27 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
in Khas
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

Pendampingan literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Buleleng│Foto: tatkala.co/Dede

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung menggunakan laptop, ada pula yang antusias memasukkan gambar dan tulisan ke dalam desain digital. Dari ruang kelas itu, mahasiswa S2 Pascasarjana Pendidikan Bahasa Undiksha mencoba mengenalkan satu hal penting: literasi kini tidak hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan berkreasi di era digital.

Hari itu, Selasa pagi, 26 Mei 2026. Sekelompok mahasiswa S2 Pascasarjana Pendidikan Bahasa, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja angkatan 2025 hadir membawa pendampingan literasi kreatif berbasis digital di SD Negeri 7 Kampung Baru.

Sebanyak 14 siswa kelas VI mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat dan kepekaan sosial yang mengusung pendampingan literasi tersebut. Kegiatan itu bukan sekadar kunjungan formal mahasiswa ke sekolah. Lebih dari itu, ada upaya memperkenalkan cara baru memahami literasi kepada anak-anak sejak dini.

Pendampingan literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Buleleng│Foto: tatkala.co/Dede

Kegiatan dibuka secara formal dan khidmat. Lagu Indonesia Raya dinyanyikan bersama, dilanjutkan doa, sambutan Kepala SD Negeri 7 Kampung Baru, sambutan Kaprodi S2 Pascasarjana Undiksha, hingga penyerahan kenang-kenangan kepada pihak sekolah dan seluruh siswa yang terlibat.

Namun, inti kegiatan dimulai setelah seremoni usai. Para siswa diajak mengikuti pendampingan literasi kreatif yang dikemas melalui pembuatan cerita berseri dan pelatihan penggunaan Canva.

Penyerahan kenang-kenangan kepada pihak sekolah dan perwakilan siswa│Foto: tatkala.co/Dede

 

Di awal kegiatan, siswa terlebih dahulu diberikan apersepsi. Mereka diminta membaca buku cerita yang telah dibagikan satu per satu. Setelah itu, anak-anak diarahkan menggambar hewan atau binatang yang muncul dalam imajinasi mereka. Dari aktivitas sederhana itu, suasana kelas perlahan berubah menjadi lebih hidup. Anak-anak mulai aktif berdiskusi, menunjuk gambar, hingga saling memperlihatkan hasil coretan mereka.

Setelah sesi pengantar selesai, para siswa dibagi menjadi enam kelompok yang masing-masing berisi dua orang. Setiap kelompok menerima panel gambar berseri yang nantinya harus dikembangkan menjadi sebuah cerita versi mereka sendiri.

Di sinilah proses kreatif itu dimulai.

Dengan antusias, para siswa mencoba menyusun alur cerita berdasarkan gambar yang mereka dapatkan. Ada yang masih malu-malu menuangkan ide, ada pula yang langsung aktif berdiskusi dengan temannya. Seluruh mahasiswa terlibat mendampingi dan membantu siswa selama proses berlangsung.

Pendampingan literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Buleleng│Foto: tatkala.co/Dede

 

Bagi sebagian besar siswa, pengalaman itu merupakan hal baru. Banyak di antara mereka yang belum mengenal apa itu fabel, termasuk belum pernah menggunakan Canva sebagai media pembelajaran digital.

Meski demikian, keterbatasan itu justru menjadi ruang belajar yang menarik. Mahasiswa tidak hanya mengajarkan cara menulis cerita, tetapi juga membantu siswa memahami bagaimana sebuah ide dapat diubah menjadi karya visual yang menarik.

Setelah cerita selesai ditulis, kegiatan dilanjutkan dengan pengaplikasian cerita ke dalam media Canva. Cerita yang sebelumnya masih berbentuk tulisan tangan kemudian ditransformasikan menjadi desain animasi sederhana dan cerita berseri digital.

Di beberapa sudut kelas, terlihat siswa mulai serius memperhatikan layar laptop. Mereka belajar memilih template, memasukkan teks, hingga menyusun gambar agar cerita tampil lebih menarik. Pendampingan dilakukan secara langsung oleh mahasiswa sehingga siswa bisa mengikuti prosesnya tahap demi tahap.

Pendampingan literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Buleleng│Foto: tatkala.co/Dede

 

I Gusti Ayu Made Sri Wirasani selaku Kepala SD Negeri 7 Kampung Baru, mengungkapkan bahwa sekolah sebenarnya telah memiliki berbagai program literasi. Beberapa di antaranya adalah Pojok Baca dan Liang Giri (Literasi Riang Pagi Hari).

Namun, menurutnya, kegiatan literasi di sekolah selama ini masih bersifat kontekstual dan belum menyentuh ranah digital.

“Di sekolah kami sudah ada kegiatan literasi yang dilaksanakan, seperti Pojok Baca dan Liang Giri (Literasi Riang Pagi Hari). Semua kegiatan itu kontekstual, belum menyentuh ranah digital. Jadi, kami harap, dengan kehadiran mahasiswa, bisa memberikan pembaharuan digitalisasi kepada para siswa serta para guru,” ungkap Sri Wirasani.

Kaprodi S2 Pascasarjana Undiksha, Prof. Dr. Ida Bagus Putrayasa, M.Pd., juga menyampaikan apresiasi kepada pihak SD Negeri 7 Kampung Baru yang telah menerima mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan kepekaan sosial tersebut.

“Literasi tentu bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi memaksimalkan pengetahuan lainnya, termasuk digital. Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi sekolah, khususnya bagi para siswa yang terlibat hari ini,” ujar Prof. Putrayasa dalam sambutannya.

Sesi foto bersama di SD Negeri 7 Kampung Baru, Buleleng│Foto: tatkala.co/Dede

Di SD Negeri 7 Kampung Baru, proses itu tampak dimulai dari hal sederhana: membaca cerita, menyusun alur gambar, lalu mengubahnya menjadi karya digital.

Kegiatan kemudian ditutup setelah seluruh kelompok menyelesaikan hasil cerita mereka. Meski berlangsung dalam waktu singkat, pengalaman tersebut meninggalkan kesan tersendiri, baik bagi siswa maupun mahasiswa yang terlibat.

Bagi para siswa, itu mungkin menjadi pengalaman pertama membuat cerita digital mereka sendiri. Sementara bagi mahasiswa, kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata bahwa ilmu yang dipelajari di bangku perkuliahan dapat langsung diterapkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

SD Negeri 7 Kampung Baru sendiri merupakan sekolah dasar negeri yang berada di wilayah kota Singaraja, di Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali. Sekolah yang berdiri sejak 1 Januari 1984 itu kini telah terakreditasi A. Dan, di sekolah itulah, benih-benih literasi digital mulai ditanamkan. Bukan dengan cara yang rumit, melainkan melalui cerita, gambar, dan pendampingan yang dekat dengan dunia anak-anak. [T]

Reprter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: bulelengPendidikanSDN 7 Kampung Barusekolah dasarSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Orang Bali Tetaplah Orang Bali

Next Post

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails

Selera, Kualitas, dan Masa Depan Musik Pop Bali

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
0
Selera, Kualitas, dan Masa Depan Musik Pop Bali

“SATU yang tidak bisa dilakukan oleh AI adalah sentuhan nurani.” Kalimat itu diucapkan oleh I Made Adnyana di tengah diskusi...

Read moreDetails

Membaca Ulang Mitos Lewat “Rahu” Karya Gus Martin

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026
0
Membaca Ulang Mitos Lewat “Rahu” Karya Gus Martin

BERANDA Pustaka menggelar diskusi bedah buku bertajuk "Dekonstruksi Mitos: Menelusuri Kedalaman Peristiwa dalam Naskah Drama Rahu". Diskusi ini menjadi kesempatan...

Read moreDetails

Oka Rusmini Bedah “Kembang”, Menggali Luka Sunyi Perempuan Penyintas Tragedi 1965

by Nyoman Budarsana
July 22, 2026
0
Oka Rusmini Bedah “Kembang”, Menggali Luka Sunyi Perempuan Penyintas Tragedi 1965

KALANGAN Ayodya, Taman Budaya Bali, yang biasanya dipenuhi riuh pertunjukan tari dan karawitan, berubah menjadi ruang perenungan pada Selasa (21/7/2026)...

Read moreDetails

Eka Kurniawan Kupas Makna Kemanusiaan dalam Novel “O” di Festival Seni Bali Jani VIII 2026

by Nyoman Budarsana
July 22, 2026
0
Eka Kurniawan Kupas Makna Kemanusiaan dalam Novel “O” di Festival Seni Bali Jani VIII 2026

AGENDA Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 semakin semarak dengan hadirnya diskusi buku bertajuk "Hasrat Menjadi Manusia dalam...

Read moreDetails

Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah

by Nyoman Budarsana
July 21, 2026
0
Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah

PROGRAM Sastra Masuk Kurikulum menjadi salah satu isu penting yang mengemuka dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun...

Read moreDetails
Next Post
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan
Tualang

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Politik dan Krisis Komunikasi Publik Pemimpin

DINAMIKA komunikasi politik selalu berubah pada setiap rezim. Puluhan tahun silam, para pemimpin dikenal lewat pidato di lapangan terbuka dan...

by Chusmeru
July 27, 2026
Bali di Persimpangan Kesadaran ——Membaca Tragedi Sosial Melalui Perspektif Pañcamaya Kośa
Esai

Bali di Persimpangan Kesadaran ——Membaca Tragedi Sosial Melalui Perspektif Pañcamaya Kośa

SEBUAH peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Bali kembali mengguncang nurani masyarakat. Bukan semata karena adanya korban jiwa, tetapi...

by Agung Sudarsa
July 27, 2026
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi
Ulas Buku

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan
Khas

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

by Angga Wijaya
July 27, 2026
Merasa Bebas, Padahal Diperbudak Ego
Esai

Merasa Bebas, Padahal Diperbudak Ego

ADA sebuah kalimat yang telah bertahan melewati pergantian zaman, melintasi peradaban, dan terus dikutip hingga hari ini: “Dan kamu akan...

by T.H. Hari Sucahyo
July 26, 2026
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan
Khas

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris
Khas

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

“Kapan Nikah?”: Ketika Usia Jadi Alat untuk Menghakimi Perempuan

"Kapan Nikah?" Dua kata yang terdengar ringan di telinga yang menanyakannya, tapi menjadi beban yang dibawa pulang bagi perempuan yang...

by Fitria Hani Aprina
July 25, 2026
Melarut di Bali Utara: No-Audience Performance, Tubuh, dan Lanskap Menjadi Saksi
Ulas Pentas

Melarut di Bali Utara: No-Audience Performance, Tubuh, dan Lanskap Menjadi Saksi

  Tubuh berjalan pelandi antara bukit, rumah, dan laut yang tidak selesai. Angin membawa nama-namayang pernah singgah di pelabuhan,lalu hilang...

by I Wayan Sujana Suklu
July 25, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Tidak semua orang membatik untuk menghasilkan kain. Ada yang membatik agar hatinya tetap utuh." Di ruang terbuka lantai atas rumahnya,...

by Tri Nugroho Adi
July 25, 2026
‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan
Panggung

‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

RUANGAN Gedung Ksirarnawa mendadak sunyi. Lampu panggung meredup, hanya menyisakan seberkas cahaya yang jatuh pada seorang lelaki yang duduk di...

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co