembatan menuju gagasan utama yang kemudian ditegaskan kembali oleh Soethama: pentingnya keunikan dan keautentikan.

Menurut Soethama, banyak hal tampak unik, tetapi belum tentu autentik. Padahal, sebuah cerita akan lebih kuat ketika kedua unsur itu bertemu.

“Banyak yang unik di Bali, tapi tidak autentik. Kalau toh dia unik tapi tidak autentik, tidak akan menarik.”

‘NGERUMPI’: Ngobrol Seru Sama Penulis di Gramedia Teuku Umar, Denpasar│Foto: tatkala.co/Dede

Ia lalu memberikan contoh. “Misalnya, perempuan bule jatuh cinta sama laki-laki Bali, itu biasa. Kejadiannya bisa terjadi di New York, Jakarta, atau tempat lain. Tapi, bagaimana membuatnya menjadi autentik dan harus Bali?”

“Ada satu kisah, perempuan bule jatuh cinta sama laki-laki Bali. Suatu ketika ia berkata, ‘Sayang, kalau aku mati, aku mau diaben’. Nah, itu autentik, karena ngaben pasti di Bali, tidak mungkin di New York.”

Ruangan kembali dipenuhi tawa. Namun, contoh sederhana itu menjelaskan dengan gamblang apa yang dimaksud dengan keautentikan karya.

Memasuki penghujung acara, benang merah dari seluruh diskusi semakin jelas. Menulis bukan semata-mata soal teknik. Menulis adalah kemampuan menangkap pengalaman, mengolah pengamatan, memahami konflik, lalu menyajikannya dengan jujur.

Hari itu, selain membawa pulang buku bertanda tangan penulis, para peserta juga mendapat banyak pelajaran. Dari Henry Manampiring, mereka belajar bahwa luka dan pengalaman pribadi dapat menjadi karya yang memberi manfaat bagi banyak orang. Dari Erwin Parengkuan, mereka belajar pentingnya observasi dan kejujuran terhadap diri sendiri. Dari Gde Aryantha Soethama, mereka belajar bahwa cerita terbaik lahir dari kemampuan menemukan sesuatu yang unik dan autentik.[T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: Gde Aryantha SoethamaHenry Manampiringmenulispenulis
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

Next Post

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails
Next Post
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045
Esai

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar
Esai

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

by Made Chandra
June 21, 2026
“Aji Pemalik Sumpah” dari Sekaa Dramatari Arja Sudhamala di Pesta Kesenian Bali 2026: Pertama dan Total
Panggung

“Aji Pemalik Sumpah” dari Sekaa Dramatari Arja Sudhamala di Pesta Kesenian Bali 2026: Pertama dan Total

SEKAA Dramatari Arja Sudhamala ini baru pertamakali pentas di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Bahkan, sekaa kesenian tradisional Bali yang...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
’A Salty Dog’, Pelayaran Terakhir di Cakrawala Sunyi
Ulas Musik

’A Salty Dog’, Pelayaran Terakhir di Cakrawala Sunyi

LAGU “A Salty Dog” oleh Procol Harum (1969), dengan lirik karya Keith Reid, adalah elegi tentang pelayaran terakhir, tentang manusia...

by Ahmad Sihabudin
June 21, 2026
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   
Esai

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!
Khas

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital
Esai

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

by Angga Wijaya
June 21, 2026
KLAKSON
Esai

KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

by Hartanto
June 20, 2026
Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia
Cerpen

Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku...

by Aksara Caramellia
June 20, 2026
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas
Puisi

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

by Chusmeru
June 20, 2026
Tembang Propaganda dan Atraksi Silat yang Memberi Warna pada Liuk Janger Kerobokan di Pesta Kesenian Bali 2026 —Sebuah Catatan
Ulas Pentas

Tembang Propaganda dan Atraksi Silat yang Memberi Warna pada Liuk Janger Kerobokan di Pesta Kesenian Bali 2026 —Sebuah Catatan

 “Mari kawan bersama kita bekerja, bersihkan lingkungan….”  ITU adalah penggalan tembang yang menjadi salah satu hal menarik dari pementasan kesenian...

by Kadek Surya Jayadi
June 20, 2026
Ekpresi Anak-anak SLB dalam Pergelaran Tari Bali di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ekpresi Anak-anak SLB dalam Pergelaran Tari Bali di Pesta Kesenian Bali 2026

Ini pergelaran tari Bali biasa, tetapi orang-orang yang hadir justru membludak. Maklum, pentas seni itu dibawakan oleh anak-anak dari Sekolah...

by Nyoman Budarsana
June 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co