11 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Stasiun Buraq : Arsitektur Mimpi Seorang Ilham Gusti Syahadat

Made Chandra by Made Chandra
June 8, 2026
in Ulas Rupa
Stasiun Buraq : Arsitektur Mimpi Seorang Ilham Gusti Syahadat

Instalasi video oleh Ilham Gusti Syahadat | Photo : Made Chandra

DERAP langkah beranjak naik, kain tirai perlahan mulai disingkapkan, lalu dengan segera bunyi-bunyian kendang, tembang dan segala perangkat kesenian jaranan, bergema meneror kedua kuping tanpa malu-malu.

Ya, selamat. Kamu sudah berada di dalam stasiun imajinasi milik mas-mas kediri, Aka Ilham Gusti Syahadat, seorang arsitek yang merawat anomali berpikirnya lewat karya-karya nakal nan eksperimental.

Di dalam sebuah ruang gelap lantai dua milik sebuah kafe bernama The Ruum, ia membangkitkan bentuk dan rupa-rupa makhluk imajinatifnya dalam sebuah presentasi instalatif yang sayangnya hanya berlangsung dalam dua hari saja.

Tapi tak apa, seperti dendam, kegilaan juga harus dibayar tuntas. Dengan cara inilah Ilham yang sehari-hari berkutat dalam berbagai proyek arsitektur, menjaga kewarasannya dengan proyek solo presentasi berjudul “Ruang Kepala” ini.

Tak tanggung-tanggung, tempat yang sangat kosong sebelumnya, ia retas, modifikasi lalu rancang sebagai ruang intim, yang menampilkan berbagai endapan visual yang telah lama tertidur dalam bentuk aset digital.

Dalam satu karya yang cukup masif, ia menembak kain yang membentang lengkung dengan sebuah proyektor mini, untuk menampilkan berbagai aset video imajinatif yang telah lama ia kumpulkan satu persatu.

Instalasi video oleh Ilham Gusti Syahadat | Photo : Made Chandra

Dalam salah satu video yang me-looping dirinya terus menerus, ia menampilkan salah satu arsitektur rekaan yang Ilham sebut sebagai Stasiun Buraq, sebuah makhluk sufistik yang hadir dalam cerita-cerita tradisi keislaman tentang peristiwa “Isra Mi’raj”.

Sebagai seorang muslim yang lahir di salah satu daerah penting kerajaan besar nusantara, pria Kediri ini paham betul, bagaimana memori, cerapan, kebiasaan dan lingkungan begitu menubuh dalam sensibilitas kognitifnya.

Maka wajar, karyanya seringkali berjalan di antara praktik arsitektur dan tradisi sufistik yang begitu kental. Potongan tubuh yang kemudian bercampur dengan kepala-kepala hewan, hamparan ruang lapang tak berujung, serta sosok di antara objek-objek arsitektur yang saling berjejalan.

Mungkin pada aplikasi SketchUp, atau 3D blender inilah, ia memuntahkan sebagian dari isi kepalanya yang begitu liar, mentah, dan kadang sedikit usil.

Beranjak dari sana, di balik kain tersebut muncul siluet-siluet hitam yang meneror dengan wujud-wujud bersayap kesukaannya. Namun entah mengapa, wujud-wujud tersebut—dengan kesederhanaan bentuknya—berhasil menampilkan kesan-kesan keilahian, mistik, dan spirituil yang berhasil menyentuh persepsi penonton, terutama saya sendiri yang langsung menyaksikannya.

Instalasi bayangan oleh Ilham Gusti Syahadat | Photo : Made Chandra

Hal itu dipertebal oleh hamparan kain sajadah yang menghadap cahaya merah, yang ternyata berasal dari properti interior café dan berpendar syahdu layaknya bulan di kala adzan Isya berkumandang.

Di balik sosok-sosok yang ia tampilkan, ternyata baru masuk akal, setelah ia memberitahu bahwa kegandrungannya pada sayap-sayap itu muncul dari buku-buku milik Danarto, seorang penulis revolusioner melalui tulisan-tulisannya yang melampaui batas realisme konvensional.

Cover buku Asmaraloka milik Danarto ternyata menjadi keseharian dalam pengalaman visual yang ia konsumsi sehari-hari. Larik kata yang aneh dan komposisi kalimat yang jauh dari konteks sastra pada umumnya. Membawa pengaruh besar dalam karya-karya Ilham, terutama pada presentasi solonya kali ini.

Ia dengan sadar mengakui, sebagian besar dari bentuk dan visual-visual yang ia hadirkan, tumbuh dari keisengan dan sensibilitas yang sangat impulsif. Tanpa mengurangi konteks, wujud-wujud itu melebur dalam pengalaman dan memorinya tentang rumah, tradisi dan keterhubungannya dengan Bali sebagai tempatnya menetap sekarang.

Figur bersayap dalam cover buku Asmaraloka oleh Danarto | Photo : Made Chandra

 

Dari sanalah kita mulai sedikit paham, mengapa ruang kosong dalam kepalanya, justru dipenuhi ingatan visual yang begitu liar dan ajaib. Dengan cara inilah gagasan dan stimulasi impulsif itu sampai pada bentuk fisiknya.

Arsitektur dan kolase

Sebagai seseorang yang berangkat dari latar belakang arsitektur, tidak menjadikan Ilham larut dalam hiruk-pikuk produksi industri semata. Ia orang yang bisa melebur dengan praktik-praktik di luar lingkup profesinya.

Salah satunya adalah aktivitas potong-memotong yang sering disebut sebagai Kolase. Dalam pameran ini pun ia menggandeng komunitas yang telah membersamai praktik tersebut sejak lama. Yaitu Ejakolase, sebuah perkumpulan para pegiat kreatif yang menaruh perhatian lebih pada kerjaan tempel-menempel ini.

Karya kolase oleh Ilham Gusti Syahadat | Photo : Made Chandra

Selain aktivasi ruang berupa presentasi. Di ruangan sebelahnya, ia bersama Ejakolase, mengajak para pengunjung untuk menciptakan karya kolase mereka sendiri. Dengan bantuan gunting dan lem, gambar-gambar dalam majalah dipindah kontekskan sebagai bentuk baru dalam bidang yang telah disediakan.

Pada praktik kolase ini juga, Ilham mendapat intensi untuk memanipulasi, memotong, dan menyatukan berbagai elemen visual yang sesungguhnya tak punya kedekatan satu dengan yang lainnya.

Justru di sinilah, imajinasi dan mimpi-mimpi fantastis seorang Ilham, mendapatkan bentuknya melalui entitas dan ruang yang terwujud dari gabungan-gabungan elemen yang muncul dari ingatan dan kesehariannya sebagai seorang penikmat budaya visual.

Desain dan pengalaman keruangan

Instalasi bayang merah oleh Ilham Gusti Syahadat | Photo : Made Chandra

 

Satu hal yang sungguh terasa dalam presentasi solonya kali ini adalah pengalaman ruang dan bagaimana ia mendefinisikan idenya melalui komposisi alur yang begitu sukses menguasai area kosong nan gelap ini.

Sekali lagi, bahwa pengalaman pada desain arsitektur begitu menyelamatkan eksekusinya kali ini. Persoalan teknis display dan bagaimana karya betul-betul memanfaatkan ruangan dengan maksimal tentu menjadi hal yang patut diapresiasi di sini.

Tak banyak seniman yang mau bersusah payah untuk memikirkan kerja-kerja belakang layar, tentang bagaimana karyanya tampil dalam sebuah ruangan dan dengan cara apa ia ditampilkan. Di sinilah Ilham mematahkan stigma usang tersebut, dengan menunjukkan sikap profesionalnya lewat keputusan-keputusan instalasi yang vital.

Aspek keruangan dalam solo presentasi “Ruang Kepala” | Photo : Made Chandra

Dibantu oleh Unsual studio, ia merancang sebuah pementasan karya yang begitu dinamis. Dengan hanya sebuah senter kecil, potongan kertas serta klip yang dijepitkan secara sederhana. Ia berhasil menciptakan nuansa magis, misterius serta mistikal dengan bayangan-bayangan sufistiknya. Ditambah lagi cahaya merah dari properti café, semakin mendramatisir suasana yang telah terbangun secara bersamaan.

Hasil ini menunjukkan kecakapan Ilham dalam merangkai komposisi karya dalam satu ruangan yang sesungguhnya cukup luas sebagai sebuah ruang presentasi solo.  Serta bagaimana ia berhasil menciptakan dan membawa agenda langka ini di tengah jantung skena Kodya Denpasar.

Kata pengantar dan kesan coretan dalam solo presentasi “Ruang Kepala” | Photo : Made Chandra

Dan pada akhirnya, apa yang ditawarkan oleh Ilham bukan sekedar muntahan visual yang asal jiplak. Ia dibentuk, dan dipikirkan dengan sangat amat matang, dengan segala pertimbangan artistik dan desain yang saling bernegosiasi satu sama lain.

Menjelma ruang kepala yang menerjemahkan isi kekosongan atau kekosongan dalam isi pikiran seorang Ilham. [T]

Penulis: Made Chandra
Editor: Adnyana Ole

Tags: Pameran Seni RupaSeni InstalasiSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Warna-warni Layang-layang di Atas Laut Peninsula Island —Cerita dari ‘World Ocean Day’ dan ‘Coral Triangle Day 2026’ di Nusa Dua

Next Post

Guru Bahasa di Era Digital, Siapkah Menghadapi Perubahan?

Made Chandra

Made Chandra

Lahir di Baturaja, Sumatera Selatan, kini menetap di Denpasar. Merupakan seorang perupa muda yang suka mengeksplor wayang Kamasan sebagai titik temu antara kompleksitas sureal dan realitas dunia. Kadang kala ia suka menulis—mencatatkan berbagai hal yang menurutnya menarik dan layak mendapat intensi lebih, terutama perihal seni dan budaya visual.

Related Posts

Bhisma yang Tak Pernah Mati di Kurukshetra: Membaca “Satya–Tyagya–Dharma” Karya Prof. Dr. Drs. I Wayan Suardana, M.Sn.

by Angga Wijaya
August 7, 2026
0
Bhisma yang Tak Pernah Mati di Kurukshetra: Membaca “Satya–Tyagya–Dharma” Karya Prof. Dr. Drs. I Wayan Suardana, M.Sn.

DI Bali, mitos tidak pernah benar-benar menjadi masa lalu. Ia tidak hanya tinggal dalam lembar-lembar lontar atau cerita yang dituturkan...

Read moreDetails

“Rumah”, Seni Instalasi Ni Nyoman Sani

by Hartanto
August 7, 2026
0
“Rumah”, Seni Instalasi Ni Nyoman Sani

PADA 10 April hingga 30 Juni 2026 lalu digelar pameran 12 Perupa Perempuan Indonesia. Perhelatan ini diinisiasi Indonesian Women Artists...

Read moreDetails

Mantra Visual Made Wiradana

by Hartanto
August 2, 2026
0
Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

Read moreDetails

SAMATRA: Membaca Isyarat-Isyarat Kecil dari Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud

by Gustra Adnyana
July 31, 2026
0
SAMATRA: Membaca Isyarat-Isyarat Kecil dari Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud

Di tepian aliran sungai Petanu, sebuah ruang seni baru tumbuh di tengah lanskap hijau Ubud. Buki Gallery di Bumi Kinar...

Read moreDetails

Ketika Semut Membangun Seorang Ratu—Membaca “Memayu Hayuning Bawana: Build the Queen” karya Dyan Brew

by Angga Wijaya
July 30, 2026
0
Ketika Semut Membangun Seorang Ratu—Membaca “Memayu Hayuning Bawana: Build the Queen” karya Dyan Brew

ADA perubahan yang menarik dalam lanskap seni kriya Indonesia dalam dua dekade terakhir. Jika dahulu kriya lebih sering dipahami sebagai...

Read moreDetails

Empat Jejak Abstraksi dan Figurasi Bali Kontemporer

by Hartanto
July 30, 2026
0
Empat Jejak Abstraksi dan Figurasi Bali Kontemporer

EMPAT karya dari empat pelukis Bali kontemporer yang turut berpartisipasi dalam Jogja Annual Art ke-11, yakni I Made Ruta, Ida...

Read moreDetails

Tanah yang Mengingat ——Membaca “Pataka Majapahit III” Karya Dr. Noor Sudiyati

by Angga Wijaya
July 28, 2026
0
Tanah yang Mengingat ——Membaca “Pataka Majapahit III” Karya Dr. Noor Sudiyati

TIDAK semua peninggalan masa lalu hadir sebagai bangunan megah atau artefak yang tersimpan di museum. Ada warisan yang jauh lebih...

Read moreDetails

Orkestra Warna Kun Adnyana

by Hartanto
July 25, 2026
0
Orkestra Warna Kun Adnyana

YOGYA Annual Art ke-11 tahun 2026 dengan tema Direction (Arah) ini, menurut saya, dibuka dengan sebuah kesadaran yang tajam: bahwa...

Read moreDetails

Semesta di Dalam Tanah Liat: Membaca Karya-Karya Keramik Dr. Dra. Ni Made Rai Sunarini, M.Si.

by Angga Wijaya
July 24, 2026
0
Semesta di Dalam Tanah Liat: Membaca Karya-Karya Keramik Dr. Dra. Ni Made Rai Sunarini, M.Si.

BARANGKALI kita terlalu sering memandang alam sebagai sesuatu yang berada di luar diri. Gunung adalah bentang yang dikunjungi ketika musim...

Read moreDetails

Musikal Visual Karya Wayan Sujana Suklu

by Hartanto
July 24, 2026
0
Musikal Visual Karya Wayan Sujana Suklu

Pameran Yogya Annual Art ke-11 yang mengambil tema Direction (Arah) digelar di Bale Banjar Sangkring, Nitiprayan No. 88, Ngestiharjo, Kasihan,...

Read moreDetails
Next Post
Guru Bahasa di Era Digital, Siapkah Menghadapi Perubahan?

Guru Bahasa di Era Digital, Siapkah Menghadapi Perubahan?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tari Pangider Bhuwana: Gerak Seni yang Menjelma Bahasa dan Menjadi Jembatan bagi Teman Tuli
Panggung

Tari Pangider Bhuwana: Gerak Seni yang Menjelma Bahasa dan Menjadi Jembatan bagi Teman Tuli

GERAKANNYA ritmis dan begitu indah. Ekspresinya hidup karena setiap gerakan ditarikan dengan penuh penjiwaan. Musik seolah menyatu dalam gerak, menghadirkan...

by Nyoman Budarsana
August 11, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Rumah Dikontrakkan Bernama Indonesia [Renungan Hari Veteran Nasional]

ADA pepatah yang mulai usang, "hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, baik jua di negeri sendiri". ...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 10, 2026
Ketika Jazz Terasa Begitu Dekat dan Menyihir—Malam Penutupan Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026
Panggung

Ketika Jazz Terasa Begitu Dekat dan Menyihir—Malam Penutupan Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

ORANG-orang masih berdiri di depan panggung ketika Salamander Big Band memainkan bagian-bagian terakhir musik jazz-nya pada Sabtu malam, 8 Agustus...

by Rusdy Ulu
August 10, 2026
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan
Tualang

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”
Budaya

MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

KEMENTERIAN Kebudayaan RI melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya berkolaborasi dengan Buruan.co menggelar program bertajuk “MTN Presentasi: Buruan.co...

by tatkala
August 10, 2026
Menafsir Makna Bahasa di Ruang Digital
Esai

Menafsir Makna Bahasa di Ruang Digital

TRANSFORMASI digital telah membawa perubahan mendasar dalam pola interaksi manusia. Perkembangan media sosial, aplikasi percakapan, platform berbagi video, forum daring,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 9, 2026
Timbulan Sampah dan Timbunan Sampah dalam Istilah Lingkungan
Bahasa

Timbulan Sampah dan Timbunan Sampah dalam Istilah Lingkungan

PERNAHKAH Anda membaca berita lingkungan dan merasa bingung dengan dua istilah yang mirip: timbulan sampah dan timbunan sampah? Sekilas keduanya tampak sama, tetapi...

by I Made Sudiana
August 9, 2026
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman
Khas

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’
Kuliner

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
Sastra Terjemahan sebagai Diplomasi Budaya: Mengenang Peran Vern Cork sebagai Penerjemah Sastra Indonesia dari Australia
Esai

Sastra Terjemahan sebagai Diplomasi Budaya: Mengenang Peran Vern Cork sebagai Penerjemah Sastra Indonesia dari Australia

SASTRA terjemahan telah lama menjadi salah satu media diplomasi budaya Indonesia. Namun, keberadaannya sebagai bagian dari kegiatan diplomasi budaya yang...

by I Nyoman Darma Putra
August 8, 2026
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz
Khas

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
Bhisma yang Tak Pernah Mati di Kurukshetra: Membaca “Satya–Tyagya–Dharma” Karya Prof. Dr. Drs. I Wayan Suardana, M.Sn.
Ulas Rupa

Bhisma yang Tak Pernah Mati di Kurukshetra: Membaca “Satya–Tyagya–Dharma” Karya Prof. Dr. Drs. I Wayan Suardana, M.Sn.

DI Bali, mitos tidak pernah benar-benar menjadi masa lalu. Ia tidak hanya tinggal dalam lembar-lembar lontar atau cerita yang dituturkan...

by Angga Wijaya
August 7, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co