12 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Stasiun Buraq : Arsitektur Mimpi Seorang Ilham Gusti Syahadat

Made Chandra by Made Chandra
June 8, 2026
in Ulas Rupa
Stasiun Buraq : Arsitektur Mimpi Seorang Ilham Gusti Syahadat

Instalasi video oleh Ilham Gusti Syahadat | Photo : Made Chandra

DERAP langkah beranjak naik, kain tirai perlahan mulai disingkapkan, lalu dengan segera bunyi-bunyian kendang, tembang dan segala perangkat kesenian jaranan, bergema meneror kedua kuping tanpa malu-malu.

Ya, selamat. Kamu sudah berada di dalam stasiun imajinasi milik mas-mas kediri, Aka Ilham Gusti Syahadat, seorang arsitek yang merawat anomali berpikirnya lewat karya-karya nakal nan eksperimental.

Di dalam sebuah ruang gelap lantai dua milik sebuah kafe bernama The Ruum, ia membangkitkan bentuk dan rupa-rupa makhluk imajinatifnya dalam sebuah presentasi instalatif yang sayangnya hanya berlangsung dalam dua hari saja.

Tapi tak apa, seperti dendam, kegilaan juga harus dibayar tuntas. Dengan cara inilah Ilham yang sehari-hari berkutat dalam berbagai proyek arsitektur, menjaga kewarasannya dengan proyek solo presentasi berjudul “Ruang Kepala” ini.

Tak tanggung-tanggung, tempat yang sangat kosong sebelumnya, ia retas, modifikasi lalu rancang sebagai ruang intim, yang menampilkan berbagai endapan visual yang telah lama tertidur dalam bentuk aset digital.

Dalam satu karya yang cukup masif, ia menembak kain yang membentang lengkung dengan sebuah proyektor mini, untuk menampilkan berbagai aset video imajinatif yang telah lama ia kumpulkan satu persatu.

Instalasi video oleh Ilham Gusti Syahadat | Photo : Made Chandra

Dalam salah satu video yang me-looping dirinya terus menerus, ia menampilkan salah satu arsitektur rekaan yang Ilham sebut sebagai Stasiun Buraq, sebuah makhluk sufistik yang hadir dalam cerita-cerita tradisi keislaman tentang peristiwa “Isra Mi’raj”.

Sebagai seorang muslim yang lahir di salah satu daerah penting kerajaan besar nusantara, pria Kediri ini paham betul, bagaimana memori, cerapan, kebiasaan dan lingkungan begitu menubuh dalam sensibilitas kognitifnya.

Maka wajar, karyanya seringkali berjalan di antara praktik arsitektur dan tradisi sufistik yang begitu kental. Potongan tubuh yang kemudian bercampur dengan kepala-kepala hewan, hamparan ruang lapang tak berujung, serta sosok di antara objek-objek arsitektur yang saling berjejalan.

Mungkin pada aplikasi SketchUp, atau 3D blender inilah, ia memuntahkan sebagian dari isi kepalanya yang begitu liar, mentah, dan kadang sedikit usil.

Beranjak dari sana, di balik kain tersebut muncul siluet-siluet hitam yang meneror dengan wujud-wujud bersayap kesukaannya. Namun entah mengapa, wujud-wujud tersebut—dengan kesederhanaan bentuknya—berhasil menampilkan kesan-kesan keilahian, mistik, dan spirituil yang berhasil menyentuh persepsi penonton, terutama saya sendiri yang langsung menyaksikannya.

Instalasi bayangan oleh Ilham Gusti Syahadat | Photo : Made Chandra

Hal itu dipertebal oleh hamparan kain sajadah yang menghadap cahaya merah, yang ternyata berasal dari properti interior café dan berpendar syahdu layaknya bulan di kala adzan Isya berkumandang.

Di balik sosok-sosok yang ia tampilkan, ternyata baru masuk akal, setelah ia memberitahu bahwa kegandrungannya pada sayap-sayap itu muncul dari buku-buku milik Danarto, seorang penulis revolusioner melalui tulisan-tulisannya yang melampaui batas realisme konvensional.

Cover buku Asmaraloka milik Danarto ternyata menjadi keseharian dalam pengalaman visual yang ia konsumsi sehari-hari. Larik kata yang aneh dan komposisi kalimat yang jauh dari konteks sastra pada umumnya. Membawa pengaruh besar dalam karya-karya Ilham, terutama pada presentasi solonya kali ini.

Ia dengan sadar mengakui, sebagian besar dari bentuk dan visual-visual yang ia hadirkan, tumbuh dari keisengan dan sensibilitas yang sangat impulsif. Tanpa mengurangi konteks, wujud-wujud itu melebur dalam pengalaman dan memorinya tentang rumah, tradisi dan keterhubungannya dengan Bali sebagai tempatnya menetap sekarang.

Figur bersayap dalam cover buku Asmaraloka oleh Danarto | Photo : Made Chandra

 

Dari sanalah kita mulai sedikit paham, mengapa ruang kosong dalam kepalanya, justru dipenuhi ingatan visual yang begitu liar dan ajaib. Dengan cara inilah gagasan dan stimulasi impulsif itu sampai pada bentuk fisiknya.

Arsitektur dan kolase

Sebagai seseorang yang berangkat dari latar belakang arsitektur, tidak menjadikan Ilham larut dalam hiruk-pikuk produksi industri semata. Ia orang yang bisa melebur dengan praktik-praktik di luar lingkup profesinya.

Salah satunya adalah aktivitas potong-memotong yang sering disebut sebagai Kolase. Dalam pameran ini pun ia menggandeng komunitas yang telah membersamai praktik tersebut sejak lama. Yaitu Ejakolase, sebuah perkumpulan para pegiat kreatif yang menaruh perhatian lebih pada kerjaan tempel-menempel ini.

Karya kolase oleh Ilham Gusti Syahadat | Photo : Made Chandra

Selain aktivasi ruang berupa presentasi. Di ruangan sebelahnya, ia bersama Ejakolase, mengajak para pengunjung untuk menciptakan karya kolase mereka sendiri. Dengan bantuan gunting dan lem, gambar-gambar dalam majalah dipindah kontekskan sebagai bentuk baru dalam bidang yang telah disediakan.

Pada praktik kolase ini juga, Ilham mendapat intensi untuk memanipulasi, memotong, dan menyatukan berbagai elemen visual yang sesungguhnya tak punya kedekatan satu dengan yang lainnya.

Justru di sinilah, imajinasi dan mimpi-mimpi fantastis seorang Ilham, mendapatkan bentuknya melalui entitas dan ruang yang terwujud dari gabungan-gabungan elemen yang muncul dari ingatan dan kesehariannya sebagai seorang penikmat budaya visual.

Desain dan pengalaman keruangan

Instalasi bayang merah oleh Ilham Gusti Syahadat | Photo : Made Chandra

 

Satu hal yang sungguh terasa dalam presentasi solonya kali ini adalah pengalaman ruang dan bagaimana ia mendefinisikan idenya melalui komposisi alur yang begitu sukses menguasai area kosong nan gelap ini.

Sekali lagi, bahwa pengalaman pada desain arsitektur begitu menyelamatkan eksekusinya kali ini. Persoalan teknis display dan bagaimana karya betul-betul memanfaatkan ruangan dengan maksimal tentu menjadi hal yang patut diapresiasi di sini.

Tak banyak seniman yang mau bersusah payah untuk memikirkan kerja-kerja belakang layar, tentang bagaimana karyanya tampil dalam sebuah ruangan dan dengan cara apa ia ditampilkan. Di sinilah Ilham mematahkan stigma usang tersebut, dengan menunjukkan sikap profesionalnya lewat keputusan-keputusan instalasi yang vital.

Aspek keruangan dalam solo presentasi “Ruang Kepala” | Photo : Made Chandra

Dibantu oleh Unsual studio, ia merancang sebuah pementasan karya yang begitu dinamis. Dengan hanya sebuah senter kecil, potongan kertas serta klip yang dijepitkan secara sederhana. Ia berhasil menciptakan nuansa magis, misterius serta mistikal dengan bayangan-bayangan sufistiknya. Ditambah lagi cahaya merah dari properti café, semakin mendramatisir suasana yang telah terbangun secara bersamaan.

Hasil ini menunjukkan kecakapan Ilham dalam merangkai komposisi karya dalam satu ruangan yang sesungguhnya cukup luas sebagai sebuah ruang presentasi solo.  Serta bagaimana ia berhasil menciptakan dan membawa agenda langka ini di tengah jantung skena Kodya Denpasar.

Kata pengantar dan kesan coretan dalam solo presentasi “Ruang Kepala” | Photo : Made Chandra

Dan pada akhirnya, apa yang ditawarkan oleh Ilham bukan sekedar muntahan visual yang asal jiplak. Ia dibentuk, dan dipikirkan dengan sangat amat matang, dengan segala pertimbangan artistik dan desain yang saling bernegosiasi satu sama lain.

Menjelma ruang kepala yang menerjemahkan isi kekosongan atau kekosongan dalam isi pikiran seorang Ilham. [T]

Penulis: Made Chandra
Editor: Adnyana Ole

Tags: Pameran Seni RupaSeni InstalasiSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Warna-warni Layang-layang di Atas Laut Peninsula Island —Cerita dari ‘World Ocean Day’ dan ‘Coral Triangle Day 2026’ di Nusa Dua

Next Post

Guru Bahasa di Era Digital, Siapkah Menghadapi Perubahan?

Made Chandra

Made Chandra

Lahir di Baturaja, Sumatera Selatan, kini menetap di Denpasar. Merupakan seorang perupa muda yang suka mengeksplor wayang Kamasan sebagai titik temu antara kompleksitas sureal dan realitas dunia. Kadang kala ia suka menulis—mencatatkan berbagai hal yang menurutnya menarik dan layak mendapat intensi lebih, terutama perihal seni dan budaya visual.

Related Posts

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

by Made Chandra
October 10, 2026
0
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

Read moreDetails

Mengurai Gnosis Perupa Payangan

by I Wayan Westa
September 27, 2026
0
Mengurai Gnosis Perupa Payangan

Dr. Jean Couteau, budayawan asal Prancis pernah berseloroh soal kondisi terkini psiko-budaya generasi Bali. Dalam sejumlah pernyataan lisan maupun tertulis,...

Read moreDetails

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

by Jaswanto
September 26, 2026
0
Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

Read moreDetails

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

by Emi Suy
September 23, 2026
0
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

Read moreDetails

Guci Nasib di Titik Nol Kota

by I Wayan Westa
September 22, 2026
0
Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

Read moreDetails

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

Read moreDetails

Membaca Naga Agus Kama Loedin

by I Wayan Westa
September 16, 2026
0
Membaca Naga Agus Kama Loedin

---Venue Art, Batu & Studio, Batubulan, Gianyar, Bali | 12 September 2026 * Pameran "Jaga Raga Bara Jiwa" dibuka  Rektor...

Read moreDetails

Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

by Angga Wijaya
September 16, 2026
0
Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

Di Agung Rai Museum of Art atau ARMA, Ubud, Bali, pada Juli 2026, sebuah pohon penuh kuda hadir di antara...

Read moreDetails

Wajah I Made Galung Wiratmaja

by Hartanto
September 10, 2026
0
Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

Read moreDetails

“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

by Hartanto
September 3, 2026
0
“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

PADA tanggal 29 Agustus hingga 29 September 2026 nanti, digelar pameran lukisan karya I Ketut Suasana ‘Kabul’. Pameran bertajuk  Nectar...

Read moreDetails
Next Post
Guru Bahasa di Era Digital, Siapkah Menghadapi Perubahan?

Guru Bahasa di Era Digital, Siapkah Menghadapi Perubahan?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga
Esai

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University
Persona

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co