13 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kuta dan Peradaban Palegongan: Radikalisme Estetika di Ambang Pesisir

I Gusti Made Darma Putra by I Gusti Made Darma Putra
May 29, 2026
in Esai
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada

I Gusti Made Darma Putra

KETIKA dunia menyebut Kuta hari ini, ingatan kolektif yang muncul hampir selalu seragam, pesisir yang riuh, lanskap global pariwisata, komodifikasi ruang, dan denyut industri yang tak pernah tidur. Kuta modern dikonstruksikan sebagai ruang konsumsi yang tercerabut dari akar spritualnya. Namun, jika kita mengupas lapisan-lapisan artifisial pariwisata tersebut, kita akan menemukan bahwa jauh sebelum wilayah ini diidentifikasi sebagai pusat pelancongan global, pesisir ini adalah ruang kebudayaan yang melahirkan salah satu pencapaian estetika paling radikal dalam sejarah Bali.

Kuta bukan sekadar wilayah geografis daerah ini adalah rahim peradaban seni. Di tanah pesisir inilah, Peradaban Palegongan lahir, tumbuh, dan memancarkan pengaruhnya yang secara fundamental mengubah arah estetika seni pertunjukan Bali modern. Membaca Kuta melalui kacamata Peradaban Palegongan berarti menolak cara pandang hegemonik yang melihat kesenian tradisional sekadar sebagai produk hiburan masa lalu atau pelengkap ritus yang statis.

PALEGONGAN SEBAGAI SISTEM BERPIKIR DAN OTONOMI ESTETIKA

Palegongan di Kuta, di bawah kejeniusan maestro I Wayan Lotring, adalah sebuah sistem berpikir. Sebelum era Gong Kebyar mendominasi lanskap musikal Bali dengan karakternya yang meledak-ledak, Palegongan adalah puncak dari kecerdasan karawitan Bali yang paling rumit, transparan, dan membutuhkan disiplin mental yang tinggi. Gamelan Palegongan, dengan keterbatasan bilahnya, justru menuntut komposer untuk melahirkan kreativitas yang melampaui batas fisik instrumen.

Di tengah masyarakat Bali awal abad ke-20 yang menempatkan kesenian dalam sekat-sekat sakralitas ritual murni (ngayah), Kuta menawarkan antitesisnya yang revolusioner. Melalui Palegongan, Kuta merumuskan ulang hubungan antara manusia, ruang, dan bunyi. Musik tidak lagi dipandang semata-mata sebagai fungsionalisme upacara keagamaan, melainkan diangkat derajatnya menjadi sebuah kesadaran artistik yang otonom. Lotring datang membawa kedewasaan kompositoris, sebuah kesadaran bahwa bunyi memiliki haknya sendiri untuk dinikmati, diapresiasi, dan ditafsirkan sebagai struktur estetika yang mandiri. Ini adalah benih pertama dari apa yang kita sebut sebagai modernisme musik di Bali.

KARAKTER PESISIR: ANTARA PRESISI MATEMATIKA DAN WATAK CAIR

Keberanian melakukan pembaruan ini tidak lahir dari ruang hampa, melainkan bentukan dari ekologi spasial Kuta itu sendiri. Karakter pesisir yang terbuka, dinamis, dan terbiasa berhadapan dengan ufuk yang luas membentuk watak peradaban yang berani mendobrak kemapanan pedalaman. Melodi-melodi Palegongan gaya Kuta seperti yang abadi dalam mahakarya Layar Samah adalah manifestasi visual yang ditransformasikan ke dalam sebuah karya.

Gending Layar Samah bukan sekadar representasi jukung nelayan yang diterpa angin senja, melainkan sebuah struktur musikal yang cair, dinamis, penuh kejutan ritmis yang tak terduga, namun diikat oleh presisi kotekan (jalinan nada) yang sangat ketat. Ada paradoks estetika yang jenius di sini, kelenturan rasa pesisir yang dipadukan dengan ketepatan matematika yang rigid. Julukan “Jarum Emas Murni” dari para etnomusikolog dunia untuk Lotring bukanlah sekadar pujian atas kemahiran teknis jemarinya, melainkan pengakuan filosofis terhadap sebuah lompatan cara berpikir kontemporer yang melampaui zamannya.

KOSMOPOLITANISME ORGANIK: DIALOG YANG SETARA

Melalui Peradaban Palegongan ini pula, Kuta menjelma menjadi ruang kosmopolitan budaya yang organik jauh sebelum istilah globalisasi diarsiteki oleh industri modern. Ketika Lotring terlibat dalam dialog intelektual dan musikal yang intens dengan komposer Barat seperti Colin McPhee pada dekade 1930-an, Kuta tidak sedang memposisikan diri sebagai objek eksotisme yang pasif. Kuta adalah subjek penentu arah diskusi.

Di Kuta, struktur musik Barat yang berbasis pada partitur dan linearitas bertemu dengan struktur musik Timur yang berbasis pada kelisanan (orality) dan siklus (cyclic). Pertemuan ini bukan untuk saling mengubur atau mengasimilasi secara murahan, melainkan untuk saling menguji kedalaman estetika masing-masing. Palegongan Kuta menjadi bukti otentik bahwa modernitas Bali tidak harus lahir dari imitasi buta terhadap Barat, melainkan dari radikalisasi tradisi lokal itu sendiri. Kuta membuktikan bahwa menjadi universal bisa dicapai dengan menjadi sangat lokal yang sublim.

MENGEMBALIKAN AKAR ASAL KUTA

Oleh karena itu, mereduksi Kuta hanya sebagai narasi sejarah perkembangan pariwisata atau sekadar titik pendaratan wisatawan adalah sebuah kecacatan epistemologis yang fatal. Kuta harus dikembalikan ke akar asalnya sebagai episentrum peradaban seni yang pernah melahirkan cetak biru (blueprint) bagi estetika Bali kontemporer.

Warisan Lotring dan Peradaban Palegongan Kuta memberikan kita sebuah pelajaran berharga mengenai bagaimana sebuah kebudayaan merawat daya hidupnya. Tradisi tidak dijaga dengan cara membeku dalam museum ingatan, melainkan dengan cara ditantang melalui hal-hal baru yang berani. Di tanah pesisir ini, melalui gending Palegongan, Bali pernah menemukan keberanian paling intim untuk bergerak maju tanpa pernah kehilangan jangkar kulturalnya.

Kuta adalah sebuah manifesto kebudayaan, sebuah ruang di mana Palegongan tidak sekadar dipentaskan di atas panggung, melainkan dihidupi sebagai sebuah peradaban berpikir yang melintasi batas waktu. [T]

Penulis: I Gusti Made Darma Putra
Editor: Adnyana Ole

Tags: Desa Adat KutaKutalegongpalegongan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ubud Food Festival 2026 Dibuka dengan Seruan Menjaga Tanah dan Pangan Indonesia

Next Post

The Octopus Queen di Kawasan Broken Beach Nusa Penida, Jadi Magnet Even Internasional

I Gusti Made Darma Putra

I Gusti Made Darma Putra

Seniman pedalangan, kreator wayang Bali

Related Posts

Duta SMA, Pelantang Sebaya Perkuat Peradaban Bangsa   

by I Nyoman Tingkat
August 13, 2026
0
Duta SMA, Pelantang Sebaya Perkuat Peradaban Bangsa   

PROGRAM Duta SMA pada 2026 telah memasuki Angkatan ke-5 sejak dimulai pada 2022. Program ini menjadi program prioritas Kemendikdasmen  yang...

Read moreDetails

Nak Badung, Nak Desa, Nak Dimel   

by I Nyoman Tingkat
August 12, 2026
0
Nak Badung, Nak Desa, Nak Dimel   

PEMERINTAH Kabupaten Badung resmi meluncurkan beasiswa motivasi Nak Badung mulai Tahun 2026. Beasiswa ini diniatkan untuk meringankan biaya bagi siswa...

Read moreDetails

International Youth Day, Menemukan Potensi dan Menjadi Orisinal

by Agung Sudarsa
August 12, 2026
0
International Youth Day, Menemukan Potensi dan Menjadi Orisinal

Dari Gagasan Perdamaian Menuju International Youth Day Setiap 12 Agustus dunia memperingati International Youth Day. Hari ini mungkin tampak seperti...

Read moreDetails

Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital

by I Ketut Suar Adnyana
August 12, 2026
0
Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital

PERKEMBANGAN media sosial telah mengubah cara bahasa digunakan, diproduksi, dan diberi makna dalam kehidupan sosial. Bahasa tidak lagi hanya digunakan...

Read moreDetails

Generasi 81: Merdeka dari Apa?

by Chusmeru
August 12, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

TAHUN ini Indonesia merayakan 81 tahun kemerdekaan. Bukan hanya yang lanjut usia, kaum milenial, Gen Z, dan Alpha yang juga...

Read moreDetails

Perang versus Kemanusiaan: Sebuah Ironi

by Ni Made Ratminingsih
August 11, 2026
0
Merah Putih: Simbol Identitas dan Realitas

DALAM ajaran Hindu, abad ini termasuk zaman Kali Yuga, yakni zaman yang dipenuhi kegelapan, kemerosotan moral, dan konflik. Zaman kegelapan...

Read moreDetails

Kemerdekaan yang Belum Selesai ——Refleksi Menyambut 81 Tahun Indonesia Merdeka

by Agung Sudarsa
August 11, 2026
0
Kemerdekaan yang Belum Selesai ——Refleksi Menyambut 81 Tahun Indonesia Merdeka

"Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai...

Read moreDetails

Manusia Bukan Unggahan Terakhirnya

by Angga Wijaya
August 11, 2026
0
Telenovela

SETIAP kali saya mengunggah tulisan yang agak muram di media sosial, ada saja saudara atau kerabat yang kemudian mengirim pesan...

Read moreDetails

Rumah Dikontrakkan Bernama Indonesia [Renungan Hari Veteran Nasional]

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

ADA pepatah yang mulai usang, "hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, baik jua di negeri sendiri". ...

Read moreDetails

Menafsir Makna Bahasa di Ruang Digital

by I Ketut Suar Adnyana
August 9, 2026
0
Menafsir Makna Bahasa di Ruang Digital

TRANSFORMASI digital telah membawa perubahan mendasar dalam pola interaksi manusia. Perkembangan media sosial, aplikasi percakapan, platform berbagi video, forum daring,...

Read moreDetails
Next Post
The Octopus Queen di Kawasan Broken Beach Nusa Penida, Jadi Magnet Even Internasional

The Octopus Queen di Kawasan Broken Beach Nusa Penida, Jadi Magnet Even Internasional

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kekuatan Warna, I Wayan Santrayana dan I Wayan Gede Budayana
Ulas Rupa

Kekuatan Warna, I Wayan Santrayana dan I Wayan Gede Budayana

MASIH berlanjut soal pameran The Power of Colours , perhelatan ini berlangsung 25 hingga 31 Agustus mendatang. Pameran digelar  di...

by Hartanto
August 13, 2026
Duta SMA, Pelantang Sebaya Perkuat Peradaban Bangsa   
Esai

Duta SMA, Pelantang Sebaya Perkuat Peradaban Bangsa   

PROGRAM Duta SMA pada 2026 telah memasuki Angkatan ke-5 sejak dimulai pada 2022. Program ini menjadi program prioritas Kemendikdasmen  yang...

by I Nyoman Tingkat
August 13, 2026
Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih
Ulas Musik

Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

“Mitos tentang Jogja, hantui orang tua lepas anaknya jadi mahasiswa.” PERKENALAN pertamaku dengan Umar Haen adalah pada lagu “Di Jogja...

by Mahesa Putra
August 13, 2026
Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’
Panggung

Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’

MALAM di Subak Stage, Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026, berjalan dalam suasana tenang ketika Dodot Trio mulai memainkan...

by Dede Putra Wiguna
August 13, 2026
Sekali Lagi tentang Dirgahayu
Bahasa

Sekali Lagi tentang Dirgahayu

SETIAP menjelang bulan Agustus, ruang publik kita dipenuhi oleh baliho, spanduk, dan ucapan digital dengan berbagai variasi kalimat selamat hari...

by I Made Sudiana
August 13, 2026
Nak Badung, Nak Desa, Nak Dimel   
Esai

Nak Badung, Nak Desa, Nak Dimel   

PEMERINTAH Kabupaten Badung resmi meluncurkan beasiswa motivasi Nak Badung mulai Tahun 2026. Beasiswa ini diniatkan untuk meringankan biaya bagi siswa...

by I Nyoman Tingkat
August 12, 2026
International Youth Day, Menemukan Potensi dan Menjadi Orisinal
Esai

International Youth Day, Menemukan Potensi dan Menjadi Orisinal

Dari Gagasan Perdamaian Menuju International Youth Day Setiap 12 Agustus dunia memperingati International Youth Day. Hari ini mungkin tampak seperti...

by Agung Sudarsa
August 12, 2026
“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”
Opini

“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

ADA hasil percakapan yang masih mengusik ingatan penulis sampai saat ini, ketika 5 tahun yang lalu bercakap dalam suatu wawancara...

by Luh Putu Sendratari
August 12, 2026
Penguatan Kesadaran Kesehatan Mental Berbasis Digital bagi Pendukung Sebaya Orang Dengan HIV (ODHIV) di Kota Denpasar
Kesehatan

Penguatan Kesadaran Kesehatan Mental Berbasis Digital bagi Pendukung Sebaya Orang Dengan HIV (ODHIV) di Kota Denpasar

Saat Pendukung Sebaya Juga Butuh Didukung DI sebuah ruangan sederhana di Kota Denpasar, lima belas orang duduk melingkar. Mereka bukan...

by tatkala
August 12, 2026
Dari Rarud Batur Menuju Rena: Merawat Ingatan, Merayakan Kebangkitan
Panggung

Dari Rarud Batur Menuju Rena: Merawat Ingatan, Merayakan Kebangkitan

"Seratus tahun setelah Rarud Batur, sebuah karya intermedium membawa kembali ingatan tentang kehidupan, bencana, pengungsian, dan kebangkitan masyarakat Batur ke...

by AA Ayu Mayun Artati
August 12, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Larangan Alih Fungsi Sawah: Tegas di Atas Kertas, Longgar di Lapangan?

PEMERINTAH sedang berada di persimpangan yang tidak sederhana. Pembangunan tanpa merusak alam. Di satu sisi, negara harus menjaga lahan sawah...

by I Made Pria Dharsana
August 12, 2026
Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital
Esai

Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital

PERKEMBANGAN media sosial telah mengubah cara bahasa digunakan, diproduksi, dan diberi makna dalam kehidupan sosial. Bahasa tidak lagi hanya digunakan...

by I Ketut Suar Adnyana
August 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co